Bidadari Sang Gus

Bidadari Sang Gus
Bayangan masa lalu


__ADS_3

**Author minta tolong banget sama kalian yang baca Rasya-Aisya untuk segera pindah ke Novel Ikrar Cinta Gus Rasya ya !!


Tenang ! Masih di NT kok, Author gak pindah.


Hanya saja, Rasya sekarang sudah punya Novel sendiri gak lagi gabung di Bidadari sang gus.


Author tunggu kalian di sana** !


****


Rasya masih menatap pintu kamar mandi dengan sesekali melirik ke arah cincin di tangannya. Ini tidak mungkin salah, cincin yang ia temui di atas meja rias adalah cincin mahar saat pernikahannya dengan Aisya. Rasya paham betul dari setiap bentuk dan kilauan berlian di cincin itu, terlebih lagi ia mendapatkannya dengan penuh perjuangan dan harus membayar lebih kepada pemilik toko. Ia pun semakin yakin dengan kecurigaannya kali ini, bahwa seseorang yang bernama Isya sebenarnya adalah istrinya.


Gerakan dari kenop pintu menandakan seseorang hendak keluar dari dalam kamar mandi, ini kesempatan Rasya untuk lebih meyakinkan dugaannya dengan cara mengetahui siapa pemilik cincin ini.


Aisya yang baru saja selesai membasuh wajahnya sekaligus berwudhu, merasa terkejut dengan hadirnya seorang lelaki di kamar itu. Terlebih lagi saat ini ia sedang tidak menggunakan niqobnya. Buru-buru ia berbalik badan dan memakai cadarnya, namun tidak dapat di pungkiri detak jantungnya merasakan hal lain saat bersitatap dengan Rasya.


"Se-sedang apa ba-pak disini ?" Tanya Aisya dengan gugup seraya membelakangi Rasya.


"Ini kamar saya !" Jawabnya.


Ah benar juga


Aisya merasa bodoh dengan pertanyaan yang sangat tidak masuk akal. Jelas saja Rasya akan menjawab seperti itu mengingat dirinya hanyalah tamu di rumah ini. Dan seharusnya pertanyaan itu ia tunjukan untuk dirinya sendiri.


"Ma-maaf."


"Apa ini punya kamu ?" Tanya Rasya seraya menunjukan cincin di tangannya.


Aisya sedikit mengangkat kepalanya, ia mengangguk setelah melihat cincin di tangan Rasya.


"Dari mana kamu mendapatkan cincin ini ?" Tanya Rasya lagi.

__ADS_1


Aisya memberanikan diri untuk menatap Rasya kali ini. Pertanyaan macam apa itu ? Jelas saja ia telah membelinya dari sebuah toko perhiasan.


Namun hal yang lebih tepatnya, Aisya tidak bisa menjawab apapun. Karna pengaruh amnesia membuatnya lupa segala hal termasuk tentang cincin itu. Bahkan Evan tidak pernah menceritakan apapun mengenai sebuah cincin.


"Kenapa ? Saya hanya bertanya, kamu mendapatkan cincin ini dari mana ?" Ucap Rasya lagi sangat menantikan jawaban dari wanita di depannya.


"Saya tidak tau pak, saya tidak ingat apapun mengenai cincin ini," jawaban yang keluar dari bibir wanita itu membuat Rasya mengeryitkan dahinya. Bagaimana mungkin sang pemilik tidak tahu tentang benda yang ia pakai, terlebih itu perhiasan mahal yang sangat langka.


"Kenapa bapak menanyakan cincin itu ?" Tanya Aisya kini merasa penasaran.


