Bidadari Sang Gus

Bidadari Sang Gus
Season 3


__ADS_3

Mentari pagi yang mulai memasuki sela-sela jendela kamar Aisya, membuat yang empunya mengerjapkan matanya perlahan.


Mimpi yang menghampiri tidurnya itu sangat indah, hingga ia pun berharap tidak mau bangun dan membuyarkan mimpinya itu.


"Emmmmhhhh....."Lenguhnya seraya meregangkan kedua otot tangannya.


Aisya tak berhenti tersenyum mengingat mimpi yang datang dalam tidurnya adalah mimpi yang sangat ia idamkan.


Mimpi tentang seseorang yang akhir-akhir ini membuat seorang Aisya menjadi pegila cinta.


"Kak Rasya, bahkan dalam mimpi aja alamakkk tampannya calon imam gue. Tapi kenapa kak Rasya gak mau ngobrol banyak dengan gue ya ? Apa gue kurang cantik ?" Gumamnya seraya bercermin.


Berbeda dengan Aisya yang sibuk berdandan secantik mungkin sebelum berangkat kekampus, Rasya hari ini akan menjemput seseorang yang sudah di tugaskan sang ibu untuk membantunya selama ia di jakarta.


📞


"Waalaikumsalam, sampe mana Dek ?"


"............


"Baiklah Abang kesana, tunggu Abang jangan kemana-mana !"


"..............


"Waalaikumsalam wr wb.."


Rasya mengendarai mobilnya menuju tempat di mana Azkya berada.


"Asalamualaikum Abang...."


"Waalaikumsalam, lama ya....? Maaf ya tadi jalanan agak macet," Ucap Rasya seraya mengelus pelan rambut Kya yang tertutup hijab itu.


"Gak papa Bang, di mana mobil Abang ?"


"Disana, Ayo.....!"


Nah yang bertanya-tanya Azkya siapa ? Author bakal jelasin.


Azkya Anjani adalah adik sepupu Rasya, yang artinya beliau adalah anak dari Bibi dan Paman Rasya, Aqila juga Iqbal.


Mereka sangat beruntung memiliki putri yang begitu cantik dan shalelah seperti Azkya, hingga di saat umurnya baru 8 tahun ia sudah bisa menjadi seperti ibunya.


Ya, Kia yang mengikuti jejak ibunya dari mulai umurnya 8 tahun. Ternyata untuk hijrah itu tidak mudah ya, itulah yang selalu ia pikirkan dalam hatinya.


Untung saja Azkya masih sekolah dalam lingkungan pesantren, tidak ada yang heran dengan setiap pakaiannya yang bagaikan seorang ninja itu.


Namun kali ini, ia begitu tertarik dengan dunia luar pesantren dan meminta sang kakak untuk membantunya mendaftarkan diri di kampus tempatnya kuliah.


"Bang....."


"Hem...?" Ucap Rasya masih fokus akan kemudinya.


"Kia takut gak akan punya temen Bang," Ucapnya menunduk. Hal itulah yang selalu ia takutkan jika keluar dari pesantren.

__ADS_1


Semua orang akan mengucilkannya dengan pakaian yang ia gunakan.


Rasya menoleh, ia menghela nafasnya perlahan mencoba memahami dan memberi adiknya itu pengertian.


"Dek tidak perlu khawatir soal temen, Abang yakin pasti ada yang mau berteman sama Kia. Tapi Abang mohon, tetaplah menjadi Kia yang shalelah, mengikuti jejak Bunda Qila...Tetaplah menjadi Kia yang terbiasa hidup di pesantren meskipun saat ini kamu akan memulainya di lingkungan baru !" Jelas Rasya mencoba memberikan pengertian pada adiknya.


"Bukanlah Kia sendiri tau kalau proses hijrah itu tidak mudah jika di luar pesantren ? Nah anggap saja ini adalah proses Kia berjalan menuju syurganya yang maha kuasa. Hargailah perjuangan rasullullah yang begitu menjunjung tinggi derajat wanita Dek ! Meskipun tidak mudah untuk bisa menjadi seperti Aisyah dan Siti khadijah, setidaknya menghargai dan mengikuti jejaknya tidak salah," Jelas Rasya lagi yang membuat Kia menganggukan kepalanya tanda paham dan mengerti.


"Oh ya Bang, Kia akan tidur di mana ?"


"Astagfirullah, Abang sampe lupa dek. Maafkan Abang ya..kita tidak bisa satu kost, karna tempat kost Abang khusus ikhwat...."


