Bidadari Sang Gus

Bidadari Sang Gus
Terima atau tolak


__ADS_3

Tiga hari telah berlalu , Adam ditemani Riki dan Angga kini ia akan menghadap Abah Zaki .


Angga yang sudah mengetahui nya dari cerita Riki , ia hanya menatapnya dengan iba .


Mau bagaimana lagi , cinta sepasang kekasih sedang diuji .


Dan hari ini adalah hari keputusan Adam . Antaranya menolak ataupun menerima , setelah tiga hari lama nya ia berfikir untuk beristiqaroh .


" Apa Ente yakin dengan keputusan Ente itu Dam ? , gak nyesel nantinya ?. Tanya Riki .


" Pikirkan mateng mateng sebelum menjawab Dam . Ini hidup Ente , masa depan Ente . Tentunya Ente juga berhak memilih yang terbaik diantara yang baik ." Sambung Angga .


Dengan diangguki oleh Adam . " Bismilah aja , semoga ini yang terbaik ."


" Ana akan mengikuti saran Ente Ki . Kalau pun emang iya jawaban nya adalah benar , Ana juga memiliki syarat untuk itu Ki ." Ucap Adam lagi .


Angga dan Riki hanya mengangguk setuju .


" Jika itu sudah keputusan Ente , maka Ana sebagai sahabat hanya bisa mendukung dan mendo'akan ." Tutur Riki .


" la tatakhalaa ean sadiqi aleaziz ( Jangan menyerah sabahatku ) ." Sambung Angga .


" Na'am , syukron Ngga ." Ucap Adam dan langsung diangguki oleh Angga .


Dengan langkah yang berat , Adam berjalan menuju rumah ndalem ditemani kedua sahabat nya itu . Rumah Abah yang sudah terlihat ramai dengan kedatangan Kyai Dahlan serta keluarga lain nya , menambah kegugupan dan keresahan bagi seorang Adam .


Pikiran nya tentang khumairah nya sejenak menghilang . Ia terlalu fokus akan jawaban yang sudah dipertimbangkan selama tiga hari lalu .


Bismillah ....


Ku serahkan semuanya kepadamu ya rabb ku .


Aku Ihklas menerima . Gumam Adam yang berhenti sejenak didepan rumah Abah .


" Ayo Dam....!!." Ucap Riki menepuk pundak Adam .


Kakinya begitu berat , tubuh nya seperti kaku , untuk melangkah keteras ndalem .


Dengan terpaksa . Kupaksakan diri dan tubuh ini untuk melangkah , menghampiri sesuatu hal yang sangat tidak ku ingin kan saat ini .


" Assalamualaikum ..." Salam kami bertiga dan masuk kerumah Abah .


Terlihat begitu ramai orang yang telah duduk menunggu .


" Waalaikumsalam wr wb ...." Jawab mereka antusias menyambut kedatangan kami .


Aisyah yang tak berani berbicara apapun , ia hanya diam dan terus menunduk .


Tidak ikhlas , jika harus dipinang orang yang tidak kita cintai . Ia bahkan sangat sangat berharap , jika Adam akan menolak perjodohan ini .

__ADS_1


Namun sekali lagi , takdir tidak bisa diubah oleh manusia .


" Duduk Nak Adam ..!." Titah Kyai Dahlan .


" Na'am , syukron Abah " Jawab nya .


Adam dan kedua sahabatnya duduk dikursi , tepat didepan Abah Zaki dan Abah Dahlan .


Abah Zaki , sudah melihat betapa gugupnya Adam , betapa terluka nya Adam , harus dipisahkan dengan wanita yang dicintai nya .


Sekali lagi , Abah Zaki tidak bisa berbuat apa apa selain egois untuk saat ini .


Ia berfikir , inilah yang terbaik untuk semuanya .


Author kasih tau deh Bah , biar dipertimbangkan lagi . Yang terbaik menurut Abah , belum tentu baik menurut orang lain .


Jangan egois dong Bah , ini menyangkut masa depan seseorang .


Author diam saja !! . Tetep anteng , tenang , mingkem dan nulis aja . Hente usah ngilu campur (Tidak usah ikut campur ) .


Heiiiiii....ku tendang juga kau jadi pemain .


Kyai gak ada akhlak , huuuuuu๐Ÿ˜ ๐Ÿ˜ ๐Ÿ˜ ๐Ÿ˜ .


