Bidadari Sang Gus

Bidadari Sang Gus
Extra part 5


__ADS_3

" Afwan, kila kekamar mandi...." Jawab Bila akhirnya memberanikan diri.


Deg.....


Su-suara itu.........


" Iya......."


1 menit 2 menit bahkan lebih, mereka tak bergeming terus saling diam dengan telfon yang masih tersambung.


Aqil tau siapa orang yang berbicaranya terakhir tadi. Ada sebuah rasa yang terpendam didalam sana dihati keduanya.


" Ehemm....Bi-bila....." Panggil Aqil dengan gugup memberanikan diri untuk mengajak Bila kembali berbicara.


*Deg....


' Kak Aqil memanggilku, masyaallah apa aku mimpi atau berhalu kayak didunia novel* ? ' Gumam Bila dalam hatinya seraya terbengong tidak percaya.


" I-iya....." Jawab Bila juga gugup.


" Apa kabar ?" Tanpa sadar Aqil ingin tau tentang keadaan Bila selama 5 tahun tak bertemu.


" Ba-baik kak...."


" Aku merindukanmu...."


" Hah apa....?"


" Astagfirullah afwan, kelepasan..." Aqil mengerutuki dirinya yang lolos begitu saja dengan ucapan rindu.


' Mana mungkin juga kau merindukanku kak...


Tenang saja, Bila selalu inget katamu waktu itu...jangan terlalu mengharapkan diriku. Betulkan begitu katanya, Hufffffff Bila buktikan kalau Bila tidak lagi berharap lebih kak, hanya Allah dan Bila yang tau akhirnya tentang rasa ini ' Gumam Bila kembali menatap lurus kedepan.


" Lagian juga mana mungkin..." Ucap Bila lirih. Namun siapa sangka disebrang sana telinganya sudah diasah hingga kini sudah sangat tajam untuk mendengar suara sekecil apapun itu.


" Apa kau merindukanku Bila ?" Akhirnya pertanyaan yang selalu Aqil ingin tanyakan dalam bayangnya bisa ia tanyakan secara langsung.


" Ti-tidak..." Jawab Bila lirih namun masih dengan kegugupannya.


" Benarkah ? Yakin...?" Tanya Aqil dengan nada sedikit menggoda.


" Haisss sudahlah, Bila memang tidak merindukanmu.." Terdengar ditelinga Bila bahwa Aqil tengah terkekeh mendengar ucapannya.


' Jangan buat Bila semakin berharap kak...


Bila tau kak Aqil tidak mungkin membalas rindu Bila ini...' Gumamnya.


" Tapi aku merindukanmu, bagaimana ?" Goda Aqil lagi. Entah kenapa ia begitu betah menggoda Bila lewat sambungan telfonnya. Akankan saat bertemu dengannya nanti Aqil juga akan menggodanya ?


' Menggemaskan...'

__ADS_1


Tanpa ada yang tau, buliran bening keluar dari pelupuk mata Bila. Bagaimana bisa kau mengatakan itu kak, setelah kau mematahkan harapanku untuk tidak berharap balasan cinta darimu. Tidakkah kau memikirkan bagaimana aku setelahnya, hatiku terluka kak, aku harus menahannya selama 5 tahun untuk tidak lagi berharap dengan dirimu. Namun kenapa disaat aku sudah mulai bisa menjauh dari bayanganmu, kau datang dengan membawa sebuah kata rindu. Lalu aku harus bagaimana ? Pikir Bila.


" Bila......."


" Hemmmm...." Bila mencoba menetralkan suaranya agar tidak terdengar bahwa ia tengah menangis.


" Lusa aku akan pulang kepesantren...!" Ucapnya.


" Na'am...selamat datang kembali..." Ucap Bila dengan gemetar


" Kamu kenapa Bila, nangis ?"


" Ti-tidak, kenapa harus nangis..?" Bila malah balik bertanya pada Aqil.


Setelah mengobrol hampir setengah jam, akhirnya Kila kembali dengan senandung shalawat yang selalu ia lantunkan.


" Hei...hei...sahabatku kau apakan kak ?" Tanya Kila meraih ponsel yang masih tergeletak dimeja, karna sedari tadi Bila mengobrol tanpa harus memegang ponsel.


" Kenapa memang ?"


" Bila nangis kak Aqil apain ?"


" Kila sudahlah, bukan apa-apa aku hanya merasa perih dan sakit dengan luka dijariku...."


" Hah jariiii....luka...kenapa ?" Tanya Aqil yang ikut panik.


Sementara Kila hanya terkekeh mendengar kakaknya yang panik gak jelas disebarang telfon. Bagaimana kalau dia menyaksikan sendiri ya ? Mungkin kakak akan bawa Bila kerumah sakit bedah ha ha ha, pikir Kila dengan tawa yang menggelegar diruangan dapur.