"Iya Bang." Jawab Kia tersenyum di balik niqabnya.


"Tidak perlu khawatir, tidak jauh dari kost Abang disana ada kost khusus Akhwat,"


"Alhamdulilah...."


Mobil telah sampai di tempat kost Azkya, Rasya membantu membawakan beberapa barang milik adiknya itu.


"Syukron Bang, nanti jemput Kya lagi ya..kalau mau kekampus !"


"Na'am Dek, nanti Abang jemput. Abang pamit ya, jaga diri baik-baik Asalamualaikum.."


Azkya mengangguk. "Waalaikumsalam wr wb.."


***


"Tumben banget lo pagi buta dateng ?" Tanya Mona setelah memarkirkan mobilnya.


"Udah jam 9 keles," Ucapnya dan terus melangkahkan kaki menuju kampus.


"Hallo guys, Icha cantik dateng..." Seru Icha seraya berteriak mengejar kedua sahabatnya yang lebih dulu berangkat.


"Berisik...."Ucap Mona dan Ais dengan kompak.


Mulut Icha menganga tidak percaya melihat kedua sahabatnya sangat kompak pagi ini. "Omg, sahabat gue....."


"Kak Rasya belum dateng ya ?" Potong Ais yang mulai jengah dengan sahabatnya itu.


"Elah, ngomong aja lo berangkat pagi mau caper. Ya kan ...?"


"Iya dong, gue harus usaha demi masa depan dan menghasilkan bebet, bobot yang limited edition," Jawabnya dengan senyum yang penuh semangat.


"Tapi gak yakin gue kak Rasya mau sama Lo is," Ejek Icha.


"Sembarangan, cowok di kampus ini aja antri buat gue deketin. Gak mungkin kalau kak Rasya gak mau," Aisya menjawabnya dengan percaya diri.


"Semoga saja ya, semangat buat lo is...jangan kasih kendor."


"Gasken guys....."Teriak mereka bertiga seraya tertawa.


Jam sudah berada di Angka 10 pagi, Aisya masih setia menunggu kedatangan pangerannya itu, hingga ia rela berdiri dan duduk selama satu jam di tempat biasa Rasya melewatinya.

__ADS_1


"Udahlah Is, niat amat lo buat caper ma kak Rasya," Icha mulai bosan selama satu jam disana.


"Demi masa depan gue Cha, gue harus berkorban !"


"Eh itu kak Rasya......." Ucap Mona saat melihat kearah gerbang seorang yang Ais tunggu mulai menapaki langkahnya memasuki kampus.


Namun ekor mata ketiganya terkejut saat melihat seorang wanita yng berjalan dibelakang Rasya. Dengan pakaian yang menurutnya aneh seperti ******* yang hendak memangsa musuhnya.


Lebih terkejut lagi, saat Rasya menghentikan langkahnya menjajarkan dirinya dengan wanita bersyar'i biru dan cadar yang senada.


Rasya terlihat begitu sabar menunggu langkah wanita itu hingga sejajar dengannya.


Sesekali ia tersenyum dengan wanita bercadar itu, hingga membuat ketiga orang yang sengaja menunggunya salah mengartikan, terutama untuk Aisya.


Apa itu kekasih kak Rasya ?


Matanya yang mulai berkaca-kaca masih setia menunggu langkah Rasya untuk sampai tepat dihadapnnya.


Deg.....


Jantungnya seolah berhenti, melihat Rasya dengan sigap menarik tangan wanita yang tengah berjalan sejajar dengannya, saat melihat wanita itu oleng tertabrak mahasiswi yang berjalan terburu-buru.


"Kak Rasya......."Gumamnya lirih.


"Iya kenapa ?" Tanya Rasya yang ternyata sudah ada dihadapannya dan mendengar Ais memanggil namanya.


Aisha tidak dapat lagi berkata-kata, matanya yang sudah berair seolah ingin menangis saat itu juga.


Ia hanya bisa menggeleng saat Rasya bertanya padanya.


"Kalau gitu saya duluan, Asalammualikum.."


"Mari Kak, Asalammualikum..."Sambung wanita bercadar itu.


Tangis Aisya seketika pecah, ia tidak percaya seorang yang dicintainya itu ternyata sudah mempunya kekasih.


Hiks hiks....


Apa seperti ini yang namanya patah hati ?


Kenapa dadaku rasanya sakit sekali...?


❣️Tinggalkan


Vote


Like


Komen kalian ya...


Happy Reading guys..


Bersambung❣️

__ADS_1


__ADS_2