
Adam dan Hawa telah sampai dirumah Abah Zaki dengan membawa 9 nasi kotak sesuai pesanan.
" Assalamualaikum...." Salam Adam dan Hawa memasuki rumah.
" Waalaikumsalam wr wb..." Jawab mereka serempak.
Adam dan Hawa meletakan kantong yang ia bawa ke meja makan. Kemudian kembali berkumpul bersama dengan lain nya.
Allahhuakbar Allahhuakbar
Suara adzan magrib menggema diseluruh penjuru pesantren.
" Sebaiknya kita segera jamaah ke masjid sebelum iqomah !" Titah Abah Zaki dan semuanya pun mengangguk.
Mereka berjalan beramai ramai menuju masjid. Sesampainya disana mereka segera mengambil air wudhu dan shalat berjamaah. Setelah selesai, Hawa tidak langsung beranjak dari duduknya.
Entah mengapa Adam begitu teliti melihat Hawa dari luar jendela yang tengah berdoa dengan khusuk. Hingga ia pun tau kalau Hawa sedikit menitikan air matanya.
'Apa kah begitu lelah nya hingga kau menangis ketika berdoa Ning ? Ya Allah aku hanya bisa menolong nya dengan doa dari jauh. Semoga kau selalu tabah dan mengikhlaskan yang telah berpulang pada -NYA'. Gumam Adam dalam hati.
Doa Hawa.
'Ya Allah ya rabbku...ampunilah dosa hamba mu ini yang belum mengikhlaskan suami ku pergi. Terlalu banyak kenangan yang kami lalui selama dua tahun ini, aku sangat merindukan nya ya Allah.....Jalan takdir apa yang kau berikan pada ku ini ya Rabb.
Hatiku tak seluas samudera untuk berusaha tegar....Aku sangat merindukan mu mas Aji' Hawa menitikan air mata nya ketika berdoa.
Adam pun seakan tau, apa yang tengah Hawa tangisi dalam doa nya. Sangat tidak mudah melupakan seseorang yang kita cintai dibanyak kenangan dan banyak waktu ketika bersama nya. Namun satu hal yang belum Hawa sadari, jika yang terjadi sudahlah takdir.
Bahkan takdir akan membawa nya pada sosok laki laki yang tak kalah tulus dari mendiang suami nya itu. Siapakah dia....? hanya waktu yang akan menjawab nya.
Hawa beranjak dari duduknya dan segera kembali ke rumah ndalem.
" Assalam mualaikum..." Sapa Hawa.
" Waalaikumsalam...."
" Ning ayo makan malem bersama! yang lain udah nungguin tuh..." Ajak Bul² menghampiri Hawa yang baru saja memasuki rumah.
" Na'am Ukhty...syukron." Bul² pun mengangguk.
Hawa duduk disamping Aisyah, lebih tepat nya ia duduk berhadapan dengan Adam. Entah semua orang yang terlalu fokus sampai tidak menyadari atau mereka yang tidak tau menau, Adam kembali memperhatikan sosok wanita yang berstatus janda itu. Tetap saja, ada satu orang yang menyadari nya, siapa lagi kalau bukan Bul². Bul² pun mengingat jika Farhan tidak mempercayai ucapan nya.
" Bi....." Bisik Bul² mendekatkan wajahnya ketelinga Farhan. Farhan pun langsung menatap bingung istrinya seolah meminta jawaban kenapa ia memanggilnya.
" Albiii perhatikan Akhi Adam. Perhatikan tatapan !" Farhan sekilas melirik Adam kemudian ia pun mengangguk.
__ADS_1
Dan benar saja, apa yang Bul² bicarakan tadi sore. Pada kenyataan nya Adam tengah memandang intens seorang wanita yang tepat dihadapan nya. Farhan mulai mengerti mengapa istrinya begitu ngotot jika tatapan Adam pada Hawa itu tidak biasa.
'Kau menyembunyikan sesuatu dari kami Adam. Jika kau terus mengelak, yang ada diantara kalian tidak akan bahagia. Sepertinya betul kata Adek, kau lebih tertarik dengan Hawa dari pada Aisyah. Aku pun sempat berfikir ada keterpaksaan saat kau menerima Aisyah, dan hari ini aku melihat semua itu adalah benar Adam'. Gumam Farhan dalam hati.
Setelah makan malam selesai, keluarga Kyai Dahlan memutuskan untuk segera kembali ke pesantren mereka.
" Apa kalian tidak menginap saja ?" Ucap Abah Zaki.
