Bidadari Sang Gus

Bidadari Sang Gus
Gara gara Disna


__ADS_3

Seperti hal nya mereka saat ini , hari hari biasanya yang terlihat sangat cepat karna selalu diliputi kebahagiaan .


Kini seakan perlahan lambat karna rasa bosan yang datang menghampiri . Terlebih bagi mereka yang baru masuk pondok ,


Huhhh jadi pengen balik lagi kerumah he he .


Makanan siang telah tersaji rapi didapur umum .


Satu kelompok satu nampan nasi beserta lauk pauk nya .


Ahh , padahal kalau dirumah mereka makan satu piring , itu pun bisa nambah .


Sekarang apalah daya sudah menjadi ciri khas seorang santri mondok makan 1 nampan rame rame .


" Bul , bagi dong sambel nya .


Itu bagianmu kebanyakan." Ucap Safa .


Bul² dan Rima terus mengunyah , tanpa memperdulikan omongan Safa .


" Ini buat aku. " Ucap Safa yang menyerobot sambel milik Bul² .


" Eh ,, sambel aku tau


balikin gk !!!." Ucap ku .


" Gk ...kan udah habis he he. " Jawab Safa cengengesan .


" Yah, Rima ....." Rengek Bul² berharap Rima membagi sedikit sambel milik nya .


" Gk ya , ini udah jatah aku .


Kalian berdua kan udah ..." Jawab Rima yang terus menyunyah .


Saat mereka berdebat sambel , datanglah si tukang pos .


" Assalamualaikum. " Sapa Disna .


" Waalaikumsalam. " Jawab serempak .


" Kalau makan jangan ngomong atuh teh. " Ucap Disna .


Seketika Bul² Rima dan Safa terdiam dan terus menyunyah makanan , tanpa menjawab lagi si tukang pos .


" Teh , kalau ada orang ngomong ya dijawab atuh , kumaha sih. " Gerutu Disna .


Hening ,


mereka bertiga terus menghabiskan makanan


tanpa menjawab Disna lagi .


" Isss kalian ini ya , Disna tuh lagi ngomong dijawab dong .


Diem diem bae...." Ucap Disna yang sudah terlihat kesal .


" Alhamdulilah kenyang ..." Ucap Ku .


" Aku juga , alhamdulilah. " Sambung Safa .


" Habis juga punya ku , alhamdulilah. " Diteruskan oleh Rima .


" Lah lah kalian kumaha sih , Disna dari tadi disini . Ngomong gk dijawab , sekarang malah ngoceh sendiri kayak burung beooo. " Ucap Disna .


" Kan kamu atuh tadi yang bilang , kalau lagi makan jangan ngomong .


Ya udah kita bertiga laksanakan. " Jawab Safa .


" He, eh. " Ucap ku dan Rima .


" Eh , iya ya ..Disna kok pelupa ya he he. " Jawab nya terkekeh .

__ADS_1


Mereka ber 4 nimbrung ngobrol yang gk penting , untuk menghibur diri sendiri dari suasana kebosanan dipesantren .


" Bul, kamu gk penasaran sama K Adam ?." Tanya Rima .


" Maksudnya ?." Tanya Ku .


" Ya maksud nya , apa gk pengen kenal deket sama dia , coba deh sekali kali ajak ketamuan ditaman. " Tutur Rima .


" Heiii ,, kamu mau Bul² kena ta'zir lagi ?." Sahut Safa .


" Iya tuh teteh Rima mah malah menjerumuskan temen nya .


Setan loh teh yang selalu buat onar sama manusia. " Sambung Disna .


" Kamu ngatain aku setan ..?" Ucap Rima dengan tatapan yang sudah ingin membunuh .


" Kalau teteh ngerasa , apa lah daya Disna kan. " Ucap nya santai tanpa dosa .


" Ihhh Disnaaaaaa , lama lama kalau ngomong sama kamu rambut aku bisa botak." Gerutu Rima .


" Hah ,, rambut teh Rima botak ?


jangan jangan teh Rima kena kanker lagi


duh ka harus cepat dibawa kedokter. " Ucap Disna asal .


Rima yang sedari tadi menahan jengkelnya hanya bisa menghempaskan nafas panjang nya .


Sementara Bul² dan Safa cekikikan mendengar perdebatan konyol yang gk nyambung antara Rima dan tukang pos .


" Tau ah, ngomong sama kamu


bikin aku darah tinggi. " Gerutu Rima lagi .


" Ya allah teteh , hewan kecil , bau suka nempel dikasur yang apek gk pernah dijemur ,


emang ada darah nya ?. " Ucap Disna polos .


