
Setelah memeriksakan kandungan Aisya, mereka segera pulang mengingat saran dokter tadi Aisya tidak boleh merasakan kelelahan selama kehamilannya.
Rasya semakin overprotektif dengan istrinya yang harus benar-benar menjaga kandungannya dengan sebaik mungkin.
Bahkan hal yang sudah biasa Aisya lakukan, kali Rasya benar-benar melarangnya.
"Mas, Aisya bosen gini terus," ucapnya merasa jengah dengan sifat overprotektif dari suaminya. Semua hal dan apapun yang ia minta, Rasya melakukannya tanpa harus Aisya sendiri yang turun tangan.
"Ini demi keamanan malaikat kecil kita sayang. Jadi diem, jangan banyak protes !"
Ck....
Aisya berdecak malas, selalu saja suaminya menyuruhnya untuk diam tanpa banyak bicara.
Sekalian mas, pake baju juga dipakein ! Gerutunya dengan kesal.
"Mas, Aisya itu hamil bukannya sakit," ucapnya sekali lagi mencoba bernegosiasi dengan suaminya.
"Tetap saja sayang, mas gak mau kamu atau anak kita sampai kenapa-napa. Jadi menurutlah, oke !"
Jika sudah begini caranya, sudah pasti ia akan kalah telak dengan Rasya.
Aisya kembali duduk dengan menyilangkan kedua tangannya di dada.
Sejak pagi tadi, Aisya tidak melakukan apapun selain berdiri, duduk dan baringan.
Bukan hanya Rasya, bahkan kedua orangtuanya itu sama protektifnya dengan Rasya. Mereka kong kalikong kali ya ?
Jika sudah seperti ini, fix hidup gue berubah jadi orang yang gak guna.
"Sekarang minum susunya dulu !" Pinta Rasya dengan membawakan segelas susu khusus untuk Aisya yang sudah ia buat dengan tangannya.
Aisya mengambil susu itu dan langsung meminumnya sampai tandas. Beberapa menit setelah itu, rasa mual kembali menyerangnya. Aisya berlari kekamarnya menuju kamar mandi dan memuntahkan susu yang baru saja ia minum.
Hoek....hoek...
Rasya dengan telaten mengoleskan minyak angin di tengkuk leher istrinya seraya memijatnya pelan.
__ADS_1
"Sudah baikan ? Atau masih mual ?" Tanya Rasya setelah melihat Aisya tidak lagi muntah.
"Sudah baik kan mas," jawabnya lirih.
"Istirahat ya ! Kalau mau makan sesuatu panggil mas !"
"Mas mau kemana ?" Tanya Aisya seketika merasa sangat takut jika suaminya akan tiba-tiba pergi ke pesantren dan tergoda dengan perhatian Zahra.
"Mas mau ngobrol sama ayah, ini masalah kafe," jawab Rasya dan Aisya langsung menghela nafasnya dengan lega.
Aisya mengangguk.
Selepas keluarnya Rasya dari kamar, Aisya hanya duduk dengan bersandar di kepala ranjangnya. Ia menerawang kedepan, mengingat perlakuan umi yang tiba-tiba berubah dingin padanya. Padahal, umi Bila yang Aisya tau adalah ia yang penyayang serta lemah lembut pada semua orang. Bahkan awal saat ia menikah dengan Rasya pun perlakuan umi Bila akan lebih menonjol pada menantunya. Tapi saat ini, perlakuan ibu mertuanya itu membuat ia merasakan sakit jika mengingatkannya.
Tatapan Aisya turun kebawah dengan tangan yang ia tempelkan pada perut ratanya.
"Insyaallah, dengan kehadiranmu di dalam sini semuanya akan baik-baik saja. Bunda tunggu hadir mu ke dunia ini sayang," gumam Aisya seraya mengusap-usap perutnya.
Ingatan Aisya beralih pada sahabatnya, ingin rasanya ia membagi kebahagian ini dengan mereka.
Tanpa berlama-lama, Aisya beranjak dari ranjangnya mengambil ponsel yang tengah ia charger di atas meja.
"Kok masih mati sih ?" Aisya memencet-mencet tombol on-off namun ponselnya tak kunjung menyala.
"Emmm, pantesan mati, chargernya aja lepas dari colokan," gumam Aisya lagi kemudian mencolokkan kembali kabel chargernya dan barulah ponselnya terisi daya.
Berdiam diri dan berfikir sejenak, Aisya keluar kamarnya berniat meminjam ponsel suaminya untuk menelfon sahabat yang ada di pesantren.
"Mas, pinjem hp dong !" pinta Aisya pada Rasya yang tengah fokus dengan laptop di tangannya yang sudah pasti tengah membicarakan bisnis dengan ayahnya.
"Ini....!" Rasya memberikan begitu saja ponselnya pada sang istri.
Aisya menerimanya dan kembali menuju kamar. Ia membuka ponsel milik suaminya dan Aisya seketika tersenyum melihat wallpaper yang ada di layar ponsel itu.
Ah, suamiku ini memang gas'ah. Gumamnya seraya melihat foto pernikahan mereka yang Rasya jadikan wallpaper di ponselnya.
Beralih dan langsung ke menu, namun seketika ada WhatsApp masuk dari Kia yang muncul di layar ponsel Rasya.
__ADS_1
Kia...
Bang, jangan sampai Aisya tau !
"Apa yang mereka sembunyikan dariku ?" Gumam Aisya semakin penasaran dengan isi chat Kia sebelumnya.
***
Sementara Rasya sendiri baru mengingat sesuatu setelah beberapa menit yang lalu Aisya berhasil membawa ponsel miliknya.
Astagfirullah, di hp itu ada......
Ya Allah semoga Aisya belum melihatnya !
Rasya buru-buru menuju kamarnya sebelum Aisya melihat chat dari Kia yang menunjukan jelas bukti pengkhianatan seseorang.
Bukan tidak mau memberitahunya, tapi mengingat Aisya sedang hamil saat ini, sebisa mungkin Rasya berusaha menjaga istrinya untuk tidak memikirkan sesuatu yang bisa membuatnya setres.
Ayo, Rasya cepetan !!!!!
Ichhhh Author greget sendiri 🤣🤣🤣
Biasalah emak-emak suka heboh kalau nonton film, tentang Rahasia yang hampir ketauan.
Treak-treak pasti...
Tinggalkan
Vote
Like
Komen kalian
Happy Reading guys
Bersambung
__ADS_1