Bidadari Sang Gus

Bidadari Sang Gus
Season 3


__ADS_3

Sangat berkebalikan dari sifat kedua orangtuanya, kini seorang pemuda tampan, hidung mancung dan bibir tipis itu telah tumbuh dewasa menjadi sosok yang kaku layaknya es batu.


Namun kedinginannya tidak melunturkan pesona seorang Rasya syafaraz yang tengah menduduki bangku kuliah S1 nya itu.


Meskipun saat ini ia jauh dari kehidupan pesantren, namun agama yang telah ditanamkan dalam diri seorang Rasya begitu mendarah daging. Hingga tak heran banyak teman sekampusnya yang menyebutnya sebagai ustadz muda yang berprestasi.


Siang itu, terik sinar matahari begitu panas hingga membuat Rasya serta dua sahabatnya memilih untuk meminum es di kantin.


Ekor matanya tiba-tiba saja tertuju pada seorang gadis yang tanpa sengaja menumpahkan minuman pada baju Reza, sahabat Rasya.


"Hati-hati dong, baju gue jadi kotor nih," Ucap Reza seraya membersihkan bajunya dengan tisu.


"Maf kak, lagian gak sengaja kok."


"Maaf...maaf, basah nih..." Gerutunya lagi.


"Udahlah Za lagian gak sengaja, jangan diperpanjang !" Lerai Rasya pada keduanya.


"Noh, temennya aja ngerti...gimana sih ?"Ucap gadis itu kemudian melangkah pergi memesan minuman baru.


"Nye nye nye...udah salah, songong lagi," Gerutu Reza lagi.


"Udahlah Za....!"


"Iya pak ustadz," Ucap Reza.


Sementara Rasya juga Amar hanya bisa menggeleng melihat sikap sahabatnya itu.


Gadis itu, cantik....


Eh.. Astagfirullah


"Kenapa lo Sya ?" Tanya Amar dengan tangan yang masih sibuk mengaduk minumannya dengan pipet.


"Eh, gak...gak kenapa-kenapa," Elaknya.


"Cewek tadi fakultas mana sih ?" Tanya Reza.

__ADS_1


"Ekonomi, kenapa lo naksir dia Za ?" Tatap Amar oenuh selidik.


"Cantik sih, tapi kok songong gitu ya...kelihatannya bar-bar banget tuh cewek."


Rasya hanya menyimak setiap perbincangan kedua sahabatnya yang tengah membicarakan seorang gadis. Tidak dipungkiri, wanita yang baru saja menumpahkan minuman dibaju Reza sangatlah cantik. Tapi bagaimanapun Rasya, ia menginginkan wanita shalehah yang kelak menjadi teman hidupnya.


***


Sementara dalam kelas, seorang gadis tampak sibuk dengan bukunya di atas meja.


Cantik, rambut panjang, hidung mancung dan bibir sexi itu terlihat sangat anggun saat menerima setiap mata pelajaran yang diberikan oleh dosennya.


"Shut...shuttttt Ais...." Panggil Icha.


"Paan sih Cha, berisik deh !" Jawabnya, namun tatapannya masih fokus akan pelajaran.


"Gue haus banget, mana minuman yang lo beli tadi ?" Pintanya.


"Tumpah."


"What......?"


"Ng-gak pak..."


"Baiklah karna waktu sudah semakin siang, saya tutup sampai disini. Selamat siang !"


"Huh, akhirnya..." Icha sedikit meregangkan kedua tangannya kedepan.


"Kantin yuk ! Gue haus banget tauk," Ajak Icha menarik tangan Aisya juga Mona.


"Sakit bege."


Yang menarik hanya nyengir kuda."Makanya Ayo !"


"Eh, kalian tau gak kakak kelas yang terkenal ustadz itu loh ya ampun, damagenya uwu banget tauk. Udah tampan, shaleh, pinter...uhh calon imam yang komplit," Ucap Mona antusias.


"Oh kak Rasya ya, gue sih gak ragu lagi kalau punya suami kayak dia, paket lengkap dan spesial. Martabak aja lewat manisnya," Sambung Icha seraya tersenyum membayangkan betapa beruntungnya ia jika di lamar oleh Rasya.

__ADS_1


"Lo pada ngomongin siapa sih ? Rasya, ustadz siapa lagi tuh...gak jelas banget," Ucap Ais dengan jengah melihat tingkah kedua sahabatnya yang tidak ada habis jika topik perbincangan tentang cowok cakep.


Ya kali kan....mau nolak Seorang Rasya


Ya Allah sisakan satu untuk Author wkwkwk🤭


"Hello....lo kemana aja sampe cowok cakep di kampus ini lo gak tau, ketinggalan jaman lo Is," Ucap Mona seraya mengaduk minumannya.


Ais hanya mengangkat kedua bahunya tanda tak tau. Kini tangannya mulai menyuap bakso yang sedari tadi ada di depannya.


"Ais...shutt" Icha menyenggol lengan Aisya untuk melihat tiga pria tampan yang mendekati arah mereka.


Suara riuh para mahasiswi kampus Nusa Bangsa yang melihat Rasya serta dua sahabatnya memasuki area kantin.


"Omg kak Rasya, calon imam terkomplit...nikahin Mona dong !" Celetuk Mona yang menatap Rasya tanpa kedip.


"Ya tuhan, kalau bukan kak Rasya jodoh gue setidaknya sisakan satu yang sepertinya buat gue," Sambung Icha yang sama seperti Mona menatap Rasya yang ternyata duduk mereka berhadapan.


Saking penasarannya bagaimana rupa seorang yang selalu sahabatnya bicarakan itu, Aisya perlahan menghentikan suapanya dan ikut melihat bagaimana tampannya seorang Rasya yang terkenal sebagai ustadz muda itu.


Deg.......


**Hayo loh Ais, jatuh cinta kan pastinya...


Kalau Ais gak mau buat Author aja yah...hi hi hi🤭😁


ā£ļø


Tinggalkan


Vote


Like


Komen kalian ya !!!


Happy Reading Guys**..

__ADS_1


Bersambungā£ļø


__ADS_2