Bidadari Sang Gus

Bidadari Sang Gus
Koma


__ADS_3

Bul² serta kedua mertua dan orangtuanya mengikuti langkah dokter Irwan menuju ruangannya.


" Bagaimana dokter, suami saya baik baik saja kan ?" Tanya Bul² sangat penasaran dengan harapannya.


" Kondisi pasien sangat kritis, benturan di- kepalanya cukup berat hingga membuatnya mengalami cedera otak dan menjadi kemungkinan pasien akan mengalami koma." Jelas Dokter.


" Ko-koma Dok....?" Tanya semuanya memastikan.


" Betul Pak Buk, hanya keinginannya sendirilah yang mampu menyadarkan dari komanya. Bisa jadi orang yang sangat pengaruh dalam hidupnya akan bisa membantu memulihkan kondisi pasien. Berdoa saja pak buk, kembali lagi hanya maha kuasa yang menentukan ." Jelas Dokter lagi.


Deg.....


Bul² sangat terpukul dan syok mendengar penjelasan dari dokter. Suaminya koma, yang tidak akan tau kapan bisa bangun dari tidur panjangnya.


Bul² menangis memeluk bundanya, semua orang pun ikut terpukul menghadapi kenyataan yang kini dihadapi.


Bul² berlari keluar dari ruangan dokter menuju kamar rawat suaminya.


" Hiks hiks...bangun Bi, kenapa Albi tinggalin Adek. Adek dan kedua anak kita sangat membutuhkanmu Bi hiks hiks...Adek mohon bangunlah sayang 😭!" Tangis Bul² seraya menggoyang goyangkan tubuh suaminya.


Umi Imah pun menangis melihat keterpurukan menantunya. Bagaimana ia akan kuat menjalani cobaan yang kini menimpanya, bahkan sosok suami yang selalu melindungi, memberinya cinta setiap saat, kini tengah terbaring lemah diatas brangkar rumah sakit.


" Adek...jangan putus asa sayang. Berdoa sama Allah meminta kesembuhan Farhan, inget Adek lagi hamil. Bunda gak mau sampe terjadi apa apa dengan cucu kembar bunda, yang sabar Dek, Allah tidak akan menguji hambanya diluar batas kemampuan..." Nasehat Bunda Wati seraya memeluk tubuh anaknya.


" Hiks hiks....Bunda...Adek gak bisa hidup tanpa A'Farhan. Bagaimana Adek menjalaninya jika tanpa dia Bunda Hiks hiks....Adek takut bun..." Ungkap Bul² seraya sesenggukan.


" Dek......." Panggil Zafran yang tanpa sadar juga ikut menitikan air matanya. Rima yang melihat itu hanya bisa mengelus punggung suaminya supaya tidak menunjukan keterpurukan didepan Bul². Bul² butuh dukungan dan semangat dari keluarganya, maka dari itu sebisa mungkin mereka tidak boleh menunjukan sikap sedihnya berlebihan.


" Abang......hiks hiks hiks....Suami Adek gak akan ninggalin Adek kan bang, A'Farhan bakal sadar kan bang. Iya kan ?" Bul² beralih menghampiri Zafran seraya menggoyang tubuh kakaknya meminta jawaban.


" Dek....." Hanya kata itu yang mampu Zafran ucapkan. Ia tidak tega memberi Adiknya keyakinan untuk lebih bersabar lagi.


" Jawab bang.......!!!" Teriaknya.


Semua orang pun terdiam, Umi dan Bunda menangis saling berpelukan. Rima sudah menitikan air matanya dibelakang sang suami, begitu juga ketiga para lelaki.


" Istigfar Neng.....jangan kayak gini, Neng Bul² gak boleh banyak pikiran !" Ucap Abah Zaki.


" Tidak Abi, Bul² gak bisa hidup tanpa suami Bul²," Bul² kembali mendekati suaminya yang masih terbaring lemah.

__ADS_1


" Bi.....Albi denger Adek kan. Albi sayang kan sama Adek, Albi harus bangun bi. Hiks hiks...Adek butuh Albi sekarang...bangun bi !" Bul² terus berusaha membangun kan suaminya. Tiba tiba saja


Brukkkkk...


Bul² jatuh pingsan.


" Astagfirullah....." Ucap semuanya terkejut.


Rima segera berlari memanggil dokter, Zafran segera membopong adiknya itu dan membawanya keruangan lain.


Dokter berjalan dengan cepat menuju ruangan tempat Bul² dibaringkan.


