Bidadari Sang Gus

Bidadari Sang Gus
Satu syarat


__ADS_3

Masih dengan Adam dan Bul² yang duduk menghadap sungai. Hamparan bunga teratai menjadi saksi bisu pertikaian dua insan yang saling cinta, namun dipaksa berpisah oleh takdir. Ke tiga manusia yang berada disana hanya diam dengan pikiran masing masing. Berbeda dengan


Adam yang belum mendapat maaf dari pujaan hati nya, tak henti hentinya menjelaskan pokok permasalahan.


" Ana harus bagaimana sekarang Ukhty. Tidak bisakah Ukhty memaafkan Ana?." Ucap Adam yang terus memandangi Bul². Zina mata untuk saat ini lewattttttttttt ae pokok nya he he .


" Entahlah Akhi, Ana hanya tak habis fikir dengan Abah. Abah adalah sahabat Ayah, tapi kenapa beliau tega kepada anak sahabatnya itu hiks hiks. Hati Ana sakiiitttttt Akhiiiiii, tidak bisakah Akhi berfikir ulang ?." Tanya Bul² disela sela tangisannya.


Dengan pandangan yang kosong Adam menatap pujaan hatinya itu. Bagaimana bisa membuatnya lebih mengerti akan posisi sulitnya saat ini.


Sahabat Bul² yang sedikit menjauh darinya, kini menghampiri Bul² dan Adam. Melihat Adam yang frustasi bagaimana cara membuat Bul² mengerti mereka memutuskan untuk memberi pengertian kepada Bul².


" Bul....coba untuk memahami dari sisi Adam.


Aku tau kalian itu saling mencintai, tapi jika dikaitkan pilihan antara cinta dan orang tua , semua orang pun akan sulit memilih salah satunya Bul. Termasuk kamu juga seandainya yang ada diposisi Adam , bagaimana caramu menyelesaikan masalah ini. Kalian berdua adalah korban , sama sama tersakiti , sama sama terluka. Tapi sekali lagi , bisa kah kamu menentang orangtua mu yang menjadi penyelamat hidupmu hanya demi cinta ?." Tanya Safa kepada Bul². Namun sang empunya hanya terdiam , berusaha mencerna kembali apa yang diucapkan Safa.


" Ukhty....apa kau percaya takdir ?." Tanya Adam.


Kemudian Bul² pun mengangguk.


" Jika percaya , yakinlah semuanya karna allah, kembalikan semuanya hanya kepadanya.


Cinta tak harus memiliki Ukhty....., Ana memiliki rasa yang tulus. Jika kita ditakdirkan bersama , maka Allah akan mempersatukan kita dengan caranya. Ana mohon ! untuk saat ini biarlah Ana membalas budi kepada Abah !." Ucap Adam.


Bul² yang tersadar jika dirinya terlewat batas, ia pun melirik kearah Adam. Pandangan mereka saling bertemu , matanya memperlihatkan cinta dan kerapuhan dari masing masing.


" Maafkan Ana yang tidak memahami mu Akhi. Jika itu yang terbaik , Insya allah Ana ikhlassssss. Semoga bahagia selalu dengan pilihanmu , kalau gitu Ana permisi. Assalamulaikum ." Bul² pun pergi kembali kepondok dan disusul oleh kedua sahabatnya.


" Waalaikumsalam.." Jawabnya lirih.


Adam yang sendirian ditepi sungai , ia hanya meratapi keputusan nya itu. Air mata yang sedari kemarin ia tahan , akhirnya tumpah juga.


Ya allah...kenapa kau memberiku jalan seperti ini. Apakah ini caramu untuk membuat umatmu bahagia? tetapi aku tidak bahagia dengan caramu ini. Aku rapuh tak bisa berbuat apa apa selain melepas nya. Ikhlas....akan ku coba untuk ikhlas demi Abah.

__ADS_1


Ukhty ...aku berjanji , tidak akan menikah sebelum ada seseorang yang tulus untuk meminangmu. Gumam Adam lirih.


