Bidadari Sang Gus

Bidadari Sang Gus
Season 3


__ADS_3

Saking penasarannya bagaimana rupa seorang yang selalu sahabatnya bicarakan itu, Aisya perlahan menghentikan suapannya dan ikut melihat bagaimana tampannya seorang Rasya yang terkenal sebagai ustadz muda itu.


Deg......


Ekor matanya terpaku, hingga bakso yang sedang ia kunyah seketika berhenti. Berulang kali ia mengerjapkan matanya untuk menyadarkan diri dari mimpi yang baru saja menganggunya.


Namun sayangnya semua itu adalah nyata, seseorang yang selalu sahabatnya itu bicarakan tengah duduk dengan meja yang saling berhadapannya dengannya.


"Omg, mimpi apa gue ketemu cowok yang coolnya gak ada banding. Cha, Mon...lo tega gak ngasih tau gue kalau di kampus ini ada cowok secakep dia," Gerutunya namun mata masih tetap memandang pemandangan indah itu.


"Ck, tadi aja ogah-ogahan lo ngomongin kak Rasya, sekarang udah tau kan lo gimana tampannya tu Ustadz," Ejek Mona.


"Ya tadi karna Gue gak tau kayak apa orangnya. Tapi setelah tau, ya tuhan...gue jatuh cinta pandangan pertama Mon," Ucapnya seraya tersenyum.


"Biar gue yang beraksi !" Ucap Icha.


Tangannya tiba-tiba ditarik oleh Ais hingga membuat Icha kembali duduk di kursinya."Gue aja, dia harus jadi milik Gue, calon suami gue...awas lo pada caper sama dia !"


"Noh lihat sahabat Lo Mon, tadi aja ogah mentah-mentah, sekarang bucin lo kelewatan Is," Ledek Icha seraya terkekeh.


"Sahabat lo juga !" Sambung Mona.


"Diem Lo pada ! Gue pengen usaha sendiri dengan cara gue buat dapetin kak Rasya," Ucap Ais dengan senyum penuh semangat.


Ia beranjak dari kursinya dan mendekati meja Rasya serta kedua sahabatnya.


"Kak boleh kenalan gak ?" Tanya Ais saat sudah ada di samping Rasya seraya mengulurkan tangannya.


"Gila...tu cewek nekat banget," Bisik Amar pada Reza.


"Eh, lo cewek yang tadi numpahin minuman kebaju gue kan ?"


"Kalau iya kenapa ? Gue gak ada urusan sama lo pada, Gue cuma pengen kenalan sama kak Rasya !"


"Maaf, bukannya sudah tau nama saya ? Kenapa harus kenalan ?" Ucap Rasya yang akhirnya membuka suara.


"Kakak kan belum tau nama aku. Kenalin..aku Aisya Putri, cewek tercantik dan jadi primadona di kampus ini," Ucapnya kembali mengulurkan tangan pada Rasya.


"Maaf, saya Rasya..." Jawabnya dengan menangkupkan kedua tangannya.


"Oh oke..." Ais menurunkan tangannya, ia mulai mengerti jika seorang yang kerap kali di panggil Uastadz ini sangat menjaga jarak dengan lawan jenis.


"Boleh Ais minta nomor hp kak Rasya ?"


"Nomor gue aja deh, Rasya jarang pegang hp...biasalah ustadz, fokusnya dakwah," Ucap Amar memberikan ponselnya pada Ais.


"Ogah, gue gak butuh nomor lo kak Amar. Gue cuma minta nomor kak Rasya !"


"Maaf bukan saya tidak mau memberikan, tapi hp saya tertinggal di kost an dan saya tidak hafal nomor sendiri," Ucap Rasya.


"Baiklah, tapi besok jangan lupa dibawa kekampus, oke !"


Rasya pun mengangguk. Aisya kembali kemejanya dan langsung disambut banyak pertanyaan dari kedua sahabatnya.

__ADS_1


"Is gimana usaha lo, berhasil gak?"Tanya Mona.


"Iya, dapet nomor hpnya gak ?" sambung Icha.


"Kak Rasya nolak kenalan sama Lo ya, kok dia gak mau ngejabat tangan lo sih ?" Tanya Mona lagi.


"Duh...bisa gak sih kalian nanyanya satu-satu, pusing gue !"


