Bidadari Sang Gus

Bidadari Sang Gus
Season 3


__ADS_3

Flash back Kia On ( Sebelumnya )


Kia merasa jenuh dengan tugas kampus yang gak pernah ada habisnya itu.


Dan pada akhirnya ia memutuskan untuk keluar mencari angin di sekitaran pesantren.


Tempat yang menjadi favorite ketika ia merasakan jenuh adalah danau yang berada di belakang pesantren.


Kia dengan santainya berjalan menuju tempat yang menjadi favoritnya ketika menghilangkan rasa suntuk.


Namun langkahnya terhenti ketika hampir saja ia sampai ke tempat itu.


Melihat seseorang tengah menelfon dengan suara cukup keras hingga ia bisa mendengarnya dari jarak 10 meter. Ketika ingin memutar badannya kembali, tiba-tiba Kia mendengar seseorang itu menyebut nama Rasya dan juga Aisya yang membuat Kia penasaran dan memilih untuk tetap berada di sana.


"Gue gak mau tau, kalau lo sampe gagal, maka rahasia lo bakal gue bongkar di depan orang tua lo !" Ancamnya.


"Dan ya, lo harus hati-hati dengan Kia ! Karna dia bisa saja jadi penghalang semua rencana kita. Ups sory, maksud gue rencana gue yang ingin menjadi nyonya kedua untuk seorang Rasya syafaraz," ucapnya lagi seraya tersenyum menyeringai.


Kia merekam dengan memvideonya secara hati-hati supaya tidak ketahuan jika ada seseorang yang telah menguping pembicaraan nya.


"Aku gak nyangka, ternyata dibalik manis katamu sebagai sahabat, ada topeng hitam yang akan menghantui hidup Aisya dan abang. jangan harap rencana yang sudah kamu susun rapi bakal berjalan dengan mulus, karna aku sendiri yang akan membongkar kejahatanmu pada semua orang termasuk abang dan Aisya," bathin Kia.


Setelah selesai merekam apa yang Kia dengar, perlahan tapi pasti Kia mencoba berbalik badan untuk pergi dari tempat itu sebelum dia mengetahuinya.


Dengan cepat ia berlari menuju pesantren. Setelah kini berada di tempat yang aman, Kia memutar video yang baru saja ia rekam dan Kia merasa sangat bersyukur, walaupun suaranya tidak begitu kenceng, tapi masih terdengar dengan jelas di telinganya.


Aku benar-benar gak nyangka, kamu tega mengkhianati sahabatmu sendiri.


Tapi siapa orang yang di telfonnya itu ?

__ADS_1


Pasti yang ikut andil bukan cuma Mona, tapi siapa ?


Flash back Off


Kebongkar sudah ya guys, siapa dalang di balik manisnya kata persahabatan.


***


Tugas Kia kali ini begitu berat, bagaimana ia mencari tau ciri-ciri orang yang sekongkol dengan Mona, sementara hampir ia perhatikan setiap orang namun tidak ada yang mencurigakan.


Permainanmu sungguh luar biasa Mona, kamu sepertinya memang merencanakan ini sedari awal. Atau jangan-jangan apa ini niatmu masuk ke pesantren ? Bathin Kia menerka.


Seperti yang sudah di rencakan, malam ini Kia tidur di asrama bersama kedua sahabatnya.


Ada misi khusus yang harus ia jalankan, mungkin dengan cara dekat dengan Mona ia akan tau siapa orang selain dirinya yang ikut andil dalam rencana busuk ini.


"Mon, boleh pinjem hp gk ?" Tanya Kia.


Dan kali ini Kia akan mengoker-oker informasi yang di mulai dari ponsel milik Mona.


"Hp lo mana ?" Tanya Mona celingukan mencari ponsel milik Kia.


Kia sudah menyusun rencana dengan rapi, pura-pura ingin menelfon Rasya dengan ponsel milik Mona namun nyatanya ia melakukan hal lain.


"Ponselku di rumah he he," jawab Kia terkekeh.


Mona menggeleng, kemudian ia memberikan ponselnya pada Kia. Tidak ingin ada yang tau, Kia keluar kamar dengan alasan ini hal keluarga yang hanya Rasya dan Kia saja yang bisa mengetahuinya. Mona mengangguk percaya, ia membiarkan Kia membawa ponselnya keluar kamar.


Sedikit menjauh dari kamar, Kia langsung melihat ke menu daftar panggilan mencari nomor yang menelponnya pada hari itu.

__ADS_1


"Nah ketemu," gumamnya kemudiaan mengeluarkan kertas dan pulpen yang sejak tadi bersemayam dalam kantung bajunya.


Kia mencatat nomor itu kemudian kembali menyimpan kertasnya dalam kantung baju.


Tak lupa Kia menekan nomor asal sebagai bukti kalau ia benar menelfon seseorang.


Kamu memang pinter, tapi aku lebih cerdik ! Gumam Kia bangga dengan hasil kerja kerasnya sebagai detektif dadakan.


Kia kembali ke dalam kamarnya, dan mengembalikan ponsel milik Mona.


"Udah ?"


Kia mengangguk."Syukron Mon," ucapnya berterimakasih.


"Sama-sama."


Bukan hanya terima kasih karna kamu telah meminjamkan hp, tapi terimakasih karna telah mempermudah pekerjaan ku untuk mendapatkan bukti selanjutnya. Setelah aku tau siapa kawananmu itu, maka ku pastikan hari itu kamu akan mendapatkan yang seharusnya kamu dapatkan, yaitu hukuman karna telah mengkhianati sahabatmu sendiri. Bathin Kia tersenyum yakin dengan apa yang sudah ia rencakan insyaallah akan berjalan dengan bagus lurus mulus plus plus klumus layaknya jalan tol🤣🤣.


**Tinggalkan


Vote


Like


Komen


Kalian yakk


Happy Reading guys**

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2