" Acieeeeee, calon suamtri kompakan. Ehemmm kakak cepetlah kau pulang kepesantren. Calon istrimu itu tengah sakit tangannya tergores pisau lukanya dalem tadi aja kena 8 jahitan diklinik pesantren..." Ucap Kila dengan terkekeh. Sementara Bila hanya menatap tajam kearah sahabatnya untuk menghentikan dramanya itu.


" Baiklah, kakak akan pulang sore ini juga...


Asalammualaikum.."


" Waalaikumsalam....hahahhaha, seru juga ngerjain kak Aqil..." Tawa Kila setelah mematikan panggilan telfonnya.


" Kilaaaaaaaaaaaaa.........isss tegaaaa da kila mah. Kalau kak Aqil mikir macem-macem gimana coba ?" Gerutu Bila kesal.


" Bukannya ini yang kamu harapkan dari kak Aqil Bil ? perhatian dan respon baik kak Aqil ?"


Seketika Bila langsung terdiam, tak dapat dipungkiri memang itulah keinginannya. Namun saat ini bukanlah saat yang tepat, bisa saja Aqil hanya merasa kasihan padanya dan bisa saja yang ia rindukan adalah suasana pesantren, bukan dirinya.


" Itu dulu Kila, sekarang tidak lagi..." Jawab Bila mantap dengan keputusannya.


" Maksudnya ?" Tanya Kila bingung seraya menatap Bila dengan serius.


" Tidak akan kujelaskan sekarang Kila, kau pun tidak akan memahaminya. Maafkan Aku...." Ucap Bila dengan tatapan menunduknya.


" Oke tidak masalah, tapi aku mau lihat bagaimana reaksimu saat kak Aqil telah kembali nanti...."


" Tidak ada yang berubah...!" Jawab Bila dengan tegas.

__ADS_1


Kila hanya mengangat kedua bahunya tanda ia tidak tau pasti nanti apa yang akan terjadi. Ia sangat tau bagaimana Bila, Kila tidak begitu percaya ucapan dari sahabatnya itu. Tapi yang pasti, Bila mungkin punya alasan tersendiri kenapa ia harus menutupi dan memaksa dirinya untuk lepas dari perasaan yang sudah bersemayam lama. Jawaban itu tentu hanya Bila dan Aqil yang tau.


Sore hari dengan matahati yang mulai kembali keperaduannya, Bila dan Kila memutuskan untuk mengantar buku yang ia pinjam dari ustadzah Rohmah. Dengan canda dan tawa mereka iringi seraya berjalan dengan membawa beberapa buku ditangannya.


" Kila....bisakah nanti kamu tidur diasrama saja !" Pinta Bila pada sahabatnya.


" Kenapa, takut...?"


" Is bukanlah, tidak ada kata takut untuk seorang Bila Salsabila..."


" Lalu...?"


" Pengen ajalah, nanti bukannya kakakmu pulang sore ini juga ya ?"


" Cieeee yang nanyain..." Goda Kila.


" Eh bu-bukan gitu maksudnya. Orangtuamu kan pasti juga pulang, aku pengen tidur sama kamu semalam lagi ya !"


" Siap.....apa sih yang gak untuk sahabatku ini..." Celoteh Kila dengan centilnya.


" Tapi kenapa gak pulang kerumah saja, kenapa harus tidur diasrama ?" tanya Kila.


" Haisss aku bosenlah tidur dirumah, pengen tidur diasrama malem ini..." Ucap Bila seraya cengengesan.


" Baiklah-baiklah....siap....."


Mereka terus berjalan menuju kantor untuk mengembalikan buku milik ustadzah Rohmah.


Namun siapa sangka, langkah keduanya terhenti setelah mendapati sebuah mobil yang tengah memasuki area pesantren.


Kila dan Bila berdiam diri sejenak ditempatnya, Bila yang penasaran pun ikut bertanya-tanya dalam hatinya.


Kemudian ia mendapati sebuah mobil lagi yang memasuki area pesantren, namun Bila dan Kila tau siapa pemilik mobil itu.


Keluarlah Farhan dan Bul² dari mobil itu, yang tak lain adalah Ayah dan Ibu Kila. Kemudian disusul dengan seorang pria berpawakan tinggi dengan ketampanannya yang masyaallah tabarakallah banget pokoknya he he he.


Namun seseorang disebelahnya pun ikut keluar dari mobil yang sama.


*Deg.......


Si-siapa dia*....?


💞💞💞Tinggalkan


Vote


Like


Komen kalian ya....!!!


Happy Reading guyss

__ADS_1


Bersambung💞💞💞


__ADS_2