Bidadari Sang Gus

Bidadari Sang Gus
Kue Kutu punya Ayu


__ADS_3

Aisya menghentakkan kakinya kesal mengingat sikap Rasya dua hari ini padanya. Bagaimana tidak ? Kemarin dengan berani ia menciumnya tiba-tiba, dan hari pertamanya di pesantren malah disuguhkan pemandangan haram yang sama sekali tidak seharusnya ia lihat.


Dan si pelaku hanya bilang, "Maaf aku memang sengaja"


Ya Tuhan, terkhusus untuk dia harus di beri gelar Si Cabul.


"Umi kenapa ?" Tanya Aishi merasa heran melihat uminya yang sedari tadi jalan dengan menghentakkan kakinya.


"Eh, gak papa sayang," jawab Aisya menunjukan senyum terpaksanya di depan Aishi.


Ini semua karna abimu ! Harus kuralat lagi ucapanku kemarin, sangat tidak beruntung wanita yang memiliki suami cabul seperti pak Rasya. Gerutunya kesal.


"Abi ganteng kan, Mi ?"


"Iya ganteng. Eh, gak ! Abi kamu itu biasa aja," jawaban Aisya sontak membuat anak kecil itu terkekeh.


Mereka terus saja berjalan menuju sekolah Aishi. Meskipun Aisya masih kesal dengan Rasya, tapi bukan berarti ia akan membuat Aishi kecewa. Anak manis ini begitu imut dan lucu, meskipun sedikit bawel, tapi dia sangat menggemaskan.


Hingga akhirnya mereka pun sampai di sekolah Aishi.


Diam-diam ada seseorang yang memperhatikan mereka dengan sangat intens dari kejauhan.


"Apa kamu akan melupakan tante, Ici ?" Gumamnya.


Ya, dia adalah Zahra. Seseorang yang memang sangat dekat dengan Aishi sedari Aishi masih bayi. Tak jarang yang mengatakan kedekatan mereka itu sangatlah cocok layaknya ibu dan anak kandung.


Karna hal inilah pula, kedua orang tua Rasya selalu menginginkan Zahra menjadi menantu pengganti Aisya.


Tetapi sayangnya Rasya selalu menolak hal itu, ia beranggapan bahwa Aisya masih hidup dan sampai kapan pun ia tidak akan pernah mengkhianati cintanya. Apa lagi sampai mengganti posisi Aisya di hatinya, Rasya berjanji mutlak tetap mempertahankan ikrar cinta pada sang istri.


"Ici tunggu disini sebentar, jangan kemana-mana oke !" Pinta Aisya pada Ici.


"Umi mau kemana ?"


"Sebentar saja, umi mau ambil sesuatu," jawab Aisya seraya mengelus pucuk kepala Aishi.


Aishi mengangguk, dengan syarat uminya tidak boleh pergi lama-lama.


Aisya pergi meninggal Aishi di depan kelasnya. Beberapa saat setelah ia pergi, datanglah Zahra menghampiri Aishi dengan membawa bekal kesukaannya.


"Asalammualaikum anak cantik," sapanya.


"Waalaikumsalam tante Zahra."


"Tante kesini ?" Tanya Aishi.

__ADS_1


Zahra mengangguk, ia memperlihatkan tangannya yang sedari tadi ia sembunyikan di belakang.


"Tara, tante bawain bekal kesukaan Ici," ucapnya seraya memberikan bekal itu.


"Wah, terima kasih tante Zahra. Ici rindu masakan tante Zahra," ucapnya dengan antusias.


"Benarkah ? Kalau gitu habisin dong !"


"Siap, nanti Ici bakalan makan sampe habis," jawab Aishi dengan senyum.


"Kalau gitu tante pamit ya, tante ada kerjaan," Ucap Zahra langsung mendapat anggukan dari Aishi.


"Asalammualaikum."


"Waalaikumsalam wr wb."


Zahra pun pergi, kini giliran Aisya yang datang dengan sekotak kue yang baru saja ia beli di dekat sekolah Aishi.


"Lama ya ?"


Aishi menggeleng,"Umi dari mana ?"


