
Satu minggu berlalu. Setelah kejadian hari itu semua terlihat sangat berbeda, terutama untuk Aisya sendiri. Bagaimana tidak, selama 1 minggu pula ia tidak melihat lagi sosok orang yang selalu ia nantikan setiap harinya. Sosok yang selalu ia dambakan untuk menjadi imamnya kelak.
Apa kak Rasya tau kalau Reza nyatain perasaannya kegue ?
Ya, hari dimana Rasya memutuskan untuk pulang kepesantren, di waktu yang bersamaan Reza telah menyatakan perasaannya pada Aisya di depan umum.
Orang yang pernah ketumpahan air minum Aisya itu, baru menyadari bahwa ia memang menyukai gadis crewet dan sok berani seperti Aisya.
Flasback On
"Ais, gue pengen ngomong sesuatu sama Lo !" Ucap Reza berdiri tepat di depan Aisya dengan tangan yang ia sembunyikan di belakang seraya membawa sesuatu.
"Ngomong apa sih kak, bukannyo Lo itu kak Reza sahabatnya kak Rasya kan ?"
Reza mengangguk mengiyakan apa yang baru saja Aisya ucapkan.
"Gue, gue sadar Is...semenjak hari dimana kita berdebat karna lo numpahin minuman kebaju gue, mulai hari itu gue rindu omelan lo dan akhirnya gue baru sadar kalau gue itu suka sama lo..." Reza berpindah posisi dengan memberikan buket bunga pada Aisya.
"Lo mau kan jadi pacar gue....?"
Aisya menatap Reza tidak percaya, bagaimana mungkin ini bisa terjadi, sementara mereka tidak pernah mengobrol secara pribadi sebelumnya. Tidak pernah dekat atau saling mengenal sebelum ini.
Reza yang dengan berani menyatakan perasaannya di tempat terbuka, sontak menarik perhatian para mahasisiwi lainnya untuk ikut menyaksikan perjuangan Reza.
"Terima....."
"Terima....."
"Terima....."
Aisya melihat sekeliling seperti tatapannya tengah mencari seseorang. Namun, apa yang ia cari tidak ada disana.
Ya Allah gue harus gimana, gue cuma cinta sama kak Rasya........
"Ais, gue bakalan tunggu jawaban dari lo. Berapapun waktu yang lo minta, gue siap..." Ucap Reza lagi.
__ADS_1
Gue gak mau ngegantungin perasaan seseorang yang jelas gue gak cinta....
Aisya menghela nafasnya dengan cukup kasar, ia mulai jengah dengan kejadian ini. Bukan hanya malu, tapi ia juga memikirkan bagaimana kalau Kak Rasya tau ? Mungkin dia akan berfikir kita pacaran.
Berusaha mengumpulkan keberanian, Aisya menatap manik mata seseorang yang kini masih setia dengan posisinya.
Sangat jelas di wajah Aisya kini penuh dengan keseriusan, seperti seseorang yang tengah menyusun strategi untuk mengelabui musuhnya.
"Gue akan jawab sekarang kak, karna gue gak mau menggantung perasaan orang apalagi sampe punya hutang jawaban." Ucap Aisya dengan tegas.
Reza tersenyum senang, dengan arti ia akan tau jawaban dari Aisya tidak perlu menunggu waktu yang lama.
"Katakan, apa jawabanmu ?"
"Sebelumnya gue minta maaf kak, pertama...kita belum kenal deket, dan gue gak tau sebelumnya siapa lo. Yang ke dua, gue gak cinta sama lo kak, jadi maaf...kalau perasaan kak Reza harus gue tolak."
Reza memahami penolakan Aisya padanya, setidaknya ia sedikit lega bisa menyampaikan rasa yang selama ini ia pendam. Kecewa ? Pastinya sangat kecewa, seseorang yang kita cintai ternyata menolak. Tidak perlu di pertanyakan lagi kenapa, sudah jelas karna ia sudah mencintai orang lain.
"Apa karna lo suka sama sahabat gue, Rasya ?" Tanya Reza memastikan.
"Mau siapapun yang gue suka, semua gak ada hubungannya sama lo kak. Gue gak mau kasih tau, dan lo juga gak perlu tau !" Cecar Aisya yang kurang suka seseorang mengusik kepribadiannya, apalagi masalah hati.
Flascback Off
Semua perkataan Reza masih terus terngiang dengan jelas di pikiran Aisya. Ditambah lagi sudah seminggu ia tidak melihat kehadiran Rasya di kampus, hal itu membuat Aisya jadi patah semangat dan malah membenarkan apa yang Reza katakan waktu itu.
"Kak Reza bener, mau sampai kapanpun dan bagaimana perubahan gue, kak Rasya gak bakalan ngelirik gue apa lagi sampe cinta, itu sangat mustahil," Gumam Aisya menunduk sendu di dalam kamarnya.
Aisya beranjak dari duduknya berjalan kearah cermin, dan ia menatap dirinya yang ada di cermin itu.
"Apa gue seburuk itu, sampe gak pantes buat dampingin hidup kak Rasya ?"
"Gue sadar, ilmu agama gue sangat dangkal jika dibandingin sama kak Rasya. Tapi apa semua itu gak bisa diperbaiki ?" Gumam Aisya seraya meneteskan air dari pelupuk matanya.
"Gue kangen sama lo kak, kemana lo sekarang ? Gue udah nolak sahabat lo, demi bisa memperjuangkan perasaan gue buat lo. Disaat gue mulai merubah diri, kenapa lo tiba-tiba ngilang tanpa kabar hiks hiks hiks...." Tangisnya pecah, ia bersimpuh di lantai seraya meratapi bagaimana suasana hatinya yang tidak baik-baik saja.
__ADS_1
***
Sementara di Kota B lebih tepatnya di pesantren Nurul Huda, seseorang tengah menikmati semilir angin sore di deket perkebunan milik pesantren.
Suasana yang cukup damai dan tenang, serasa begitu menyerap dalam rongga hati yang tengah kosong itu.
Lantunan shalawat yang ia gumamkan, mampu menghipnotis pikirannya yang tengah kalut memikirkan segala sesuatu yang sudah terjadi selama seminggu ini.
Cukup menyebut namanya dalam doa di sepertiga malam, Rasya memasrahkan semuanya pada yang maha kuasa. Keluh kesahnya ia sampaikan di setiap malam, mengadu bagaimana isi hati yang sebenarnya. Bagaimana ia tengah mencintai seorang gadis yang ternyata tengah di sukai juga oleh sahabatnya sendiri.
*Semoga Allah selalu melindungimu dimana pun berada, pujaan hati.
Semoga kau tidak melewati batasan antara wanita dan lelaki yang bukan makhromnya...
Apa saat ini kamu telah menerima Reza sebagai kekasihmu Aisya ?
Jika itu iya, maka aku hanya bisa berharap melihatmu bahagia dan tetap beristiqomah di jalan Allah.
Biarkan aku menyimpan perasaanku dan menguburnya dalam-dalam.
Meskipun begitu, aku tidak pernah melewati malam untuk selalu menyebut namamu dalam do'aku.
Karna bagaimana pun, kita hanya mampu merancang dan berencana. Namun semua keputusan dan takdir, hanya Allah yang menentukan
asytaaqu ilayka ya ukhty....
Ana 'antazrik*.....
❣️Tinggalkan
Vote
Like
Komen kalian ya...
__ADS_1
Happy Reading guys...
Bersambung❣️