
Tidak ada hal yang paling membuatku geram selain seorang Iqbal, entah kenapa makhluk yang satu itu paling bisa membuatku naik darah.
...Ah ya, sebenernya aku agak risih sih, pergi kemana pun selalu saja menjadi pusat perhatian. Apa karna aku cantik ? Ah tidak, aku memakai niqab, mana mungkin orang lain tau kecantikan ku. Huaaaaaa Kilaaaa kau pd tingkat RT 🤣🤣🤣....
...Apa orang lain heran jika aku memakai Niqab, apa lagi pakaian yang serba hitam, mungkin dikira ninja kali ya 🤣🤣🤣....
...Pertama kalinya aku pergi kepasar, sungguh yaaaaaa kejadian diluar nalar terpampang jelas didepan mata ku. Seorang nenek kecopetan, dan kalian tau siapa yang nyopetttttt ? Itu tuh, si makhluk astral Iqbal....
0Saat aku berhasil melumpuhkan, ciaelaaah melumpuhkan katanya. Gak lah ya, maksudnya berhasil menangkap tu copet dengan srampangan kayu....Hah apa itu srampangan, transit google ya 🤣🤣 !!
...Dia bilang dengan memelas " Mbak saya mohon jangan hakimi saya, saya terpaksa mbak dan janji gak akan nyopettt lagi..."...
Ck, dia pikir aku mbaknya. Sungguh ya saat itu aku sudah naik pitam untuk menghakiminya, tapi lihat dia memelas gitu, aduhhhhh gak jadi mak.....bukannya gak tega tapi.....huaaaaaaaaaaaaaaaa Kila gak berani 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣.
Dan hal yang paling membuat geram, dia berani memegang tangan ku. Huaaaaa Kila gak suci lagi, gimana dong cara ngembaliinnya ?
Mibu juga, kenapa sih dalam suatu hal yang berurusan dengan tu mahkluk harus bawa-bawa Kila.
Dan apa katanya ." Namun juga menguntung !"
Ck, merepotkan kok dibilang menguntungkan.
" Tidak perlu susah payah mencari jodoh..."
Dihhhh semoga aja gak berjodoh, halunya tinggi amat bang.....
Mulut lemes gak tau diuntung juga, ngapain lagi make manggilnya kak. Haissss dia pasti besar kepala.
" Karna aku adalah jodohmu ....!"
Ngarep bnaget jadi jodohku, gak mau yaaaa nikah sama mahkluk astral. Nanti bisa - bisa keturunanku rombongan dedemit.
Pov End
***
...^^^ Kila tak mampu berkata-kata setelah mendengar apa yang Iqbal ucapkan. Dalam benaknya selalu bertanya, kenapa bisa ? ^^^...
Kila terdiam dan terus menunduk, entah apa yang ia pikirkan hingga berdiam lama tanpa bicara.
" Aqila........." Panggil Iqbal.
" Ehhh, i-iya...."
" Iya apa ?"
" Aissss, sudahlah. Assalammmualaikum..."
" Waalaikumsalam..." Jawab Iqbal seraya terkekeh.
" Dia pikir dia siapa memerintahku memanggilnya mas.....?" Gerutu Kila sepanjang perjalanan pulang.
Kila yang terlihat kesal pada Iqbal, kini berbeda dengan Akil dan Bila. Mereka tampak tengah mengulas senyumnya masing-masing seraya menutup malu karna berhasil mengungkapkan sebuah rasa yang tersimpan dalam hatinya.
Pukul 9 malam, Aqil memutuskan untuk pulang kerumahnya. Tak lupa ia juga mengatakan pada bila, bahwa besok malam ia punya kejutan yang tak pernah terduga untuknya. Tentu saja perkataan yang sangat rahasia itu, selalu Bila pikirkan. Rasa penasarannya kian membuncah dalam benaknya, kebahagian yang hari ini berpihak padanya pun selalu ia nantikan selama 5 tahun lamanya.
Aqil berjalan seraya tersenyum, hingga ia tak sadar jika sepasang mata tengah memperhatikan dengan tatapan yang penuh dengan seribu pertanyaan.
__ADS_1
...' Ternyata bukan aku .......'...
Tok
Tok
Tok
" Assalammualaikum...."
" Waalaikumsalam. Udah kak ?" Tanya Bul² pada anaknya.
" Sudah Bu..." Jawab Aqil seraya tersenyum.
" Ehemmm, Mibu rasa senyummu hari ini berbeda kak..."
" Tidak Bu, masih sama...."
" Yakin.....?" Tanya Bul² dengan nada meledek.
" Yakin Bu, Aqil kekamar dulu...!"
" Iya sayang....." Jawab Bul² tersenyum seraya menggelengkan kepalanya.
