Bidadari Sang Gus

Bidadari Sang Gus
Farhan Adzriel Maulana


__ADS_3

Seseorang tengah shalat subuh dalam kamarnya yang bernuansa biru langit. Karna ia masih merasa lelah diperjalanan selama berjam jam hingga ke tanah air, untuk itu ia tidak ikut shalat jamaah dimasjid. Farhan Adzriel Maulana 26tahun, adalah anak tunggal Kyai Zaki Hasanudin dengan Ustadzah Muslimah.


Kulit langsat, hidung mancung, badan tinggi. Alis sedikit tebal , bulu mata lentik dan bibir tipis merah alami. Menjadi ciri khas seorang Gus pesantren yang telah kembali dari studinya.


Dua hari lalu ia tiba ditanah air malam hari, hingga para santri pun tak tau jika sang Gus pesantren kini telah kembali.


Keesokan harinya, tepat dimana persiapan menyambut santri baru, Farhan membantu sang Abi untuk memasang banner diatas panggung.


Banyak yang tidak tau jika Farhan adalah anak pemilik ponpes. Karna ia meninggalkan pesantren 6 tahun lamanya, terkecuali para Ustadz dan Ustadzah yang telah lama mengabdikan diri dipesantren milik Kyai Zaki .


Flasback on


" Abi mau kemana ?." Tanya Farhan.


" Abi mau membantu para santri Bil, memasang banner." Jawab nya.


Bibil adalah panggilan Farhan sejak kecil, namun ia lebih suka dipanggil Farhan. Menurutnya ia merasa malu, panggilan Bibil cukup dimasa kecilnya saja. Mespikun begitu orangtuanya masih sering memanggil nama Bibil.


" Biar Farhan saja Bi...Abi urus yang lain aja!." Pinta nya.


" Gak capek Bil?." Tanya Abah.


" Gak terlalu Bi, Farhan juga pengen lihat lihat ponpes. Kangen sama suasana pondok." Ucapnya.


" Baiklah, ini ...." Abah Zaki memberikan banner pada Farhan.


Flasback Off


Setelah shalat subuh selesai, ia duduk ditepi ranjangnya. Entah kenapa pikiran nya teralihkan oleh wanita yang mampu menyita perhatian nya.


Imuttttt...matanya itu .....


Suaranya juga masya allah


seruling krisna kalah..


Bulan Audya, Nama yang cantik. Gumamnya sambil terus tersenyum mengingat kejadian bersamanya diatas panggung.


" Astagfirullah...kenapa Ana jadi mikirin Ukhty. Astagfirullahaladzhim." Farhan bergegas keluar kamar. Dilihatnya Abi dan Umi baru saja pulang dari masjid.


" Han mau kopi nak?." Tanya Umi Imah.


" Tidak Mi, semenjak dikairo Farhan gak suka kopi lagi. Kalau teh boleh Mi." Ucapnya .

__ADS_1


" Baiklah, Abiiiii?." Tanya nya.


" Seperti biasa Umi ...." Jawab Abah Zaki .


Umi Imah menuju dapur membuatkan kopi dan teh untuk suami dan anaknya.


" Bil, Abi sudah tidak lagi muda nak. Anak Abi hanya kamu satu satunya, bisakah kamu menggantikan Abi memimpin pesantren ini Bil?." Tanya Abah.


" Akan Farhan pikirkan Bi. Abi pun tau Farhan meminta sekolah tinggi bukan tanpa alasan, bukan hanya sekedar menjadi pemimpin pesantren. Farhan pun ingin membangun bisnis sendiri dan membahagiakan kalian Bi." Jelasnya.


" Boleh, asal masih disekitar sini Bil. Abi tidak mau kamu jauh lagi. Cukup 6 tahun saja kamu jauh dari kami nak, Umi mu pasti tidak akan setuju jika kau membangun bisnis keluar kota."


" Iya Bi, Farhan akan coba cari tempat disekitar sini ."


