Bidadari Sang Gus

Bidadari Sang Gus
Keterkejutan Zahra


__ADS_3

Aisya bersandar di kepala ranjang dengan kedua tangan yang ia lipat di dadanya.


Sungguh ia sangat kesal dengan sikap Rasya yang seenaknya sendiri, termasuk berani mencium wanita lajang tanpa rasa bersalah sedikitpun.


Rasa kesal bertambah disaat ia pingsan. Rasya dengan berani menggendongnya, bahkan ia dengan sengaja memberinya nafas buatan.


Ingin rasanya Aisya mencekik pria itu, andai saja menganiaya tidaklah berdosa.


"Apa kau masih ingin bersamaku disini ?"


Aisya melotot tajam kearahnya. Pertanyaan macam apa itu ?


Tanpa menjawab Rasya, Aisya buru-buru beranjak dari ranjang dan segera keluar dari kamar laknat. Eh ralat, bukan kamarnya yang laknat tetapi penghuninya.


Rasya terkekeh geli melihat wanita itu merasa kesal, ia merogoh kantung celananya meraih benda kecil yang melingkar dengan kilauan berlian yang mewah.


"Dengan bukti ini aku semakin Aisya, kau masih hidup dan saat ini kau ada di dekat kami. Semoga dengan membawamu kepesantren, kau akan terbuka untuk menceritakan apa yang telah terjadi," gumam Rasya seraya memperhatikan cincin itu kemudian kembali menyimpannya.


*****


Masih di hari yang sama, saat ini mobil Rasya melaju sebagai pemandu jalan untuk mobil Evan yang ada di belakangnya.


Aisya hanya terdiam sejak tadi, hal itu membuat Evan bingung dan bertanya-tanya dalam benaknya.


Sesekali ia berdehem untuk mengalihkan perhatian Aisya yang sejak tadi hanya melihat jalanan dengan melamun.


"Apa yang kamu pikirkan, Isya ?" Tanya Evan memberanikan diri.


"Tidak ada kak," jawabnya singkat.


"Apa kau ingin mengubah keputusanmu ? Biar aku yang bicara dengan pak Rasya," ucapnya lagi.


"Jangan ! Eh, maksud Isya bukan karna itu. Untuk mengabdi di pesantren dan menjadi pengasuh anak pak Rasya, akan tetep Isya lakuin kak," jawabnya.


Evan hanya mengangguk. Mungkin mood Aisya hari ini sedang tidak baik, hingga Evan memilih mengurungkan niatnya untuk lebih banyak bertanya.


Sementara di mobil Rasya, Aishi terus saja berceloteh dengan senangnya ia berkata apa yang harus ia lakukan saat tiba di pesantren nanti. Termasuk berencana akan diantar setiap hari kesekolah oleh uminya.

__ADS_1


Rasya mengulas senyum dengan sesekali melirik gadis kecilnya bersama Aisya.


Tidak akan lama lagi sayang, bersabarlah sedikit lagi. Abi janji, bukan hanya diantar sekolah, tapi setiap harinya saat bangun tidur hingga tidur lagi Ichi akan selalu di temani umi. Abi janji sayang ! Bathin Rasya bergumam.


3 Jam kemudian, mobil Rasya mulai memasuki kawasan pesantren dengan masih di ikuti mobil Evan.


Aishi tidak sabar untuk turun dan memperkenalkan uminya kepada kakek dan neneknya, termasuk juga tante Zahra.


"Ayo umi !" Ajak Ici tanpa memperdulikan dua pria yang baru saja turun dari mobilnya masing-masing.


"I-iya sayang," jawab Aisya sedikit gugup.


Kawasan yang sangat sejuk dan tenang, Aisya merasakan hal yang berbeda ketika memasuki pesantren ini. Apa lagi saat ingin memasuki gerbang besar bertuliskan Pondok Pesantren Nurul Huda, seklebat bayangan bermunculan di depan gerbang itu. Kepalanya terasa sedikit pusing, namun Aisya masih bisa menahannya. Ia tidak ingin Evan merasa cemas terlebih lagi jika sampai Aishi tahu.


