Bidadari Sang Gus

Bidadari Sang Gus
Extra part 2


__ADS_3

" Yakin gak sedih ?" Tanya Kila sekali lagi, namun tetap Bila menganggukan kepalanya menyakinkan sahabatnya itu.


" Kak Aqil mau____


Deg.....


Perasaan Bila mendadak tidak tenang, meskipun Kila belum melanjutkan kalimatnya.


Namun ada rasa takut yang kini menghampiri dirinya.


" Kak Aqil mau kejakarta, dia mau kuliah disana ." Jelas Kila.


Deg.......


Bila sudah menahan air matanya supaya tidak keluar. Namun hal itu gagal ia lakukan, bagaimana tidak, orang yang ia cintai itu akan pergi jauh darinya untuk melanjutkan sekolah yang lebih tinggi.


" Bila......." Panggil Kila yang melihat sahabatnya itu sudah murung dengan mata yang sembab.


" Hiks hiks hiks...kenapa kak Aqil harus pergi dari Bila sih. Apa kak Aqil bosen ya lihat Bila ?"


" Gak gitu Bila, kak Aqil itu harus sekolah. Dia ingin melihat dunia luar tanpa harus dipesantren.."


" Huaaaaaaa😭 kak Aqil jahat..." Bila berlari pergi meninggalkan Kila yang masih menatapnya dengan iba.


Kila membiarkan Bila untuk menenangkan dirinya sementara waktu. Sementara kini ia memilih untuk pulang kerumahnya dan menceritakan hal ini pada kakaknya.


" Kak, kenapa ?" Tanya Kila yang melihat kakaknya mondar mandir seperti setrikaan rusak.


" Kakak bingung Dek, kakak belum bilang sama Mibu juga Yahbi tentang niat kakak ini..."


" Pasti ngizinin kok kak, apa lagi kakak gak sendiri kan...?" Tanya Kila dan Aqil pun langsung mengangguk.


" Aku juga mau cerita kak..."


" Cerita apa ?" Tanya Aqil menatap adiknya serius.


" Kakak diam-diam mengagumi Bila gak sih ?"


" Kenapa ? Kok nanya itu ?"


" Ya habisnya gimana ya, kakak gak tertarik gitu ? Ya secarakan dia gak pernah bosen ngejar-ngejar kakak..."


" Gak tuh.." Jawab Aqil singkat seraya malingkan wajahnya.


" Susah ditebak memang, " Ucap Kila tak yakin dengan jawaban kakaknya.


" Aku udah cerita soal kakak sama Bila, dan dia nangis-nangis tuh. Kayak gini, hiks hiks..kenapa sih kak Aqil harus jauh dari bila, apa kak Aqil bosen lihat Bila ya ? Katanya gitu..." Ucap Kila menirukan gaya bicara Bila yang sedikit manja.


Aqil hanya menahan senyum melihat adiknya itu, eh bukan. Tapi yang pasti ia tersenyum karna bicaranya Bila yang seolah-olah tak mau ia tinggal jauh. Sungguh sesuatu memang, cuek tapi gimana gitu....Aaaaa si Aqil mau tapi malu suka tapi gengsi hi hi hi.


Kila menyadari, jika kakaknya tengah tersenyum meskipun samar. Dan ya, entah ia mengikuti jejak siapa hingga cueknya sangat kelewat batas, bahkan senyumnya pun sangat jarang sekali.


" Eheemmm...." Kejut Kila pada kakaknya.

__ADS_1


" Astagfirullah, ngagetin aja kebo gendut..."


" Dari tadi disini juga, dih gak nyadar. Kebanyakan Bila tuh dalem otaknya .." Gerutu Kila memonyongkan bibirnya.


Tanpa menjawab, Aqil pergi meninggalkan Adiknya yang masih bengong itu.


" Lagian kenapa coba, antartika beku ada disini. Ck dasar bongkahan es.." Gerutunya.


Sementara diasrama puteri, Bila yang masih termenung dengan lamunannya hanya terdiam seraya duduk ditepi ranjangnya.


Air matanya terus mengalir membasahi pipi cubbynya itu.


" Kak Aqil, kenapa sih gak nikahin Bila sekarang aja. Biar Bila bisa ikut kemana pun kak Aqil pergi hiks hiks...huaaaaaa kak Aqil, nikahin Bila dong !"


Bila masih berdiam diri didalam kamarnya, berbeda dengan Aqil yang dirundung kegelisahan. Mau tak mau ia harus berani untuk mengungkapkan niatnya itu pada orangtuanya.


" Yah....Bu....." Panggil Aqil yang melihat kedua orangtuanya tengah menonton tv.


" Kenapa kak ? sini....!" Ucap Bul² menyuruh anaknya untuk duduk bersamanya.


