Bidadari Sang Gus

Bidadari Sang Gus
Part Zama ( Zafran Rima )


__ADS_3

Masih dihari yang sama, pasangan yang sama dan tertawa yang sama. Buahahhaha😂😂🤣🤣 gara-gara disodok pake sapu nih...


Zafran tertawa hingga membuatnya berguling guling tidak jelas didekat mobil.


Rima juga mang Ujang hanya menatapnya heran.


Ada ya orang habis berbuat durhaka malah tertawa ngakak, pikir mereka.


Rima sangat kesal dengan suaminya itu, yang ditanya tak kunjung menjawab pertanyaannya malah semakin tertawa gak jelas.


Rima memberi kode kepada mang Ujang supaya meninggalkannya masuk kedalam mobil.


Tak disadari Zafran, mobil yang akan mengantar mereka telah keluar dari gerbang.


" Bang.......ngapain disitu cekikikan, Rima mana ?" Tanya Bunda yang tiba-tiba menghampiri Zafran karna mendengar suara tawanya yang begitu keras.


" Hah...ada kok Bun, tuh..." Tunjuk Zafran tanpa menoleh.


" Mana Bang....?" Tanya Bunda lagi.


Seketika Zafran langsung menoleh, namun betapa kagetnya ia mendapati mobil yang sudah tidak ada ditempatnya.


" Astagfirullah bun...tadi Rima disini loh. Apa mang Ujang menculik istriku ?"


Bunda hanya menggeleng kepala melihat tingkah anak lelakinya itu.


Kenapa mobil yang segede gaban saat melaju ia pun tidak menyadarinya.


" Kamu gimana sih bang, ngapain juga ketawa haha hihi sampe kenceng banget gitu....?"


" Hahaha bunda tau gak____


" Gak....." Jawab Bunda langsung.


" Haisss bunda dengerin dulu dong !"


" Iya iya, apa ...?"


" Tadi kan Abang mau buang kucing sudah abang masukin tu kucing kedalam mobil. Tapi sialnya, kucing itu malah meloncat balik lagi masuk kedalam rumah, ya Abang kejar kucing itu rupanya dia sembunyi dibawah tempat tidur. Abang sodok pake sapu dan dibuntel pale selimut biar gak nyakar, lalu abang canking pantatnya dan meleparkannya kehalaman belakang...."


" Terus lucunya dimana bang ?" Tanya Bunda lagi.


" Ya mereka kira kalau bunda yang Abang aniaya bun ha ha ha ha....." Ucap Zafran kembali tertawa.


" Hahahaha kamu ini ada-ada saja bang. Telfon gih istrimu !" Titahnya.

__ADS_1


Zafran segera meraih ponselnya disaku celananya dan menghubungi no yang tertera dengan nama my wife


" Assalam mualaikum. Sayang kok kamu ninggalin mas sih ?"


" Habisnya aku kesel tau, mas ditanya bukannya jawab malah terus cengengesan gak jelas..." Ucap Rima ditelefon.


" Kamu sama mang Ujang itu salah paham sayang, bukan bunda yang mas sodok pake sapu dan melemparkannya kehalaman belakang. Tapi kucing kamu itu yang mas buang..."


" Apaaaaaa....jadi simanis mas buang. Ck aku tambah marah ya mas, pokoknya kalau si manis sampe gak ketemu, awas aja....mas gak boleh tidur dikamar. Asalammualaikum..."


" Tapi say__ hallo haloo. Aishhhh dimatiin lagi." Gerutu Zafran.


Bunda Wati tengah menahan tawanya melihat Zafran yang tengah dilema karna kucing. Bagaimana tidak, ada dirumah dia mengganggu gak ada dirumah istriku marah, pikirnya.


Akhirnya, malam yang sudah direncanakan untuk makan malam romantis bersama istri tercinta semua gagal total karna kesalahan Zafran yang telah membuang peliharaan Rima.


Dengan menggunakan senter ponselnya, Zafran menyusuri halaman belakang mencari kucing yang telah ia buang itu.


" Pus pus pus....meonggggg. Dimana sih kucing sialan itu, kalau sampe gak ketemu alamat guee tidur diluar !" Gerutunya.


" Pusss pusss meongggg, benar gitu kan mantranya."


" Heiiii mas, jangan teriak teriak dong anak saya baru saja tidur tau !" Omel salah satu tetangga Zafran.


" Eh, i-iya maaf buk, saya cuma mau cari kucing istri saya !"


" Astagfirullah, bukannya dia bilang gak boleh berisik, nutup pintunya kenceng banget ." Ucap Zafran seraya mengelus dadanya.


