
" Jadi benar lukisan yang ada dimimpi Akhi itu milik Ning Hawa?" Tanya Bul² lagi.
" Apaaaaaaaaa.........." Kedatangan seseorang itu sontak membuat mereka bertiga terkejut.
" A-bi....." Ucap Mereka lirih.
" Lukisan, mimpi. maksudnya apa Adam?, bisa jelaskan pada Abah ?" Tanya Abah Zaki mengintrogasi.
Farhan segera menghampiri Abi nya." Abi duduk dulu Bi...!" Ucap Farhan menuntun Abi nya untuk duduk.
" Adek tolong panggilin Umi ya !" Titah Farhan pada istrinya.
" Iya Bi...." Bul² pun segera beranjak dari duduknya dan berjalan kekamar Umi.
...Tok tok tok......
" Umi......"
Ceklek...pintu kamar pun terbuka.
" Ada apa Neng...?" Tanya Umi.
" Dipanggil A Farhan kedepan Mi !"
" Oh iya baiklah, Ayooo !" Bul² dan Umi pun menuju keruang tamu.
" Ada apa Han ?" Tanya Umi sembari menduduk kan diri nya disamping Abah.
" Adam yang akan menyelaskan Mi..."
Seketika Adam pun melirik sang kakak. Menandakan bahwa ia takut mengutarakan hal ini pada Abah dan Umi, namun lirikan nya itu dijawab anggukan oleh Farhan.
" Huffffffffff....Bismillah," Adam menghela nafas nya panjang kemudian ia pun melanjutkan lagi kalimat nya. " Abah...Umi...sebelum Adam membicarakan ini, boleh kah Adam bertanya?"
" Tentu Nak, tanyakan apa yang mau kamu tanyakan pada kami ." Jawab Umi.
" Seandainya kalau Adam ingin perjodohan dengan Ning Aisyah dibatalkan bagaimana ?"
Abah dan Umi sangat terkejut tentu nya. Mereka berdua tidak mengerti jalan pikiran Adam saat ini.
" Apa yang kamu bicarakan Adam. Pernikahan mu hanya kurang dari 3 bulan lagi, itu pun berhalangan menunggu masa iddah Hawa selesai." Tegas Abah.
" Abi jangan emosi dulu Bi...dengarkan dulu apa yang mau Adam katakan !" Umi mengelus punggung suami nya.
Farhan, Bul², dan Adam hanya tertunduk tak berani menatap Abah yang terlihat sedikit emosi itu. Adam begitu gemetar menguatarakan kebenaran yang ia sendiri baru mengetahui nya.
" Bah..Adam mau kasih tau Abah dan Umi yang sebenernya. Abah dan Umi ingat, waktu dulu disaat Adam menanyakan perihal lukisan pada Ning Aisyah ?" Umi dan Abah pun mengangguk kompak.
" Sebenernya, disaat Adam meminta waktu 3 hari untuk menjawab perjodohan itu, Adam isiqaroh penuh Bah. Hari pertama dan kedua Adam tidak mendapatkan petunjuk apapun, namun dihari ketiga Adam bermimpi melihat lukisan bunga dengan tulisan Ana Antazrik dan Nurfaizah. Disaat Adam menanyakan tentang lukisan itu pada Ning Aisyah, Adam terlalu gegabah mengambil keputusan Bah. Ternyata lukisan itu bukan milik Ning Aisyah, melain kan milik kakak nya Hawa ." Jelas Adam panjang lebar.
__ADS_1
Umi begitu terkejut dan sedikit menganga mendengar kan penjelasan Adam. Mau bagaimana lagi jika ketetapan yang maha kuasa telah memberi jalan, hingga kita hanya bisa mengikuti alur nya.
" Bagaimana Adam tau kalau itu lukisan milik Hawa ?" Tanya Umi.
" Saat tadi sore Umi, ketika kita mengambil nasi kotak. Adam sedikit bertanya tentang lukisan, tapi ternyata jawaban Ning Hawa sangatlah sesuai dengan apa yang dimimpi Adam." Jelas Adam lagi.
" Bagaimana ini Bi, kita harus menjelaskan ini pada Kyai Dahlan dan keluarga nya sebelum terlambat ."
" Apa Umi yakin....?" Tanya Abah Zaki.
" Apa Abi meragukan tetepan Allah Bi. Tidak lah salah yang Allah telah tunjukan jalan untuk umat nya lalui Bi. Kita sebagai manusia hanya bisa mengikuti Alur jalan nya yang sudah ditunjukan !" Jelas Umi menasehati suami nya.
Itulah ya guna nya suami istri, harus saling mengingatkan saling menegur satu sama lain jika terjadi kesalahan diantara salah satu nya.
