Bidadari Sang Gus

Bidadari Sang Gus
Kemana rasa malumu....


__ADS_3

Hari pun semakin larut, hingga mungkin semua orang sudah tertidur lelap dalam mimpinya. Kali ini hal itu tidak terjadi pada Farhan, ia terus memandangi foto istri nya yang tengah tersenyum manis saat pernikahan mereka. Meskipun saat itu ia belum mencintai suami nya, tapi Bul² melakukan nya dengan ikhlas dan tak mungkin mencoreng nama baik keluarga nya terutama orang yang terpandang seperti Abah Zaki.


Rasa menyesal kini tengah menyelimuti hati seorang Gus Farhan. Ia berfikir mungkin betul kata Abi dan Umi nya, bahwa ia lemah menghadapi masalalu yang jelas tidak akan mungkin bisa menjadi masa depan karna hal itu telah tergantikan oleh sosok bidadari bermata almond dan suara merdu, ia lah Bul² yang kini sudah menjadi istri sah secara agama dan hukum.


" Maafin Albii sayang, Albii gak berfikir sejauh itu sampe Adek pun ikut kecewa karna sikap Albii yang tidak bisa tegas menghadapi masa lalu. Albii akui, terlalu lemah menghadapinya. Pulanglah sayang...Albii rindu...." Farhan menitikan air mata nya kembali dan jatuh tepat difoto Bul².


Hingga entah kapan ia pun terlelap sambil memeluk foto sang istri.


Dijakarta.......


Pagi yang sudah terlihat ramai, membuat seseorang mengerjapkan mata nya diatas tempat tidur.


Tok....tok...tok...


" Adek.....bangun sayang...!" Bunda Wati mengetuk pintu kamar Bul².


Bul² pun segera beranjak dari tempat tidur. Dengan langkah gontai ia membukakan pintu kamar nya.


" Kenapa sih Bun ? Hoaaaammmmmm." Ia kembali menguap seraya menutup mulut nya dengan telapak tangan.


" Ini udah jam 8 loh sayang, kok tumben Adek bangun kesiangan begini ?"


" Adek semalem tidur larut Bun he he..." Jawab nya terkekeh. Sementara Bunda Wati hanya bisa geleng geleng kepala melihat tingkah anak perempuan nya itu.


" Ya udah cepet mandi, abis itu turun kita sarapan !" Titah nya seraya mengelus rambut Bul².


" Siapp Bunda ku yang cantikk..." Ucap nya memberi hormat dan tersenyum. Bunda Wati pun membalas senyuman nya lalu pergi untuk menyiapkan sarapan yang belum sempat ia tata kemeja makan.


Bul² serega masuk kamar mandi untuk membersihkan diri. Dijam segini biasa nya kalau dipesantren ia sudah rapi mungkin tengah melakukan kegiatan seperti biasanya.


Mumpung dirumah Bunda, mau mengenang jadi anak badung lagi hi hi hi, pikir Bul².


Setelah membersihkan diri nya, ia pun segera berpakaian lalu turun untuk memulai sarapan nya.


" Pagi Bunda, pagi Ayah....." Bul² mencium pipi sang Bunda dan Ayah nya secara bergantian.


" Pagi sayang....." Jawab Ayah dan Bunda kompak.


" Abang mana Bun, pasti belum bangun ya ?" Tebak nya.


" Abang ada mitting sama menegger restauran kita sayang. Jadi dia berangkat pagi pagi sekali.." Jelas Bunda yang tengah mengoles roti dengan selai.


Bul² pun hanya mengangguk dan ber oh ria saja. Namun saat tengah memakan roti tawar, pandangan mata nya tertuju pada foto pernikahan nya yang segede gaban terpampang jelas didepan meja makan.


Deg.....


Jujur saja, sehari tak bertemu dengan suami nya ia pun sudah merasa rindu.

__ADS_1


' Adek rindu Bi.....Tapi hati Adek masih sakit mengingat sikap Albi yang berubah belakangan ini. Terlebih Albi tidak bisa tegas untuk menghindari masa lalu...membuat Adek semakin enggan untuk bertemu dengan Albi sementara ini..' Gumam Bul² dalam hati nya.


" Sayang.....kok ngelamun ?" Suara Bunda membuyarkan lamunan dan tatapan mata Bul² yang tertuju pada foto pernikahan nya.


" Eh, gak kok Bun. Habis sarapan boleh gak Adek belanja Bun?"


" Boleh sayang, nanti sama Bunda ya....biar Ayah yang jadi supir."


Seketika Ayah Herman pun melirik sang istri.


" Kok Ayah Bun,..."


" Siapa lagi, Abang kan mitting Yah " Jawab Bunda.