Santriwati yang melihat Aishi bergandengan tangan dengan wanita, mereka saling berbisik satu sama lain.


Apa lagi wanita itu sama bercadarnya dengan Aisya, membuat mereka semakin bertanya-tanya siapa ukhty yang bersama Aishi itu ?


****


Seperti saat ini, Zahra tengah membantu ustazah Bila memasak untuk makan malam.


"Umi, boleh Za tanya sesuatu ?" Ucap Zahra dengan hati-hati.


"Tentu nak, apa yang ingin Zahra tanyakan ?" Jawab Umi Bila dengan tangan yang seraya memotong sayur.


"Apa kak Rasya menelfon umi ? Bagaimana kabarnya ? Maksud Za, kabar Ici," ralatnya.


Umi Bila tersenyum melihat kegugupan Zahra,"Kabar Rasya atau kabar Ici yang ingin kamu tanyakan, hem ?" Goda umi Bila membuat Zahra menundukkan pandangannya malu.


"Rasya baru telfon umi kemarin, kabar mereka Alhamdulilah baik. Dan katanya hari ini mereka pulang ke pesantren," jawab umi Bila.


Selama Rasya di jakarta beberapa hari lalu, ada kemajuan untuk Zahra lebih dekat dengan orang tua Rasya. Buktinya saat ini Zahra memanggil dengan sebutan umi, dan bukan ustazah seperti sebelumnya.


Ada kebahagiaan tersendiri saat umi Bila mengatakan bahwa Rasya dan Ici akan pulang hari ini. Bahkan umi Bila pun bisa melihat itu dengan jelas. Memang harapannya adalah Rasya mau menjadikan Zahra sebagai ibu sambung Aishi, apa lagi mereka sangatlah dekat sedari Aishi baru lahir. Walaupun saat ini Rasya selalu menolaknya, tetapi ia yakin suatu saat Rasya akan membuka hatinya dan mau menerima Zahra sebagai calon istrinya.


Dan pada akhirnya suara ketukan pintu menghentikan obrolan mereka.

__ADS_1


"Biar Zahra saja umi !" Pintanya, dan umi Bila hanya mengangguk seraya tersenyum.


Zahra berjalan menuju ketukan pintu berniat ingin membukanya.


"Waalaikumsalam," jawabnya dengan tangan yang sembari menggerakan kenop pintu.


"Tante Zahra, Ici kangen," Ici langsung berhambur memeluk Zahra dengan eratnya.


"Tante juga kangen sama Ici," jawabnya setelah berhasil menggendong tubuh mungil gadis kecil itu.


Beberapa saat setelah mereka berpelukan dengan posisi Aishi di gendongan Zahra, kini Zahra menurunkan Aishi kemudian melirik wanita yang datang bersama Aishi itu. Zahra menggeser sedikit pandangannya, ternyata ada dua orang lelaki yang baru saja sampai di depan rumah. Dan salah satu dari mereka adalah Rasya.


"Asalammualaikum," salam Rasya dan Evan bersamaan.


"Waalaikumsalam wr wb."


"Kamu apa kabar Zahra ?" Tanya Rasya.


"Ba-baik kak," jawab Zahra gugup. Hatinya berbunga dikala Rasya menanyakan kabarnya sekaligus ia masih tidak mengerti dengan datangnya Rasya dan Aishi yang membawa tamu.


"Mereka siapa kak ?" Tanya Zahra akhirnya memberanikan diri untuk menjawab rasa penasarannya.


"Ini umi, tante. Uminya Ici," bukan Rasya yang menjawab, tetapi gadis mungil yang baru saja turun dari gendongannya.


Deg....


Author sudah pastikan jodohmu bukan Rasya Zahra. Author takut Reader ngamuk he he he🤣


Maaf ya Zahra !!!


**Udah up dobel kan ?


Votenya lah jangan pelit-pelit, oke !


Happy Reading guys


TBC**

__ADS_1


__ADS_2