Bidadari Sang Gus

Bidadari Sang Gus
Extra part 8


__ADS_3

Bila tersipu malu mendengar godaan yang Aqil lontarkan padanya. Ia bahkan tidak mengerti dengan sikap Aqil semenjak ia berbicara melalui telfon. Apa mungkin kak Aqil juga menyukaiku, aahhhh tidak, aku rasa itu hal yang sangat mustahil, pikir Bila.


" Bila, tau gak teri apa yang paling bersejarah sepanjang hidup ?" Tanya Aqil lagi.


" Gak, emangnya apa ?"


" Terima nikah dan kawinnya Bila Salsabila binti Muhamad Rafi dengan mas kawin tersebut tunai..."


Huaaaaaa makkkk, rasanya mau jungkir balik. Sak ae lo tong gombalannya hi hi hi.


Bila sudah tidak tahan lagi menahan panas pada wajahnya. Awan seraya membawanya terbang tinggi bersama romantisnya kata dari Aqil.


' Masyaallah...dia tersipu, menggemaskan sekali ' Gumam Aqil dalam hati yang sekilas melihat wajah merah Bila.


Bahagia rasanya mendapatkan godaan dari seseorang yang memang kita suka. Tapi apa ini hanya sesaat, setelah itu bahagia ini tak lagi dapat ia raih. Mencintai tanpa memiliki memang sakit, namun Bila hanya bisa mengikuti alur takdir yang akan membawanya.


" Kak, kenapa menggoda Bila seperti itu..." Bila tanpa sadar bertanya tentang ucapan lelaki yang dihadapannya itu.


" Aku menyukainya, kau menggemaskan Bila, sungguh....!" Ucap Aqil seraya tersenyum.


" Gak lucu, bila awalan. Assalammualaikum..."


" Waalaikumsalam....pipi cubby mu berubah jadi tomat Bila, uhhh lucu banget sih.." Ucapnya terkekeh seraya menatap punggung Bila yang semakin menjauh.


Bila berjalan seraya mengulas senyum dibibir tipisnya itu. Tanpa mereka sadari, sepasang mata tengah memperhatikan keduanya yang saling berbincang.


Hatinya sedikit tercubit saat mendengar godaan Aqil pada wanita yang ada dihadapannya. Namun ia sendiri tak berani menyampaikan isi hatinya yang juga sama mencintai dirinya.


Aqil pun kembali kerumahnya dengan wajah yang berseri-seri. Farhan yang paham dengan anaknya itu hanya bisa tersenyum bahagia.


' Anakku sudah besar sekarang, bahkan mungkin sebentar lagi ia akan membawa menantu kerumah ini..' Gumam Farhan menatap Aqil yang terus bersenandung.


Bul² dan Kila bingung menatap Aqil yang tidak seperti biasanya.


" Dek, kakakmu kenapa ?" Bisik Bul² pada telinga anak perempuannya.


" Habis menang lotre kali Bu.." Jawab Kila terkekeh dengan berbisik kembali.


" Kila bahagia kak melihatmu senyum seperti itu, apa Bila berhasil membuatmu menang lotre hi hi hi, ahhhh sahabatku itu selalu pandai menggoda kak Aqil " Gumam Kila dalam hati.


" Bu, yah...Aqil mau bicara sesuatu pada kalian !"


" Bicaralah nak, ada apa ?" Tanya Bul² yang mendudukan dirinya disamping suaminya.

__ADS_1


" Bisa khitbahkan akwat untuk Aqil....!"


" Masyaallah, akwat mana yang berhasil melelehkan gunung es...?" Celetuk Kila pura-pura tidak tau.


" Diemlah kebo gendutttt," Kila langsung menatap tajam kearah kakaknya seraya mengerucutkan bibirnya itu.


" Siapa kak, apa kami kenal dengan akwat itu ?" Tanya Farhan penasaran.


Pasalnya memang ia tidak tau bahwa anaknya menaruh hati juga pada anak sahabatnya itu. Bul² mengulas senyum dengan tatapan yang sulit diartikan lalu berbisik pada suaminya.


" Bidadarinya Bi...." Bisik Bul².


" Masyaallah benarkah. Tapi Albi tidak tau siapa bidadari Aqil sayang..." Bisiknya balik.


" Kalian mengenalnya, tidak perlu berbisik seperti itu...!" Gerutu Aqil mulai jengah dengan kedua orangtuanya yang terus saja berbisik.


Bul² dan Farhan hanya terkekeh menyudahi bisikannya.


" Dia____ intinya kalian mengenalnya !" Jelas Aqil yang malu mengucapkan.


" Masyaallah benarkah, tapi apa gak puyeng kamu menghadapinya Qil. Dia itu makhluk super langka, bahkan yahbi bingung dia menurun dari siapa, kedua orangtuanya tidak seperti itu...."