Dengan langkah gontai, Adam kembali ke rumah Abah Zaki untuk menentukan keputusan yang sebenernya.


" Assalamualaikum...." Salam Adam.


" Waalaikum salam wr wb ..." Jawab mereka serempak .


Adam kembali mendudukkan dirinya tepat dihadapan Abah Zaki dan Kyai Dahlan.


" Sudah selesai Nak , apa perlu Abah bantu...?." Tanya Abah dan Adam pun langsung menggeleng.


" Sekarang kami semua tidak akan memaksamu Dam. Jika kalian saling mencintai maka kejarlah !." Abah Zaki yang tidak tega dengan Adam akhirnya mengalah.


Ada rasa bahagia dihati Adam jika Abah memintak untuk mengejar cintanya itu.


Namun Adam telah berfikir berulang ulang , antara nasehat Riki , petunjuk mimpi , dan demi Abah Zaki. Maka itu, kini ia tetap pada keputusannya untuk menerima perjodohan.


Aisyah yang awalnya bahagia mendengar penuturan Abah Zaki, kini merasakan lemas kembali saat Adam menjawabnya.


Harapan nya untuk hidup bersama dengan orang yang dicintai musnah seketika.


" Alhamdulilah, lalu kapan akan mengkhitbah secara resmi Nak?." Tanya Kyai Dahlan .


" Insya allah lusa Ana akan mengkhitbah Ning Aisyah secara resmi. Tapi untuk itu Ana menginginkan satu syarat." Ucap Adam.


" Apa pun itu , insya allah akan kami penuhi selagi bisa Dam." Jawab Abah dan disusul anggukan Kyai Dahlan.


Umi Imah dan Umi Siti, ia tak bisa berbuat apapun selain menuruti keinginan para suaminya. Namun naluri seorang ibu, ikut merasakan disaat anak nya tengah bimbang dan terluka. Umi Siti yang setia duduk disamping anaknya itu, sesekali mengusap kepala Aisyah, memberi ketabahan akan keputusan Abinya.


" Adam mau jujur kepada semuanya. Ukhty yang tadi adalah Bulan Audya, wanita yang Ana cintai. Bahkan Ana telah mengajaknya untuk ta'aruf dan ia pun menerima nya. Karna sekarang semuanya terlambat untuk Ana mengatakan ini ke Abah Zaki, Ana lebih memilih untuk melepaskannya dan menerima perjodohan ini.


Tapi dengan satu syarat. Ana tidak akan menikahi Ning Aisyah sebelum ada laki laki shaleh yang meminang Ukhty Audy. Apa Abah Zaki dan Abah Dahlan keberatan ?." Tanya Adam tegas.

__ADS_1


" Abah serahkan semuanya kepada Aisyah Nak. Bagaimana Aisyah, apa kamu siap dengan syarat Nak Adam?." Tanya Kyai Dahlan.


Dengan cepat Aisyah menjawab. " Ana menerima syarat Akhi Adam Bi..." Jawabnya.


Aisyah berpikir, sebelum kata SAH terucap, ia masih bisa membatalkan perjodohan ini.


Menurutnya juga syarat dari Adam adalah yang terbaik, ia siap dikhitbah olehnya namun tidak untuk dinikahinya. Ia masih menunggu seseorang yang dicintai nya itu.


Kau yang disanaaaaa


kumohon tolong aku !!!!


Maka cepatlah pulang!!!.....sebelum semuanya terlambat, aku menunggumu. Gumam Aisyah Dalam hati .


💞💞💞💞💞💞 **Hayoooo tebak, Aisyah menunggu siapa ?.


Siapa sih orang yang Aisyah cintai ?.


Alhmdulilah


aku balik Up lagi nih...


Tinggalkan


Vote


like


komen kalian ya !!!!


Happy Reading guys** ...


Bersambung...💞💞💞💞💞💞

__ADS_1


__ADS_2