Bidadari Sang Gus

Bidadari Sang Gus
Extra part 20


__ADS_3

4 Hari berlalu, keluarga dari pesantren pun telah kembali keperaduannya.


Saat ini, setelah Bila dinyatakan sah menjadi istri dari seorang Aqil Maulana, ia pun memutuskan untuk ikut kemana suaminya pergi. Dengan arti, mulai sekarang ia akan tinggal bersama dengan keluarga suaminya.


" Istirahat ya sayang, pasti capek !" Ucap Aqil mengelus rambut indah istrinya. Tanpa menjawab, Bila pun hanya mengangguk setuju.


Setelah sang istri terlelap dalam tidurnya, Aqil segera membersihkan diri dan menemui sang Ayah.


" Yah, boleh Aqil bicara sesuatu ?" Tanya Aqil yang sudah duduk disamping Ayahnya.


" Boleh, mau bicara apa Qil ?"


" Aqil sudah menikah Yah, tidak mungkin selamanya Aqil akan tinggal bersama kalian."


" Yahbi paham nak, lalu rencanamu bagaimana ?"


" Aqil mau menempati rumah yang didekat gudang asrama yah." Farhan pun terlihat mengangguk-anggukan kepalanya tanda setuju.


Setelah berbincang dengan ayahnya, Aqil pun segera istirahat menyusul istrinya yang sedari tadi sudah tertidur pulas.


...... Berbeda dengan Kila yang terlihat tengah berjalan-jalan santai keliling asrama.......


Tiba-tiba saja,


Brukkkk


" Astagfirullah, maaf. Kamu tidak apa-apa ?" Tanya Kila seraya membantu Safira berdiri.


" Tidak apa-apa kak, maaf tadi Fira jalan kurang hati-hati." Ucap Fira merasa bersalah.


" Bukan salahmu, ini juga salahku. Kamu adiknya Mas iqbal kan ?"


Sontak ucapan Kila membuat Safira sedikit terkejut, pasalnya tidak ada wanita yang sedekat itu dengan kakaknya hingga memanggilnya dengan sebutan Mas.


" I-iya kak, kaka sendiri siapa ?"


" Salam kenal, aku Aqila. Teman kakakmu." Kika mengulurkan tangannya pada Fira.


" Aku Safira kak." Jawab Fira tersenyum dan membalas uluran tangan Kila.


" Oh ya Fira dari mana ?" Tanya Kila.


" Fira habis cari makan kak, kasihan Bang Iqbal belum makan. Karna pesantren lagi libur, Bik Lilikan gak masak." Jelas Fira dan Kila pun mengangguk.


" Terus dapet ?"


" Dapet kak, mie sama telor." Kila pun mengangguk kembali.


Hatinya sedikit tersentuh, untuk membantu Iqbal serta adiknya itu.


" Fira ikut kakak yuk ?"


" Kemana kak ?" Tanya Fira penasaran.


" Udah ikut aja !"


Fira pun setuju, ia mengikuti langkah Aqila kemana ia akan membawanya pergi.

__ADS_1


Ternyata Kila mengajak Safira untuk pulang kerumahnya.


" Ini rumah siapa kak ?"


" Ini rumahku, yuk masuk !" Ajak Kila.


Kila mengajak Safira untuk pergi kedapur. Beruntungnya, makanan yang ia beli selama diperjalanan tadi sore masih banyak. Dan Kila berniat untuk membaginya dengan Safira juga kakaknya.


Kila memasukan nasi serta lauknya kedalam rantang. Tak lupa ia pun membagi oleh-oleh yang belum sempat ia bagikan untuk para asatidz dan beberapa santri yang masih berada dipesantren.


" Ini untukmu dan kakakmu, oleh-oleh kami dari jakarta." Ucap Kila tersenyum seraya memberikan rantang itu pada Fira.


" Wah, terima kasih banyak ya kak. Bang Iqbal pasti seneng deh." Ucap Safira tersenyum girang.



" Selamat makan !"


" Iya kak, sekali lagi terima kasih ya makanannya. Kalau gitu Fira pamit kak, Asalammualaikum."


" Waalaikumsalam."


Safira melangkahkan kakinya keluar dari rumah Kila. Namun saat ia sudah ingin menjauh dari rumahnya, tiba-tiba saja langkahnya terhenti.


" Firaaaaaa tungguuu...!"


Kila berlari kecil menghampiri Safira.


" Kenapa kak ?"


" Nitip ini ya, untuk kakakmu !" Ucapnya sedikit malu.


" Siap kak, Fira pulang ya. Asalammualikum."


" Waalaikumsalm..."


Entah apa yang terjadi dengan Aqila, apa ia rindu dengan sosok Iqbal ?


Apa selama 4 hari tak bertemu dengannya membuat seorang Aqila Audya terusik ?


Ide dari mana ia memberikan secarik kertas putih terlipat rapi untuk Iqbal.


" Asalammualaikum bang."


" Waalaikumsalam, kok lama dek ?"


" Laper ya ?"


" Gak juga sih. Abang cuma khawatir kamu kenapa-napa."


" Ini ada titipan untuk Abang." Kila memberikan apa yang Kila titipkan padanya.


" Dari siapa ?"


" Baca aja Bang !" Jawab Safira dengan tersenyum seraya menyiapkan makan malam untuk kakaknya.


Iqbal yang begitu penasaran dengan isi kertas itu, ia segera membuka dan membacanya dalam hati.

__ADS_1


***Assalammualaikum


Mas apa kabar ?


Aku memberikan oleh-oleh untukmu dan juga untuk Fira.


Jangan lupa dimakan ya !!🤗🤗


Selamat menikmati !


Wasalammualaikum***


Singkat, tapi cukup membuat Iqbal tak dapat menghentikan senyumannya.


" Ehemmm, katanya laper. Makan gih !" Ucap Fira yang sudah siap dengan makan malamnya.


" Kenapa mendadak kenyang ya...?" Gumam Iqbal lirih namun masih terdengar ditelinga adiknya.


" Elehhhh, Mucin..."


" Apa tuh ?"


" Mulai bucin 🤣🤣🤣."


" Adik laknat..." Gerutu Iqbal seraya menyuapkan makanan kedalam mulutnya.


" Bang....."


" Hem..."


" Fira rasa, Fira tau deh wanita mana yang harus Abang nikahi nanti."


" Siapa ?"


" Kak Kila...."


Uhuk uhuk uhuk.....


Perkataan Adiknya itu sontak membuat Iqbal tersedak.


" Hati-hati dong bang !" Firaa memberikan segelas air untuk kakaknya.


" Gak mungkinlah Dek, dia itu anak ustadz. Sedangkan Abang, nyantri disini aja baru sebulan."


" Tapi bukan hal yang mustahil untuk diperjuangkan bang ? Kak Kila itu baik, shalehah dan meskipun wajahnya tertutup, tapi Fira yakin kok, pasti wajahnya itu sangat cantik." Ucap Fira tersenyum.


Benar, aku pun yakin kalau wajah Kila sangat cantik seperti akhlaknya.


Tapi apa ia mau menikah denganku yang penuh kekurangan ini ? Gumam Iqbal bertanya dalam hati.


**💕💕💕Tinggalkan


Vote


Like


Komen kalian ya !!!

__ADS_1


Happy Reading guyss**


Bersambung💕💕💕


__ADS_2