
Keluarlah Farhan dan Bul² dari mobil itu, yang tak lain adalah Ayah dan Ibu Kila. Kemudian disusul dengan seorang pria berpawakan tinggi dengan ketampanannya yang masyaallah tabarakallah banget pokoknya he he he.
Namun seseorang disebelahnya pun ikut keluar dari mobil yang sama.
Deg...
Si-siapa dia...?
Kila dan Bila masih berdiam dengan menatap seseorang yang keluar dari mobil berwarna hitam itu. Namun tatapannya hanya fokus pada seseorang akhwat yang keluar dari mobil setelah Aqil.
Banyak pertanyaan yang bermunculan dalam benak Bila. Mungkinkah itu kekasih kak Aqil dari jakarta ? Begitulah kira-kira pemikiran Bila setelah melihat wanita itu yang tak lain adalah Zahra.
Flasback On
" Bu, Aqil mau pulang kepesantren sore ini juga !" Ucap Aqil tiba-tiba.
Ia tidak perduli dengan adanya tamu yang juga ikut mendengarkan.
" Kenapa Kak, kok tiba-tiba ?" Tanya Bul².
" Bu, ayolah kenapa harus bertanya. Bukankah Mibu tau Aqil sudah sangat rindu pesantren ?" Ucap Aqil dan Bul² pun langsung percaya seraya mengangguk.
Namun disisi lain, Zahra memperhatikan Aqil dengan seksama. Setelah menelfon seseorang, tiba-tiba ingin pulang kepesantren ? Apa itu penting ? Pikir Zahra.
" Hmmmmm Afwan Aqil, apa aku boleh ikut kamu kepesantren ?" Tanya Zahra hati-hati.
" Aku sudah sangat lama sekali setelah lulus smp tidak lagi kepesantren. Aku rindu dengan suasana pesantren Qil, apa boleh ikut kepesantren abdian kamu ?" Lanjut Zahra lagi.
" Apa kamu yakin nak mau ikut Aqil kepesantren ?" Tanya Ibu Zahra.
" Yakin Bu, Zahra rindu suasana pesantren !" Jawabnya seraya tersenyum.
" Ustadz maaf, apa boleh anak saya ikut menggabdikan dirinya dipesantren milik keluarga ustadz Farhan ?" Tanya Ayah Zahra sopan.
" Saya tidak melarang siapapun untuk mengabdikan diri yang ingin bersungguh sungguh menimba ilmu agama pak, bu. Asal semua itu lilah karna allah tanpa ada tujuan maksud lain ...!" Tegas Farhan yang sedikit menaruh curiga.
Curiga boleh, menuduh jangan....begitulah mak emak ceramah ustadz Farhan yang Author dengar didunia kehaluan 🤣🤣🤣.
Flasback Off
Pandangan Aqil dan juga Bila tanpa sengaja bertemu dengan jarak dari kejauhan. Debaran jantung keduanya sama-sama tidak terkendali.
__ADS_1
' Benarkah itu kau kak Aqil ? Masyaallah sungguh tampan ciptaanmu ini. Astagfirullahaladzhim..bicara apa aku ini, tidak boleh berharap Bila. Lihatlah, bahkan kak Aqil pulang kepesantren dengan membawa gandengan.....aku hanya sebuah bayangan yang tidak akan pernah menjadi realita ' Gumam Bila dalam hati dengan tatapan yang masih saling pandang.
" Ehemmmmm, gak gitu juga kali Bil lihatnya !" Kejut Kila membuyarkan pandangannya.
" Ah...maaf, ayok lanjut lagi !" Ajak Bila pada sahabatnya. Kila pun mengangguk setuju.
' Kenapa pergi sih....?' Gerutu Aqil.
Tanpa ia sadari, Zahra sedari tadi memperhatikan arah tatapan Aqil yang tertuju pada dua wanita.
' Apa dia salah satu alasan Aqil ingin cepat pulang kepesantren ?' Zahra bertanya-tanya dalam hatinya.
Setelah mengembalikan buku pada ustadzah Rohmah, Bila dan Kila pun berpisah. Kila memilih pulang kerumahnya menemui keluarganya sebelum nanti malam ia akan menemani sahabatnya tidur diasrama. Sementara Bila berjalan menuju asrama dengan santainya seraya memikirkan sesuatu.
" Asalammualaikum..."
Deg.......
Suara itu.....
Bila pun langsung menoleh kebelakang, dan ternyata benar dugaannya.
Aqil begitu takjub melihat perubahan dalam diri wanita yang kini ada dihadapannya. Wanita yang 5 tahun lalu begitu petakilan, centil, bar-bar, manja dan selalu mengejar dirinya hanya untuk sekedar bertemu dan menyapa.