" Baiklah baiklah, hari ini Ayah akan jadi supir kalian...." Ucap nya tersenyum pada istri dan juga anak nya.


" Wah benarkah ?" Tanya Bul² memastikan.


" Tentu sayang, untuk dua bidadari dalam hidup Ayah apa sih yang gak...." Bul² beranjak dari duduk nya dan memeluk sang Ayah dari belakang.


" Terimakasih Yah..."


" Sama sama sayang..." Mereka pun melanjutkan sarapan nya lagi sebelum pergi jalan jalan ke mall.


Dipesantren......


Sementara Naya yang terus memperhatikan Farhan hanya bisa senyum senyum sendiri. Mengingat ia merasa akan menjadi nyonya kedua dari Farhan Adzriel Maulana. Tiba tiba saja ketukan pintu mengalihkan semua tatapan mereka.


" Asalam mualaikum...."


" Waalaaikumsalam....wr wb..." Jawab mereka kompak.


" Afwan ustadz, saya disuruh Umi memanggil Gus Farhan juga Ustadzah Naya !" Ucap santri itu.


" Na'am...syukron ya, kamu boleh kembali !" Ucap Farhan.


" Baik Gus, Asalam mualaikum..."


" Waalaikumsalam wr wb..."


Dalam hati Naya terlihat senang, ia berfikir Umi memanggil nya untuk membicarakan kelanjutan hubungan nya dengan Farhan.


" Ayo Han....!" Ajak Naya tiba tiba begitu semangat.


" Na'am, duluan saja. Ana akan menyusul ." Jawab Farhan tanpa menatap Naya.


Naya pun mengerti, mungkin Farhan merasa tidak enak dengan para ustadz dan ustadzah yang ada disana jika harus keluar secara bersamaan dengan nya, pikir Naya. Ia pun akhir nya mengalah dan memilih keluar kantor lebih dulu.

__ADS_1


Tak beberapa lama, kedua nya pun telah sampai dirumah ndalem.


" Asalam mualaikum..." Salam kedua nya saat masuk kedalam rumah.


" Waalaikumsalam...wr wb..." Jawab mereka dari dalam.


Naya sangat terkejut dengan kedatangan Abi dan Umi nya, yang tak lain adalah Kyai Mahmud dan Ustadzah Kulsum.


" Abii...Umi...kok gak ngabarin Naya kalau mau kesini?" Tanya nya memberi salam dan mendudukan diri disamping Umi Kulsum.


Umi Kulsum hanya menjawab dengan senyuman saja. Berbeda dengan Kyai Mahmud yang sudah tanpa ekspresi itu.


" Umi sama Abi manggil Farhan juga Naya ada apa ?" Tanya Farhan sopan.


" Naya tau, kalian pasti mau ngomongin tentang pernikahan Naya juga Farhan, iya kan ?" Sahut Naya penuh semangat.


Semua hanya terdiam, sangat terlihat jelas Kyai Mahmud tengah menahan amarah dengan sikap sang anak.


" Kok kalian semua diem sih, bener kan buktinya Umi sama Abi Naya aja kesini. Berarti mau ngomongin pernikahan Naya dong ." Ucap nya lagi dengan semangat 45.


" Cukupppppppp Naya........" Bentak Kyai Mahmud.


Semuanya terperanjat kaget mendengar bentakan Kyai Mahmud pada anak nya.


Sementara Umi Kulsum hanya bisa mengelus pundak sang suami, memberi kode supaya menahan amarah.


" A-bi kenapa, kok Naya dibentak ?"


Naya sudah gemetar mendengar bentakan sang Abi. Pasal nya, memang ia takut melakukan kesalahan apapun dan itu pasti akibat nya harus berhadapan dengan Abi nya. Maka dari itu, setiap mau melakukan sesuatu apapun itu, Naya berfikir ulang supaya ia tidak melakukan kesalahan atas apa yang ia perbuat. Namun kali ini Naya sangat berbeda, obsesi ingin memiliki Farhan telah membutakan segala nya.


" Kemana rasa malu mu Naya, kemanaaaaaaa." Bentak Kyai Mahmud lagi.


Badan gemetar dan mata yang sudah berkaca kaca, Naya bingung kenapa Abi nya terlihat begitu sangat marah.


" Ma-maksud Abi A-pa. Apa salah Naya..."


💞💞💞💞Dilanjut next part ya.......


Author pulang dari pasar. Demi kalian para pembaca setia, masak aja belakangan.


Author belum makan tau, demi Nulis.......


Maka nya setiap yang mampir berikan Vote , like dan komen kalian ya...!!! Biar Author makin semangat......


Huaaaaaaaaaaaa....,..😭😭😭😭 Author masak dulu ya.....


Happy Reading Guys...

__ADS_1


Bersambung💞💞💞💞


__ADS_2