
1 Bulan telah berlalu, hubungan Aqil dan Bila sudah dipastikan dalam beberapa hari kedepan menuju halal. Sementara Iqbal, ia begitu cepat mempelajari kitab dan bacaan Al-qurannya. Disisi lain, Iqbal begitu gencar berniat mengajak Aqila untuk berta'aruf, ia tak memandang masa lalu yang sempat membuatnya takut untuk menjadikan wanita itu pendamping hidupnya.
Bagaimana dengan Zahra ? Ah ya, Zahra memilih untuk kembali pulang kerumahnya setelah perasaannya ditolak oleh Aqil.
Awalnya Bila merasa tidak tega dengan murungnya Zahra yang selalu menghindarinya.
Namun ia juga tidak bisa memaksa Aqil untuk melepaskannya dan menerima Zahra sebagai bidadari surganya.
...... Dan hari ini, Bila sengaja bermalas-malasan didalam kamarnya. Mengingat para santri tengah libur semester, Bila hanya menghabiskan waktunya dengan berdiam diri dirumah.......
" Bila, gak mau ikut Aqila ?" Tanya Safa menghampiri anak gadisnya yang tengah bergulang-guling diatas ranjang.
" Memang Kila mau kemana Mi ?"
" Kila mau berkunjung kejakarta, Mibumu menelfon Umi, kalau Bila mau ikut cepatlah bersiap...!"
" Ahhhhh mau dong, Bila belum pernah kejakarta. Umi sama Abi gak ikut ?" Tanya Bila.
" Tidak sayang, Mibu masih banyak kajian ditetangga. Titip salam aja ya buat keluarga tante Rima !"
" Oke siap, Umi...."
Bila segera bersiap-siap dengan beberapa bajunya yang ia masukan kedalam tas.
Setelah selesai, Bila menuju rumah sahabatnya sekaligus calon suaminya itu.
" Assalammualaikum...."
" Waalaikumsalam..."
" Mau ikut ?" Tanya Aqil pada Bila.
" Iya dong, takut kak Aqil kecantol Ukhty jakarta."
Bul² dan Kila hanya tersenyum mendengar ucapan Bila. Dasar anak muda, gumam Bul² seraya menggelengkan kepalanya.
" Kita juga pernah muda sayang..." Sahut Farhan yang melihat raut wajah istrinya penuh tanda tanya.
" Iya Bi......jadi inget waktu awal kita menikah."
" Nikah lagi aja yuk !" Ajak Farhan sengaja menggoda istrinya.
" Udah tuwirrrr....." Celetuk Kila.
Jawaban Kila sungguh mengundang kekehan orang yang mendengarnya.
Setelah bersiap, mereka segera masuk kedalam mobil yang akan membawanya sampe tujuan.
" Titip Bila ya Bul...!" Ucap Safa.
" Pasti Saf, dia juga kan calon menantuku..." Jawab Bul² tersenyum menyalami sahabatnya.
" Aasalammualaikum...."
" Waalaikumsalam....hati-hati ya !" Ucap Safa dan juga Rafi.
Mobil itu pun semakin menjauh dari pesantren.
Bila yang tengah membaca Al-quran melalui pinselnya, tiba-tiba saja aktifitasnya terhenti setelah mendapati sebuah pesan.
... Calon Imam...
Makin pinter ya 😍
" Astagfirullah emotnya ." Gumam Bila dalam hati setelah membaca pesan itu.
Ting.....
BidadariQu
Iya dong, emang kak Aqil gak mau kalau Bila makin pinter ?
__ADS_1
Calon Imam
Maulah, pengen cepet dihalalin apa lagi, mau bangettttt
Blussss
Wajah Bila seketika langsung bersemu merah setelah membaca pesan dari calon suaminya.
Calon Imam
Sayang....jangan lama-lama !
BidadariQu
Apanya yang lama ?
Calon Imam
Balesnya lah, emang apa lagi. Hayoooo gak sabar ya....😄😄😄
" Kak Aqil apaan sih, bikin malu aja..." Gerutunya.
" Siapa yang bikin malu ?" tanya Kila yang mendengar gerutu sahabatnya itu.
" Bukan siapa-siapa he he." Jawab Bila terkekeh.
Huh amannnnnnn
Sementara Aqil tengah menahan tawa dan kembali mengetik pesan untuk bidadarinya.
Calon Imam
Beberapa hari lagi, sabar ya !
BidadariQu
Iyah
Akhirnya, kota jakarta yang selama ini belum Bila datangi, kini ia bisa merabanya langsung. Mobilpun telah memasuki gerbang rumah megah yang berlantai 2 itu.
Setelah memarkirkan mobilnya, semuanya pun turun seraya mengucapkan salam saat sudah berada didepan pintu.
