
Pada keesokan harinya, Farhan telah bersiap siap untuk berangkat kekota K. Dengan bekal beberapa setel pakaian yang disiapkan sang istri dan tentunya beberapa kitab kesukaan Farhan. Bul² terus saja menangis mengingat ia akan ditinggal suaminya selama seminggu kedepan.
" Udah dong sayang, kok nangis terus. Kasian nanti dedeknya didalem ikutan nangis juga ." Ucap Farhan mengusap air mata Bul² dan mencium pucuk kepalanya.
" Huaaaaaaaa😭😭😭 tidak bisakah Albi batalkan keberangkatan kekota K?" Bukan malah diem, Bul² malah menguatkan suara tangisannya seraya sesenggukan.
" Tidak bisa sayang, acaranya akan dimulai jam 3 sore nanti. Adek tenang ya, Albi gak akan macem-macem." Ucap Farhan menenangkan Bul².
" Adek takut terjadi sesuatu Bi, tolong jangan pergi jauh dari Adek hiks hiks."
" Heiiii Albi hanya kekota K sayang, bukan kealam baka yang gak akan pernah kembali lagi. Adek jangan mikir macem macem ah, doa'akan Albi semoga gak terjadi apapun selamat sampe tujuan pulang dan pergi..." Bul² pun mengangguk.
" Albi janji akan sering kasih kabar ke Adek ..." Ucap Farhan lagi.
Mobil sudah disiapkan mang Darno, Farhan pun segera mengambil tas dan beberapa bukunya.
" Albi jaga kesehatan ya, jangan telat makan !" Nasehat Bul².
" Iya sayang. Adek juga jaga diri baik baik ya, jaga anak kita demi Albi. I love u ...."
Cup....
Farhan membuka sedikit niqab bul² dan mencium sekilas bibir istrinya. Umi Abah dan mang Darno pun yang melihatnya seraya memalingkan wajah, karna mereka merasa malu dengan adegan seperti itu didepan umum. Kali ini Bul² tidak marah dan tidak menolak, ia pun sangat menikmati kecupan singkat dari suaminya. Buat bekal selama seminggu dong he he he.
" I love u too Bi....."
" Albi berangkat ya ?" Bul² pun mengangguk dan mencium tangan suaminya.
Farhan pun beralih kepada Umi dan Abah seraya berpamitan dan berpesan untuk membantu menjaga Bul² dan calon buah hatinya.
" Pasti Han, jaga diri baik baik. Umi akan menjaga istrimu !" Ucap Umi.
" Na'am Umi, syukron..." Umi pun mengangguk.
" Asalam mualaikum...." Ucap Farhan berpamitan.
" Waalaikumsalam wr wb...." Air mata Bul² tak dapat lagi ia hentikan, semakin deras air mengalir dari pelupuk matanya.
__ADS_1
" Neng, masuk yuk....insya Allah Farhan akan baik baik saja, hanya seminggu kok tidak akan lama ." Umi Imah menenangkan menantunya itu.
Umi pun dapat merasakan apa yang Bul² rasakan. Ia pun pernah mengalaminya sewaktu saat pertama kali ditinggal suaminya untuk berdakwah dikota lain. Namun perlahan, Umi terbiasa dengan kegiatan suaminya itu. Bahkan kali ini ia pun sering mengisi pengajian dari undangan desa lain.
Bul² pun menuruti perkataan ibu mertuanya, ia kembali masuk kedalam kamarnya untuk sekedar meluapkan isi hatinya. Ia berdiri diatas balkon menatap langit yang mulai terlihat hitam .
" Adek takut Bi, kenapa Adek selalu berfikir negatif saat kita berjauhan. Ya Allah ya tuhanku, lindungilah suamiku dimanapun ia berada, jauhkanlah ia dari orang orang yang zdholim, Amiin..." Gumamnya lirih.
Kemudian Bul² pun mengingat bahwa ia belum meminum susu Bumil, segera beranjak dari balkon Bul² pun keluar kamar menuju dapur.
Setelah selesai membuat susu hangat, ia membawa susu itu kemeja makan. Entah ada angin apa, gelas itu tiba-tiba saja terlepas dari genggaman Bul².
Pranggggggg......
" Astagfirullahaladzim...." Bul² pun segera memungut pecahan gelas itu dan memasukannya kedalam plastik.
