
"Apaaaaaaaaaaaaaa" Teriak semua orang terkejut.
"Iqbal, lalu bagaimana dengan Jihan ?" Tanya Rima sedikit emosi.
"Biar saya yang akan menjelaskan pada Jihan Buk. Tapi sebelum itu, tolong restuilah kami untuk menikah hari ini juga !" Pintanya.
"Mas, apa kamu sudah tidak waras hah ? Kamu itu mau nikahnya sama Jihan Mas bukan sama aku," Berontak Kila.
"Iya Kila, sudah cukup mas ngerasain sakit jauh dari kamu selama 6 bulan ini. Sekarang tidak lagi, Mas tidak perduli apapun kata orang, termasuk keluargamu !" Jelas Iqbal penuh tekad.
"Baiklah, kami merestui kalian," Sahut Farhan akhirnya.
"Bi, tapi Jihan bagaimana Bi ?" Tanya Bul² khawatir.
" Bang........" Bul² mendekati Zafran meminta solusi.
"Sudahlah Dek, terima saja. Kalaupun Iqbal menikah dengan Jihan, Jihan tidak akan bahagia Dek," Ucap Zafran memberi keputusan.
"Apa Abang yakin ?" Tanya Bul² sekali lagi.
"Iya Abang yakin !" Jawabnya mantap.
"Baiklah Iqbal, saya merestui kalian."
"Alhmdulilah."
Iqbal dan Kila melangsungkan Akad nikahnya dimasjid, dan Farhan sendirilah yang menikahkan mereka.
" Saaaaaaahhhhhhhhhhh"
Kata itu terucap begitu saja dari bibir setiap saksi. Qila sebenernya bahagia, namun ada satu pikirannya yang masih mengkhawatirkan. Jihan, sepupunya itulah yang tengah Ia pikirkan.
'Bagaimana kalau Jihan kecewa' Gumamnya bertanya dalam hati.
Dimasjid besar bernuansa hijau lumut, Qila duduk berdampingan dengan seseorang yang kini sudah sah menjadi suaminya.
__ADS_1
" Aku datang mengobati luka hatimu Aqila Audya. Anna Uhibuuka fillah ya zaujati." Ucapnya seraya memasangkan cincin dijari manis istrinya itu.
Cincin yang sama persis dengan cincin yang pernah ia sentuh. Dengan kilauan berlian yang ada di dicincin itu begitu membuat Aqila terkagum-kagum.
"Ma-mas i-ini...."
"Iya dek, kamu inget gak dulu waktu kalian bertiga ditoko perhiasan ?" Tanya Iqbal.
Kila hanya mengangguk sebagai jawaban Iya.
"Mas tau dek, kamu sangat suka dengan cincin yang dulu pernah kamu sentuh. Mas menabung selama 4 bulan gaji Mas, untuk bisa membelikanmu ini, Mas gak perduli dengan hutang yang sebenernya harus Mas cicil pada pak Zafran." Iqbal menjelaskan secara rinci.
Bagaimana reaksi Bul² dan Rima ?
Dia sudah mewek ala emak-emak seraya berpelukan. Begitu cintanya seorang rejal yang satu ini pada AQILA, bahkan ia tau apa yang Kila mau dan tidak ia mau.
Farhan hanya bisa menatap Iqbal dengan perasaan yang amat bersalah. Andai 6 bulan lalu aku langsung merestui mereka, mungkin saat ini puteriku tengah hamil. Maafkan Yahbi Kila, Iqbal semoga kalian selalu bahagia hingga kejannah-NYA, amiin. Gumam Farhan dalam hati yang tanpa sadar ia pun ikut menitikan air matanya.
'Ya allah, apa inikah arti mimpiku waktu itu...?
3 Jam telah berlalu, kini mereka semua tengah berkumpul dirumah Zafran. Entah kenapa Rima sedari tadi merasakan hal yang begitu membuatnya gelisah.
"Kenapa Rim ?" Tanya Bul² yang menyadari kegelisahan sahabatnya itu.
"Aku kepikiran Jihan terus Bul, mas coba deh telfon Jihan ! Apa dia sudah mulai perjalanan ?" Pintanya.
" Iya tunggu sebentar !" Zafran mengambil ponsel yang tak jauh dari tempat ia duduk. Kemudian ia pun mencoba menelfon Jihan berkali-kali, namun no yang ia telfon selalu diluar jangkauan.
"Gak aktif dek.."
" Astagfirullah, terus gimana Mas ? Perasaanku tiba-tiba gak enak."
"Istigfar Rim, doakan aja semoga Jihan selamat sampe rumah !" Bul² berusaha menenangkan sahabat sekaligus kakak iparnya itu.
Tak lama kemudian, suara telfon rumah pun berdering.
__ADS_1
"Biar aku aja mas yang angkat," Ucap Rima.
Zafran pun mengangguk menurutinya.
"Hallo Assalammualaikum..."
"(........)"
"Iya betul pak, ada apa ya ?"
"(........)"
"Astagfirulah......"
Brukkkkkkkkkk
"Astagfirullah, Rima........" Teriak Bul² dan Zafran pun meloncat lari menghampiri istrinya yang tiba-tiba pingsan.
Afwan jika upnya dikit....
Author beberapa hari ini
Lagi sibuk.... harap dimaklum
💕💕💕Tinggalkan
Vote
Like
Komen kalian ya !!!
Happy reading guys
Bersambung💕💕💕
__ADS_1