Bidadari Sang Gus

Bidadari Sang Gus
Muciiiinnn


__ADS_3

Malam yang terlihat sedikit mendung, membuat sepasang suami istri muda betah dalam dekapan. Terlebih Bul² sekarang sangat suka memeluk tubuh suami nya hanya untuk mencium bau tubuh yang membuat nya candu itu. Pernah menyemoga bersandar dengan seseorang yang kita cintai didalam hutan dibawah naungan pohon pinus. Bertemankan riuh nya alam, gemerciknya air, gemerisiknya angin dan kicauan burung yang saling bersahutan. Namun kali ini itu semua itu tidak ia butuhkan, bertemu dalam istiqarohnya masing-masing adalah hal terindah paling misterius sekaligus penasaran pada sosok yang hadir didalam tidur lelapnya.


Bul² selalu meminta suami nya untuk melepas baju saat ia ingin memeluk nya. Entah itu disaat tidur malam ataupun siang hari, hal itu membuat Farhan sangat menyukainya. Ngidam yang menguntungkan, pikir Farhan.


Hingga waktu subuh telah tiba, Farhan bangun lebih dulu mengingat ia akan menjadi imam jama'ah dimasjid. Dilihatnya seseorang yang masih tertidur dibawah selimut tebal, seraya mengusap lembut rambut sang istri dan beberapa kali ia kecup kening milik nya.


Bul² yang mulai terusik itu pun menggeliat pelan. Ia mengerjapkan matanya melihat sosok didepannya yang tengah memandang secara intens dengan senyuman manisnya.


" Bi......" Panggil Bul² menatap manik mata Farhan.


Cup....


" Bangun sayang, bentar lagi subuh !"


Bul² pun menyenderkan diri dikepala ranjang mereka. Farhan pun mendekatinya dan menempelkan tangannya pada perut sang istri.


" Jaga baik baik ya sayang, buah cinta kita." Ucap Farhan menatap wajah ayu istrinya.


" Iya Bi, ini adalah anugrah terindah dari Allah untuk kita. Sepatutnya memang kita harus menjaganya dengan baik. Terima kasih ya Bi sudah hadir dalam hidup Adek, memberikan warna dalam keseharian Adek, Ana uhibbuka fillah zauji..." Bul² meraih tangan suaminya lalu ia cium tangan yang selalu memberinya dekapan yang hangat.


" Anna Uhibbuka Fillah ya zaujati..." Farhan pun mencium lembut kening sang istri, namun ciuman kali ini ia berikan lebih lama.


Mereka sama-sama membersihkan diri didalam kamar mandi, mengingat adzan subuh sudah berkumandang menggema dipenjuru pesantren.


" Bi Adek ikut ya jama'ah dimasjid !"


" Gak papa emangnya ?"


" Ya gak papa dong Bi, Adek cuma hamil bukan sakit. Lagian Adek kangen sama Rima juga Safa." Tuturnya.


" Iya sayang, siap siap gih !" Bul² pun mengangguk. Ia segera siap siap untuk mengenakan langsung mukena nya.


Setelah siap, mereka pun beramai ramai menuju masjid untuk shalat subuh berjama'ah.


Seperti biasa, setelah shalat subuh selesai Abah Zaki atau Gus Farhan memberikan tausiah sebentar dengan beberapa motivasi untuk para santri.


Hingga jam 6 pagi tausiah itu selesai dan para santri pun membubarkan diri untuk melakukan kegiataan selanjutnya seperti biasa.


Sementara Bul² pun ikut kedua sahabat nya kekamar asrama mereka diB1.


" Aaaa si Mbul selamat ya, bentar lagi aku jadi aunty." Ucap Rima antusias.


" Selamat ya Bul, semoga lancar sampe persalinan sehat selamat bayi juga ibu nya." Sambung Safa.


" Amiiin....." Jawab ketiganya kompak.


" Rim, Bang Zan sempet nanyain kabar kamu loh ..."


" Ah, yang bener..si ketek kingkong itu nanyain kabar aku ?" Tanya Rima dan Bul² pun langsung mengangguk.


" Wah, dunia mau kiamat....."


" Kenapa ?" Tanya Safa dan Bul² kompak.

__ADS_1


" Ya kalian kan tau, kami itu kalau ketemu bagaikan musuh bebuyutan yang gak pernah ada akurnya. Terus tiba tiba siketek kingkong itu nanyain kabar, kan aneh.." Ucap nya.


Bul² dan Safa hanya cekikikan." Nanti cinta loh Rim..." Goda Bul².


