Bidadari Sang Gus

Bidadari Sang Gus
Burung menakutkan


__ADS_3

Keesokan harinya, disore hari menjelang malam itu, Zafran dan Rima sedang berada direstaurant milik keluarganya. Keduanya sedang makan dan kebetulan Zafran juga ingin mengecek keuangan Restauran setiap bulannya. Sambil menikmati makanan, Rima tampak termenung murung. Meskipun tangannya menyuap dan mulutnya mengunyah, namun pikirannya melayang kepesantren.


Dimana ia menjalani hari-hari sebagai seorang santri dengan kedua sahabatnya, Bul² dan Safa.


Semenjak kehamilannya yang sudah berumur 5 bulan itu, ia belum pernah lagi sambang kepesantren. Karna Zafran tak mengizinkan dirinya untuk berpergian jauh dengan alasan takut istrinya itu kelelahan.


" Sayang, kenapa melamun hem...?" Tanya Zafran.


" Aku kangen pesantren mas, Bul² juga Safa.." Jawabnya lesu.


" Apa kamu sangat ingin sambang kepesantren ?" Rima pun langsung menganggukinya.


Zafran terlihat menghela nafasnya, ia tidak tega mendengar rengekan istrinya yang sudah lama tak menyambangi kepesantren.


" Baiklah, besok kita kepesantren !" Ucap Zafran.


" Beneran mas ?" Tanya Rima antusias.


" Iya Dek....." Jawab Zafran tersenyum seraya menyuap makanan.


*****#####*****


Pasangan suami istri ini sangat menikmati malamnya dengan makan romantis direstaurant milik keluarganya. Berbeda dengan Bul² dan Farhan dipesantren, Farhan yang selalu berebut Bul² dengan si kembar Akil dan Akila.


" Sayang, kapan giliran Albinya ?" Rengek Farhan yang seraya menatap istrinya tengah menidurkan sikembar.


" Sabar bi, bentar lagi mereka juga tidur. Jangan berisik makanya !"


Farhan pun langsung kicep setelah mendengar ucapan istrinya. Ia kembali keruang tamu untuk menonton tv sambil memakan cemilan ringan yang selalu Bul² sediakan.


Saat tengah anteng dan santainya menonton tv, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar.


" Asalammualaikum......"


" Waalaikumsalam, eh Abi Umi, mari masuk !" Titah Farhan. Umi dan Abah Zaki pun mengangguk seraya berjalan masuk kedalam.


" Kembar mana Han, Umi kangen seharian gak ketemu sikembar ?"


" Dikamar Umi, biasa lagi ditepok tepok pantat gembulnya ..."


Umi dan Abah pun mengangguk. Mereka bertiga menonton tv sambil mengobrol. Tak lama kemudian Bul² pun keluar menemui kedua mertuanya yang tengah berkunjung kerumahnya. Ia pun menyalami kedua mertuanya itu berlalu kedapur dan membuatkan minuman hangat pendamping malam yang terasa dingin itu.

__ADS_1


' Kapan Abi sama Umi pulang sih, aku mau buka puasa aja masa harus nunggu. Tadi sikembar, sekarang orangtua...Ya Allah sabarkanlah hambamu ini...orang sabar jatahnya lebar...' Gerutu Zafran seraya melirik jam dinding.


Bul² yang paham dengan gelisah suaminya hanya menahan senyum sambil terus mengajak kedua mertuanya berbincang.


' Hi hi hi hi...Kasihan Albi puasa udah seminggu, giliran mau buka...ehhhh penghalang ada aja ' Gumam Bul² dalam hati.


Hari yang semakin malam, namun juga Umi dan Abah Zaki tak kunjung pulang. Hal itu membuat Farhan semakin uring-uringan. Karna jika terlalu larut, istrinya pasti tidak akan mau dengan alasan capeklah, ngantuklah dan entah alasan apa lagi yang membuat Farhan tidak tega untuk menjamaknya.


" Han, kenapa melirik jam terus ?" Tanya Umi yang akhirnya menyadari sikap anaknya itu.


" Eh, ti-tidak papa Umi. Farhan hanya sedikit lelah..." Jawabnya. Umi Imah pun langsung percaya dengan apa yang Farhan ucapkan, namun tidak dengan Abah Zaki yang menatap anaknya penuh selidik. Seakan ia tau, ada hal yang ingin Farhan lakukan namun merasa terganggu, hingga ia pun menunggu masa yang tepat untuk melakukannya.


Apa benar, menunggu itu menyebalkan ?


