Bidadari Sang Gus

Bidadari Sang Gus
Extra part 10


__ADS_3

Iqbal membantu membawa belanjaan Bul² dan juga Kila. Setelah selesai dengan belanjaannya, mereka pun segera pulang menuju pesantren. Karna Kila sangat lelah, ia memberi saran supaya adik Iqbal dijemput oleh mang Darno.


Iqbal pun menyetujuinya selagi itu baik.


Tak beberapa lama, mobil pun telah memasuki area pesantren. Kila memarkirkan mobilnya tepat didepan rumah mereka.


" Iqbal, tolong bawain belanjaannya kedalam ya !" Titah Bul².


" Iya Bu......." Jawabnya singkat.


" Assalammualaikum...."


" Waalaikumsalam...."


Aqil merasa kebingungan, pasalnya Ibu dan Adiknya itu pergi hanya berdua, namun pulang dengan membawa anak buah.


' Kila nemu dimana sih kok bawa rejal ?' Gumamnya dalam hati.


" Maaf, saya diminta Ibu dan mbaknya membawa belanjaan masuk .." Ucap Iqbal yang mengerti kebingungan Aqil.


" Ahh ya, silahkan masuk...."


" Kakak...........yuhuuuuuu Kilaaa cuantekkk pulang..." Teriak Kila berlari menghampiri Aqil.


" Bodo amaattttttt....." Jawab Aqil tak perduli dan berlalu pergi.


" Uhhh dasarrrr gunung es..." Gerutu Kila seraya menyebikan bibirnya.


Kila berjalan masuk dan mendudukan dirinya disofa ruang tamu. Kemudian disusul dengan Farhan dan juga Bul² serta Aqil.


" Dia siapa sayang....?" Tanya Farhan pada istrinya.


" Dia Iqbal Bi, yang akan mondok disini juga..." Farhan mengangguk dan beroh ria saja. Sementara Kila tak perduli hanya membaca kitab yang ia beli tadi dipasar.


Aqil pun berkenalan dengan Iqbal dan mengajaknya untuk keasrama putera.


Sesampainya disana, Aqil memperkenalkan Iqbal pada beberapa temannya.


" Qil, gak denger berita yang nyebar dipesantren ?"


" Denger...." Jawab Aqil singkat.


" Kita penasaran, siapa Akhwat itu. Apa yang kemarin___


" Bukan....."


" Lalu......?" Tanya mereka.


" Nanti juga bakalan tau..." Ucap Aqil tersenyum tipis.


" Emang berita apa ?" Tanya Iqbal penasaran.


" Aqil mau khitbah salah satu santriwati disini..."


" Beneran Qil ?" Tanya Iqbal memastikan.


" Insyaallah, doakan semoga lancar..." Jawab Aqil seraya menyunggingkan senyum tipisnya.


" Selamat ya, semoga langgeng..." Ucap Iqbal.

__ADS_1


" Amiin....."


***


Para ikhwat tengah berbincang membicarakan khitbahan Aqil seraya memberinya selamat. Sementara Bila masih dirundung air mata dengan luka dihatinya. Ia masih tak habis pikir dengan jalan hidup yang kini ia hadapi, rasa itu begitu mudahnya muncul namun pergi meninggalkan bekas. Ditambah lagi dengan ucapan Zahra, teman satu kamarnya. Bila semakin yakin, kalau akhwat yang akan Aqil khitbah adalah Zahra dan bukan dirinya.


Ketika malam tiba, Bila memutuskan untuk tidur dirumahnya malam ini. Tidak bersemangat rasanya untuk satu kamar dengan Zahra. Apa karna ucapannya membuat Bila menghindari Zahra ? Mungkin saja.


" Bila, kenapa sayang....?" Tanya Safa pada anak gadinya itu.


" Tidak kenapa-napa Mi, Bila hanya rindu kamar Bila yang dirumah, jadi Bila pulang."


" Yakin gak ada apa-apa hem....?" Tanya Safa memastikan. Tanpa bersuara, Bila hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban pada sang ibu.


" Ya udah, istirahat gih. Habis isya nanti ada tamu yang akan berkunjung kemari..."


" Siapa Mi, apa temen Abi....!"


" Iya sayang, temen Umi juga...." Jawab Safa tersenyum.


Bila hanya ber oh saja sebagai perbincangan akhirnya dengan sang Ibu. Ia pun memilih untuk beristirahat sementara Safa segera beranjak dari kamar anak gadisnya itu.


" Hufffff sampai kapan sih Bila kamu harus menghindar seperti ini, apa dengan begini suasana hatimu menjadi lebih baik?" Ucapnya pada diri sendiri.


Jam menunjukan pukul 8 malam, Bila masih enggan beranjak keluar kamarnya. Entah apa yang ia lakukan hingga betah berlama-lama didalam kamar. Begitulah Bila, jika suasana hatinya tengah buruk, ia lebih memilih untuk berdiam diri dikamar tanpa ada yang menganggu. Menurutnya, kesunyian dan kesendirian adalah teman yang tepat untuk suasana hati yang tengah tidak baik-baik saja.


Namun siapa sangka, ketukan pintu membuyarkan lamunannya.


" Kenapa Mi....?" Tanya Bila.


" Keluar yuk sayang, tamunya udah nungguin loh !" Ucap Safa seraya mengelus rambut panjang Bila.


" Gak boleh gitu sayang, mereka juga mau mengenal kamu. Keluar ya ....!"


