Bidadari Sang Gus

Bidadari Sang Gus
Extra part 19


__ADS_3

Suasana yang begitu ramai diplazza mall jakarta, Bila mengajak suaminya untuk menonton bioskop. Entah berasal dari mana, santri yang satu ini selalu suka dengan film yang bergendre romantis. Bahkan Aqil sempat terheran dengan istrinya itu, tak mau ambil pusing ia pun mengikuti kemauan istrinya.


Aqil segera membeli tiket dan beberpa cemilan serta minumnya untuk selama film berlangsung.


Film pun dimulai,


Bila yang terlihat senyum- senyum sendiri seraya memakan popcorn begitu fokusnya menonton film itu.


" Kak....." Panggil Bila namun mata masih fokus kelayar bioskop.


" Iya, kenapa ?"


" Bila pengen kak Aqil kayak gitu deh !" Ucapnya.


" Aku gak bisa romantis seperti itu dek. Tapiiiiii........


Aqil mendekatkan bibirnya ditelinga sang istri dan melanjutkan lagi kalimatnya.


" Aku bisa memuaskanmu saat diranjang."


Bila langsung melotot tajam kearah suaminya. Sementara yang ditatap hanya tersenyum jail pada Bila.


" Gus mesum." Gerutu Bila.


" Dan Gus mesum ini suamimu loh sayang, kalau Adek lupa."


1 Jam telah berlalu, film yang mereka tonton pun telah usai. Bila dan Aqil memutuskan untuk kembali kerumah mengingat hari yang sudah semakin siang.


Saat ingin memasuki lift, tiba-tiba saja...


" Aqil......"


" Kesya..."


" Habis nonton juga ?"


" Iya Sya..." Jawab Aqil singkat.


" Boleh ngobrol sebentar Qil ?"


" Maaf Sya, istriku kecape an, jadi harus buru-buru pulang." Tolak Aqil dengan lembut.


" I-istri...." Kesya terkejut mendengar Aqil menyebutkan kata istri.


" Iya, ini istriku. Bila..."


" Assalammualaikum mbak, Bila, istrinya kak Aqil."


" Ke-kesya teman kampus Aqil." Jawab Kesya menerima uluran tangan Bila dengan gugup.


" Kalau begitu kami duluan Sya, Asalamulaikum..."


" Waalaikumsalam."


Kesya begitu syok mendengar bahwa Aqil telah menikah. Harapannya untuk bisa mendapatkan Aqil telah musnah seiring berjalannya waktu.


Kesya memang terobsesi dengan Aqil, namun akal sehatnya masih bekerja dengan baik. Saat masih kuliah, ia selalu menentang siapapun yang berani mendekati Aqil kecuali dirinya. Karna ia pikir, selagi Aqil masih lajang, tikungan mana pun boleh ia lewati. Terkecuali tikungan itu telah dihadang beberapa penjaga, seperti saat ini. Aqil telah dimiliki Bila, karna itu Kesya sudah tidak mampu lagi melewati 1 tikungan sekali pun tikungan itu begitu mudah untuk dilewati.


Bila menyadari sesuatu dari tatapan Kesya pada suaminya. Setelah kejadian yang membuatnya harus menikah dengan Aqil secara mendadak, Aqil sempat menjelaskan tentang kesalahpahaman. Namun Aqil tidak memberitahu pada istrinya, bahwa Kesyalah dalang dari pembulian pada Zahra. Menurut Aqil hal itu tidak penting sampai harus dijelaskan begitu rinci pada istrinya.


" Kak....." Panggil Bila saat sudah berada dimobil.

__ADS_1


" Hem...."


" Bila rasa mbak Kesya itu suka deh sama kak Aqil ?"


...Deg........


" Bagaimana kamu tau ?"


" Berarti benerkan kak, kalau mbak Kesya itu menyukai suamiku ini ?"


Aqil terlihat menghela nafasnya berulang kali, ia rasa penasaran Bila semakin tinggi hingga membuatnya selalu bertanya tentang apa yang ia lihat.


" Akan aku ceritakan sayang, tapi dirumah ya !"


Aqil mengelus rambut istrinya yang tertutup dengan hijab itu. Bila pun hanya mengangguk setuju dengan suaminya.


Aqil menelfon keluarganya memberitahu bahwa ia memilih pulang lebih dulu, mengingat istrinya selalu merengek ingin segera berbaring diatas ranjang.


Tak membutuhkan waktu yang lama, sepasang pengantin baru itu terlihat tengah turun dari mobilnya dan melangkah memasuki rumah megah milik mendiang kakek neneknya itu.


" Sayang kekamar yuk !" Ajak Aqil pada istrinya.


" Hmmmmm Bila juga cape, pengen bobok siang."


