Bidadari Sang Gus

Bidadari Sang Gus
Bahagia yang lengkap


__ADS_3

" Bi Adek ingin Albi mendampingi Adek berjuang melahirkan buah cinta kita..."


" Bi.....bangunlah sayang !"


" Bi......


" Albi........


" Adek..........." Teriaknya.


Seketika seseorang itu pun terduduk dari tidurnya. Ia melihat kearah kanan dan kiri tanpa ada seseorang yang menemaninya.


" Sayang.......Adek dimana dek " Panggil Farhan.


Ya, dialah Farhan yang telah sadar dari komanya selama 3 bulan. Ia perlahan beranjak dari ranjangnya berusaha berjalan keluar ruangan mencari seseorang.


Saat berhasil keluar dari ruangan, ia berjalan menghampiri seseorang yang ia kenal, namun orang itu membelakanginya.


Farhan menepuk pundak seseorang itu.


" Fa-Farhan...masya Allah, kamu sudah sadar Han ?" Zafran langsung memeluk adik iparnya itu seraya menitikan air matanya.


" Bang, dimana Bul² ?" Tanya lirih.


" Istrimu tengah berjuang hidup dan mati melahirkan anak kalian, ada Bunda, Umi juga Rima didalam ." Ucap Zafran.


" Bang, aku mau masuk ." Pintanya.


" Iya Han, Bul² sangat membutuhkanmu !" Ucapnya.


Zafran pun membantu Farhan masuk keruang persalinan dengan memapahnya.


Jujur saja selama 3 bulan ia terbaring lemah tanpa membuka mata dan menggerakan badannya, kini badannya terasa sakit dan kaku.


Ceklek.....Pintu pun terbuka.


" Farhan....masya Allah kamu sudah sadar nak. Ya Allah terima kasih...." Umi berlari menghampiri anaknya dan memeluknya.


Bul² dan Bunda serta Rima pun menatap Farhan dengan haru, rasa sakit merasakan kontraksi seakan tidak terasa saking bahagianya melihat sang suami yang selama 3 bulan ini diam tanpa kata dan tanpa membuka matanya.


" Albi......." Ucap Bul² lirih.


Farhan pun masih dibantu Zafran mendekati Bul² yang tengah terbaring diatas ranjang.

__ADS_1


Tanpa sadar ia menitikan air matanya, Air mata pertama kali yang Bul² lihat adalah sebuah mutiara terpendam dari seorang Farhan yang selama 1 tahun lebih ini telah menjadi suaminya. Air mata yang tidak pernah ia lihat, kini memancarkan kebahagian tersendiri baginya. Tangis haru mulai terdengar dari mereka, siapa sangka penantian, keinginan, dan sebuah mimpi hari ini telah terbayar tunai mewujudkan satu persatu keinginannya itu.


Farhan mendekat kearah Bul² seraya memegang tangannya. Tetesan air matanya kian deras mengalir dari pelupuk mata Farhan. Ia tak tau bagaimana istrinya menjalani kehidupan tanpa dirinya selama 3 bulan ini. Bibir yang gemetar satu tangan kirinya memegang tangan sang istri dan satu tangan kanannya memegang perut Bul² yang sudah besar dan siap mengeluarkan buah cintanya.


Farhan mencium kening istrinya berulang ulang, turun kearah perut dan diciumnya juga perut besar itu.


" Sayang....maafkan Albi " Hanya kata maaf yang pertama kali Farhan sampaikan.


Ia merasa menyesal telah mengabaikan istrinya selama 3 bulan ini. Ia menyesal karna usahanya untuk bangun baru bisa ia capai saat istrinya akan melahirkan.


Sungguh ia sangat menyesal telah melewatkan 3 bulan kehamilan dan pergerakan babynya.


Dan yang paling ia sesali, ketika ia membuat istrinya khawatir hingga terpuruk sedih karna keadaannya.


" Albi....hiks hiks...Adek rindu..." Bul² berusaha untuk duduk dan memeluk erat tubuh suaminya yang terlihat kurus itu.


" Albi juga rindu dek, maaf kan Albi yang telah membuat mu sedih karna keadaan Albi yang koma dan meninggalkan kalian selama 3 bulan ini..."


Apa kalian tau, semua orang yang ikut menyaksikan dua sejoli ini ikut menitikan air matanya.


Sungguh perjuangan yang luar biasa, Bul² selama 3 bulan selalu setia menemani suaminya itu dirumah sakit.


