
Masih dihari yang sama. Selesai mengajar Farhan langsung pulang kerumah untuk makan siang. Ia berjalan dengan fokus tanpa melihat kiri dan kanan nya. Namun langkahnya seketika terhenti, saat ada seseorang yang melangkah dengan buru buru mendahuluinya. Dengan jarak 10 meter disamping kanan, Farhan terus memperhatikan seseorang itu. Ia melangkah lagi, kali ini lebih santai, ia melihat seseorang itu masuk kedalam rumahnya. Dengan diiringi senyuman dan detak jantung yang tak menentu, Farhan melangkahkan kakinya dengan cepat untuk sampai rumah.
" Assalamualaikum...." Salam Farhan ketika memasuki rumahnya.
" Waalaikumsalam wr wb..." Jawab mereka yang tengah duduk di meja makan.
" Abi....Umi...." Farhan menghampiri orangtuanya kemudian mencium tangan nya bergantian. Dibalas dengan senyuman serta anggukan kedua orangtuanya.
Hari ini entah telah direncanakan atau hanya sebuah kebetulan, Bul² sendirian untuk membantu dirumah Umi. Kedua sahabatnya yang tengah membantu Ustadzah Yasmin tidak bisa ikut untuk beberes ndalem.
Sejujurnya Bul² begitu was was masuk rumah Umi sendirian. Karna ia tau sekarang, bahwa orang yang selalu diajaknya berdebat adalah Gus pesantren. Bagaimana aku akan menghadapi nya saat kami berhadapan?, aku begitu malu selalu mengajak nya berdebat karna hal sepele. Pikir Bul².
Bul² yang tengah didapur membereskan piring serta gelas kotor, hanya bisa memperlambat pekerjaan nya. Sehingga dengan cara ini ia berfikir, tidak akan bertemu dengan Gus Farhan. Namun betapa tekejutnya Bul², saat Farhan memasuki dapur untuk mengambil air dingin dikulkas.
" Ukhty...tinggal saja dulu !. Disuruh Umi untuk makan bersama !." Ucap Farhan membuka kulkas dan mengambil air dingin.
" I-iya Gus...." Jawabnya dengan terbata bata.
Farhan tersenyum melihat Bul² yang bicara sedikit gugup. Pasalnya, saat ia belum mengetahui jika Farhan adalah anak dari Abah Zaki, ia selalu mengajaknya berdebat meskipun dengan hal yang sepele. Suka mengumpat dan banyak bicara, itulah pikir Farhan sekarang. Tapi Farhan justru lebih menyukai gadis yang dihadapan nya itu selalu bicara, ada hiburan tersendiri baginya saat mendengar ocehan dari Bul². Selain itu, Bul² juga sangat menggemaskan saat terlihat kesal. Bagaimana jika aku melihat wajahnya, bibirnya yang terlihat sedang mengoceh yang begitu lucu dan wajah nya yang bersemu merah saat digoda serta tingkahnya yang malu malu tak berani menatap. Ahhhhh manisssss sekaliiiii,pikir Farhan seraya tersenyum simpul memperhatikan gadis yang tengah berkutat dengan pekerjaan nya.
" Farhannnnnnnnn...." Panggil Umi.
Seketika Farhan pun berlonjak kaget. " Astagfirullah, Ukhty mari makan siang bersama !!, Umi sudah memanggil." Titahnya lagi.
" Ba-baik Gus..." Ucapnya kembali gugup.
Farhan kembali ke meja makan dengan Bul² yang berjalan dibelakangnya. Umi dan Abah menatapnya tersenyum.
Kalian itu seperti sepasang pengantin yang masih malu malu hi hi hi...
Umi jadi mengingat 26 tahun lalu saat menikah dengan Abi. Tingkah Umi dan Abi sama persis seperti kalian. Gumam Umi dalam hati .
Abah yang mengerti tatapan istrinya itu hanya tersenyum. Ia merasa bahagia bisa makan bersama ber 4,layaknya Bul² yang sudah menjadi menantu mereka.
__ADS_1
Hening ...tanpa ada yang berbicara, hanya terderngar suara piring dan sendok yang saling beradu. Setelah makan selesai, ke empat orang itu tidak langsung meranjak dari sana.
" Neng Bul², tidak mau kah ber ta'aruf lagi..?." Tanya Abah.
Uhuk uhuk uhuk...Bul² dan Farhan seketika tersedak bersamaan saat sedang minum .