Uhhhhhhh gimana ya jelasin ke anak yang otak nya tinggal seperempat. "


" Teteh Rima , otak itu bukan nya timbangan yang ada ons , dan kilo apa lagi seper empat.


Yang ada hanya otot dan tulang betuknya bulet ada yang kecil ada yang besar , ada yang kanan ada yang kiri .


Sambung menyambung menjadi satu , itu namanya otak." Ucap Disna .


" Astagfirullah alazim , ampuni hamba ya allah berikan kan lah kesabran yang luas , menghadapi makhluk ciptaanmu yang hanya seper empat jadi nya. " Sambung Rima .


Safa dan Bul² , tak berhenti tertawa


mendengar kepolosan seorang kurir pos pesantren .


Polos atau terlalu pintar , entahlah...


Hanya allah dan Disna yang tau , bagaimana cara ia berfikir dengan otak yang setengah ha ha ha 🤣🤣🤣.


" Teteh Rima mah , dikasih saran malah bilang seper empat terus.


Bb Disna 49 kg loh teh bukan seper empat ,


bayi aja gk ada tuh yang seper empat .


Yang ada hanya anak patung nya Mei Mei


itu ada seper empat. " Jawab Disna .


" Udahlah sana cari kewarung , biar tau seper empat itu apa dan gimana. " Ucap Rima sudah mulai jengah dengan ocehan gk nyambung Disna .


" Oke , Asalamulaikum "


" Waalaikumsalam. " Jawab Kami serempak .

__ADS_1


Selepas Disna pergi , Rima mengatur nafas nya kembali yang sedari tadi menahan amarah . Kini ia harus menetralisirkan kembali nafas nya dengan mantra istigfar .


15 menit kemudian datang lah si tukang pos menghampiri , dengan membawa 4 kantong kresek entah yang isi nya apa .


" Assalamualaikum. " Sapa Disna .


" Waalaikumsalam. " Jawab Kami .


" Ini teh Rim, yang seper empat Disna bawak in 4. " Ucap Disna memberikan 4 kantong kresek kepada Rima .


" Astagfirullah , anak siapa kamu ini ?


kenapa cabe dibawa bawa segala ?." Tanya Rima yang sudah melihat isi kantong .


" Anak abah Usman dan emak Siti . Lah bukan nya tadi teh Rima mintak Disna bawak in barang yang seper empat .


Ya udah Disna ambil di warung bik Lili , terus di timbang seper empat berat nya. " Jawab Disna .


" Astagfirullahallazim , kenapa dipesantren ini ada anak sepinter dia sih .


Disna , maksud teh Rima tuh kalau mau nimbang cabe ya diwarung aja biar disna tau seper empat itu berat nya segimana .


Bukan cabe nya juga digotong kesini. " Ucap Rima .


" Sabar Rim , istigfar jangan marah marah. " Sahut Bul² dan Safa pun mengangguk .


" Astagfirullah , astagfirullah . Ampuni Rima ya allah , Rima khilaf.... " Ucap Rima .


" Ini belum dibayar loh teh , Disna bilang sama bik Lili nanti yang bayar Teh Rima totalnya


60.000 ." Tutur Disna .


" Ya rabb , ya tuhan ku ....cobaan apa pagi ini. " Gerutu Rima .


Namun saat berfikir sejenak , Rima mendapat kan ide cemerlang untuk membagi deritanya ini .


" Nahh aku punya saran , Bul² Safa


emmmm ..." Rima menjeda sebentar kalimat nya .


Perasaan ku jadi gk enak. " Bathin Bul².


Perasaan ku jadi gk enak. " Bathin Safa .


" Kalian berdua tadi kan berebut sambel , gimana kalau kita patungan 20.000 an buat bayar tuh cabe , nanti tinggal bikin lagi aja sambel nya. " Usul Rima .


Tuh kan...." Bathin Bul² dan Safa .


" Ayolah , pliss bantuin aku dong !. " Ucap Rima memohon .


Safa dan Bul² saling melirik dan salah satunya menganggukan kepala tanda mengiyakan .


" Okelah ..." Jawab Safa lemesss


Beak beak ...uang saku , buat bayar cabeeeeee .


Beh beh....gara gara si tukang pos


otak seper empat itu .


Aku jadi ikut ikutan ......." Gerutu Bul² dan Safa .


Sementara Disna hanya cekikikan yang melihat raut wajah kesal


mereka bertiga .


Siapa suruh ngatain aku seper empat ,


sekalian aku suruh mereka bayar cabe se per empat ada 4 hi hi hi....


Disnaaaaaa diwalan....eh...dilawan he he he .

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2