
Seperti hal nya mereka saat ini , hari hari biasanya yang terlihat sangat cepat karna selalu diliputi kebahagiaan .
Kini seakan perlahan lambat karna rasa bosan yang datang menghampiri . Terlebih bagi mereka yang baru masuk pondok ,
Huhhh jadi pengen balik lagi kerumah he he .
Makanan siang telah tersaji rapi didapur umum .
Satu kelompok satu nampan nasi beserta lauk pauk nya .
Ahh , padahal kalau dirumah mereka makan satu piring , itu pun bisa nambah .
Sekarang apalah daya sudah menjadi ciri khas seorang santri mondok makan 1 nampan rame rame .
" Bul , bagi dong sambel nya .
Itu bagianmu kebanyakan." Ucap Safa .
Bul² dan Rima terus mengunyah , tanpa memperdulikan omongan Safa .
" Ini buat aku. " Ucap Safa yang menyerobot sambel milik Bul² .
" Eh ,, sambel aku tau
balikin gk !!!." Ucap ku .
" Gk ...kan udah habis he he. " Jawab Safa cengengesan .
" Yah, Rima ....." Rengek Bul² berharap Rima membagi sedikit sambel milik nya .
" Gk ya , ini udah jatah aku .
Kalian berdua kan udah ..." Jawab Rima yang terus menyunyah .
Saat mereka berdebat sambel , datanglah si tukang pos .
" Assalamualaikum. " Sapa Disna .
" Waalaikumsalam. " Jawab serempak .
" Kalau makan jangan ngomong atuh teh. " Ucap Disna .
Seketika Bul² Rima dan Safa terdiam dan terus menyunyah makanan , tanpa menjawab lagi si tukang pos .
" Teh , kalau ada orang ngomong ya dijawab atuh , kumaha sih. " Gerutu Disna .
Hening ,
mereka bertiga terus menghabiskan makanan
tanpa menjawab Disna lagi .
" Isss kalian ini ya , Disna tuh lagi ngomong dijawab dong .
Diem diem bae...." Ucap Disna yang sudah terlihat kesal .
" Alhamdulilah kenyang ..." Ucap Ku .
" Aku juga , alhamdulilah. " Sambung Safa .
" Habis juga punya ku , alhamdulilah. " Diteruskan oleh Rima .
" Lah lah kalian kumaha sih , Disna dari tadi disini . Ngomong gk dijawab , sekarang malah ngoceh sendiri kayak burung beooo. " Ucap Disna .
" Kan kamu atuh tadi yang bilang , kalau lagi makan jangan ngomong .
Ya udah kita bertiga laksanakan. " Jawab Safa .
" He, eh. " Ucap ku dan Rima .
" Eh , iya ya ..Disna kok pelupa ya he he. " Jawab nya terkekeh .
__ADS_1
Mereka ber 4 nimbrung ngobrol yang gk penting , untuk menghibur diri sendiri dari suasana kebosanan dipesantren .
" Bul, kamu gk penasaran sama K Adam ?." Tanya Rima .
" Maksudnya ?." Tanya Ku .
" Ya maksud nya , apa gk pengen kenal deket sama dia , coba deh sekali kali ajak ketamuan ditaman. " Tutur Rima .
" Heiii ,, kamu mau Bul² kena ta'zir lagi ?." Sahut Safa .
" Iya tuh teteh Rima mah malah menjerumuskan temen nya .
Setan loh teh yang selalu buat onar sama manusia. " Sambung Disna .
" Kamu ngatain aku setan ..?" Ucap Rima dengan tatapan yang sudah ingin membunuh .
" Kalau teteh ngerasa , apa lah daya Disna kan. " Ucap nya santai tanpa dosa .
" Ihhh Disnaaaaaa , lama lama kalau ngomong sama kamu rambut aku bisa botak." Gerutu Rima .
" Hah ,, rambut teh Rima botak ?
jangan jangan teh Rima kena kanker lagi
duh ka harus cepat dibawa kedokter. " Ucap Disna asal .
Rima yang sedari tadi menahan jengkelnya hanya bisa menghempaskan nafas panjang nya .
Sementara Bul² dan Safa cekikikan mendengar perdebatan konyol yang gk nyambung antara Rima dan tukang pos .
" Tau ah, ngomong sama kamu
bikin aku darah tinggi. " Gerutu Rima lagi .
" Ya allah teteh , hewan kecil , bau suka nempel dikasur yang apek gk pernah dijemur ,
emang ada darah nya ?. " Ucap Disna polos .
