
Masih dengan Bila yang tengah menangis dalam kamarnya, dan Aqil tengah dilanda frustasi hanya melamun dalam diamnya.
Bagaimana ia akan mengatakan tentang alasannya, kalau Bila sendiri menjauh ?
' Kenapa kau pergi tanpa mendengarkan penjelasanku Bila....' Gumam Aqil dalam hati.
" Kak....." Panggil Kila yang tiba-tiba menghampiri kakaknya.
" Kenapa ?"
" Sudah ketemu sama Bila ?" Tanya Kila dan Aqil pun langsung mengangguk.
" Terus.....?"
" Bila menjauh dek, mungkin salah kakak juga yang terlalu mengabaikannya selama 5 tahun ini..."
" Kakak suka sama Bila ya ?"
" Emmmmm, itu.......
" Kila tau kok kak, he he he..." Jawab adiknya seraya terkekeh. Aqil pun hanya tersenyum seraya menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.
Diasrama puteri, Bila tengah bersiap untuk pergi kemasjid karna adzan magrib telah berkumandang.
Saat ia keluar sari kamarnya dan tengah menutup pintu, tiba-tiba saja....
" Assalamualaikum...."
" Waalaikumsalam..."
' Dia kan....'
" Afwan benar Bila ya ?" Tanyanya dan Bila pun mengangguk cepat.
" Perkenalkan, aku Zahra. Kata ustadzah Rohmah aku diminta pergi kekamar B1 dan teman sekamarku adalah Bila..." Jelasnya.
" Na'am aku Bila, silahkan masuk. Sebelah kiri tempat tidurku, kamu bisa tidur diranjang sebelah kanan !" Ucapnya lembut seraya tersenyum.
Zahra pun mengangguk dan membalas senyuman Bila. Ia segera meletakan tas dan pakaiannya kedalam lemari, kemudian keduanya pergi kemasjid bersama untuk shalat berjama'ah.
Setelah shalat selesai, para santri pun membubarkan diri, namun tidak dengan Bila.
Ia ingin menikmati setiap doanya didalam masjid itu, kegundahan hati yang kian menggulana hanya bisa ia obati dengan mengadu keluh kesahnya pada sang ilahi.
10 Menit ia terduduk dengan mulut yang berkomat-kamit membaca doa, Bila menyudahi kekhusukannya dan berniat kembali keasrama.
Satu langkah, dua langkah dan.....
Deg.......
Bila melihat pemandangan yang sangat membuat matanya sakit hingga kejantung dan hati. Didepan masjid, terlihat Zahra dan Aqil tengah berbincang seraya cengengesan seperti pasangan yang tengah memadu kasih dengan keromantisan yang ia punya. Meskipun tidak hanya berdua, ada Kila yang menemaninya disana, tetapi tetap saja tatapan Bila hanya fokus pada dua orang yang tengah tertawa dengan entah cerita apa yang tengah mereka perbincangkan.
__ADS_1
' Tahan Bila, tolong tahan....disini bukan tempat yang tepat untukmu menangis. Lagi pula apa yang harus aku tangisi, mereka berdua sangat serasi. Bahkan keduanya terlihat sangat bahagia, aku tidak boleh menghancurkan kebahagian orang lain...walau hatiku sendiri tak mampu menerimanya..' Gumamnya dalam hati.
Bila memberanikan diri untuk terus berjalan keluar masjid. Ia seolah pura-pura tidak melihat ada seseorang didepan sana yang tengah berbincang seraya tertawa. Namun Kila mengetahui dari sikap sahabatnya itu, saat Bila ingin keluar masjid pun Kila melihatnya. Hanya saja ia tak berani menyapa dan membuat suasana hatinya semakin buruk.
" Bilaaaaaa......" Panggil Aqil saat melihat Bila yang sudah berjalan melewatinya dengan pandangan menunduk.
Langkah Bila pun terhenti seketika. Tanpa menatap, Bila mengatakan " Iya..."
" Ada sesuatu yang harus aku jelaskan !"
" Afwan kak, Bila ada lalaran dengan ustadzah Yasmin. Permisi, Asalammualaikum..."
" Waalaikumsalam...." Jawab mereka kompak.
' Sepertinya mereka ada sesuatu...kenapa tatapan Aqil pada Bila seperti itu ya...?' Gumam Zahra seraya bertanya dalam hati.
' Kenapa kamu harus menjauh lagi Bila, aku hanya ingin menjelaskan semuanya agar kau tak salah paham. Tidak lagi kah kau menyukaiku seperti dulu Bila ?' Aqil bermonolog dalam hatinya.