" Pusss meong....." Mantra Zafran memanggil kucing. Namun kali ini ia memelankan suaranya. Babon singa ngamuk kan bisa alamat hi hi hi.


Sampe jam 9 malam, Zafran masih berkutat dalam pencarian kucing istrinya itu. Dan dijam itu pula terdengar suara mobil memasuki gerbang rumah mereka. Mungkin Rima baru saja pulang, pikirnya.


Rima memasuki rumah dengan beberapa belanjaan kitab dan makanan.


Rumah terlihat sudah sepi, mungkin bunda sama ayah udah tidur, pikir Rima.


" Mas Zan pasti nyari si manis, hi hi hi. Apa salahnya sekali kali kan ngerjain pengusaha muda ya kan..." Ucap Rima terkekeh geli.


Rima membereskan belanjaannya, kemudian membersihkan diri lalu segera berbaring diatas ranjangnya.


Tak lupa ia pun membaca kitab yang barusan ia beli itu. Meskipun ia kini sudah tak lagi tinggal dipesantren, namun jiwa santrinya masih melekat ketat dalam diri Rima. Ia tak akan menyia-nyiakan waktu bertahun tahunnya mengabdi dipesantren.


" Aku jadi rindu Bul² juga Safa, mereka apa kabar ya...huffff hanya aku yang tidak tinggal dipesantren !" Gumamnya.


Karna lelah membaca, Rima pun tertidur tanpa memperdulikan suaminya yang masih setia mencari kucing kesayangannya itu.

__ADS_1


Zafran lelah mencari kesana kemari namun tak kunjung menemukan nenek sihir sialan itu. Ia pun istirahat sejenak dibawah jemuran seraya memegangi ponselnya.


" Kalau bukan demi kamu sayang, ogah bangettt aku nyariin kucing sialan itu sampe tengah malem gini..." Gerutu Zafran seraya memandangi foto istrinya yang ia jadikan sebagai walpaper ponselnya.


" Besok lagi aja kali ya, nyarinya. Huffffff lelah bangettttt, jadi pengen mandi lagi..."


Zafran pun memutuskan menyudahi pencariannya tepat dipukul 11 malam. Ia memasuki rumah dengan mengendap seperti maling. Ia takut kalau istrinya itu belum tertidur dan tidak mengizinkannya untuk masuk kedalam kamar.


Perlahan tapi pasti, Zafran menaiki anak tangga dan yesssss berhasil...yuhuuuuuu


Zafran sudah berada didepan pintu kamarnya, perlahan ia membuka pintu lalu menutupnya kembali. Dan dengan berlari, Zafran memasuki kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang penuh dengan keringat itu.


Ritual mandi pun selesai, ia keluar dengan berjalan kembali perlahan menuju lemari bajunya.


Namun tiba-tiba saja langkahnya terhenti saat ia melirik kearah ranjang tidurnya.


" I-itu kan........


" Kucing sialan, kau sudah menyiksaku mencari mu hingga berjam jam dihalaman belakang gelap banyak nyamuk dan diomelin para tetangga. Haissss ternyata dia malah enak enakan tidur dipelukan istriku, nenek sihir gak ada akhlak...." Zafran mengomel sendiri, ia sudah dipermainkan seekor kucing.


Manusia vs hewan, pengusaha vs pencuri, kenapa yang menang tetap pencuri, pikir Zafran.


" Aihhhh kucing sialan itu, awas aja ya sayang, besok kamu bakal mas hukum. Beraninya kamu sudah berpelukan dengan makhluk asing kecil mungil kayak gitu." Gerutu Zafran lagi seraya mengambil baju dalam lemarinya.


Setelah berpakaian, Zafran merangkak tidur keranjangnya. Dengan sengaja, ia mencangking si pantat gemuk itu dan melemparnya kesembarang arah.


" Ngeeekkkkkkk....." Suara kucing itu saat terlempar.


Membuat Rima terusik dan bangun mengerjapkan matanya perlahan. Setelah sadar kalau kucing kesayangannya itu kembali dilempar oleh suaminya, seketika itu ia menatap tajam kearah Zafran.


" Mass...........beraninya kau_____


Andalan Zafran, segera membungkap mulut bawel istrinya dengan bibir miliknya.


Kiceppppp deh tuh Rima he he he.


**💞💞💞Tinggalkan


Vote


Like


Komen kalian ya !!!!


Happy Reading guys**...

__ADS_1


Bersambung💞💞💞


__ADS_2