Uhhhhhhh gimana ya jelasin ke anak yang otak nya tinggal seperempat. "
" Teteh Rima , otak itu bukan nya timbangan yang ada ons , dan kilo apa lagi seper empat.
Yang ada hanya otot dan tulang betuknya bulet ada yang kecil ada yang besar , ada yang kanan ada yang kiri .
Sambung menyambung menjadi satu , itu namanya otak." Ucap Disna .
" Astagfirullah alazim , ampuni hamba ya allah berikan kan lah kesabran yang luas , menghadapi makhluk ciptaanmu yang hanya seper empat jadi nya. " Sambung Rima .
Safa dan Bul² , tak berhenti tertawa
mendengar kepolosan seorang kurir pos pesantren .
Polos atau terlalu pintar , entahlah...
Hanya allah dan Disna yang tau , bagaimana cara ia berfikir dengan otak yang setengah ha ha ha 🤣🤣🤣.
" Teteh Rima mah , dikasih saran malah bilang seper empat terus.
Bb Disna 49 kg loh teh bukan seper empat ,
bayi aja gk ada tuh yang seper empat .
Yang ada hanya anak patung nya Mei Mei
itu ada seper empat. " Jawab Disna .
" Udahlah sana cari kewarung , biar tau seper empat itu apa dan gimana. " Ucap Rima sudah mulai jengah dengan ocehan gk nyambung Disna .
" Oke , Asalamulaikum "
" Waalaikumsalam. " Jawab Kami serempak .
__ADS_1
Selepas Disna pergi , Rima mengatur nafas nya kembali yang sedari tadi menahan amarah . Kini ia harus menetralisirkan kembali nafas nya dengan mantra istigfar .
15 menit kemudian datang lah si tukang pos menghampiri , dengan membawa 4 kantong kresek entah yang isi nya apa .
" Assalamualaikum. " Sapa Disna .
" Waalaikumsalam. " Jawab Kami .
" Ini teh Rim, yang seper empat Disna bawak in 4. " Ucap Disna memberikan 4 kantong kresek kepada Rima .
" Astagfirullah , anak siapa kamu ini ?
kenapa cabe dibawa bawa segala ?." Tanya Rima yang sudah melihat isi kantong .
" Anak abah Usman dan emak Siti . Lah bukan nya tadi teh Rima mintak Disna bawak in barang yang seper empat .
Ya udah Disna ambil di warung bik Lili , terus di timbang seper empat berat nya. " Jawab Disna .
" Astagfirullahallazim , kenapa dipesantren ini ada anak sepinter dia sih .
Disna , maksud teh Rima tuh kalau mau nimbang cabe ya diwarung aja biar disna tau seper empat itu berat nya segimana .
Bukan cabe nya juga digotong kesini. " Ucap Rima .
" Sabar Rim , istigfar jangan marah marah. " Sahut Bul² dan Safa pun mengangguk .
" Astagfirullah , astagfirullah . Ampuni Rima ya allah , Rima khilaf.... " Ucap Rima .
" Ini belum dibayar loh teh , Disna bilang sama bik Lili nanti yang bayar Teh Rima totalnya
60.000 ." Tutur Disna .
" Ya rabb , ya tuhan ku ....cobaan apa pagi ini. " Gerutu Rima .
Namun saat berfikir sejenak , Rima mendapat kan ide cemerlang untuk membagi deritanya ini .
" Nahh aku punya saran , Bul² Safa
emmmm ..." Rima menjeda sebentar kalimat nya .
Perasaan ku jadi gk enak. " Bathin Bul².
Perasaan ku jadi gk enak. " Bathin Safa .
" Kalian berdua tadi kan berebut sambel , gimana kalau kita patungan 20.000 an buat bayar tuh cabe , nanti tinggal bikin lagi aja sambel nya. " Usul Rima .
Tuh kan...." Bathin Bul² dan Safa .
" Ayolah , pliss bantuin aku dong !. " Ucap Rima memohon .
Safa dan Bul² saling melirik dan salah satunya menganggukan kepala tanda mengiyakan .
" Okelah ..." Jawab Safa lemesss
Beak beak ...uang saku , buat bayar cabeeeeee .
Beh beh....gara gara si tukang pos
otak seper empat itu .
Aku jadi ikut ikutan ......." Gerutu Bul² dan Safa .
Sementara Disna hanya cekikikan yang melihat raut wajah kesal
mereka bertiga .
Siapa suruh ngatain aku seper empat ,
sekalian aku suruh mereka bayar cabe se per empat ada 4 hi hi hi....
Disnaaaaaa diwalan....eh...dilawan he he he .
__ADS_1
Bersambung...