
mbuatnya terluka.
Bahagia yang hanya sesaat ia rasa, telah tertutupi dengan tumpukan bara api yang mulai menyambar perlahan-lahan kebahagian itu.
Hari sudah semakin sore, namun Rehan belum juga pulang dari kantornya.
Najwa masih setia menunggu suaminya di ruang tamu seraya menonton tv. Berkali-kali ia menghubungi no ponsel suaminya itu, namun jawabannya tetap sama, tidak aktif.
Jam 7 berlalu, kini jarum jam sudah berada diangka 8, namun belum ada tanda-tanda suaminya pulang kerumah.
Najwa berniat untuk makan malam bersama dengan Rehan, bahkan ia pun sudah mengirimi suaminya pesan dan telah dijawab Iya oleh suaminya itu.
__ADS_1
"Mas Rehan gak mungkin lembur, karna ini hari senin. Tapi udah jam 8 kenapa Mas Re belum pulang juga ? Apa dia lupa kalau aku mengajaknya makan malam bersama ?" Najwa bertanya-tanya dalam pikirannya itu.
***
Ditempat lain, seseorang tengah bermadu kasih di kamar hotel.
"Uhhhhhh Mas....."
Najwa masih gelisah memikirkan kemana suaminya pergi. Ia telah menelfon asisten pribadi Rehan dikantor, namun jawabannya Rehan telah pulang dari jam 5 sore tadi.
"Kemana sebenernya Mas Rehan ?" Gumam Najwa.
__ADS_1
Saat tengah berkutat dengan pikirannya yang gelisah, tiba-tiba Najwa dikejutkan dengan suara pesan diponselnya.
Tring......
Pesan itu ternyata adalah sebuah video yang dikirimkan dari no tidak dikenal.
"Astagfirullah...."
Najwa terduduk lemas ditepi ranjangnya, air matanya luruh begitu saja setelah mendapati pesan di ponselnya itu.
Dunianya menjadi gelap, tidak ada kehidupan lagi diatas sana.
__ADS_1
"Hiks...hiks...."