Tanpa berkata-kata, Kila langsung berlari mengejar sahabatnya itu. Ia tau Bila rapuh s Zachaat ini, ia tau Bila cemburu melihat dekatnya Aqil dengan Zahra. Kila yang memahami semuanya, akan menjelaskan pada kakaknya, namun tidak didepan Zahra.
" Mereka kenapa ya Qil ?" Tanya Zahra. Tanpa menjawab, Aqil hanya mengangkat kedua bahunya tanda ia tak tau apapun.
Aqil pergi begitu saja meninggalkan Zahra yang masih berdiam diri didepan masjid.
Pikirannya sangatlah kacau saat ini, harus cerita pada siapa agar bisa memberinya saran.
Zahra hanya menatap punggung Aqil yang semakin menjauh seraya menyunggingkan sedikit bibirnya.
Aqil pulang kerumah dengan lemasnya, Farhan yang paham dengan anak lelakinya itu pun berniat menghiburnya dengan mengajaknya berbincang sesama lelaki yang bersahabat, bukan sebagai anak dan ayah.
" Masuk aja yah, gak dikunci !"
Farhan pun masuk kedalam kamar Aqil dan mendudukan dirinya ditepi ranjang disamping sang anak.
" Ada apa ?" Tanya Farhan seraya mengelus punggung anaknya. Namun Aqil menggeleng sebagai jawabannya.
" Aqil, yahbi tau nak. Yahbi juga pernah mengalaminya saat mengejar mibumu untuk menjadikannya istri.."
" Lalu apa yang yahbi lakukan sampai Mibu percaya dan yakin ?" Tanya Aqil.
Farhan tersenyum mendengar pertanyaan anaknya itu. Pancinganya ternyata berhasil, padahal ia sendiri tidak tau apa masalah anaknya itu selain urusannya dengan Zahra.
" Percaya tidak Qil, yahbi dulu menikah dengan Mibumu karna petunjuk mimpi. Mibu dulu tidak mencintai yahbi saat awal menikah, namun karna cinta dan perhatian tulus yang yahbi berikan, mibumu luluh begitu saja. Tentunya yahbi juga punya trik sendiri buat meluluhkan babon singa itu..." Jelas Farhan seraya terkekeh mengingat kenangannya bersama Bul² saat awal menikah.
" Trik ?"
" Iya trik....."
" Yang bagaimana yah ?" Tanya Aqil bersemangat.
Farhan mendekatkan bibirnya pada telinga anaknya itu seraya berbisik.
__ADS_1
" Gombalan maut ala gus pesantren ..." Bisik Farhan.
Aqil mengeryitkan dahinya seraya tak percaya dengan ide Ayahnya itu.
" Yahbi yakin.....?" Tanya Aqil sekali lagi.
" Kau meremehkan Yahbimu yang gas'ah ini ya....Mibumu itu kalau yahbi mengeluarkan gombalan maut, dia pasti langsung kicep dan anteng tanpa membrontak..." Jelas Farhan.
" Lalu jadinya ?"
" Ya kalianlah...." Ucap Farhan asal.
" Astagfirullah...." Ucap Aqil mengelus dadanya.
" Tapi itu hanya boleh dilakukan setelah menikah. Kalau belum, cukup kata-kata yang manis saja...."
" Syukron Yah, sudah memberi solusi Aqil. Sekarang Aqil tau apa yang harus Aqil lakuin..." Ucapnya dengan mengulas senyum tipis dibibirnya.
" Sama-sama nak, anggaplah Yahbi juga temanmu untuk mencurahkan keluh kesah selain pada yang maha kuasa. Dan tetaplah beristiqaroh meminta petunjuk kebenaran dari segala yang benar..." Nasehat Farhan. Dan Aqil pun mengangguk patuh.
Setelah mendapat masukan dari sang Ayah, Aqil keluar rumah menuju asrama untuk mencari seseorang.
Bagai pucuk ulam pun tiba, seseorang itu tengah berjalan sendirian sehabis lalaran.
" Asalammualaikum..."
" Waalaikumsalam..." Jawabnya dengan tatapan yang terus menunduk.
" Baru selesai ?" Basa basi Aqil pada Bila. Tanpa bersuara, Bila hanya mengangguk meng-iyakan.
" Mau ikut gak ?" Tawar Aqil.
" Kemana ?"
" Kepelaminan...."
Blusss...
Sontak perkataannya membuat wanita yang ada dihadapannya itu malu dengan wajahnya yang bersemu merah.
Kalau tidak ada orang, mungkin Bila sudah berjingkrak-jingkrak kegirangan kek dapet sebongkah berlian dengan emas permata seberat 100kg gram ha ha ha 🤣🤣🤣.
🤣
💕💕Tinggalkan
Vote
Like
Komen kalian ya
__ADS_1
Happy Reading guys...
Bersambung💕💕💕