Bunda dan Umi menemaninya 4 hari dalam seminggu, sisanya ia pun hanya sendiri.


Saat pergerakan bayinya, saat ia usg yang kedua kali dan sebuah berita yang sangat membuatnya kian bahagia adalah ketika anaknya sudah diperkirakan akan berjenis kelamin laki laki dan perempuan. Hal itu pun selalu ia ceritakan dengan khidmat disamping ranjang suaminya tanpa ada yang terlewat satu kalimat pun.


" Adek bersyukur, keinginan Adek akhirnya terkabulkan. Albi mau kan menemani Adek berjuang melahirkan anak anak kita ?" Ucap Bul² menahan sakit yang ia rasakan akibat kontraksi yang terus bertambah dari waktu kewaktu.


" Iya sayang.....Albi akan mendampingi Adek melahirkan anak kita !" Ucapnya mencium kembali kening istrinya.


" Han sebaikanya kamu diperiksa dokter dulu nak, selama 3 bulan koma pasti membuat tubuhnya terasa kaku..." Cecar Bunda.


" Iya Bun....."


Zafran membantu Farhan kembali keruang rawatnya. Rima pun segera memanggil dokter yang menangani Farhan selama 3 bulan ini.


" Sungguh ini adalah mukzizat dari yang kuasa. Keadaan Farhan sudah semakin membaik, hanya saja badannya yang sedikit kaku dan sakit akibat komanya yang cukup lama. Saya sudah memberinya obat dan suntikan untuk mengurangi nyeri dibadannya !" Jelas dokter Irwan.


" Alhamdulilah, terima kasih dokter " Ucap Zafran dan Umi.


" Sama sama, kalau begitu saya permisi..." Ucapnya dan langsung diangguki oleh semuanya.


Setelah selesai pemeriksaan, Farhan meminta Zafran untuk membantunya kembali keruangan persalinan istrinya.

__ADS_1


" Bi...sakit Bi....masya Allah..." Ucap Bul² terus saja merintih kesakitan.


" Sabar sayang, istigfar ya....!"


" Astagfirullah, Astagfirullah...lailahaila anta subhanaka inni kuntum minal zhalimin..." Ucapnya lirih.


" Sudah siap Buk, ini sudah pembukaan sepuluh. Mohon tunggu aba aba dari saya baru mengejan...!" Jelas dokter.


Bul² mengerahkan seluruh tenaga nya demi melahirkan buah cintanya bersama Farhan. Dengan dukungan dan semangat yang Farhan berikan, ia pun bisa melewati masa yang sangat nikmat ia rasakan untuk lulus menjadi seorang yang bergelar IBU.


Oek....oek.....oek ....


Suara tangisan bayi pun mulai terdengar dari luar.


" Alhamdulilah......." Ucap mereka bersyukur.


Abah Zaki dan Herman pun segera menuju kekota K setelah mendapat kabar dari Zafran kalau Farhan sudah sadar, ditambah lagi Bul² akan melahirkan dan sudah mengalami kontraksi.


Bayi kembar itu pun langsung diadzani oleh ayahnya. setelah selesai, ia memberikan bayi perempuan itu pada istrinya.


" Masya Allah tabarakallah, dia cantik dan imut sekali Bi, lihatlah bulu matanya lentik bibir mungilnya.....masya allah Adek gemesss lihatnya. Ucap Bul² seraya mengelus lembut pipi anaknya itu.


Farhan yang tengah menggendong anak laki laki pun sama, ia mengutarakan jika anak perempuan lebih mirip dengannya dan anak laki lakinya mirip sang istri.


Kedua orang tua serta kakaknya pun ikut melihat kelucuan baby twins yang baru lahir itu.


Tentu saja, Umi dan Bunda berebut untuk saling bertukar bayi saat menggendongnya.


' Alhamdulilah ya Allah terima kasih atas nikmat yang kau berikan hari ini....


Terima kasih kau telah mengembalikan suamiku padaku...kau telah memberiku malaikat kecil kembar yang akan melengkapi kehidupan kami......Sungguh aku merasa bahagia ini sangat lengkap..' Gumam Bul² dalam hati seraya melihat semua orang yang dihadapannya tengah tersenyum bahagia.


**💞💞💞💞Tinggalkan


Vote


Like


Komen kalian ya !!!!


Happy reading guys**...


Bersambung💞💞💞💞

__ADS_1


__ADS_2