Bidadari Sang Gus

Bidadari Sang Gus
Season 3


__ADS_3

Ada kebimbangan dalam dirinya saat ini, Aisya masih tidak mengerti dengan ustazah Bila yang tiba-tiba saja meminta bantuan padanya untuk menyiapkan beberapa materi.


Aneh..


Hanya itulah gumaman yang Aisya ucapkan.


Bagaimana nanti saat ia sering kerumah ustazah Bila dan tentunya akan lebih sering juga bertemu dengan Rasya ?


Niatan awal untuk membuat Rasya jatuh hati pada Putri dan melupakan Aisya, nyatanya tidak sesuai dengan realita.


Jangankan bertidak melakukan sesuatu yang membuat Rasya terkesan, saat menatap dan berbicara langsung dengannya saja ia tak punya banyak keberanian untuk itu.


Ah, sudahlah..biarkan semua berjalan seperti yang sudah digariskan.


***


Di kediaman Rasya, seseorang yang tengah mengintrogasi layaknya maling yang tertangkap basah.


"Jelaskan pada Abi, Rasya !" Pinta Ustadz Aqil meminta anaknya menjelaskan hal yang sudah ia dengar dari sang istri.


Rasya menunduk. Entah mulai dari mana ia menceritakan perjalanannya hingga bisa jatuh hati pada wanita yang bernama Aisya itu.


Dan yang lebih mengejutkan, pesona Aisya kini telah terganti dengan sosok Putri yang baru beberapa bulan lalu menjadi santri di pesantren Nurul Huda.


"Rasya sudah istiqhoroh Bi, dan ya.. jawabannya adalah wanita yang Abi maksud," jelas Rasya.


"Memang siapa akhwat yang Abi maksud ? Abi tidak menyebut namanya."


Bagai terkena jebakan batman, Rasya kembali menunduk malu dan menyadari apa yang Abi-nya katakan adalah benar.


Ustadz Aqil beserta sang istri hanya bisa saling melempar senyum melihat bagaimana tingkah anaknya yang tengah mengagumi lawan jenisnya.


"Iya Abi tau siapa akhwat itu. Lalu bagaimana rencanamu setelah ini ? Ingat Sya, hal baik tidak boleh ditunda lama-lama. Dari pada terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, lebih baik disegerakan !" Jelas Ustadz Aqil penuh dengan dukungan.


"Stttt Bi, emangnya Abi gak pernah ?" Ledek Ustazah Bila mengingatkan suaminya akan kejadian dulu saat mereka menikah dengan mendadak di jakarta.


Hayoooo ada yang inget gak, kenapa Bila dan Aqil dulu nikahnya mendadak waktu di jakarta ?


"Emangnya Abi pernah ngapain Mi ?" Tanya Rasya penasaran dengan kisah kedua orang tuanya.

__ADS_1


"Sudahlah Sayang, kenapa harus diceritakan. Pokoknya kamu tidak boleh seperti Abi Sya, yang imannya kadang melempem melihat bagaimana Umimu dulu," jelas Ustadz Aqil melemah di beberapa kalimat terakhirnya.


Rasya terkekeh geli. Meskipun Abinya tidak menceritakan bagaimana kisah mereka dulu, tapi Rasya cukup memahaminya dengan melihat bagaimana kedua orang tuanya yang selalu bersikap penuh kasih.


Pasti Abi sangat mencintai Umi, pikirnya.


"Mas, geli iihh.."


"Uluh gemes tau, coba senyum lagi !" Ucap Rasya meminta mengulang senyumannya.


Rasya mendekatkan wajahnya hingga membuat wajah mereka berjarak sangat dekat dan bahkan hanya 2 cm saja.


Melihat bagimana Putri memejamkan mata seolah tau apa yang akan Rasya lakukan padanya, membuat Rasya semakin bersemangat untuk melakukan apa yang sudah ia tahan selama ini.


Cup...


Manis. Hanya gumaman itulah yang Rasya ucapkan namun berhasil membuat wajah Putri bersemu malu dan segera bersembunyi di dada bidang Rasya.


"Hah, kamu bilang apa Sya ? Manis ? Itu kerupuk Rasya, bukan pisang," ucap Ustazah Bila membuat Rasya melonjak kaget.


"Astagfirullah, iya Umi ini kerupuk," jawabnya seraya memakan kembali kerupuk yang ada di tangannya.


Sebagai seorang lelaki, ia memahami bagaimana anaknya yang tengah menahan gejolak dalam hati pada akhwat yang di kaguminya.


Bahkan Abi dulu langsung memeluk Umimu Sya, tidak perlu berkhayal lagi..


Apa lagi Abi memeluknya saat belum menikah..