" Assalammualaikum..."
" Waalaikumsalam...."
" Ya Allah Bul², kamu apa kabar ?" Tanya Rima pada sahabatnya itu.
" Alhamdulilah kami semua baik Rim."
" Ini.....?
" Ini Bila, anak sahabat kita juga, Safa dan sebentar lagi menjadi menantuku."
" Masya Allah benarkah ?" Tanya Rima yang masih tidak percaya. Bul² pun hanya mengangguk meyakinkan.
Semua terlihat tengah berbincang diruang keluarga.
" Mau kemana kak ?" Tanya Bila yang melihat Aqil beranjak dari duduknya.
" Kesupermarket depan, mau ikut ?" Tawarnya. Namun Bila menggeleng dengan cepat.
Aqil kembali melangkahkan kakinya menuju supermarket yang ada disebrang jalan.
Ia memilih beberapa keperluannya dan memasukannya kedalam kranjang.
" Belanjaan siapa ini ?" Gumamnya seraya mengambil belanjaan yang tergeletak dilantai.
" Apa mungkin mbak itu..?"
" Mbak....mbak..."
__ADS_1
" Iya......"
" Aqil ..."
" Kesya...."
" Kamu apa kabar ?" Tanya Kesya pada Aqil.
" Alhamdulilah baik Sya, kamu sendiri..?"
" Baik juga. Aku kangen sama kamu Qil ." Ucap Kesya lirih.
" Maaf Sya..." Hanya kata itulah yang bisa Aqil ucapkan pada wanita yang tak lain adalah teman satu kampus dengan jurusan yang sama.
Kesya begitu mengagumi Aqil, bahkan dia rela berbuat nekat pada siapapun yang berani mendekati orang yang dicintainya itu, termasuk Zahra. Kesya begitu nekat melakukan bulian habis-habisan pada Zahra karna telah berani mengadu pada Aqil dan Aqil pun selalu berusaha melindunginya. Hal itu membuat Kesya semakin sesak dan semakin nekat. Namun ketika mereka wisuda, semuanya berlalu begitu saja. Bahkan Kesya tidak lagi tau dimana Aqil dan juga Zahra berada.
" Kenapa Qil, apa kurangnya aku ? Aku bisa berhijab jika kamu menginginkannya. Aku bisa melakukan apapun asal kamu mau menerima cintaku Qil."
" Berhijab itu harus murni tulus dari keinginanmu sendiri Sya, bukan karna ingin mendapatkan perhatianku. Masih banyak lelaki yang lebih pantas kamu cinta."
" Tapi aku cuma cinta sama kamu Aqil. Aku tidak mau dengan siapapun selain kamu."
" Maaf Sya, aku tidak bisa. Permisi, Assalammualaikum..."
" Tunggu Aqil......." Teriak Kesya setengah berlari menghampirinya.
Namun tiba-tiba saja, hils yang Kesya pakai ternyata patah sebelah. Hingga membuatnya terjatuh dan Aqil pun dengan sigap menangkap dan menarik tangan Kesya.
Deg......
" Kak Aqil........."
Tanpa disadari, Bila menyusul Aqil kesupermakert setelah 10 menit kepergiannya.
Namun saat sampai disana, hal begitu menyakitkan terpampang jelas terjadi didepan matanya.
Air mata Bila lolos begitu saja setelah melihat orang yang ia cintai itu tengah berpelukan dengan wanita lain.
" Bila....tunggu Bila........." Aqil melepaskan tangan Kesya dan berhari mengejar Bila.
" Sayang tunggu, aku bisa jelasin yang sebenernya. Aku mohon dengarkan aku !"
" Apa lagi kak, apa yang harus kak Aqil jelaskan. Bagi Bila apa yang Bila lihat tadi sudah sangat jelas, Bila mau pulang...."
" Gak boleh, pokonya dengerin penjelasan ku dulu....."
" Minggir, Bila mau pulang....!"
Saat ingin melangkah, dengan cepat Aqil mencekal tangan Bila dan membawanya kedalam pelukannya. Aqil tak mengingat lagi kata dosa telah menyentuh Bila dengan berlebihan, bahkan mereka sudah saling memeluk dengan erat.
" Huaaaaaaa😭😭😭😭 kenapa kak Aqil memeluk Bila....?" Bila tersadar dan langsung melepaskan pelukannya seraya menangis.
" Maaf sayang, kita nikah hari ini juga." Ucap Aqil dengan penuh keyakinan dan bercampur rasa bersalah.
**💕💕💕Tinggalkan
Vote
Like
Komen
kalian ya !!!
Happy Reading**
Bersambung💕💕💕
__ADS_1