Farhan yang tidak mengerti maksud bicara dari sang Abi,hanya menatapnya bingung. Ta'aruf lagi....., apakah Ukhty Bul² sebelumnya pernah ta'aruf ?. Itulah yang ada dipikiran Farhan sekarang. Namun Bul² terdiam seketika, fikiran nya melesat pada perkataan Adam, bahwa ia akan kembali saat ada seseorang yang lebih tulus darinya meminang Bul². Hanya Abah dan Umi yang faham arti diamnya Bul², Gus Farhan menatap kedua orangtuanya seolah memintak penjelasan dari perkataan nya.
" Dia pasti menepati janjinya Neng, Abah tau itu ." Ucap Abah lagi.
" Kalau ada lelaki yang memintamu pada orangtuamu dalam waktu dekat ini? apa Neng Bul² akan terima?." Sambung Umi.
Farhan semakin tidak mengerti apa yang orangtuanya bicarakan. Ia hanya diam sambil melirik kearah Bul², namun yang diliriknya hanya diam tertunduk tak bisa berkata apapun.
Benarkah , ada yang telah mengajak ta'aruf kepadamu Ukhty....
Apakah itu artinya Ana terlambat?. Gumam Farhan dalam hati.
Bul² perlahan lahan mengangkat kepalanya memberanikan diri menatap orang yang ada dihadapan nya itu. Dengan bibir dan tangan yang gemetar, ia mencoba menjawab satu persatu pertanyaan dari Abah dan juga Umi.
" Maafkan keegoisan Abah neng, semua itu Abah lakukan karna sebuah janji dengan Alm Kakek mu nak, Ayah Lutfi." Ucap Abah menitikan air matanya.
"M-maksud Abah apa. Kenapa harus kakek Lutfi yang dibawa bawa dalam hal ini?." Tanya Bul² yang sudah terisak.
Umi Imah mendekati Bul² kemudian memeluk dan mengusap punggungnya. Sungguh, Farhan yang melihatnya begitu tidak tega, tapi untuk saat ini ia tak bisa berbuat apapun.
Kumohon jangan menangis Ukhty...
Ana belum bisa menghapus air matamu.
Ana pun bingung dengan semua perkataan Abah, apa maksudnya dari semua ini ?. Gumam Farhan dalam hati.
" Mungkin ini saatnya kalian tau tentang 25 tahun lalu. Sekali lagi maafkan Abah Neng.
__ADS_1
Dulu saat Umi hamil Farhan, Abah merantau dijakarta mencari uang untuk biaya kelahiran Farhan nanti. Dan Abah waktu itu dipertemukan dengan Ayah Lutfi, beliau memperkenalkan Abah dengan ayahmu Herman dan juga bundamu Wati serta kakakmu Zafran. Singkat cerita Ayah hanya menginginkan 2 hal dari Abah dan juga Herman, yaitu cucu perempuan nya harus mengabdi dipesantren ini dan menjadi hafidzoh, keinginan Ayah Lutfi selanjutnya adalah menikahkan salah satu keturunan Abah dan juga Herman. Maka dari itu Abah tidak bisa membiarkan mu bersama dengan Adam Nak, maafkan Abah, itu janji Abah kepada kakekmu." Ucap Abah Zaki terisak.
" J-Jadi itu artinya....?."
" Betul Han, kamulah yang harus menjadi pendamping untuk neng Bul². Saat kamu lahir hingga umur 2 tahun Umi membawa mu kejakarta dan tinggal bersama keluarga Ayah Lutfi." Tambah Umi menjelaskan.
Bul² diam seketika, betulkah ini keinginan kakek untuk menjadikan aku pendamping hidup Gus Farhan, tapi hatiku masih menyimpan rasa yang sama untuk Akhi Adam, pikir Bul².
" Kalian berta'aruf saja dulu untuk saling mengenal satu sama lain. Biar Abah yang akan membicarakan ini dengan Ayahmu Herman." Ucap Abah Zaki.
Farhan senang, akhirnya tanpa harus membuang waktu dan tenaga ia dapat meminang gadis bermata indah itu. Namun disisi lain ia juga khawatir, saat ini Bul² masih mencintai Adam yang tak lain adalah adik angkatnya.
*Ana akan berusaha membuatmu mengerti arti cinta yang sesungguhnya Ukhty....
Bahwa kau harus melupakan orang yang ada dihatimu saat ini demi suamimu...
Namun tetaplah berteman silahturahmi layak nya saudara, jangan ada benci apa lagi dendam..
Ana akan menunggu hingga waktu itu tiba*. Gumam Farhan dalam hatinya.
💞💞💞💞 **Alhamdulilah
balik Up lagi nih...
Tinggalkan
Vote
Like
Komen kalian ya !!!
Happy Reading Guys**...
__ADS_1
Bersambung💞💞💞💞💞💞