Bidadari Sang Gus

Bidadari Sang Gus
Membakar kalori


__ADS_3

Keharmonisan rumah tangga Bul² serta kedua anak-anaknya adalah kebahagian tersendiri bagi mereka yang melihatnya.


Keromantisan sang suami selalu Bul² inginkan dikala hatinya penat dan lelah dengan segala urusan yang ia kerjakan.


Lengkap sudah kebahagian keturunan Kyai Zaki serta Ayah Herman.


Hal yang sama akan dirasakan juga oleh Aqila yang tengah mengandung itu.


"Dek, Mas udah gak sabar banget mau lihat anak kita," Ucap Iqbal seraya mengelus perut buncit istrinya.


"Iya Mas, kira-kira dia nanti bakalan mirip kamu apa aku ya ?"


"Kombinasi dong sayang. Gak adil dong kalau cuma mirip kamu atau Mas, kan buatnya juga bareng-bareng."


"Apaan sih kamu Mas, gak usah pake dijelasin juga !"


"Mas mau jenguk utun, boleh ?" Ucap Iqbal penuh harap dengan pertanyaannya.


Qila langsung menjauhkan tubuhnya dari sang suami. Bukan ingin menolak, namun rasa lelah yang ia rasakan dikehamilannya yang mulai membesar itu cukup sering ia rasakan.


"Gak mau ya ?" Ucap Iqbal lagi dengan murung.


"Adek mudah capek Mas, kerja sama kamu itu gak cukup setengah jam," Gerutu Kila seraya menyebikan bibirnya.


"Abisnya enak bikin nagih loh dek, gimana coba ?"


"Coba deh, nafsunya itu dikurangin ! Burung bangaumu juga harus dikandang biar gak lepas." Oceh Kila seraya bangkit berdiri dari duduknya.


Iqbal hanya terkekeh dengan mengusap-usap tengkuk lehernya itu.


"Adek tega nolak suami ?"


"Mas juga tega nyiksa istri," Jawab Kila tak mau kalah.

__ADS_1


Iqbal mengeryit, kemudian berdiri menghampiri istrinya yang tengah berdiri didekat jendela.


Ia memeluknya dari belakang dengan tangan yang ditempelkan pada perut yang cacingan itu.


"Bukan nyiksa sayang, tapi kebutuhan bathin. Dan istri tidak boleh menolak kebutuhan bathin suami," Jelasnya dengan dagu yang ia tempelkan pada pundak istrinya.


"Tapi kan Adek___"


"Sttttttt......" Iqbal menghentikan kalimat istrinya dan memutar tubuh Qila untuk saling berhadapan.


Ia memegang dagu itu dan....


Cup.....


"Ayo kita membakar kalori dengan bergelut diranjang !" Iqbal tetep kekeh mengajak istrinya untuk bermain kuda-kudaan hahahahhaha.


Ya Allah ampunilah Author...ini....


maaafkanlah hamba khilaf 🤭


Iqbal dengan terpaksa membuka semua balutan benang yang menutupi tubuh Kila tanpa memperdulikan ucapan istrinya itu.


"Diam, anteng, dan rasakan !" Ucap Iqbal yang ternyata berhasil membuat Kila lemas tak berdaya.


Selepas bermain kuda, Iqbal keluar kamar dengan pakaian yang sudah rapi dan rambut yang basah.


"Kila mana Bal ?" Tanya Farhan yang tiba-tiba muncul dari semedinya.


"Eh, itu Yah...emmm Kila tidur. Iya dia tidur," Ucap Iqbal dengan gugup.


"Kalian habis ngapain ?" Tanya Farhan bak wartawan yang ingin tau sebuah kasus.


' Aduh gimana ini, masa cerita kemertua kalau habis beranu-anu' Gumam Iqbal dalam hati.

__ADS_1


Farhan sebetulnya sangat paham dengan apa yang sudah anak dan menantunya itu lakukan. Karna ia pun sudah pernah mengalaminya bagaimana menahan sesaknya sesuatu dalam sarung dikala sang istri tidak mau menidurkannya.


"Tidak perlu kaku begitu ! Yahbi sudah mengalaminya," Ucap Farhan seraya mendudukan dirinya dikursi dengan menyeruput kopinya.


"Hehhe, iya Yah."


"Yahbi jam segini mandi ? Kok tumben," Giliran Iqbal kali ini yang bertanya dengan Ayah mertuanya itu.


"Yakin tidak tau ?" Farhan balik bertanya.


Iqbal yang memang tidak mengerti langsung menggeleng dengan cepat.


"Sama sepertimu !" Jawabnya singkat penuh arti.


Iqbal melongo tidak percaya dengan apa yang Ayah mertuanya ucapkan itu.


'Hebatttttttt, Ayah mertuaku sering membakar kalori diatas ranjang. Kira-kira Mibu tahan berapa lama ya ? Aku harus berguru dengan Yahbi nih !' Gumam Iqbal dengan mulut yang sedikit menganga menatap tidak percaya.


**Ayo Iqbal, masa kalah sama kolott


hi hi hi...


Boleh Author ikutan gak ? Di tengah gak papa deh, ya !!


🤣🤣🤣🤣**


💕 Tinggalkan


Vote


Like


Komen kalian ya

__ADS_1


Happy Reading guys💕💕


__ADS_2