Rasya menghela nafasnya,"Cincin ini sama persis dengan cincin mahar pernikahan saya dengan Aisya. Saya membelinya di toko diamond gold dekat kafe saya malam itu," Rasya menjeda sebentar kalimatnya, ia memejamkan mata mengingat hari dimana esok ia akan berstatus sebagai suami dan calon istrinya meminta mahar dengan cincin berlian yang harus ia beli di Jakarta."Apa kamu tahu, saya rela berangkat dari bandung ke jakarta hanya untuk mendapatkan cincin sesuai permintaan istri saya. Perjalanan saya untuk mendapatkan cincin ini tidak mudah, terlalu malam saya sampai ke toko itu hingga saya harus mencari alamat pemilik toko lebih dulu untuk membuka tokonya kembali, dengan imbalan saya siap membayarnya 2x lipat. Alhamdulilah keberuntungan masih saya dapatkan, cincin yang istri saya mau masih ada, dan hanya tinggal satu-satunya. Itulah alasan kenapa saya bertanya padamu tentang cincin ini," jelas Rasya panjang lebar, ia kembali membuka matanya dan melirik sekilas ke arah Aisya. Ternyata wanita itu tengah berkaca-kaca mendengar cerita Rasya yang sungguh beruntung istrinya mendapatkan sosok suami yang menurutnya sangat sempurna.


"Boleh saya bertanya satu hal ?" Tanya Rasya lagi. Aisya memberi anggukan kepala sebagai jawabannya.


"Jujur, saat melihatmu pertama kali, matamu mengingatkan saya dengan Aisya. Terlebih lagi saat saya tahu bahwa namamu juga sangat mirip dengan istri saya. Apa yang sebenarnya terjadi dalam hidupmu ? Saya yakin ini semua bukan hanya sebuah kebetulan Isya. Mata, nama, bahkan sekarang cincin, ini bukan kebetulan semata. Tolong katakan padaku dengan jujur siapa kamu sebenarnya ? Dan apa yang sudah Dokter itu katakan padamu ?"


"Bapak sudah melihat wajah saya, bukan ? Apakah wajah saya sama dengan Aisya ?"


"Apa itu artinya bapak menganggap saya adalah Aisya ?"


"Ya, kamu benar ! Saya memang mencurigai kalau kamu adalah Aisyaku. Jadi tolong ceritakan saja yang sebenarnya !"


Aisya tersenyum tipis di balik cadarnya,"Jangan karna Aishi menganggap saya uminya lantas bapak pun akan menganggap saya istrinya, tolong pahami itu ! Karna saya bukanlah Aisya, pak Rasya."


Rasya geram dengan jawaban dari wanita yang ada di depannya saat ini, tangan kirinya beralih memegang pundak Aisya.


Cup....


Mata Aisya terbelalak ketika dengan tiba-tiba Rasya menyingkap cadarnya dan menciumnya.


Rasya sendiri merasa tidak tahan, mungkin dengan cara seperti ini bisa membantu Aisya mengingat sesuatu, setidaknya ia tidak akan berbicara sembarangan.

__ADS_1


"Kau.........!"Dengan geram Aisya menunjuk wajah Rasya.


"Apa ? Aku hanya mencium mu, apa kau mau lagi ?" Goda Rasya dengan ulasan senyum di bibirnya.


Aisya semakin membulat tajam menatap pria kurang ajar itu, namun tiba-tiba sekilas bayangan melintas di kepalanya. Bayangan dengan suara aneh namun hal itu jelas bahwa bayangan itu adalah dirinya yang tengah berciuman dengan seseorang.


Tapi siapa ?


Matanya menjadi gelap, tangannya memegangi kepala yang terasa sangat pusing itu.


"Astagfirullah.."


"Isya, Isya kamu kenapa ?"


"Ke-kepala sa-saya sakitttt pa-pak," jawabnya dengan lirih kemudian,


Bruk..


Aisya tidak sadarkan diri dalam pelukan suaminya.


**Author mau buat Aisya perlahan mengingat masa lalunya.


Menurut kalian, harus dengan cara apa ?


Jangan lupa komennya yak...


Vote juga, jangan lupa !!!


Happy Reading guys


TBC**

__ADS_1


__ADS_2