Hatinya bergemuruh, pikirannya kalut. Tiba-tiba saja ia teringat dengan suaminya, Farhan, yang baru beberapa jam lalu berangkat menuju kota K. Bul² segera berlari kedalam kamarnya untuk mengambil ponselnya yang berada diatas ranjang. Ia segera menghubungi Farhan namun beberapa kali ia telfon, no Farhan tidak bisa dihubungi. Tentu saja pikiran Bul² tambah kemana mana setelah mendapati no suaminya yang tidak aktif itu.
'" Ya Allah Aktfin dong hpnya....!" Gerutu Bul² kembali menelfon suaminya berulang ulang.
Ia berlari keluar kamar dan berteriak memanggil ibu mertuanya dangan isak dan tangis.
" Umi...hiks hiks...Bul² punya firasat tidak enak pada A' Farhan. Sudah Bul² telfon berulang kali tapi no nya selalu tidak aktif, hiks hiks...Bul² takut Umi.."
" Astagfirullah, istigfar neng. Berdoa saja semoga Farhan baik selamat sampe tujuan ." Ucap Umi Imah.
Sebagai seorang ibu, Umi pun merasakan hal yang sama dengan menantunya itu. Namun Umi Imah memilih diam tak ingin membuat menantunya khawatir yang berakibat setres pada kehamilannya.
' Ya Allah pertanda apa ini, bukan cuma aku yang merasakan firasat ini, tapi juga menantuku. Lindungilah anakku dimana pun berada ya Allah...' Gumam Umi dalam hati.
" Umi...hiks hiks, Bul² takut terjadi sesuatu pada A' Farhan Mi...."
" Tenang ya neng, inget Neng Bul² lagi hamil gak boleh banyak pikiran. Umi coba telfon Farhan, siapa tau kali ini nyambung .." Ucapnya. Kemudian Umi masuk kedalam kamarnya mengambil ponsel, segera ia menghubungi no Farhan namun tetap sama, hasilnya nihil.
" Bagaimana Umi, apa bisa dihubungi...?" Tanya Bul² disela sela tangisannya.
Dengan berat hati, Umi Imah pun menggeleng sebagai jawaban bahwa no Farhan masih tidak bisa ia hubungi.
__ADS_1
Melihat Mertuanya menggeleng, Bul² semakin terisak. Ia tidak tau lagi harus bagaimana sekarang, yang bisa ia lakukan hanyalah berdoa dan terus berdoa.
Hal buruk seolah akan terjadi, Bul² dan Umi serta Abah sudah kelimpungan menelfon sana sini namun hasilnya nihil.
Abah pun sudah menelfon kerabatnya yang ada dikota K, kebetulan beliaulah yang akan menemani Dakwah Farhan disana. Namun jawaban dari kerabat Abah itu membuat Bul² dan Umi begitu syok mendengarnya. Bagaimana bisa, sampai saat ini Farhan belum juga sampai dikota K mengingat sudah hampir 5 jam ia keluar dari pesantren dengan mobilnya. Bul² dan Umi pun menangis seraya berpelukan, ternyata Umi juga tidak dapat menahan kesedihannya sendiri. Ditambah lagi melihat keadaan menantunya itu semakin membuatnya merasa kehidupan rumahtangga anaknya akan diuji kembali.
Tiba tiba saja ponsel Bul² berdering, namun ia tidak mengenali siapa yang menelfon. Bul² pun mengabaikannya telfon itu dan merijeknya. Namun no itu kembali lagi menelfon hingga berulang kali, ditelfonnya yang ke 5 Bul² pun menyerah. Akhirnya ia jawab telfon dari no tidak dikenal itu.
" Hallo Asalam mualiakum....."
" ...(....)..."
" Benar, saya sendiri. Siapa ya ?" Tanya Bul².
" (......).."
Prangggg....
Ponsel itu seketika terlepas dari genggaman Bul². Kemudian Bul² pun jatuh pingsan, setelah menerima telfon itu.
Hayooooo lohhhhh Bul² kenapa tuh...?
Ada yang tau ????? Hi hi hi hi
Dilanjut Next episode ya....
Penasaran gak nih.....?
Stay cun terusss....
💞💞💞💞Tinggal kan
Vote
Like
Komen kalian oke. !!!!
__ADS_1
Happy Reading Guys.
Bersambung💞💞💞