" Tidak Zak, Ana tidak bisa meninggalkan pesantren terlalu lama." Jawab Kyai Dahlan.
" Baiklah, kalau begitu kalian hati hati !"
" Na'am, sebelum nya syukron atas jamuan dan makan malam nya."
" Sama sama Lan. Seperti dengan siapa saja kamu ini, lagian bentar lagi kita besanan." Kekeh Abah Zaki.
" Ah iya, Ana hampir lupa. Ya udah semuanya kami permisi,Assalam mualaikum."
" Waalaikumsalam wr wb..."
Abah dan Umi kemudian segera masuk kedalam, namun tidak dengan tiga orang yang menatap mobil Kyai Dahlan hingga menjauh.
" Ekhemmm..." Farhan membuyarkan tatapan Adam.
" Ehhhh, Afwan Kak..." Ucap nya seraya menunduk.
Adam diam sejenak kemudian melirik ke arah Farhan. Sementara Bul² yang berdiri disamping suami nya hanya menjadi pendengar setia.
" Kakak......" Panggilnya lirih.
" Masuk, kita bicarakan semuanya didalam !" Titah Farhan dan Adam pun langsung mengangguki nya.
Sesampai nya diruang tamu, Adam mendudukan diri nya seraya tak kuasa menatap sang kakak. Ia tau jika kakak nya akan mengintrogasi tentang apa yang kini ia rasakan. Farhan dan Bul² pun duduk dengan berdampingan di kursi panjang.
" Bicaralah Adam !" Titah Farhan lembut.
" Kakak...A-na....."
" Kakak tau dari tatapan matamu Adam. Namun yang lebih mengetahui nya adalah dirimu sendiri, kakak dan istri kakak ini hanya melihat sebagai saksi nya."
" Ja-jadi Ukhty Audy....."
" Ya Akhiii, Ana mengetahuinya." Ucap Bul² memangkas kalimat Adam.
Sontak Adam tak bergeming dan diam seribu bahasa. Ia juga belum siap untuk mengatakan pada siapa pun sebelum semua nya pasti.
__ADS_1
" Kak ....Ukhty....Adam belum tau pasti. Tapi Adam semakin yakin dengan takdir yang telah mempertemukan Adam dengan......."
" Dengan.....?" Farhan mengulang kalimat Adam.
" Ning Hawa kak..." Jawab nya lirih. Sementara Bul² dan Farhan hanya tersenyum.
" Ceritakan alasan mu kenapa kau begitu yakin dengan Hawa?, padahal sudah jelas kau telah mengkhitbah Adik nya, Adam ?" Ucap Farhan.
Dengan Helaan Nafas yang panjang, Adam pun menceritakan yang telah ia alami termasuk juga mimpi nya.
" Sudah istiqaroh Dam?" Tanya Farhan.
" Na'am kakak. Waktu itu disaat Abah membicarakan tentang perjodohan ku dengan Ning Aisyah, Ana meminta waktu untuk beritiqaroh selama 3 hari dan dihari ke 4 adalah jawaban nya. Diistiqaroh yang ketiga, baru Ana mendapat pentunjuk melalui mimpi."
" Apa itu.....?" Tanya Farhan tidak sabar.
" Albiiiiiii......" Tegur Bul² pada suami nya.
" Iya sayang...Albii hanya ingin tau."
" Gak pake mangkas orang lagi ngomong dong sayang !" Ucap Bul².
" Iya iya maaf. Adam lanjutin !" Adam pun langsung mengangguk.
" Ana melihat sebuah lukisan bunga dengan tulisan Ana Antazrik dengan nama Nurfaizah." Jelas Adam.
" Tapi Akhi Afwan, bagaimana Akhi tau kalau lukisan itu milik Ning Hawa?" Ucap Bul² dan Farhan pun mengangguk setuju dengan pertanyaan istri nya.
" Tadi sore saat Ana membantu mengambil nasi, Ana sempat menanyakan nya Ukhty. Dan jawaban nya sangatlah tepat sesuai mimpi Ana itu."
" Jadi benar lukisan yang ada dimimpi Akhi itu milik Ning Hawa?" Tanya Bul² lagi.
" Apaaaaaaaaa.........." Kedatangan seseorang itu sontak membuat mereka bertiga terkejut.
💞💞💞
Siapa Ya...?
**Tetep tinggalkan
Votee
Likee
Komen kalian ya !!
__ADS_1
Happy Reading guys**...
Bersambung💞💞💞