" Astagfirullahaladzim....maafkan Abi Mi." Abah Zaki mengusap pelan wajah nya.
" Adam...biar nanti Abah yang akan bicara pada Kyai Dahlan, bener kata Umi mu. Sebelum semua nya terlambat." Ucap Abah .
" Syukron Abah.....Umi...kakak ...Ukhty..." Ucap Adam.
" Na'am , Afwan..." Jawab semua kompak.
Setelah menjelaskan kebenaran nya pada Abah, Adam pun sedikit lega. Beban dihati nya telah berkurang meskipun belum sepenuh nya. Ia memutuskan untuk kembali keasrama menemui sahabat nya.
Sementara dikamar yang beruansa biru langit itu terlihat sepasang suami istri yang tengah menikmati kebersamaan nya. Farhan tidak bisa melepaskan begitu saja istri nya ketika sudah berada didalam kamar. Dan akhirnya terjadilah malam panjang untuk kedua nya.
Dijakarta............
Dialah Zafran, seorang yang berkharisma banyak digilai para wanita dan karyawan nya direstaurant.
" Kenapa aku jadi inget sama mbak mbak itu y?, Ck Zafran kau banyak digilai para wanita, tapi tidak ada satu pun yang berkesan bagi ku. Aaaaaaaaaaaaa ada apa dengan ku ini ." Gumam Zafran mengacak acak rambutnya.
Ia kembali mengerjakan perkerjaan nya, namun fikiran nya terus tertuju pada seseorang yang menyebalkan menurutnya. Ia mengambil ponsel nya kemudian menghubungi seseorang.
📞📞📞📞📞📞📞
" Waalaikumsalam...Apa Bul² ada Bil." Tanya Zafran yang ternyata ia menghubungi adik ipar nya.
" Ada Bang, sebentar..."
Tak lama kemudian....
" Assalamualaikum Abang..."
" Waalaikumsalam Dek, apa kabar ?"
" Baik Bang Alhamdulilah, kalian disana gimana Ayah Bunda ?"
" Gak perlu khawatir. Kami disini juga baik dek."
__ADS_1
" Syukur Alhamdulilah kalau gitu. Tumben Abang telfon gak biasa nya?"
" Sebener nya Abang mau nanya tentang...emmmm temen kamu itu Dek.."
" Wadidaw Abang ku....wah wah.."
Zafran sedikit menjauhkan ponsel nya dari telinga mendengar teriakan sang Adik.
" Adek kebiasaan deh suka teriak. Abang cuma nanya aja, dia apa kabar ?"
"Dia....siapa tuh ?" Goda Bul² dari sebrang telfon.
" Temen kamu lah siapa lagi..."
" Temen Adek banyak loh bang, cuma kalau sahabat Adek ada 2 disini. Rima dan Safa "
" Nah ya itu maksud Abang....Rima.." Ucap nya lirih dikalimat terakhir namun masih terdengar ditelinga Bul².
" Wahhhh Abang naksir Rima nih, tapi kata Rima Abang tuh suka nyebelin kalau kesini. Emang dia nya mau ?"
" Ihhhh Adek durjana. Lagian siapa yang naksir sih, Abang cuma nanya kabar aja loh dek "
" Ahhh Abang kerjaan nya sama kayak Ayah cuma bisnis dan bisnis. Dunia percintaan Abang mana tau. Berawal dari tanya kabar lama lama deket terus nikah deh ha ha ha "
" Ngomong sama kamu mah gak guna....udah lah, Assalam mualaikum.."
" Waalaikumsalam ha ha ha..."
Panggilan telfon pun berakhir. Zafran beralih untuk berdiri di balkon kamar nya, ia mencerna kembali ucapan adik nya itu.
" Berawal dari tanya kabar, lama lama deket terus nikah ?, Ahhhh apa cinta sesingkat itu.
Lagian kenapa coba aku malah mikirin mbak santri yang bawel dan petakilan kayak dia. Dan Apa katanya Heiii ketek kingkong ." Zafran mengikuti gaya bicara Rima.
" Enak aja dia ngatain cowok cakep tiada dua nya ketek kingkong, ck makhluk astral nyasar dipesantren. Memang perlu dirukiah tuh pesantren biar makhluk halus nya pada kawuss." Gerutu Zafran bicara sendiri dibalkon kamar nya.
***Hahahahaha calon bucin tuh Zafran...
💞💞💞* Alhamdulilah
Balik Up lagi nih
Tinggalkan
Vote
Like
Komen kalian ya !!!
__ADS_1
Happy Reading guys**...
Bersambung💞💞💞💞