Bidadari Sang Gus

Bidadari Sang Gus
Extra part 9


__ADS_3

Author minta maaf kalau konfliknya orang ketiga lagi...


Karna menurut Author itulah yang paling gampang he he....


Ini memang ceritanya melingkup pesantren, tapiiiiiii setiap orang punya sifat dan pemikiran yang berbeda kan.....


Author rasa kesempurnaan hidup dalam pesantren hanya ada didalam novel, karna didunia nyata gak sesempurna itu mak....


Kalau kalian pernah baca dinovel lain tentang pesantren juga yang alim, atau apalah itu....jangan disamakan sama novelku ya....karna Author bukan plagiat.


Kayaknya juga banyak sih yang tentang pesantren malah sampe poligamikan terus tinggal serumah. Istri sama-sama sempurna dan akur, namun kecemburuan bisa saja mengubah segalanya.


Author agak tersinggung sih baca komen kalian, tapi ya sudahlah......Author akan coba perbaiki....Sekali lagi Author minta maaf kalau sudah buat pembaca kecewa.


***


Kesalahpahaman yang terjadi antara Aqil dan juga Bila tak satu orangpun yang bisa memahami. Bila selalu salah paham dengan Aqil selama 5 tahun ini, hingga ia bener-bener dilema dengan rasa yang sudah bersemayam dalam hatinya. Dan Aqil sendiri ia tidak memahami Bila, bahkan saat kecemburuan tertuju padanya, ia pun tidak tau itu.


Berita khitbahan Aqil telah sampai ditelinga Killa. Ia buru-buru menemui sang kakak untuk mengatakannya.


" Kak pesantren heboh dengan rencana khitbahmu ...." Ucap kila tanpa jeda.


" Ambil nafas dulu dek, bicara pelan-pelan !"


" Ah iya...he he he..." Kekeh Kila. Setelah nafasnya mulai tenang, Kila menceritakan apa yang ia dengar tadi.


" Apa mereka tau siapa yang mau aku khitbah ?" Tanya Aqil. Kila pun langsung menggeleng dengan cepat.


" Biarin aja...." Jawab Aqil dengan menyunggingkan senyuman dibibirnya.


" Ck, kenapa dia santai sekali. Ahhh sudahlah..." Gerutu Kila beranjak pergi.


***


Hari ini, Kila berniat pergi kepasar bersama sang Ibu. Mengingat persedian dapur mereka dan juga pesantren sudah mulai nipisssss jadi sekale kale kan mayor he he he.


" Dek, ajak mang Darno aja !" Titah Bul².


Kila tetep kekeh, ia ingin membawa mobilnya sendiri. Menurutnya berjalan berdua dengan sang Ibu adalah suatu kebanggaan tersendiri untuk Kila.


" Gak Bu, Kila yang bawa mobilnya. Ayooo !"


" Haisss anak ini...." Gerutu Bul² seraya geleng-geleng kepala melihat tingkah anaknya.


Tak membutuhkan waktu yang lama, mereka pun kini telah sampai dipasar.


Bul² dan Kila menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada disana. Pasalnya, memang Bul² memutuskan untuk berniqab sewaktu dulu saat sebelum mengenal suaminya. Dan begitupun juga Kila yang memilih mengikuti jejak Ibunya.


Saat ingin memasuki pasar, tiba-tiba saja....


" Copettttttt......copeetttttt, tolong ada copettttt !!!" Teriak seorang nenek-nenek.


" Astagfirullah, Bu pegangin tas Adek !"

__ADS_1


" Adek mau kemana dek ....?" Teriak Bul² yang melihat anaknya sudah berlari menghampiri nenek yang kecopetan.


" Astagfirullah, nenek gak papa nek ?" Tanya Kila yang melihat keadaan nenek sudah begitu histeris.


" Do-dompet nenek dicopet nak..." Jawabnya lirih dengan nafas yang tersenggal-senggal.


" Nenek tunggu disini sebentar nek !" Pinta Kila.


Kila berlari mengejar copet yang sudah berhasil membawa kabur dompet nenek itu.


" Berhenti heiii......." Teriak Kila.


Copet itu menoleh kebelakang dan kemudian berlari kembali dengan cepat.


Nafas kila sudah tak beraturan lagi akibat berlari sedari tadi. Ia menoleh kanan dan kiri dan mendapati sebatang kayu. Kila mengambil kayu itu dan melemparkannya kearah pencopet seraya menunduk. Dan......


Brukkkkkkk......


Kila berlari menghampiri pencopet itu dan meraih dompet ditangannya.


" Ampun mbak, jangan hakimi saya. Saya berjanji gak akan mencopet lagi...saya juga terpaksa mbak, saya butuh uang untuk membeli obat adik saya..." Ucapnya memelas seraya memohon.


" Bangunlah !" Titah Kila.


Namun akibat lemparan kayu yang mengenai kakinya, pencopet itu kesusahan untuk berdiri.


Ia berusaha meraih tangan Kila untuk menjadi penopang.