" Cukupkah waktu tiga hari kemaren Dam ?." Tanya Abah Zaki mengawali percakapan .


" Insya allah , cukup Abah ." Jawab Adam dengan pandangan yang terus menunduk .


" Sudah dapat petunjuk ?." Tanya Abah Zaki lagi . Adam pun langsung mengangguk meng-iyakan .


" Lalu bagaimana Nak Adam ?, apakah bersedia menerima perjodohan ini ?." Sambung Kyai Dahlan .


Diam sejenak , Adam melirik kanan dan kiri kearah dua sahabat nya itu . Seolah meminta bantuan ia harus bagaimana sekarang ?.


Angga dan Riki pun saling melirik , kemudian kedua nya mengangguk anggukkan kepala .


Adam menghela nafasnya panjang dan menghembuskan berulang ulang .


" Abah Zaki , Abah Dahlan . Sebelum Ana menjawab nya , bolehkan ana bertanya sesuatu kepada Ning Aisyah ?." Tanya Adam dan langsung diangguki oleh Abah Zaki .


" Iya Nak silahkan !." Jawab Abah Dahlan .


Aisyah yang merasa terpanggil pun mengangkat kepala nya menatap Adam .


Dengan mata yang sudah berkaca kaca , ia duduk disamping Umi Siti yang sudah memeluk nya . Sesekali ia menatap Adam dan menggelengkan kepalanya , tanda bahwa Adam tidak boleh menerima perjodohan ini .


" Ning ....., Ana ingin tanya sesuatu ?." Tanya Adam dan langsung diangguki oleh Aisyah .


" Apa Ning Aisyah suka melukis ?." Tanya nya ragu ragu .

__ADS_1


Aisyah diam sejenak , sebenernya ia tak begitu hobi melukis . Hanya ada satu saudara nya yang sangat hobi melukis . Dan itu adalah Hawa , Kakak Aisyah yang sudah memiliki suami . Beliau menikah sudah 3 tahun , namun belum dikaruniai seorang anak hingga sekarang .


" Kenapa ?, apa Akhi keberatan jika Ana melukis ?." Sungguh aneh menurut Adam , bagimana bisa pertanyaan nya dijawab dengan sebuah pertanyaan lagi .


" Tidak , tentu tidak . Tapi ada sesuatu yang ingin Ana tanyakan tentang lukisan itu ." Jawab Adam .


" Apa itu.....?." Tanya Aisyah lagi .


" Emmmmm , apa Ning Aisyah pernah melukis bunga ?."


" Seringggg...." Jawab nya singkat .


" Apa Ning juga menulis sesuatu di lukisan bunga itu ?." Dan langsung diangguki oleh Aisyah . Adam semakin gemetar , itu artinya lukisan bunga yang ada dalam mimpinya adalah lukisan Aisyah .


Tentu semua orang terkejut . Mereka yang tidak mengetahui apa niat Adam mempertanyakan tentang lukisan kepada Aisyah . Berbeda dengan Riki dan Angga , mereka semakin tercengang mendengar jawaban Aisyah .


Itu artinya , Adam harus bersedia menerima perjodohan ini .


" Ada apa Dam ?." Tanya Abah Zaki yang memperhatikan Adam sedari tadi .


" Hufffffff....tidak Abah . Insya allah Adam siap menjawab nya sekarang ." Jawab Adam .


Dengan bibir yang gemetar , ia mencoba untuk menjawab terima atau tolak . Tangan dan dahi yang sudah berkeringat , terlihat jika Adam sangat gugup dan takut . Lagi lagi Adam melirik ke arah sabahatnya untuk meminta bantuan .


Kedua sahabatnya hanya diam tak berkode apapun . Karna mereka pikir , untuk jawaban Adam sendirilah yang harus memutuskan .


" Bismillah ...Hufffff .


Adam Bersedia menerima perjodohan ini ." Ucap Adam . Dan tiba tiba....


Prangggggggggggggggg.........


***Hayoooo siapa kah itu ?.


next episode ya .....


tetep pantengin terus .


๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž Alhamdulilah


Aku balik Up lagi nih


Tinggalkan


Vote


like


komen kalian ya !!!!

__ADS_1


Happy Reading guys...


Bersambung ๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž***


__ADS_2