"Jangan bilang kamu berkhayal mencium wanita ?" Tebak ustazah Bila yang membuat Rasya langsung tersedak.


Uhuk...uhuk...


Apa Umi bisa membaca pikiran orang ?


"Ah, tidak Umi.." jawab Rasya bohong.


"Jujur saja Sya, Abi memahamimu sebagai sesama lelaki Abi tau apa yang ada dalam otakmu itu," sambung Ustadz Aqil membuat Rasya semakin terpojok dan akhirnya mengakui bahwa ia telah berkhayal terlalu jauh.


Astagfirullah, ampunilah hamba ini yang telah khilaf..

__ADS_1


"Besok bersiaplah ! Akan Abi khitbahkan beliau untukmu," Ucap Ustadz Aqil akhirnya.


"Tapi Abi__"


"Sya jangan lupa nanti buatkan Umi cucu yang banyak ! Dan ya, harus yang menggemaskan dan imut serta lucu kayak Umi. Jangan seperti Abimu, bisa-bisa kutub utara pindah ke Bandung karna sifat dinginnya," Ucap Ustazah Bila berjingkrak-jingkrak saking bahagianya yang sebentar lagi akan memiliki seorang menantu, dan artinya tak lama lagi ia juga akan segera menimang cucu seperti dambaannya itu.


Ustadz Aqil dan Rasya hanya saling lirik kemudian mengeryitkan dahinya seraya berkata,"Kumat.."


Begitulah ustazah Bila yang tidak bisa menghilangkan sifat absurdnya meskipun di usianya yang tak lagi muda sekarang.


Sifat bar-barnya itu telah mendarah daging dalam dirinya yang kerap kali sering muncul.


***Cinta dalam diam merupakan perasaan yang begitu mendalam. Hal ini cukup sering terjadi kepada pria maupun wanita. Berbagai perasaan yang tersimpan di dalam hati ini tidak dapat tersampaikan karena berbagai kondisi yang memaksanya demikian.


Cinta terkadang memang sulit diungkapkan dan tidak dapat disampaikan. Berbagai alasan membuat sesorang memendam saja perasaannya tersebut. Meski berat dan kadang membuat sedih, namun beberapa orang memilih cara ini. Mungkin karena hati masih tidak yakin dan bimbang.


Kata-kata cinta dalam diam merupakan parasaan yang terus dipendam tanpa diutarakan. Hal ini tentunya bisa menimbulkan rasa sakit dan sedih yang teramat mendalam terlepas dari apapun alasannya. Tentunya kamu sendiri yang dapat memutuskan apa pilihan yang terbaik terkait dengan perasaanmu tersebut.


Sudah sejatinya naluri manusia mempunyai perasaan cinta. Datangnya perasaan cinta pun terkadang tak disangka. Terkadang cinta sulit diungkapkan dan tak dapat tersampaikan. Mungkin kamu salah satu yang pernah merasakan? Memendam perasan cinta dalam diam terhadap orang yang kamu kenal sejak lama seperti sahabat atau pun teman. Karena biasanya perasaan cinta melalui proses bertahap dan tidak terjadi secara tiba-tiba pada orang yang baru dikenal.


Hal ini biasanya membuat orang hanya memendam perasaan sayang dan cinta secara diam-diam. Alasannya pun beragam ada yang karena malu, gengsi, merasa tidak pantas dan takut ditolak. Akhirnya, mereka terpaksa harus menyimpan perasaannya sendiri. Meski berat dan kadang membuat sedih, namun beberapa orang memilih cara ini. Entah apa yang dipikirkan mereka, meski terkadang ada rasa ingin mengungkapkan perasaan yang sesungguhnya. Namun di hati masih tidak yakin dan bimbang.


Pastinya perih memiliki perasaan kepada orang dengan cara diam-diam. Kita hanya sanggup melihat senyumnya dari jauh dan melihat orang yang kita sayangi bersama orang lain. Ya, bisa menyayangi namun tak bisa memiliki. Lebih sedihnya lagi jika orang yang kamu sayang, ternyata tahu kamu menyukainya, tetapi pura-pura tak tahu dan mengabaikanmu.


Tapi, yang paling penting kamu harus mengungkapkan sejujurnya tentang perasaanmu. Terlepas hasilnya nanti akan diterima ataupun tidak. Ini akan membuat perasaan menjadi lega dan tidak hanya mengandai-andai dalam pikiran. Di keadaan ini ada juga orang yang hanya berharap dalam doa tanpa berani mencobanya dulu.


Rasya syafaraz***


**Tinggalkan


Vote


Like


Komen kalian yak


biar Author makin semangat up nya**


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2