
Dua hari berlalu setelah sambangan nya ke pondok milik Kyai Dahlan . Adam bener bener murung , sudah dua hari pula libur mengajar anak anak mengaji .
" Ente kenapa Dam , marad ( Sakit ) ?." Tanya Riki menghampiri Adam yang tengah duduk ditepi ranjangnya . Dan dijawab hanya gelengan kepala .
Hanya satu hari lagi , ia mempunyai kesempatan untuk berfikir . Akan kah menerima perjodohan yang Abah niat kan , atau menolak nya demi sang pujaan hati .
" Cerita Dam , Ana tau Ente sedang ada masalah . Kita kenal bukan sehari dua hari , tapi sudah bertahun tahun . Ana paham , saat Ente ada masalah . Ceritalah !! , Ana siap mendengarkan ." Riki yang tidak tega melihat keadaan sahabat nya itu , berusaha memaksanya untuk cerita . Sebab sudah dua hari semenjak kepulangan sambang nya bersama Abah , sikap Adam terlihat berbeda . Ia lebih banyak murung , diem , dan mengurung dirinya di kamar . Bahkan , panggilan dari beberapa Ustadz dan Ustadzah hingga Abah tidak ia hiraukan .
Adam pun memutar badan nya untuk menghadap Riki . Dengan mata yang sudah berkaca kaca , ia mencoba bercerita tentang apa yang tengah dirasakan .
" Ki...." Adam menjeda kalimat nya . Lalu diangguki oleh Riki yang sudah menatap nya .
" Ana bingung Ki . Saat Abah mengajak Ana sambang ke pondok sahabatnya , ternyata mereka ada niat lain ." Ucap Adam . Namun Riki yang masih belum mengerti , ia hanya diam menunggu Adam melanjutkan lagi cerita nya .
" Abah berniat menjodohkan Ana dengan anak sahabat nya itu Ki . Ana harus bagaimana sekarang ?." Bibir Adam bergetar saat mengatakan nya , dengan air mata yang sudah menetes . Tanda bahwa ia kini tengah berada dititik ter rapuh .
" Astagfirullah . Lalu bagaimana dengan ta'aruf Ente dan Ukhty Audy Dam ?, apa dia sudah tau ?." Tanya Riki yang begitu terkejut mendengar penjelasan Adam . Dilanjutkan dengan gelengan Adam .
" Astagfirullah aladzim ....." Lanjut Riki dengan mengusap wajahnya dan mengela nafas panjang .
" Ana harus gimana Ki , Ana menjanjikan waktu 3 hari untuk berfikir . Dan Ana akan menjawab nya di hari ke 4 . Waktu Ana hanya tinggal besok Ki ." Tutur Adam . Riki yang berusaha menenangkan sahabatnya itu , ia mengelus punggung Adam .
" Apa Ente sudah istiqaroh Dam ?." Tanya Riki dan langsung diangguki oleh Adam .
" Lalu , apa kah sudah ada petunjuk ?."
Diam sejenak , Adam nampak sedang memikirkan sesuatu . " Kemarin malam tidak , tapi malam tadi ..., Ana mendapat gambaran sebuah lukisan bunga dengan tulisan . 'Ana' Antazrik (Aku menunggumu)."
" Itu pertanda Dam . Begini saja , Ana ada solusi . Dihari ke 4 Ente menjawab perjodohan itu , Ente harus sedikit memberi pertanyaan tentang lukisan yang ada di mimpi Ente itu Dam . Jika benar itu adalah lukisan milik anak sahabat nya Abah , maka itu petunjuk yang maha kuasa dan Ente harus menerima perjodohan itu . Dan begitu sebalik nya . " Jelas Riki dan diangguki oleh Adam .
" Syukron Ki , Ente emang sahabat terbaik Ana ." Ucap Adam yang langsung memeluk Riki .
*************************
Di dapur umum , terlihat
Bul² dan kedua sahabat nya tengah membantu Bik Lili memasak untuk para santri .
Rima tengah menggoreng tempe , Safa mengulek sambel , dan Bul² yang sedang mengiris sayuran . Mereka terlihat kompak memasak dengan diwarnai candaan kocak Bik Lili .
" Neng Bul² gak nyamperin pangeran bersarungnya ?, gak kangen Neng ?." Goda Bik Lili . Tersenyum malu Bul² dibalik niqab nya .
" Bik Lili mah , pasti kangen atuh bik . Namanya juga calon suami . Ya gak Bul ?. " Tambah Rima . Bul² semakin salah tingkah , Ia hanya menanggapi nya dengan senyuman .
" Rima kepengen tuh ..., hayooo ngaku ." Sahut Safa .
Dengan kekehan , Rima mengangguk kecil .
__ADS_1
Lagian siapa sih yang gak mau dapet suami kayak babang Adam ?. Kan Author juga mau hi hi hi🤗🤗🤗.
" 🤣🤣🤣 Ha ha , Tuh kan Rima juga mau . Apa lagi aku , mau bangeeetttt ." Ucap Safa lagi .
Dijawab dengan tawaan dari Bul² , Rima , dan Bik Lili . Beberapa menit kemudian , masakan telah matang dan siap disajikan .