Aqil tersenyum melihat Bila yang tak berani menatap dirinya seperti 5 tahun lalu.
" Bilaaaaaaa......" Panggil Aqil dengan lembut.
Sungguh kak, suaramu itu begitu nyangkol dalam hati hingga menembus jantung, jangan buat aku makin berharap kak, pikir Bila.
" I-iya......" Jawab Bila gugup.
" Tidak berani menatapku ?"
" Afwan kak," Jawabnya lirih. Aqil tersenyum seraya mengangguk setelah mendengar jawaban Bila.
" Tidak rindu ?" Tanya Aqil akhirnya memberanikan diri.
Bila terdiam dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Tidak kuat lagi ia menahan sesak dalam dadanya yang selama 5 tahun ia tempuh sendirian. Bila merasa lelah dengan semua ini, ingin lepas dari rasa yang salah ini, namun lagi dan lagi Aqil selalu mengucapkan sebuah kata yang mampu membuat hatinya kembali bergejolak.
" Afwan kak, Bila masih ada pekerjaan. Asalammualaikum...."
__ADS_1
" Tunggu Bila.....!!!!!!!!!" Bila kembali menghentikan langkahnya.
" Maafkan aku yang selama 5 tahun tidak pernah pulang meskipun hanya sekedar bertemu denganmu....apa kau tau Bila, ada rasa bersalah setelah aku memberimu surat waktu itu, maksudku aku salah menuliskan kata dalam surat itu...."
" Tidak apa kak, itu sudah benar. Bila yang salah sudah lancang, maaf....." Tidak lagi mampu menahannya, air mata Bila lolos begitu saja.
Ingatannya begitu jelas tentang isi surat Aqil 5 tahun lalu yang membuat ia menyadari sesuatu untuk tidak terlalu mengharapkan hal yang tidak pasti. Karna jika tidak sesuai harapan, maka kecewa dan sakit lah yang didapat.
" Bilaaaa maafkan aku...."
" Tidak perlu kak, Bila memahaminya. Lagian siapa Bila ? Bila bukanlah siapa-siapa kak. Bila hanyalah sahabat dari adikmu, Killa yang jelas sudah memang tidak ada hubungannya denganmu. Tolong maklumi kesalahan yang Bila buat 5 tahun lalu, anggap saja...itu adalah rengekan anak kecil yang ingin sebuah mainan.." Ucap Bila mengusap pelan pipinya yang basah.
" Bukan seperti itu Bila, aku___
" Tidak perlu dijelaskan panjang lebar kak. Bila sangat memahaminya, permisi Bila awalan, Asalammualaikum...."
" Waalaikumsalm..." Jawab Aqil lirih.
' Kau tidak mengerti dengan alasanku Bila....
Kenapa harus menjauh sebelum mendengar penjelasanku........tentu saja menurutku kau harus tau Bila.....karna aku.....aku....aku menaruh hati padamu ' Ungkap Aqil dalam hatinya.
Bila dengan jalan yang sedikit berlari, ia menuju kamar asramanya. Air mata yang selalu ia tahan dalam setiap doanya, kini tak mampu lagi menahan sesak dadanya.
' *Kak Aqil, kenapa kau harus datang jika hadirmu menambah luka baru untukku. Aku tidak bisa melihatmu bersama dengan yang lain, tapi aku bisa apa....kau tidak mencintaiku, mana mungkin aku harus memaksamu untuk membalas rasa yang kupunya. Hiks hiks....
Kumohon pergilah kak, pergi yang jauh dari bayang-bayangku....
Aku tidak membutuhkan lagi mimpi indah dengan hadirnya dirimu dalam khayalanku. Aku lelah kak, dadaku sesak rasanya....5 tahun aku menanggung harapan, 5 tahun pula aku menanggung kecewa. Aku menantimu setiap tahun untuk bisa datang menemuiku lagi dan menjelaskan dari suratmu itu. Tapi kini aku menemukan jawaban yang sangat jelas setalah 5 tahun lamanya kau menjauh. Aku hanya bisa memiliki bayanganmu tanpa harus menyentuh, aku menerima.....namun sungguh, ingin aku membuang jauh-jauh bayangan itu kalau aku bisa......Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa hiks hiks...apa 5 tahun penantian dan harapanku akan berakhir seperti ini, kenapa ? Apa karna aku gadis petakilan hingga tak pantas untuk dicintai.....apa salahku tuhan hiks hiks...
Aku ingin sama seperti mereka yang mencintai dan dicintai dengan orang yang sama hiks hiks '
💕💕💕💕* Tinggalkan
Vote
Like komen kalian ya !!!
Happy Reading guys...
Beraambung💕💕💕
__ADS_1