Sambil terus berbincang dengan Abinya. Farhan memikirkan usaha apa yang cocok untuk sekitar pesantren. Kemudian datanglah Umi dengan nampan berisi teh dan kopi serta makanan ringan sebagai sarapan pagi nya .


" Han, apa kamu masih capek nak?." Tanya Umi .


" Sedikit Umi, kenapa." Jawabnya dan balik bertanya .


" Bisakah anter umi kepasar ?, Bik Lili sedang tidak enak badan. Jadi mang Darno gak bisa nganter Umi kepasar."


" Berdua saja Umi?." Tanya Farhan.


" Tidak Han, Umi akan ajak Neng Bul²." Ucapnya.


" Eh....itu loh Han anaknya sahabat Abi mu ."


" Aisyah ? namanya ganti jadi Bul².


Pffffftttttt lucu sekaliii." Ucap Farhan terkekeh.


" Bukan Aisyah Han, ada lagi. Nanti kamu juga akan tau. Sekarang sarapan dulu aja, Umi juga mau beberes sebentar." Ucap Umi dan langsung diangguki oleh Farhan.


Farhan sebenernya akan wisuda satu tahun lagi. Karna ia sudah sangat rindu pada orang tua dan tanah air, ia memutuskan mengejar target untuk bisa wisuda ditahun ini. Karna kecerdasan yang Farhan miliki, ia mampu menjawab soal dan sidang skripsinya dalam waktu singkat.


Farhan telah bersiap siap mengantar Uminya kepasar. Kini ia sudah menunggu di dalam mobilnya. Tiba tiba saja


Tok tok tok


Farhan pun keluar dari mobil.


Deg..

__ADS_1


deg....


Orang ini lagi...kenapa bisa disini sih? apa supir baru. Gerutu Bul².


" Afwan Ukhty kenapa?." Tanya Farhan.


" Eh, maaf Akhi Ana hanya ingin memberikan ponsel disuruh umi, katanya tadi ada yang menelfon." Jawab Bul².


" Na'am Syukron Ukhty...." Bul² hanya mengangguk namun ia tidak pergi dari sana.


" Ada lagi...?." Tanya Farhan lalu Bul² pun menggeleng." Nungguin Umi..."


Itu artinya.....


" Bul²........" Panggil Farhan. Seketika Bul² pun langsung mengangkat kepalanya menatap Farhan.


" Akhiii tau nama Ana?."


" Eh....kata Umi, ya kata Umi, bener kata Umi."


" Ya kata Umi kenapa Akhi, kata Umi kata Umi mulu...."


" Astagfirullah Afwan, Ana jadi gagal fokus. Maksudnya kata Umi ada santriwati yang nemenin kepasar namanya Bul²." Ucap Farhan dan Bul² hanya ber oh ria saja sambil mengangguk.


" Nama saya Farhan Ukhty." Ucapnya memperkenalkan diri sambil menyodorkan tangan nya.


Bul² membalas dengan menangkupkan kedua tangan nya." Afwan Akhi, bukan makhrom. Ana Bulan Audya."


" Eh, iya Astagrifullahaladzim. Lihat bidadari jadi gagal fokus." Ucapnya menarik tangannya kembali.


" Hah...apa?."


" Hah..apa?, bukan apa apa." Jawab Farhan.


Bul² yang melihat Farhan salah tingkah pun hanya geleng geleng kepala sambil tersenyum dibalik niqab nya.


Hah ni jantung.....dikairo Ana ngadepin ribuan Ukhty biasa aja. Dipesantren Abi kenapa dag dig dug deer gini. Gak lucu , lulusan S² Al- Azhar membuat


Ana sampe lupa kalau dia lawan jenis ha ha ha


Gumamnya dalam hati.


Mata itu......Ana seperti pernah lihat, tapi dimana?. Gumam nya lagi .

__ADS_1


Cewek kairo gak secantik Bul² ya Gus...🤣🤣🤣 sampe segitunya.


Bersambung💞💞💞💞


__ADS_2