" Betul tuh, benci sama cinta itu bedanya tipis. Kayak 1 helai rambut di belah 7." Sambung Safa.


" Jembatan siratalmustaqim dong..." Tawa Bul² dan Rima pecah. Sementara Safa hanya terkekeh seraya menggaruk garuk kepalanya.


Tak terasa, matahari pun semakin merangkak naik. Setelah belajar dan berbincang dengan dua sahabatnya, Bul² memilih untuk pulang kerumah. Selain ia sudah sangat lapar, entah mengapa badannya pun terasa lengket dan gerah. Hingga ia menginginkan untuk berendam didalam dinginnya air.


Setelah selesai dengan ritual berendamnya, Bul² pun menyusul sang suami untuk makan siang bersama.


" Bi....Adek pengen sesuatu deh ." Ucapnya seraya melahap makanan.


" Makan dulu sayang, ngomong nya nanti..."


" Tapi Adek maunya sekarang Bi...!" Ucapnya memaksa.


" Baiklah, Adek mau apa ?" Tanya Farhan lembut.


" Bisa telfon Bang Zan sekarang !" Farhan pun langsung mengangguk. Ia ambil ponsel yang tengah ia charger sedari tadi, lalu menghubungi kakak iparnya.


📞


" Asalam mualaikum Bang...."


" Waalaikumsalam dek...kenapa ?"


" Ya ampun dek, kok mendadak. Lagian Ayah juga belum pulang..."


" Ah, pokoknya Adek gak mau tau. Kalian harus otw sekarang kepesantren, Asalam mualaikum..."


Tut....panggilan pun diakhiri oleh Bul².


" Kebiasaan ni bocah, lagian ngidam kok maksa. Eh tapi...gue bisa ketemu sama mbak aneh itukan...yes....yes...yes...." Ucap Farhan tersenyum girang.


Entah mengapa, awalnya Rima sangat menyebalkan dimata Zafran. Namun semakin lama, tingkah itulah yang Zafran rindukan dari sosok Rima. Ahhh mungkin ini yang dinamakan mucin hi hi hi mulai cinta, pikirnya.


3 jam kemudian, sampelah Zafran dan kedua orangtuanya dipesantren Nurul Huda.


Tak lupa mereka membawa titipan anak perempuannya yang tengah hamil muda itu.


" Assalam mualaikum...." Salam mereka.


" Waalaikumsalam....." Ayah Bunda Abang....akhirnya kalian dateng juga. Mana pesenan Adek ?" Tanyanya lagi.


" Sayang, suruh mereka masuk dulu !" Sahut Farhan.


" Eh iya, ayo masuk Bun...!" Ajaknya.


Bul² pun menikmati pizza yang dibawa orangtuanya dari jakarta.


" Bang....." Panggil Bul² pada Zafran.

__ADS_1


" Hem...." Jawabnya seraya memainkan ponsel.


" Abanggggg....." Teriak Bul².


" Iya dek iya....seumur umur baru kali ini gue ngadepin orang hamil..."


" Bang Zan mau nurutin apa mau Adek kan ?" Zafran pun langsung mengangguk.


" Ayo ikut Adek !" Ajak Bul².


" Kemana sih dek...?"


" Ikut aja Bang...!" Jawabnya singkat.


' Perasaan gue jadi gak enak ' Gumam Zafran dalam hati.


Bul² mengajak Zafran keluar rumah, dan sampelah mereka dikantin milik Bik Lili.


" Abang tunggu sini oke, jangan kemana mana..."


" Bik Lili nitip Abang Zan. Kalau dia mau kabur, cengkeweng aja..." Ucap Bul².


" Siap Neng..." Jawab Bik Lili memberi hormat.


" Dikira karung goni kali, main cengkeweng." Gerutu Zafran.


Bul² pun pergi meninggalkan Zafran dikantin, eiiiitssss lebih tepatnya ia menitipkan Abang nya dikantin Bik Lili ha ha ha.


Tak beberapa lama, Bul² pun kembali dengan sejuta kejutan untuk Zafran.


" Abang......" Panggil Bul². Zafran pun yang merasa terpanggil langsung menoleh kearah sumber suara.


Deg...


Deg......


Huaaaaaa Muciiiiiiiin bertebaran dimana mana


Disini senang disana senang...


dimana mana hatiku senang..sla..la....la...laa..laaa


**💞💞💞Tinggalkan


Vote


Like


Komen kalian ya !!


Happy Reading Guys**...


Bersambung💞💞💞

__ADS_1


__ADS_2