Ais kembali menyeruput minumannya.


"Nanti bakal gue ceritain, yuk cabut ! mau pulang gak lo ?"


"Mau lah..." Jawab Mona dan Icha kompak.


Mereka bertiga meninggalkan kantin dan menuju parkiran kearah mobil masing-masing.


Sementara Rasya serta kedua temannya sudah lebih dulu meninggalkan area kampus.


***


Di kamar kost yang hanya ada satu kamar itu, Rasya begitu khusuknya berdoa setelah melaksanakan shalat dzuhur.


Hingga suara deringan ponsel yang membuatnya megakhiri doanya itu.


📞


"Hallo Asalammualaikum..."


"Alhamdulilah Rasya baik dan sehat Umi, apakah Umi sama Abi juga Sehat di pesantren ?"


"Alhamdulilah kami juga sehat sayang, oh ya...Umi hanya mau menyampaikan kalau lusa Azkya akan ikut kuliah di kampusmu Sya, apa kau bisa menjemputnya nanti ?"


"Insya Allah Rasya bisa Mi, bukannya dulu Kia gak mau kuliah di jakarta ?"


"Iya, tapi belakangan ini dia selalu merengek pada bibimu untuk ikut kuliah di jakarta," Jelas Bila.


"Insya Allah Rasya siap membantunya Mi, kabari saja kalau Kia sudah sampai nanti !"


"Iya nak, apa kamu mau di buatkan makanan Sya ? Biar nanti Umi titipkan pada Kia."


"Tidak usah Umi, Rasya tidak mau merepotkan Umi."


"Tidak apa-apa Sya, nanti biar Umi buatkan makanan kesukaanmu. Kalau gitu Umi tutup dulu telfonnya, Asalammualaikum.."


"Waalaikumsalam wr wb.."


Panggilan telfon dengan sang ibu berakhir. Rasya meletakan kembali ponselnya di atas meja yang tidak jauh dari ranjang.


Merebahkan tubuhnya di kasur dengan mata menatap langit-langit kamarnya.


Entah mengapa, pikirannya tiba-tiba saja tertuju pada gadis yang tadi memintanya berkenalan saat di kantin.


Cantik, tapi akan lebih cantik ketika dia menutup kepalanya dengan hijab...

__ADS_1


"Astagfirullah Rasya...dia bukan makhrommu yang harus dengan susah payah kau fikirkan !"


Karna lelah, hingga tak sadar jika ia tertidur bersama lamunanya itu.


Sementara di rumah yang cukup mewah bernuansa hijau lumut, Aisya Putri yang kerap kali di panggil Ais itu tengah berkutat dengan ponselnya.


"Gak mungkinkan cowok setampan kak Rasya gak maen sosmed," Gumamnya seraya mengetik nama Rasya pada kolom pencarian nama di facebook.


Satu persatu ia scrol kebawah mencari foto profil Rasya.


"Nah ketemu, benerkan....gak mungkinlah gak maen sosmed."


Ais mengklik permintaan pertemanan pada sosmed Rasya.


Kemudian ia membuka profil dan Bio seorang Rasya Syafaraz.


"Omg....punya sosmed tapi gak digunain, gak guna banget..."


"Foto aja cuma satu, gak pernah buat setatus apa ya ?"


Saat notifikasi pemberitahuan facebooknya menyala, betapa kagetnya Aisya melihat bahwa permintaan pertemannya di terima dengan cepat oleh Rasya.


"Yey....yuhu.....kak Rasya konfir pertemanan Gue, gasken ahhhhhhh Ais...pokoknya jangan kasih kendor. Aaaaa Kak Rasya, I'm comming"


Ais buru-buru mengirim pesan messengger pada Rasya.


AisChimut


Aslammualaikum kak Rasya...


Satu menit, dua menit..pesannya tak kunjung dibalas.


Hingga menit ke 10....


Ting....


Rasya SF


Waalaikumsalam wr wb...


"Yes......akhirnya calon imam membalas pesan makmumnya, gasken Aisss...!" Gumamnya bersemangat kembali membalas pesan dari Rasya.


❣️Tinggalkan


Vote


Like


Komen kalian ya...


Happy Reading guys...


Bersambung❣️

__ADS_1


__ADS_2