Menjelang magrib , Bul² dan kedua sahabat nya menghabiskan waktu di dalam masjid .
Bul² yang melihat kesana kemari , mencari seseorang yang sudah 2 hari ini ia tak melihatnya .
Dia kemana ya ? , udah dua hari gak kelihatan . Nanti aku coba tanya ke temen nya deh , makan malam nanti . Gumam ku dalam hati .
Setelah magriban , Bul² dan kedua temen nya lalaran ke Ustadzah Yasmin seperti biasa .
Hingga menjelang isya , mereka pun masih fokus dengan lalaran nya .
Setelah lalaran selesai , mereka menuju dapur umum untuk mengambil jatah makan malam para santri . Bul² kembali mencari cari seseorang , namun nihil yang ia dapatkan .
Riki yang melihat Bul² mencari seseorang , ia pun tau . Dengan segera ia menghampirinya .
" Assalam mualaikum " Sapa Riki . Seketika Bul² langsung menoleh ke arah orang yang mengucapkan salam dibelakangnya .
" Waalaikumsalam , eh Akhi Riki ." Jawab Ku .
" Na'am , mencari siapa ?." Tanya Riki pura pura tidak tau . Dengan gugup dan malu , Bul² menundukan kepalanya .
" Adam sedang tidak enak badan Ukhty , Dia demam ." Ucap Riki Jujur . Memang setelah obrolan nya dengan Riki siang tadi , Adam mulai merasa tidak enak badan . Kepala yang pusing , badan panas dan lemes .
Riki yang mengetahuinya , segera membawa Adam ke klinik ponpes .
" Apaaaaaaa , sakiiittttt ?." Ucap Bul² yang sedikit berteriak karna terkejut .
Dan langsung diangguki oleh Riki .
" Akhiii ...Ana mohon , bantu Ana untuk menemui Akhi Adam . Plisss , Ana mohon !!." Ucap Ku memohon sambil menitikan air mata .
Sebegitu dalam kah perasaanmu kepada Adam Ukhty ? . Lalu bagaimana jika kau tau Adam akan dijodohkan oleh Abah .
Apa kau akan menentang dunia demi Adam ?.
Ya allah , takdir apa yang kau berikan pada dua insan yang saling cinta ini . Gumam Riki dalam hati .
Riki yang tidak tega melihat Bul² menangis , akhirnya ia setuju untuk membawa Bul² ke kamar Adam . Dengan syarat tidak boleh sendirian . Bul² pun mengajak kedua sahabatnya untuk menemaninya bertemu Adam . Dengan membawa sepiring nasi serta aqua , Bul² begitu tidak sabar untuk menemui calon suaminya yang tengah sakit itu .
" Assalamualaikum " Sapa kami yang masuk kekamar Adam . Dilihatnya Adam tengah berbaring membelakangi mereka .
" Dam , Ukhty Audy ingin bertemu ." Ucap Riki yang menyentuh pundak Adam . Seketika Adam langsung membuka matanya dan berbalik menatap Bul² .
__ADS_1
" Ukhty......" Panggil nya lirih , namun masih terdengar ditelinga Bul² .
Bul² pun mengangguk dan mendekatinya .
" Cepet sembuh Akhi . Ana bawakan makan malam , makan ya !!." Titah Bul² . Namun dijawab dengan gelengan kepala .
" Ana tidak ingin makan Ukhty ..."
" Kapan sembuhnya , jika tidak makan .
Bisa duduk sebentar !!." Titah nya .
Dan diangguki oleh Adam . Kemudian Adam duduk ditepi ranjangnya dibantu Riki .
Dengan jarak satu meter , Bul² pun mendudukkan dirinya di ranjang Adam .
Ia membuka tutup nasi dan menyendoknya , lalu menyodorkan nya kepada Adam .
Ke enam mata yang melihatnya pun begitu tercengang . Begitu juga dengan Adam . Ia tak menyangka jika Bul² akan melakukan hal ini .
Perlahan lahan Adam membuka mulutnya dan menerima suapan dari Bul² dengan perantara sendok yang ditangan nya .
Jika kamu tau Ukhty , apakah kamu akan bersikap manis seperti ini kepada ku ?. Gumam Adam .
Tidak kah kau lihat betapa mereka saling mencintai ? Ya rabb ... jangan biarkan cinta suci mereka musnah karna perjodohan . Bathin Riki .
Masih bisa kah kau tersenyum bahagia saat mengetahui semuanya Bul ? , aku harap kamu kuat menahan dan menghadapi nya nanti . Bathin Safa .
Biarkanlah mereka bersatu hingga keikatan yang halal ya rabb . Aku tidak tega Bul , melihat bahagiamu ini akan tergantikan oleh air mata . Gumam Rima dalam hati .
***Part terpanjang guys....
Kriting kriting nih jempol .
Tapi tetep semangat dong , demi kalian pembaca setia ku .
💞💞💞💞 Tinggalkan
Vote
Like
Komen nya ya !!!
Happy Reading guys .
Bersambung 💞💞💞💞💞***.
__ADS_1