" Iya...iya...Umi duluan aja, nanti Bila nyusul..." Ucapnya dengan nada yang sedikit kesal.


Selepas perginya sang Ibu, Bila benar-benar kembali berbaring diatas ranjangnya.


" Sebenernya perlunya sama aku atau sama Umi Abi sih...." Gerutu Bila lagi.


5 Menit


10 Menit


15 Menit, Bila baru bersiap-siap dengan baju gamis serta hijab yang menutupi rambut juga dadanya.


" Palingan juga aku cuma jadi pajangan doang, ihhhh malesss bangettttt. Umiiii kenapa harus Bila juga sih...." Gerutu Bila kesal seraya menghentak- hentakan kakinya dilantai.


Setelah ia berhasil mengatur nafasnya dengan tenang, Bila pun beranjak keluar dari kamarnya menuju ruang tamu.


Langkahnya terhenti dengan mulut yang sedikit menganga, Bila terkejut dengan siapa orang yang tengah bertamu dirumahnya.


Seperti mimpi baginya melihat seseorang itu ada didalam rumahnya dan tengah mengobrol dengan sang Ayah.


" Kak Aqil....." Gumam Bila lirih.


" Sini nak !!!" Panggil Safa yang melihat Bila telah keluar dari kamar.


Bila dengan ragu dan sedikit takut, ia berjalan dan mendudukan dirinya disamping sang Ibu.

__ADS_1


Ia tidak mengerti dengan adanya Aqil dirumahnya, apa tamu ini begitu penting sehingga aku juga harus menemuinya ? Bahkan aku sendiri berusaha menghindar darinya, lalu kenapa mereka malah menyuruhku untuk menyapanya ? Pikir Bila.


... Tidak ada alasan yang pasti, Aqil datang bertamu kerumah Bila. Namun ada sesuatu hal yang ingin Aqil jelaskan dan utarakan pada wanita yang ada dihadapannya itu. Mungkin ini waktu yang tepat, meskipun terlambat, tapi baginya ini adalah hal yang sudah ia rencanakan dengan matang sebelum hari ini tiba....


Rafi melirik kearah sang istri, kemudian keduanya pun mengangguk tersenyum.


" Aqil, saya tinggal kedalam sebentar. Kalian perlu bicara.....!"


" Na'am Paman, terima kasih..."


" Ta-tapi Bi.....


" Abi percaya dengan kalian nak, Abi dan Umi juga pernah muda. Hal seperti yang kalian alami, kami sudah merasakannya...." Jawab Rafi tersenyum dan mengajak istrinya untuk pergi dari sana.


...Canggung, malu dan takut untuk Aqil mengatakan apa yang sudah ia rencanakan. Ditambah lagi, berita yang sudah tersebar dipesantren membuat Aqil yakin, jika Bila pasti berfikir yang bukan-bukan mengenai dirinya....


Dengan kekuatan seribu keberanian, Aqil berdehem berkali-kali menetralkan rasa kegugupannya.


" Bila........." Akhirnya Aqil berhasil mengumpulkan nyawa untuk berbicara dengan mahkluk allah paling sexi ini hi hi hi.


" I-iya kak...." Jawab Bila yang tak kalah gugupnya seperti Aqil.


" Aku ingin menjelaskan sesuatu padamu...!"


" Apa...." Jawab Bila mulai berani dan menunjukan sikap judessnya.


" Bila, jangan berfikir 5 tahun aku tak kembali bukan karna aku tidak ingin menemuimu. Justru aku takut untuk menemuimu kalau akhirnya harus meninggalkanmu lagi...Aku tidak bisa mengendalikan diriku lagi Bila, 5 tahun aku pun berusaha mempertahankan apa yang aku rasa ini hanya untukmu saja, tidak ada yang lain."


" Ma-maksud kak Aqil...?"


" Aku menaruh hati padamu Bila, sejak satu tahun kepergianku kejakarta aku mulai merindukanmu, aku baru menyadari apa yang kamu rasakan Bila. Ingin rasanya aku pulang kepesantren hanya untuk menemuimu meskipun hanya 1 menit, ingin rasanya aku mendengar suaramu meskipun hanya 5 detik. Tapi aku menahannya Bila, aku takut tidak bisa mengendalikan diriku sebelum lulus kuliah...Maafkan aku yang sudah membuatmu menunggu bahkan kecewa selama 5 tahun."


Bila tidak tahan lagi membendung air mata yang sudah mengumpul dipelupuk matanya.


Apa aku hanya salah paham padanya selama 5 tahun ini ? Apa aku tidak salah dengar kalau kak Aqil pun menyukaiku, cintaku tidak bertepuk sebelah tangan. Huaaaaaaaaa ya allah...terimakasih cinta Bila terbalaskan. Mungkin saja kalau tidak ada orang Bila sudah berjingkrak-jingkrak diatas ranjangnya.


" Ta-tapi, berita itu____


" Kamulah sayang....."


Blusss....


Huaaaa ya allah Bila dipanggil sayang, Ahhhh kak Aqil makin terlope lope akunya tuh...


Pipi Bila panas ya Allah, kaca mana kaca....


Huaaaaaaa yes yes yes....kalian jangan iri ya sama Bila !!!!!


Kak Aqilll......I LoVe U.....


💕💕💕**Tinggalkan


Vote


Like


Komen kalian ya !!!


Happy Reading ya**....

__ADS_1


Bersambung💕💕💕


__ADS_2