" Yahbi, dia bidadari Aqil...."


" Cieee akhirnya mengakui...." goda Bul² dan Kila kompak.


***


Sementara diasrama puteri, Bila terlihat sangat bahagia seraya tersenyum-senyum sendiri mengingat perkataan Aqil padanya.


' Astagfirullah....apa aku ini sudah tidak waras...' Gumamnya.


Zahra terus saja memperhatikan gerak-gerik Bila, hingga ia pun geram karna cemburu padanya yang ternyata juga menyukai orang yang sama.


" Ehem......" Zahra berdehem menyadarkan khayalan Bila.


" Astagfirullah...." Ucap Bila terkejut seraya mengelus dadanya.


" Zahra ngagetin aja deh..." Gerutunya.


" Berkhayal apa sampe senyum-senyum gitu ?" Tanya Zahra dengan tatapan sinisnya.


" Menurut Zahra gimana kalau sedang jatuh cinta...."

__ADS_1


" Emmmm pastinya bahagianya sangat sederhana, bisa berbincang dengannya dengan tertawa, atau hanya mendengar suaranya saja sudah alhamdulilah..." Ucap Zahra tersenyum.


" Oh iya, aku mau cerita sama kamu Bila. Emmmmm sebenernya sih, aku gak mau kepesantren ini, rencananya aku ingin sambang kepesantren abdianku dulu. Tapi Aqil dan orangtuanya memaksaku untuk ikut mereka. Katanya untuk memperlancar proses ta'aruf ku dengan Aqil...."


Deg........


Hati Bila tersayat kembali dengan ucapan Zahra yang sangat tajam hingga menggores dadanya.


' Ta-ta'aruf.....lalu kenapa kau memberiku kata manis yang seolah kau juga mengharapkanku kak, kalau akhirnya aku hanya sekedar lampiasan bayanganmu itu ' Gumam Bila.


" Menurutmu salah gak ya aku mengikuti keinginan mereka serta CALON SUAMIKU itu ?" Sengaja Zahra menekankan kalimat calon suami supaya Bila tak berharap lebih pada Aqil. Karna menurutnya, Aqil hanya akan menjadi miliknya apapun yang terjadi.


" Bila......." Panggil Zahra lagi, setelah ucapannya tak direspon.


" E-enggak salah kok...." Ucap Bila lirih.


" Maaf aku harus kekamar mandi..." Bila berhari keluar kamar dengan air mata yang sudah menetes.


Harapannya kembali hancur, pupus sudah secerca harapan yang mulai muncul dengan datangnya Aqil kepesantren. Bila berfikir, bahwa Aqil akan berubah pikiran setelah 5 tahun tak bertemu dengannya. Namun lagi dan lagi Bila harus menerima kenyataan yang membuat hatinya kembali terluka, kenyataan yang selama ini ia tutupi, ia tak percaya, bahwa Aqil tidak memiliki perasaan yang sama padanya. Hari ini membuktikan bahwa pikirannya selama ini memanglah salah, hati dan cinta tidak bisa ia paksakan. Kembali lagi dengan surat yang Aqil berikan 5 tahun lalu, bahwa ia tidak boleh terlalu mengharapkannya.


' Kenapa aku begitu bodoh hanya karna mencintainya, kenapa aku begitu menutup mataku untuk melihat kenyataan yang ada. Hiks hiks....kak Aqil, harus sesakit inikah mencintaimu ? Harus sepedih inikah aku bertahan mengharapkanmu. Tidakkah kau melihat aku seben.....tarrrrrr saja kak, ada aku disini yang selalu mengharapkan hadirmu, perhatianmu, hati dan juga perasaanmu. Tuhannnn apa ini takdir yang harus kuterima, kenapa kau menganugrahkan sebuah rasa bila rasa ini sangat membuatku tersiksa hiks hiks ' Ucap Bila ditengah-tengah keterisakannya.


Keesokan harinya, entah kabar darimana, pesantren begitu dihebohkan dengan berita Aqil akan mengkhitbah seseorang Akwat.


Bila yang tengah berjalan menuju kantin, langkahnya sejenak terhenti mendengar para santriwati lainnya membicarakan khitbahan Gus Aqil.


" Eh denger gak sih, gus Aqil mau mengkhitbah seorang akhwat loh "


" Iya betul, dan katanya akhwat itu salah satu santriwati disini..."


" Iya tapi kira-kira siapa ya yang beruntung banget bisa dapetin Gus Aqil yang gas'ah itu.." Ucap mereka lagi.


Deg.....


' Kak Aqil mau mengkhitbah seseorang ? Dan semalem Zahra bilang calon suaminya, apa itu artinya kak Aqil____'


💕💕💕Tinggalkan


Vote


Like


Komen kalian ya

__ADS_1


Happy Reading guys...


Bersambung💕💕💕


__ADS_2