" Kakak mau bicara sama kalian..." Ucapnya takut-takut.


" Bicara apa kak ?" Tanya Farhan mematikan tvnya dan menatap anaknya serius.


" Begini yah, kalau Aqil kuliah dijakarta sama Ilham, apa kalian mengizinkan ?"


Bul² dan Farhan terdiam, ia saling lirih mendengar ucapan anaknya itu. Kemudian keduanya pun tersenyum sebagai jawaban awalnya.


" Apa kamu yakin mau kuliah dijakarta kak ?"


" Kalau mibu gak kasih izin gimana ?"


Aqil terdiam dengan tatapan yang terus menunduk. " Aqil gak akan kejakarta Bu..." Jawabnya pelan.


" Mibu kasih izin kak, tapi dengan satu syarat !" Pintanya.


Aqil mengangkat kepalanya menatap kedua orangtuanya bergantian. Seolah lirikan matanya ingin meminta jawaban syarat apa yang harus ia penuhi untuk bisa kuliah dijakarta sesuai keinginannya.


" Tidak boleh kost, kakak harus tinggal dirumah nenek !" Pinta Bul².


" Iya Qil, yahbi juga gak kasih izin kalau kamu harus kost..." Sambung Farhan.


Aqil mengangguk seraya tersenyum senang. Akhirnya keinginannya untuk melihat dunia luar lebih lama lagi kini akan ia capai. Meskipun ia sering kerumah neneknya yang dijakarta, namun sesampainya disana ia lebih tertarik dengan universitas yang tidak begitu jauh dari rumah neneknya itu.


" Terimakasih yah bu, sudah mengizinkan kan Aqil untuk kuliah disana.."


" Iya sayang, sama sama..." Ucap kedua orangtuanya kompak.


" Kapan mulai pendaftarannya kak ?" Tanya Bul².


" Insya Allah lusa Bu, jadi besok Aqil bisa langsung kerumah nenek..."


" Sebegitu senangkah kamu Qil kuliah disana ?" Tanya Farhan dengan tersenyum. Namun Aqil hanya menjawab dengan anggukan kepala tanpa berkata apapun.

__ADS_1


" Tidak mau mengikuti jejak yahbi kekairo Qil ?"


" Tidak yah, Aqil tidak mau terlalu jauh dari kalian. Ilmu agama, bisa Aqil dapat dari pesantren sudah cukup. Ada yahbi kan yang lulusan kairo, Aqil bisa belajar dengan yahbi saja..." Ucapnya tersenyum.


" Alhamdulilah.....tantu nak, ilmu yahbi jika bukan untuk anak-anak yahbi lalu untuk siapa.."


" Sudah bilang sama Adek ?" Tanya Bul² pada Aqil.


" Na'am Bu...."


" la tans maerifat aldiyn 'athna' wujudak fi jakarta..." Ucap Farhan dengan bahasa arabnya.


" Na'am yah, pasti....Aqil tidak akan lupa agama yang selama ini Aqil pelajari dipesantren."


" Itu harus kak....karna dijakarta dunia kehidupannya berbeda dengan dipesantren. Jadi kamu harus bisa membawa dan menjaga iman...!" Nasehat Bul² pada puteranya.


Aqil hanya mengangguk mantap. Meskipun nantinya bukan hidup dipesanpren yang ia jalani, namun tetap saja agama yang selama ini ia pelajari tak akan mudah ia lupakan begitu saja.


" Kak......" Panggil Bul².


" Gak rindu dengan sisemok...?" Goda Bul².


Aqil hanya mengeryitkan dahinya tak memahami bicara sang ibu.


" Semok ? siapa ?" Tanya Aqil dengan menautkan alisnya.


Farhan dan Bul² sudah terkekeh melihat anaknya yang kebingungan dengan bicaranya itu. Ia hanya ingin menggoda Aqil selagi ia masih berkumpul bersama.


" Masa gak tau kak ...?" Aqil pun sekekita langsung menggeleng cepat. Ia memang tidak tau siapa yang orangtuanya maksud itu.


Bahkan, namanya kenapa semok ? Bukankah nama itu khusus untuk seseorang yang berparas wah ? Pikir Aqil.


" Yakin gak tau ?" Tanya Bul² sekali lagi.


" Yakin Bu, Aqil gak tau. Siapa semok, orang mana ?" Tanya Aqil ikut penasaran.


" Bidadari surgamu kak....!"


Bllussss.......


Jantung Aqil serasa mau copot mendengar bidadari surga.


Kata-kata itu kan ????????


**💞💞💞Tinggalkan


Vote


Like


Komen kalian ya


Happy Reading guys**...

__ADS_1


Bersambung...💞💞💞


__ADS_2