Bidadari Sang Gus

Bidadari Sang Gus
Season 3


__ADS_3

Cairan bening itu mengguyur dengan derasnya hingga membuat niqab yang ia pakai pun terlihat basah.


Mereka yang sekilas melihat Aisya menitikan air matanya merasa bingung sendiri, pasalnya Aisya belum menjawab pertanyaan salah satu dari mereka.


"Afwan Ukhty, ukhty kenapa ?"Sambung yang lainnya.


Seseorang yang sedari tadi menunduk itu seketika mengangkat kepalanya untuk bisa melihat seseorang yang dimaksud temannya itu.


Deg......


Pandangan mereka saling bertemu, gelenyar aneh tiba-tiba saja terjadi pada tubuh keduanya, termasuk Aisya sendiri yang ternyata dugaannya adalah benar.


Tanpa mengalihkan pandangan Aisya pada seseorang itu, ia mencoba sedikit mendekat kearahnya yang membuat beberapa orang mundur sedikit menjauh.


"Apa kau tidak mengingat aku ?" Tanya Aisya saat sudah berdiri tepat di depannya.


Orang yang diajaknya bicara itu masih terdiam, entah ia harus bagaimana menjawab pertanyaan dari wanita yang ada di depannya saat ini. Ingin mengatakan sesuai isi hatinya namun ia tidak punya keberanian untuk itu, rasa takut karna terlalu rindu pada seseorang membuat ia mengurungkan niatnya untuk bertanya.


"Apa aku yang terlalu berharap padamu ya ? Tidak mungkin kau mengingatku sementara aku bukan siapa-siapa untukmu,"Lanjut Aisya lagi setelah menunggu jawaban namun tak kunjung ia dapatkan darinya.


Tidak kuat lagi menahan dadanya yang teramat sesak, Aisya mengusap dengan kasar sisa air mata yang masih menggenang di pelupuk matanya.


Seseorang yang selama ini ia tunggu bahkan ia rindukan kehadirannya, saat ini benar-benar lupa akan dirinya itu.

__ADS_1


Ya Allah harus bagaimana lagi aku mengejar cintamu kak Rasya ? Gumam Aisya seraya menepuk pelan dadanya yang teramat sesak dan sakit begitu diabaikan seseorang yang ia rindu, dialah Rasya Syafaraz orang yang sudah 3 bulan lamanya tidak pernah ia tau keberadaannya. Namun saat seseorang itu ada tepat di depannya, Rasya tidak bisa mengenalinya dengan baik siapa dirinya saat ini. Mungkinkah karna perubahan penampilanku ?


"Afwan Ukhty, saya tidak mengenal siapa Ukhty. Mungkin saja orang yang Ukhty maksud itu mirip dengan saya,"Ucapnya seketika yang tidak tega perempuan itu semakin terisak.


"Ingat baik-baik suaraku ! Apa sama sekali kau tidak mengingatnya ? Karna aku sangat yakin, tidak akan salah orang,"Jawab Aisya dengan sedikit berteriak.


Suaramu begitu mirip dengan seseorang yang aku rindukan..


Tapi aku tidak mungkin menganggapmu sebagai dia, sementara kau sendiri bukanlah Aisya..


"Ukhty pasti salah orang. Afwan saya awalan Ukhty, pesantren masih banyak kegiatan. Asalammualaikum..."


"Mari Ukhty, asalammualaikum...."Sambung yang lainnya juga ikutan pergi meninggalkan Aisya yang masih berdiri mematung di sana.


Aku tidak mungkin salah orang kak, aku yakin itu kamu..kenapa kau tidak mengenali ku setidaknya suaraku


Aisya meninggalkan tempat itu dengan perasaan kecewanya. Langkahnya menapaki kembali jalanan menuju rumah neneknya. Setelah memikirkan beberapa hal, Aisya yakin dengan keputusannya kali ini.


Tekad bulat yang sudah ia siapkan saat ini bagaimana pun caranya harus terlaksana.


Aku tidak ingin menyerah begitu saja, sebelum kau sendiri yang menolakku dan memilih wanita lain.. aku tidak akan mundur memperjuangan cinta untukmu kak Rasya..


Tunggulah aku, akan ku buat kau melupakan Aisya Putri yang dulu dan hanya mengingat Aisya Putri yang sekarang !

__ADS_1


"Asalammualaikum.."


"Waalaikumsalam, sayang udah pulang ?"Bunda menghampiri Aisya dan Aisya pun mengangguk serta menyalaminya.


"Bund, Aisya mau ngomong sesuatu sama Ayah juga Bunda," Ucap Aisya yakin dengan tekadnya.


"Iya sayang, yuk masuk !"


"Kenapa nak, sepertinya serius sekali ?"Tanya Ayah yang duduk seraya menyeruput kopinya.


"Emm, apa boleh Aisya masuk pesantren ?"


Uhuk uhuk..


❣️Tinggalkan


Vote


Like


Komen


Kalian ya !!

__ADS_1


Happy reading guys...


Bersambung❣️


__ADS_2