Semua orang pun terlihat cemas menunggu diluar. Tak selang berapa lama, dokter yang memeriksa Bul² pun keluar.


" Bagaimana dok keadaan putri saya ?" Tanya Bunda menghampiri dokter.


" Putri ibu, hanya kelelahan. Dan sepertinya ia belum makan dari pagi. Tolong asupan nutrisinya dijaga ya Buk, karna beliau tengah hamil anak kembar itu sangat berpengaruh pada janjinnya. Usahakan hindari setres dan banyak pikiran !" Jelas dokter.


" Kapan anak saya akan sadar dok ?"


" Sebentar lagi juga sadar buk, mohon bersabar !" Jawab dokter.


" Baik dokter, terima kasih ." Ucap Bunda Wati.


Para keluarga pun memasuki kamar rawat Bul². Terlihat matanya yang sembab, dan penampilan yang sudah sangat berantakan itu, menandakan Bul² begitu sangat kehilangan sosok suaminya.


Meskipun suaminya hanya dinyatakan koma, namun itu sudah seperti dunia neraka yang tengah menerjang kehidupan Bul².


Bunda Wati mengelus tangan anak perempuannya, tak lama kemudian, Bul² mulai membuka matanya perlahan.


" Bunda........." Panggilnya lirih.


" Sayang, Alhamdulilah Adek sudah sadar..." Ucap Bunda seraya menciumi seluruh wajah anaknya itu.


" Adek kenapa Bun ?" Tanya Bul².


" Adek tadi pingsan, sayang ...."


Ingatkannya kembali mengingat suaminya, Bul² menatap lurus kedepan dengan tatapan kosongnya. Tes....tes...tes....buliran demi buliran cair dan bening itu keluar dari pelupuk matanya.

__ADS_1


" Bunda mohon sayang, yang tegar dek. Siapa yang akan menguatkan Farhan kalau Adek juga terpuruk kayak gini, siapa yang akan menjaga Farhan kalau Adek sampe sakit. Bagaimana kalau sampe kandungan Adek kenapa napa, saat Farhan bangun nanti dia yang akan lebih sedih melihat keadaan Adek yang seperti ini."


Ucapan Bunda ada benarnya juga, aku gak boleh terpuruk berlebihan, aku harus memberi suamiku semangat untuk bangun, menjaganya dan buah cinta kami. Pikir Bul².


Bul² pun mencoba untuk bersikap sewajarnya dalam menghadapi musibah ini. Ia tidak ingin melihat suaminya bersedih apa lagi kecewa padanya. Sebisa mungkin ia kuat, tegar dan tidak rapuh dihadapannya.


" Bund...Adek mau kekamar Albi...!" Titahnya.


" Adek masih lemas dek. Makan dulu saja ya !" Ucap Bunda.


" Adek akan makan dikamar A' Farhan saja bun " Jawab Bul². Bunda pun menyetujuinya.


Bunda wati membantu Bul² turun dari ranjang dan memapahnya menuju ruang rawat Farhan.


Bul² duduk disamping tubuh suaminya seraya memegang tangan Farhan dan menciumnya berulang kali.


" Apa Albi lelah, hingga tidur gak mau bangun, hem. Albi tega melihat Adek kesepian, Adek dan anak kita kesepian tau Bi. Kapan Albi mau bangun ? jangan bobok lama lama ya bi, emangnya Albi gak rindu sama Adek. Apa Albi udah gak sayang lagi sama Adek hiks..." Ucapnya kembali menangis.


Siapa tahan, seorang istri melihat suaminya terbaring lemah dirumah sakit.


Hal yang sama kini tengah Bul² rasakan, sepi sunyi hilang sudah canda dan tawa dihari sebelumnya dan semua bahagia yang selama satu tahun ini ia rasakan melalui perjuangan-perjuangan demi dan demi rumahtangga, keluarga kecil tercinta, seketika lenyap hanya sekejap mata.


Apa tuhan sangat sayang padaku, hingga memberiku banyak cobaan tanpa henti ?


Baru saja aku mengalami kebahagian kemarin, namun hari ini mendadak kau mengambil kebahagian kami dengan 1 kedipan mata.


Apa tidak cukup ucap syukur yang selalu kami panjatkan padamu tuhan ?


Tak banyak inginku selain melihat suamiku bisa berkumpul bersama keluarga kecil kami.


Man jadda wa jadda.......


**💞💞💞💞Tinggalkan


Vote


Like


Komen kalian ya !!!

__ADS_1


Happy Reading guys**...


Bersambung💞💞💞


__ADS_2