🤣🤣🤣🤣 Nikmati saja Han, akan indah pada jam tertentu hi hi hi.


Entah apa yang Bul² lakukan, hingga ia berhasil membuat kedua mertuanya begitu betah berlama-lama berbincang denganya. Biasanya setelah bermain dengan sikembar, Umi dan Abah segera pulang dengan alasan tidak ingin mengganggu kedua cucunya yang ingin beristirahat.


' Ya Allah, beginikah rasanya menunggu hu hu hu hu suakittttt ternyata ' Gumam Farhan dalam hati.


Saking sebal dan kesalnya Farhan, ia hanya menjawab sekali dua kali ucapan Abi dan Uminya. Seraya malas ia untuk meladeni mereka. Aku aja belum diladeni, boro-boro mau meladeni, gerutu Farhan dalam pikirnya.


Colek mencolek selalu Farhan lakukan dipinggang istrinya. Berharap Bul² akan paham situasinya malam ini, namun lagi-lagi Bul² tak menggubris colekan suaminya itu.


Farhan mendelik menjauhkan wajahnya dari tatapan memangsa babon.


' Babon lebih menakutkan dari pada hantu, hih....' Gumam Farhan lirih bergidik ngeri.


" Apanya Han ?" Tanya Abah Zaki yang ternyata mendengar gumamannya.


" Bukan apa-apa Bi..." Jawab Farhan cengengesan.


" Pasti ada maunya, burung yang menakutkanmu itu harusnya dikandang dulu Han, kalau tidak....pasti disarangnya tiba-tiba ada telor ..." Ucap Abah Zaki.


" I-iya Bi....."


" Burung, emangnya Albi punya Burung ?" Tanya Bul² yang tak paham arti bicara ayah mertua dan suaminya itu.


Farhan hanya mengeryitkan dahinya, ia bingung harus menjawab apa. Mau blak blakan tapi gak mungkinkan didepan Abi Umi, pikir Farhan.


Sementara Umi dan Abah Zaki tengah menahan tawanya melihat raut wajah Farhan yang seperti kena tilang polisi.

__ADS_1


" Mi kita pulang yuk, udah malam juga...kasihan Farhan mungkin mau kasih makan burungnya sebelum tidur hi hi hi..." Ucap Abah Zaki seraya terkekeh.


" Iya Bi...." Jawab Umi Imah yang ikut menahan tawanya.


Selepas pulangnya Umi dan Abah, Farhan memulai aksinya. Ia mengajak istrinya masuk kedalam kamar dan menunaikan ibadah malam mereka. Namun disaat lagi panas-panasnya, tiba-tiba saja...


" Tunggu dulu Bi, Adek masih penasaran kata Abi tadi. Emangnya Albi punya burung, kok harus dikasih makan segala sebelum tidur, dan kenapa burungnya menakutkan, oh ya satu lagi...sarang siapa yang tiba-tiba saja ada telornya ?" Bul² mengucapkan sederet pertanyaan pada Farhan ditengah-tengah hembusan nafas suaminya yang sudah parau itu.


" Sayang, bisa gak nanti aja nanyanya...?" Ucap Farhan semakin tidak kuat menahan sesuatu.


" Gak bisa Bi, harus jawab sekarang !"


" Albi punya sayang, dan gak menakutkan kok..."


" Mulai ya !" Pinta Farhan.


Lagi-lagi Bul² menghentikan suaminya karna jawaban yang Farhan berikan sangat tidak memuaskan. Ia ingin jawaban yang jelas sejelas-jelasnya.


' Kalau bukan istri pasti sudah kulembar dirimu kesungai NiL...' Gerutu Farhan kesal.


Sekali dua kali, bahkan lebih. Aktifitas yang Farhan tunggu-tunggu selalu dibuatnya menunggu. Bul² selalu bertanya tentang apa yang Abinya bicarakan tadi, bukan Farhan tak mau menjelaskan, namun ia sudah tidak sabar ingin segera menerobos tempat berteduhnya ketika sedang kepanasan.


" Dimana burungnya Bi, Adek mau lihat !"


" Albi sudah sabar ya sayang, jangan menguji kesabaran Albi lagi sekarang."


" Aaaaaaaaaaaaa Albiiiiii sakittttttttt............"


Ehemm...ehem...huahhhh tenggorokan Author kering hi hi hi. Panas...panas panas..huh..huh..huh....


Kulkas mana kulkas....


💞💞💞Tinggalkan


Vote


Like


Komen kalian ya !!!


Happy Reading guys...

__ADS_1


Bersambung💞💞💞💞


__ADS_2