" Astagfirullahaladzhim, Kau....." Kila menatap tajam kearah pencopet itu.


" Apa yang membuatmu menjadi pencopet, apa kau tau pekerjaanmu ini sangat tidak halal ? Dan kau mau membeli obat adikmu yang sakit dengan hasil mencopet ?"


" Maafkan saya mbak...." Jawab pencopet itu lirih seraya menunduk.


" Ck, kalau muslim atau bukan ?" Tanya Kila mencoba berdamai dengan emosinya saat ini.


" Muslim mbak....."


" Astagfirullah, adek....adek gak papa nak ?" Bul² datang menghampiri mereka dan membolak balikan tubuh Kila mencari sesuatu disana.


" Adek gak papa Bu, jangan khawatir !" Kila menenangkan Ibunya seraya tersenyum dibalik Niqab.


" Bu, bagaimana kalau pencopet ini kita bawa kepesantren !!!"


" Sayang, dia punya nama nak, gak baik ahhh kok manggilnya gitu !"


" Siapa namamu nak ?" Bul² bertanya pada pencopet itu.


" Saya Iqbal Bu, saya mohon tolong jangan bawa saya kepesantren. Saya tidak mau dihakimi Bu, saya janji tidak akan mencopet lagi dan inilah yang terakhir Bu....saya mohon......!"


" Heiiiii pencopet......


" Kilaaaaaaaaa" Tegur Bul².

__ADS_1


" Eh iya, maksudnya Iqbal. Dipesantren kamu pikir kami mau menghakimimu ? Ck, kurang kerjaan."


" Killaaaa sudahlah, biar Mibu saja yang bicara !"


" Nak Iqbal, kalau berkenan ikutlah kami kepesantren nak. Disana bukan mau dihakimi, tapi dididik, nak Iqbal bisa belajar agama dengan leluasa disana, lebih mendekatkan diri pada sang pencipta dan merubah diri menjadi yang lebih baik.....!!"


" Tapi Adik saya bagaimana Bu, dia sedang sakit. Saya tidak tega harus meninggalkannya sendirian....kami yatim piatu Bu...." Jelasnya dengan suara yang gemetar.


" Ajaklah, gitu aja pake nanya. Kami juga tidak akan membiarkan adikmu itu yang lagi sakit sendirian...." Ucap Kila dengan judesnya.


Kila merasa jengkel bukan karna Iqbal mencopet, sebenernya Kila sudah memaafkan Iqbal setelah ia mengakui dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Namun ada satu alasan yang Iqbal lakukan hingga ia pun merasa marah.


" Maafkan saya mbak...." Ucap Iqbal lagi.


" Kilaaaa kenapa jadi judesss gitu sih ?" Tanya Bul².


" Adek marah Bu sama dia, huaaaaaaa😭😭😭 Mibuuuuu Adek sudah kotor hiks hiks."


" Astagfirullah, maksud Adek apa ?"


" Huaaaaaa😭😭😭, Mibuuuu Adek gak suci lagi. Adek sudah kotor Bu hiks hiks..." Kila menangis dipelukan Ibunya.


Bul² menatap tajam kearah Iqbal, seolah meminta jawaban atas apa yang sudah ia perbuat pada anaknya. Iqbal sebenernya bingung dengan menangisnya Kila, hingga ia pun tak berani menatap dan terus menunduk.


" Iqbal, kamu apakan anak saya. Kenapa dia bilang kotor dan gak suci lagi ?" Ucap Bul² dengan nada yang terdengar tegas.


" Maafkan saya Bu, saya tidak berbuat apa-apa .."


" Dia bohong Bu, hiks hiks. Kila sudah tidak suci lagi Bu......."


" Ceritain sama Mibu Kila, sebenernya kenapa ?"


" Ta-tadi Kila melempar kayu dan berhasil mengenai kaki Iqbal Bu, Kila menghampirinya dan mengambil dompet nenek itu dari tangannya. Ta-tapi......Huaaaaaaaa😭😭😭😭😭"


" Sayang, tenang dulu nak. Istigfar....coba ceritain pelan-pelan sayang !" Ucap Bul² yang berhasil menenangkan anak gadisnya.


" Iqbal, di-dia....dia sudah memegang tangan Kila Bu. Huaaaaaaa😭😭😭Kila gak suci lagi..."


Antara ingin tertawa dan greget pada anak gadisnya itu. Bul² hanya menahan tawa seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.


Bagaimana tidak, hanya karna ia dipegang tangannya dengan yang bukan makrom, Kila sudah mengatakan bahwa ia tidak suci lagi. Apa lagi kalau, kalau....kalau.....he he he......


' Apa orang pesantren akan mengatakan tidak suci kalau tangannya dipegang, sampe segitunya.....' Bathin Iqbal.


**💕💕💕Tinggalkan


Vote


Like


Komen kalian ya !!!!


Happy Reading guys**...

__ADS_1


Bersambung💕💕💕


__ADS_2