" Shalat dulu sayang, udah dzuhur tuh !"


" Astagfirullah, Bila lupa kak. Saking asyiknya nonton film he he he." Jawab Bila terkekeh. Aqil hanya tersenyum seraya menggelengkan kepalanya melihat tingkah istri kecilnya itu.


Mereka memasuki kamar dan segera membersihkan diri sebelum menunaikan ibadahnya.


Setelah shalat selesai, ternyata Bila benar-benar menagih janji suaminya yang ingin menceritakan tentang Kesya.


" Ayolah kak !"


" Janji....."


Aqil menceritakan dari awal hingga akhir bagaimana Kesya saat dikampusnya dulu.


Cemburu sih, tapi ya sudahlah itu kan masa lalu. Lagi pula kak Aqil tidak pernah menanggepi apa yang Kesya ucapkan, pikirnya.


" Sekarang giliranku yang menagih sesuatu padamu dek ." Ucap Aqil dengan senyum liciknya.


Bila yang sudah merasa merinding dengan tatapan suaminya itu, tiba-tiba memundurkan tubuhnya menjauhi Aqil. Aqil semakin mendekat mengikuti kemana istrinya akan menjauh.


" Ayolah sayang, kenapa semakin menjauh."


" Sini.....!" Aqil menepuk kasur berharap Bila mau mendekatinya.


" A-apa yang ma-mau kak Aqil minta ?" Tanya Bila dengan gugup.


" Sesuatu yang sangat enak dong." Aqil mengedipkan sebelah matanya pada sang istri.


" Ta-tapi masih siang kak."


" Apa harus menunggu malam, baru boleh aku meminta ?"


" Ya, ya gak juga sih."


" Ayo sini....!" Bila dengan langkah hati-hati mendekati suaminya dan....


Brukkkkk

__ADS_1


Bila terjatuh dipangkuan suaminya, karna Aqil begitu tiba-tiba menarik tangan Bila.


" Aku cuma minta dipijattt sayang, Adek mikir apa ? Hem ?" Bisik Aqil ditelinga istrinya.


" Bu-bukan apa-apa." Jawab Bila cepat seraya memalingkan wajahnya.


Aqil memegang dagu Bila dan mengarahkannya untuk saling menatap.


*Cup.....


Cup*....


" Buka sayang !" Ucap Aqil dengan suara yang sudah parau menahan sesuatu.


Mereka melakukan pemanasan dengan lembutnya, hingga entah kapan, Bila saat ini sudah terbaring diatas ranjang, dengan Aqil yang masih setia dengan aktifitas pemanasannya.


" Kak......."


" Nanti ada orang !" Ucap Bila dengan suara yang terbata-bata.


" Tidak ada sayang, mereka belum pulang. Jangan menolakku lagi,"


" Ta-tapi kak..."


" Surga atau neraka ?"


Tanpa mendengar jawaban dari istrinya, Aqil sudah melajukan lagi atraksinya.


سْمِ اللهِ اَللّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا


"Bismillah, Allahumma jannibnaassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa".


Artinya: Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami.


Siang itu, terjadilah siang pertama bagi mereka. Bukan malam pertama ya 🤣🤣🤣.


Karna kelelahan, Bila pun tertidur pulas dengan selimut yang menutupi tubuhnya. Berbeda dengan Aqil yang tetap setia melek seraya menatap wajah cantik bidadarinya.


*Surga duniamu telah menjadi milikku sayang, semoga Allah segera menganugrahkan kita putra putri yang shaleh dan shalehah, Amiin*


" Anna Uhibbuka fillah zaujati." Ucap Aqil lirih seraya mengecup kening istrinya.


Di jam 3 sore, Bila baru terbangun dari tidurnya. Dilihatnya kesamping, ada seorang yang masih terlelap dalam tidur siangnya.


Bila tersenyum-senyum sendiri mengingat kejadian beberapa jam yang lalu dikamar ini.


Bila menatap wajah suaminya dengan penuh cinta dan perhatian. Ia meraba satu persatu bagian wajah suaminya itu. Dari Alis, mata, hidung dan turun kebibir. Aku sudah merasakan semua ini darimu kak, ternyata enak hi hi hi🤗.


Tapiiii apa pengantin baru memecah per*an disiang bolong seperti ini ?


Hahhhaa siang pertama ku bersama suamiku, dirumah yang sepi tanpa ada gangguan dan hambatan. Aaaaaaa leluasaaaaaaaa berteriak ............................... Hu hu sla la la la la.....


Kalian jangan ngiriiii ya sama Bila, kak Aqil udah milik Bila loh*....!!!!!


💕💕💕Tinggalkan


Vote


Like


Komen kalian ya !!!

__ADS_1


Happy Reading guys...


Bersambung💕💕💕


__ADS_2