
Matahari yang sepertinya masih malu untuk menampakan wajahnya itu hanya memperlihatkan semburat berwarna orange di ufuk timur.
Semilir angin yang membelai pepohonan serasa masuk kedalam jiwa seseorang yang tengah berdiri menatap dunia luar dari jendela kamarnya.
Inilah matahari pertama, suasana pertama setelah 3 bulan berlalu. Ada masa-masa Aisya merasa lelah dalam menunggu seseorang yang ia cintai itu. Ingin rasanya ia menyerah dan bebas seperti semula, namun begitu mengingat sekilas bayangan Rasya, pikiran itu segera ia tepis dengan cepat.
Berapa lama lagi gue harus nungguin lo kak ? Lo tau gak apa yang terjadi sama gue selama ini ? Gue banyak berubah, udah rajin shalat, belajar ngaji dan gue udah bisa merubah penampilan gue seperti Azkya. Sampe-sampe hampir 1 kampus ngomongin gue, tapi gue gak perduli.
Gue lakuin itu semua demi lo kak Rasya, demi bisa pantas untuk dampingin hidup lo.
Ya, dimana tiga bulan yang lalu Aisya memutuskan untuk berniqab. Menurutnya, walaupun gue belum paham sama agama, tapi segaknya gue mulai memahami agama gue dari menutup aurat.
Siapa yang berperan dalam perubahan Aisya saat ini ?
Tentu saja karna ada dorongan dari kedua sahabatnya yang selalu memberikan suport untuk Aisya. Terlebih lagi saat ini Aisya cukup dekat dengan Azkya, yang ia baru tau bahwa Kia hanyalah sepupu dari Rasya.
Tok
Tok
Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Aisya.
Beranjak dari tempatnya dan beralih membukakan pintu.
"Sayang, nenekmu sakit dan kita harus kesana sekarang juga !" Ucap Bunda Aisya.
"Astagfirullah, iya bund Ais siap-siap dulu..."
"Iya nak, bunda tunggu di bawah ya.."
Aisya mengangguk. Selepas perginya sang bunda ia pun segera bersiap-siap untuk pergi menjenguk neneknya itu.
"Kamu kenapa sayang ?" Tanya Bunda yang melihat anak gadisnya hanya terdiam sepanjang perjalanan.
"Ah, gak kenapa-napa Bund, Ais kangen aja sama nenek," Jawabnya.
Tatapannya masih lurus kedepan, pikirannya entah kemana. Bukannya hanya ingin cepat bertemu dengan neneknya di kota B, namun juga ia ingat akan seseorang yang tinggal disana pula.
__ADS_1
Mungkinkah...?
4 Jam perjalanan menuju kediaman nenek Aisya, kini mobil yang dikendari oleh Ayah pun telah sampai di perkarangan rumah yang sangat Aisya rindukan.
"Asalammualaikum...."
"Waalaikumsalam..."Terdengar suara dari dalam rumah.
"Nenek......."
"Ya Allah cucu nenek, ini Aisya kan ?" Nenek Mira itu berhambur memeluk cucu kesayangannya seraya menciumi seluruh wajah Aisya.
"Iya ini Aisya nek, cucu nenek."
"MasyaAllah, alhamdulilah kamu udah jadi seorang Ukhty sekarang ya...."Ucap nenek seraya tersenyum.
"Belum kok nek, ilmu agama Ais mah masih cetek hehehe.."Jawab Ais dengan terkekeh.
"Ayo masuk, masuk nak !"
Ayah Bunda dan Aisya mengikuti langkah nenek menuju ruang tamu. Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Aisya memuaskan dirinya untuk bermanja dengan neneknya itu.
"Nenek kan udah tua Ais, makanya kamu cari suami orang sini aja, biar bisa nemenin nenek di sini !"
"InsyaAllah nek, sebentar lagi Ais bakalan dapet jodoh."
"Apa......?"Ucap Bunda dan Ayah terkejut dengan sedikit berteriak.
"Apa kamu sudah punya calon ?"Tanya Bunda serius.
"Ada sih bund, tapi entahlah dia mau apa gak sama Ais," Jawabnya dengan mata yang sedikit berkaca-kaca.
"Siapa sih yang berani nolak cucu nenek yang cantik ini, pasti matanya udah rabun," Sambung nenek.
"Ah nenek bisa aja, Yah Bund, bolehkan Ais jalan-jalan disekitar sini ?"
"Boleh sayang, jangan terlalu lama ya nak !"
__ADS_1
"Siap bunda ku sayang, Asalammualaikum..."
"Waalaikumsalam wr wb..."
Setelah mendapat izin dari Ayah dan Bundanya, Aisya berjalan-jalan keliling kampung itu hingga tak terasa langkahnya sudah cukup terlalu jauh.
"Andai di jakarta tempatnya seasri ini, ah gue bakalan betah banget pastinya," Gumam Aisya yang menatap lekat pemandangan sekitar.
Aisya terus berjalan menyusuri jalanan yang cukup sepi namun masih ada beberapa yang lewat di sana.
Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada, Aisya memotret dirinya dengan baground pemandangan yang super wow itu.
Kakinya terus melangkah menikmati alam terbuka yang anginnya cukup sejuk hingga membuatnya begitu betah untuk berlama-lama di sana.
Deg.....
Langkahnya terhenti ketika ekor matanya mendapati seseorang yang tengah mengobrol dengan beberapa temannya di pinggir jalan.
Senyum tulus dan bahagia itu mengembang seketika, ia berjalan mendekatinya tanpa mengalihkan tatapan padanya.
"Afwan Ukhty, Ukhty mencari siapa ?" Tanya salah satu dari mereka pada Aisya.
Tidak menjawab pertanyaan dari orang itu, Tatapan Aisya tetap fokus pada seseorang yang sedari tadi hanya menunduk. Tiba-tiba saja pelupuk matanya mengeluarkan air, apa ini tangis bahagia yang Aisya rasakan ? Tapi karna apa ?
Ya Allah, aku begitu merindukannya....
❣️Tinggalkan
Vote
Like
Komen
kalian yak...
happy reading guys
__ADS_1
Bersambung❣️