
Masih dihari yang sama dan tempat yang sama. Setelah makan siang selesai dan berbincang sebentar, Aisyah memutuskan untuk pulang. Farhan yang selalu diselimuti ketidak sabaran nya untuk malam nanti, hanya bisa terus menggoda sang istri.
Sementara Bul² sudah sangat was was dan takut. Dag dig dug dalam hatinya kian membuncah, apakah itu akan sakit? Aaaaaaa aku tidak bisa membayangkan, pikir Bul².
" Bii...aku keasrama lagi ya ?" Pinta Bul² pada suami nya.
" Iya sayang. Bareng aja yuk !" Ajak Farhan dan Bul² pun mengangguk.
Berjalan beriringan dengan tangan yang saling terpaut, membuat iri bagi siapa saja yang melihat nya. Bul² sangat malu dan risih terus diperhatikan orang orang, ia berusaha melepaskan gandengan tangan suaminya. Namun Farhan malah semakin mengeratkan pegangan tangan nya.
" Bii...malu lah.." Bisik Bul².
" Albii suka sayang...kenapa harus malu kita suami istri.."
Saat sedang berbisik, tiba tiba saja seseorang mengucapkan salam menghampiri mereka.
" Assalam mualaikum...Teh Bul², Gus Farhan "
" Waalaikumsalam wr wb..."
" Uuhhh kompak amat teh. Udah kayak truk gandeng aja ya hi hi hi." Goda Disna.
Bul² hanya tertunduk malu, namun Farhan menanggapinya dengan santai.
" Teh sudah buat adonan belum ?" Tanya Disna.
Bul² yang paham arah bicara Disna hanya memicingkan matanya. Sementara Farhan hanya terdiam, karna memang ia tak mengerti ucapan Disna.
" Belum..." Jawab Bul² singkat.
" Ya ampun Gus gimana sih. Cewek cantik dan manis kayak teh Bul² kok dianggurin. Nanti keburu dikrubung semutt loh Gus kalau gak gercep."
Farhan menggaruk garuk tengkuk lehernya yang tidak gatal. Sungguh ia tak mengerti bicara si tukang pos.
" Sayang...dia ngomongin apa sih ?" Bisik Farhan pada istri nya.
" Adonan kuping Bii, stttttt Albii gak usah kepoooo. Dia itu murid ajaib dipesantren ini. Coba aja Albii tanya kamu ngomong apa, pasti jawab nya lupa...hi hi." Ucap Bul² terkekeh dan Farhan pun hanya menahan tawa nya.
" Kamu ngomong apa tadi..." Tanya Farhan pada Disna.
" Apa ya tadi....ahh Gus Farhan sih gak langsung jawab. Jadinya Disna lupa." Jawab Disna. Sementara Bul² sudah cekikikan dan suami nya hanya menahan tawa.
" Bener kan Bii..." Bisik Bul² dan Farhan pun langsung mengangguk.
" Kalian berdua bisik bisik mulu deh. Disna dicuekin..." Ucap nya menyebikan bibir.
" Eh maaf, tuh kamu dipanggil Eko..." Ucap Bul² bohong. Saat Disna menoleh kebelakang, Bul² buru buru menarik tangan suami nya dan pergi dari sana.
" Sayang kenapa....?"
" Maless aja Bii. Pasti si tukang pos itu ngomong nya gak nyambung, bikin darah tinggi."
" Tukang pos...?"
" Iya Bii, dipesantren ini gelar nya Disna tukang pos + otak seperempat."
__ADS_1
" Kenapa ?" Tanya Farhan.
" Dia itu tukang nganterin surat dan info lain nya Bii dipesantren ini."
" Iya terus, kenapa harus ada + otak seperempat segala? gak boleh gitu loh sayang." Ucap Farhan.
" He he ya maaf. Habis nya kalau ngomong sama dia itu suka gak nyambung, ditambah lagi dia pelupa kayak tadi, bikin emosi tau Bii..."
" Lain kali gak boleh gitu ya.." Farhan mengelus kepala istrinya dan Bul² pun langsung mengangguk.
Setelah kegiatan nya disiang hari usai, Bul² dan Farhan kembali kerumah mengingat waktu telah memasuki magrib.
" Sayang...Albii shalat dimasjid. Mau ikut gak ?" Tanya Farhan.
" Gak Bi, aku capek. Shalat dirumah aja gak papa kan " Farhan pun mengangguk.
" Ya udah Albii kemasjid ya, Asalamualaikum."
" Waalaikumsalam..."
Setelah pergi nya Farhan, Bul² pun segera membersihkan diri dan shalat magrib.