' Semoga kebahagian selalu kau limpahkan untuk keluarga kecilku ini ya Allah...Amiin...' Gumam Bul² dalam hati seraya menatap punggung Aqil yang semakin jauh.
Diasrama puteri tepatnya dikamar B1, Zahra terlihat tengah merenung ditepi ranjangnya.
" Apa aku salah jika aku memperjuangkan rasaku ini ? Aku menyukaimu Aqil, sewaktu pertama kali kau menolongku. Tapi disaat aku ikut kepesantren ini, ternyata ada yang lebih menyukaimu dari pada aku. Dan terlihat jelas dimatamu, kau pun sama menyukainya.." Ucap Zahra lirih.
Zahra terus saja memikirkan apa yang ia rasa, bagaimana tidak, orangtuanya yang selalu mengatasnamakan cemohan tetangga membuatnya begitu bertekuk lutut untuk tidak berbuat apa-apa.
Namun cinta yang telah hadir dihatinya, membuatnya semakin sesak, membuatnya semakin tak berdaya dan bisa saja karna hal itu Zahra memilih berbuat nekat.
Apapun demi obsesi, seseorang bisa melerakan rasa malu dan kehormatannya.
Zahra masih tak bergeming dari duduknya, ketukan pintu membuatnya segera beranjak dari ranjang.
" Assalammaulaikum..."
" Waalaikumsalam. Gak jadi tidur dirumah ?" Tanya Zahra pada Bila.
" Gak Ra...." Jawab Bila tersenyum dan melenggang menuju ranjangnya.
" Bil, boleh tanya sesuatu ?"
" Iya boleh, mau tanya apa ?"
" Apa kamu suka sama Aqil ?"
Bila terdiam sejenak memikirkan sesuatu. Kemudian....
" Kalau boleh jujur iya Ra, aku mengagumi kak Aqil dari 5 tahun yang lalu. Ketampanannya, kesholehannya, kepintarannya dan segala tentang kak Aqil aku mengagumi..." Jawab Bila seraya tersenyum mengingat betapa bodohnya ia 5 tahun lalu yang tanpa malu selalu mengejar lawan jenis yang bukan makhromnya.
Deg.....
...... Jantung Zahra bergemuruh menahan sesak dalam dadanya......
__ADS_1
Cemburu, tentu saja. Bila lebih lama memendam cintanya untuk Aqil dari pada dirinya, itu artinya Bila lebih banyak mengetahui tentang Aqil dan lebih banyak berbicara cinta pada Aqil. Sementara dirinya, hanya beberapa kali ditolong Aqil dari bulyan teman dikampusnya. Tidak memiliki kenangan manis apapun, apa lagi ungkapan rasa.
" Apa Aqil juga mencintaimu.....?" Tanya Zahra lagi mencoba menahan cemburunya.
' Sebaiknya aku tidak mengatakan hal ini pada Zahra....Biarlah dia mengetahuinya sendiri jika waktu itu telah tiba ' Gumam Bila dalam hati.
" Entahlah, aku juga tidak tau Ra. Tapi mungkin juga iya kan....."
" Tidak boleh.....!!" Jawab Zahra cepat.
" Maksudnya ?"
" Eh maksudku, tidak boleh terlalu berharap. Iyakan, kalau tidak sesuai harapan bukankah itu menyakitkan..?" Tanpa berbicara, Bila hanya mengangguk-angguk setuju.
' Aku tidak bisa melihat kalian bahagia sementara diriku harus menahan sesaknya cemburu. Setidaknya biarkan aku berjuang demi cintamu, Aqil ' Gumam Zahra dalam hati.
Keduanya saling diam tanpa bicara, 5 menit 10 menit dan.....
" Bila......." Panggil Zahra.
" Ya kenapa...?" Tanya Bila menoleh kearahnya seraya meminta jawaban.
" Kita teman kan Bil ?" Bila pun langsung mengangguk.
" Apa seorang teman boleh meminta sesuatu ?"
" Selagi aku bisa, itu pasti Zahra..." Jawab Bila tersenyum menghampiri Zahra seraya mengelus pundaknya.
" Seorang teman meminta padamu Bila....
Lupakan Aqil !!!!!!!"
Deg.........
💕💕***Maafkan Author yang baru up, kemarin bener-bener sibuk sampe gak pegang hp seharian.
Ada sih waktu luang beberapa jam, cuma saking cuapeknya, sampe gak bisa mikir buat nulis, jadi ketiduran juga....
Semalem Droppp sekitar jam 11an, dibawa kebidan dan ini baru pulang.
Author sempetin nulis demi kalian....
Do'akan saja semoga Author cepet sembuh, dan kedepannya sehat selalu, murah rezeki biar bisa beli Kouta 🤣🤣🤣.
Tetep setia baca ya !!!!!
Tinggalkan
Vote
Like
Komen kalian
Happy Reading guys
Bersambung💕💕💕***
__ADS_1