"Umi beli ini sayang, ini enak loh, umi juga suka," jawabnya memperlihatkan sekotak kue putu ayu.


Aisya melirik bekal makanan yang ada di tangan Aishi.


Aishi menggeleng,"Ini dari tante Zahra, umi. Sebelum umi pulang Ici selalu diantar sekolah sama tante Zahra. Dan selalu di kasih bekal makanan ke sukaan Ici," jawabnya.


Hati Aisya merasa tercubit di kala anak kecil ini mengatakan tentang Zahra yang selalu ada di saat ia membutuhkannya. Apa aku cemburu ?


"Tapi kan sekarang umi udah pulang, Ici hanya butuh umi. Bukan yang lainnya," lanjut Aishi lagi.


Aisya tersenyum, ia meraih tubuh Aishi dan membawanya kedalam pelukan. Matanya berair merasa sangat terharu dengan setiap kalimat yang terucap dari anak berumur 6 tahun ini.


Keduanya di kejutkan dengan suara yang cempreng membahana, siapa lagi kalau bukan Ara si anak crewet bin nyebelin tapi lemot.


"Waalaikumsalam."


Ara yang datang bersama dengan bundanya seketika terkejut dengan adanya Aishi bersama seorang wanita bercadar. Karna yang mereka tahu, setiap harinya Aishi selalu diantar jemput oleh Zahra.


"A-aisya," ucap Kia lirih kemudian berhambur memeluk sahabatnya itu.


"Maaf mungkin kamu salah orang saya bukan Aisya, tapi Isya," jawab Aisya membuat Kia melepaskan pelukannya.


"Kalau bukan Aisya kenapa kalian bersama ? Maksudku, Aishi adalah keponakan ku, kenapa kalian bisa bersama ?" Tanya Kia.

__ADS_1


Aisya sedikit memajukan wajahnya ia pun sedikit berbisik supaya Aishi tidak mendengar apa yang ia katakan. Bukan karna apa, ia takut Aishi merasa kecewa jika sampai ia tahu kenyataannya.


"Saya bekerja dengan pak Rasya untuk mengasuh putrinya," Bisik Aisya di telinga Kia.


Kia mengangguk mengerti. Lagi pula mana mungkin Aisya masih hidup, bukankah ia menyaksikan sendiri pemakaman Aisya dulu ?


"Itu apa Ci ?" Tanya Ara pada sepupunya.


"Oh, kata umi ini kue putu ayu. Mau ? Enak loh," ucap Ici menawarkan kue di tangannya.


"Astagfirullah, umi kamu ngambil kutu punyanya ayu, Ci ? Itu namanya nyolong Ci, gak baik kata bunda," jawab Ara.


"Kue putu, Ara. Bukan kutu !" sahut Aishi membenarkan.


"Iya kue putu punyanya ayu kan ? Nah umi kamu itu udah dosa Ici, karna udah ngambil kue putunya ayu," jawab Ara.


"Astagfirullahaladzhim. Bunda Kia, ini anak bunda ?" Tanya Aishi.


"Bukan, itu anak ayah Arkan," jawab Kia sekenanya. Ia pun sudah merasa jengah menghadapi sikap anaknya yang menurutnya sangat tidak umum.


Aisya sendiri sedari tadi tengah menahan tawa melihat tingkah dua bocah yang sangat menggemaskan itu, terlebih lagi anaknya Kia, sungguh anak terpenomenal seantrea pesantren.


"Bagi dong kue kutunya ! Gak papa deh nanti kalau ketemu sama ayu biar Ara yang minta izin," ucapnya.


"Ara sayang, kue putu ayu nak, bukan kutunya ayu," ucap Kia berusaha meluruskan.


"Bunda itu salah, ini kue putu ayu, bukan kutunya ayu," jawab Ara.


"Lah, kan bunda barusan bilang gitu."


"Gak, tadi bunda bilang kue kutunya ayu."


"Ara....."


"Apa ?"


"Sabodo theing !" Ucap Kia jengah.


🤣🤣🤣🤣🤣


**Yang gak ketawa, gak normal !!!


Happy Reading guys


Vote nya yak jangan lupa !

__ADS_1


TBC**


__ADS_2