Setelah selesai, Bul² membantu Umi menyiapkan makan malam.
" Assalamualaikum..." Salam Abah dan Farhan yang baru saja pulang dari masjid.
" Waalaikumsalam..." Umi dan Bul² mencium tangan para suami nya.
" Makan yukk Bii...!" Ajak Bul² .
" Yuk kita makan....!" Ucap Farhan.
Umi dan Abah yang melihat kedua nya hanya tersenyum bersyukur. Meskipun awalnya sang menantu terpaksa, namun pada akhirnya sebuah rasa itu tumbuh dihati satu sama lain.
Semoga kalian selalu bahagia..Bathin Umi dan Abah.
Seperti biasa, Bul² menuangkan nasi serta lauk kedalam piring suaminya. Begitupun juga dengan Umi yang sama sama menyajikan untuk Abah.
" Han...Umi dan Abi sudah tua. Kapan kalian akan memberi kami cucu." Tanya Umi.
Uhuk uhuk uhuk...Bul² yang masih mengunyah tiba tiba tersedak setelah mendengar keinginan mertuanya.
" Hati hati sayang...." Farhan memberikan minum pada istrinya dengan sebelah tangan yang mengusap tengkuk leher Bul².
" Gak bisa instan dong Umi, kan semuanya butuh proses..." Jawab Farhan.
" Tapi kalian tidak menunda nya kan..." Tanya Abah.
" Tidak Bii...."
" Alhamdulilah, Abi sangat tidak sabar menimang cucu dari kalian." Ucap Abah seraya tersenyum.
Ya Allah kedua mertuaku begitu sangat menginginkan cucu. Sementara aku belum sama sekali memberi suami ku hak nya. Gumam Bul² dalam hati merasa bersalah.
Setelah makan malam selesai, mereka berbincang sebentar diruang keluarga sambil menonton tv. Hingga tak terasa waktu telah memasuki isya. Abah segera pergi kemasjid bersama Umi, namun kali ini Farhan memutuskan untuk shalat isya bersama dengan sang istri dirumah.
__ADS_1
" Gak kemasjid Bii.." Tanya Bul² yang baru memasuki kamar.
" Pengan shalat bareng kamu aja sayang..." Bul² pun mengangguk dan segera mengambil air wudhu.
Shalat isya bareng istri tercinta pun telah selesai. Dengan posisi duduk menyila, Farhan memutar badan nya untuk berhadapan dengan Bul². Bul² pun meraih tangan Farhan lalu diciumnya, begitu juga dengan Farhan mendekat kan bibirnya dan...
Cup...
Ciuman dari Farhan pun mendarat dikening sang istri ." Anna uhibbuka fillah Zaujati.."
Bul² pun terkejut, ia mengingat kata kata itu sebelumnya. Dan akhirnya ia berhambur memeluk suaminya dengan penuh cinta.
" Sayang..."
" Biiii......" Panggil kedua nya bersamaan.
" Kamu dulu sayang, ada apa ?" Tanya Farhan.
" Aku mengingat sesuatu Bi, tentang kamar ini, kaligrafi itu, ciuman kening dan ucapan Albi barusan. Sebelum nya aku pernah melihat dan mendengar semua itu dalam mimpi ku setelah tahajud Bi. Tapi dalam mimpi itu tidak terlihat jelas wajah nya." Jelas Bul².
" Masya Allah benarkah sayang..." Tanya Farhan Bul² pun langsung mengangguk.
" Dan aku berpikir, kamu lah orang yang ada dimimpi ku itu Bii...Allah menunjukan sesuatu yang tidak aku tau namun kini aku rasakan."
" Albii pun sama pernah melihat mata mu hanya dalam mimpi. Namun setelah kita bertemu, Albii yakin jika mata indah yang pernah ada dimimpi Albi itu milikmu sayang."
" Anna uhibbuka Fillah Zauji..." Ucap Bul².
" A-apa yang kau ucapkan barusan sayang?, apa Albi gak salah denger ?"
" Gak Albii. Mungkin aku baru menyadari perasaan ku ini saat cemburu nya aku melihatmu bersama Ning Aisyah."
" I love you Bii...."
" I Love You too sayang..." Farhan kembali memeluk istrinya penuh cinta.
Siapa yang nungguin MP nya Bul² dan Farhan hayooooo hi hi hi
Sabar ya...
💞💞💞💞💞 **Alhamdulilah
Balik Up lagi nih
Tinggalkan
Vote
Like
Komen kalian ya !!!
Happy Reading Guys** ..
Bersambung💞💞💞💞
__ADS_1