
Deg......
Air mata Kila lolos begitu saja setelah membaca buku kecil dari Iqbal.
Hancur dan sakit, kini Kila merasakan bertapa sesaknya dada kian menyeruak.
Ia menutup buku itu dengan perasaan yang sudah terpecah belah berkeping-keping.
Secara tidak langsung, Iqbal mengatakan menyerah dan memilih menjauh darinya diwaktu yang entah sampai kapan.
" Sabar Kila, kumohon kuatkan hati dan imanmu . Kak Iqbal masih punya alasan yang terbaik kenapa memilih pergi Kila, namun juga jangan salahlan Yahbi karna kita sebagai anak hanya bisa mengikuti apa yang orangtua sarankan."
" Secara tidak langsung, Yahbi yang membuat Mas Iqbal memutuskan untuk pergi Bila. Aku baru saja menaruh hati pada seorang rejal, namun kenapa, bahkan sebelum kumulai sakit hati sudah lebih dulu kurasakan Bil."
Tes...
Tes
Tes....
Linangan air mata kini membanjiri wajah Aqila.
Bila yang sebagai sahabat, berusaha menenangkan Kila dan membawanya kembali pulang. Sesampainya disana, sebuah tanda tanya besar ada dikepala sang Ibu juga kakak.
Aqil dan Bul² yang tiba-tiba melihat Aqila begitu histeris segera beranjak menghampirinya.
" Kila kenapa sayang ?" Tanya Aqil pada istrinya.
" Lebih baik bawa Kila kekamar dulu kak. Dia butuh istirahat !" Pinta Bila dan Aqil pun langsung menggendong Adiknya itu menuju kamar.
" Bila jelaskan pada Mibu, Kila kenapa ?" Tanya Bul² pada menantunya.
" Kak Iqbal dan Adiknya pergi dari pesantren Bu. Dan dia hanya menitipkan surat untuk Kila, setelah Kila membacanya, ia terlihat begitu syok dan sedih. Bila tidak tega melihat Kila seperti ini Bu. Apa Mibu tidak bisa membujuk Yahbi untuk merestui Kak Iqbal ?"
" Astagfirullah, Kila......" Bul² langsung berlari menghampiri anak gadisnya yang masih menangis diatas ranjangnya.
" Sayang, apa yang membuat Kila begitu sedih seperti ini nak ?" Bul² mengusap punggung Kila seraya memberinya ketenangan.
Kila masih terdiam dan terus saja menitikan air matanya tanpa henti. Entah harus berapa lama dan banyak lagi ia harus mengeluarkan air mata karna kesedihan hatinya.
Bila mengajak suaminya untuk keluar dari kamar Kila, ia memintak membiarkan sang ibu dan anak untuk mencurahkan isi hati satu sama lain, yang bisa membuat Aqila sedikit tenang dengan perasaannya.
" Sayang ini kenapa ?"
" Kak, kakak gak akan ninggalin Bila apapun yang terjadi kan ?"
" Kamu ini bicara apa, aku sudah memendamnya selama bertahun-tahun untuk berani memintamu menjadi istriku dek. Saat sudah tercapai, kenapa harus kubiarkan lepas. Apa yang sudah kugenggam, aku tidak akan melepasnya sayang. Kau hanya milikku, hanya untukku saja." Tegas Aqil seraya mencium tangan istrinya.
__ADS_1
" He'em, Bila percaya... kak Aqil kan udah bucin akut sama Bila. Iya kan....hayo ngaku ?"
" Aku atau kamu, hem...." Aqil terus memojokan Bila hingga ia terpendok dinding. Aqil mengunci pergerakan tubuh istrinya.
Cup.....
cup....
" Kyaaaaaaaaaaaa, kak Aqillllll turunin !"
" Stttttt, diam sayang. Kita harus buat proyek !"
" Proyek apaan, yang ada kak Aqil akan menyiksaku habis-habisan." Gerutunya.
" Tapi suka kan ?"
Blusss
Wajah Bila seketika bersemu merah, bohong, jika ia tidak menyukai setiap sentuhan dari suaminya. Bila begitu menikmati setiap apa yang Aqil lakukan pada dirinya. Dan hal itu sangat tidak Bila sia-siakan untuk bisa membuat suaminya juga merasa bahagia.
Tanpa menjawab, Bila mengangguk malu. Aqil tersenyum dan kembali mengecup daerah yang begitu rawan pada wajah istrinya.
Mereka kembali melanjutkan aksinya didalam kamar, siang itu.....tejadilah hujan lokal dengan suara geluduk yang menggelegar dari kamar pengantin baru.
***
Namun saat ini, rinduku padamu hanya bisa kusampaikan lewat do'a malamku.
Berjanjilah, untuk selalu menerima apapun yang terjadi nanti Aqila.......
Semoga Allah selalu melindungimu dimana pun berada....
Aku merindukanmu !!!
" Bang...."
" Ah, iya dek. Kenapa ?"
" Abang mau cari kerja dimana ?"
" Nanti akan Abang coba melamar dirumah makan dek, apapun itu yang penting halal." Ucap Iqbal tersenyum. Dan Fira hanya mengangguk tanda setuju.
" Cari makan yuk, sekalian kita tany-tanya kerjaan !" Ajak Iqbal pada adiknya.
" Oke...."
__ADS_1
" Gak merasa sakit lagi kan dek ?"
" Belakangan ini Alhamdulilah gak Bang. Jangan khawatir..."
Safira dan Iqbal mencari makan dipenjual makanan terdekat.
" Assalammualaikum Bu, nasinya masih ada ?" Tanya Iqbal pada pemilik warung.
" Waalaikumsalam, masih mas. Mau bungkus ya ?"
" Iya Buk, bungkus 2 ya lauknya ikan sama tempe aja !"
" Ditunggu ya mas !" Iqbal pun mengangguk.
" Oh ya Buk mau nanya, didekat sini ada lowongan pekerjaan gak ya ?" Tanya Iqbal pada pemilik warung.
" Kayaknya ada mas, kalau gak salah direstaurant ZABU sedang butuh karyawan, dari sini sekitar 1 kg lagi tempatnya." Ucap sipemilik warung.
" Alhamdulilah, terima kasih ya buk informasinya."
" Sama-sama mas, ini....." Ibu itu memberikan 2 bungkus nasi yang telah Iqbal pesan.
" Berapa Buk ?"
" 20.000 Mas...." Iqbal memberikan uang pas pada penjual.
Setelah itu Ia dan Safira kembali kekontrakan untuk segera memakan nasi yang telah ia beli.
Dan......
Mulai dari sinilah.... Kisah cinta Iqbal dan Kila yang sedikit rumittt dimulai...
***Author sedikit kasih gambaran, sesuatu yang mengejutkan akan terjadi saat ia bekerja Direstaurant ZABU.
Yang pasti nanti Iqbal akan hampir menikah dengan***...........
**Siapa hayoooo ?????
💕💕💕Tinggalkan
Vote
Like
Komen kalian ya !!!
Happy Reading guys**...
__ADS_1
Bersambung💕💕💕