
Keesokan hari nya sesuai yang telah Naya janjikan, hari ini ia akan mulai mengabdi dipesa ntren milik Abah Zaki. Bukan hanya sekedar mengabdi, ada tujuan khusus yang harus ia lakukan.
Sementara Bul² saat ini tengah bersikap cuek pada suami nya. Meskipun begitu ia tak melupakan kewajiban dan tugas sebagai seorang istri.
Ada seseorang yang diam diam mendukung Bul² dari belakang, dialah Umi imah.
Namun Umi melakukan hal itu tanpa sepengetahuan siapapun, kelak nanti ada saat nya ia mengatakan kalau firasat seorang ibu tidaklah pernah salah.
Bul² yang tengah membantu Umi menyiapkan sarapan, hanya diam tak seceria seperti biasa nya. Hal itu dapat dirasakan Umi yang sesama perempuan.
" Neng...kok murung ?" Tanya Umi.
" Eh, gak papa Umi. Hanya kurang enak badan saja." Jawab nya.
" Istirahat aja neng, biar Umi yang selesaikan !" Titah nya.
" Gak papa Umi, Bul² masih bisa ." Jawab nya seraya tersenyum.
Setelah beberapa saat kemudian, sarapan yang dibuat pun telah siap tersaji rapi dimeja makan.
Umi dan Bul² segera memanggil suami mereka untuk sarapan.
" Adek gak sarapan ?" Tanya Farhan seraya memperhatikan istri nya yang tengah menuangkan nasi kedalam piring makan nya.
" Gak, belum laper..." Jawab nya datar.
Farhan hanya menghela nafas nya setelah mendengar jawaban sang istri yang terdengar cuek dan dingin itu.
Setelah melayani suami nya, Bul² memilih meninggalkan mereka yang tengah sarapan.
" Neng Bul² kenapa Umi ?" Tanya Abah.
" Udah deh, Abi diem aja. Laki mana tau sih urusan hati..." Sindir Umi.
" Ya Allah, menjawab suami gak boleh ketus gitu Mi." Nasehat Abah.
Sementara Farhan hanya diam, ia terus melahap sarapan nya dan berfikir tentang perkataan Umi nya barusan.
' Apa Adek masih marah ya ...?' Tanya nya dalam hati.
" Iya iya Abi. Umi gak tau, coba aja tanya sama anak kesayangan Abi itu..." Jawab Umi melirik Farhan.
" Han, kamu apakan menantu Abi ?"
" Mungkin salah Farhan juga Bi, yang gak menjaga perasaan istri." Sesal nya.
" Astagfirullah....jadi Neng Bul² marah gara gara kedatangan Kyai Mahmud serta anak nya kemaren ?" Tanya Abah dan Farhan pun mengangguk.
" Kamu itu disandang orang sebagai Gus loh Han. Kamu tau semua hukum nya tak menghargai istri itu seperti apa, Abi tau Han apa yang terjadi dengan mu juga Naya dulu. Tapi Abi sudah berusaha menjodohkan mu waktu dulu saat kau lulus S¹. Tapi nyata nya apa, kamu malah menolak dan memutuskan melanjutkan kuliah S² mu. Lalu sekarang yang mau disalahkan siapa ?"
" Tapi dulu Farhan gak tau Bi, kalau anak Kyai Mahmud itu adalah Naya." Jelas nya.
__ADS_1
" Lalu kau menyesal sekarang ....?" Tanya Abi.
Belum sempat Farhan menjawab, tiba tiba saja....
" Assalam mualaikum...."
" Waalaikumsalam wr wb..." Abah berjalan membuka kan pintu.
" Eh neng Naya, masuk neng !" Titah Abah.
Naya pun mengangguk seraya berjalan masuk kerumah dan mendudukan diri nya disofa ruang tamu.
" Umiiiiii, Farhan....." Panggil Abah.
Umi dan Farhan pun berjalan kompak menuju ruang tamu.
" Assalamualaikum Umi..." Naya beranjak dari duduk nya dan menyalami Umi Imah.
" Waalaikumsalam Neng, jadi mau ngabdi disini ?" Tanya Umi.
" Jadi Umi...." Jawab nya.
" Baiklah, nanti untuk jadwal mengajar biar dibantu sama ustadzah disini ." Ucap Umi lagi.
" Na'am Umi syukron...." Ucap nya. Mata Naya terus melirik kearah Farhan dan Umi pun mengetahui itu.
" Ekhemmm, kamu sudah selesai sarapan nya Farhan ?"
" Na'am Umi...." Jawab nya.
" Iya Umi. Farhan permisi..." Dan semua pun mengangguk. Terlihat jelas raut wajah Naya berubah seketika saat mendengar kata istri.
Farhan berjalan menuju kamar untuk memanggil istrinya yang belum sarapan itu.
Ceklek...
" Dek, sayang...sarapan gih ! Adek belum sarapan loh ." Ucap nya menghampiri Bul² yang tengah mengganti seprei.
" Iya......" Jawab nya singkat.
" Adek masih marah sama Albi ? Maafin Albii sayang. Janji gak ngulangin lagi ." Ucap nya.
" Huffffffffff.... " Bul² terlihat menghela nafas nya " Buktikan Bi, Adek gak butuh hanya sekedar janji dan ucapan.." Lanjut Bul² lagi.
" Iya sayang Albii bakal buktiin. Kalau Albii hanya cinta sama Adek, hanya Adek yang ada dihidup Albi." Tutur nya memeluk sang istri dari belakang.
' Semoga saja Bi, Adek harap Albii benar benar dengan ucapnya. Bukan hanya sekedar untuk menenangkan ku'. Gumam Bul² dalam hati.
Farhan pun menemani istri nya untuk sarapan. Setelah itu, Farhan bersiap siap untuk pergi mengajar. Begitu juga dengan Bul² yang status nya masih santri, ia pun sama melakukan hal kewajiban seperti hari biasanya.
Sementara Naya, sudah berada dikantor lebih dulu untuk meminta jadwal kepada Ustadzah Rohmah.
__ADS_1
Bul² terus berjalan dikordinor asrama menuju kamar B1 menghampiri kedua sahabat nya.
Ditengah perjalanan nya itu, ia berpapasan dengan Naya, yang kini bernotabene sebagai Ustadzah.
" Asalamualaikum..." Sapa Naya.
" Waalaikumsalam...." Jawab Bul² ramah.
" Mau kemana Ukhty...?"
" Kekamar asrama Ning, nyamperin temen ." Jawab nya.
" Bukan nya sekolah ya, kok bolos ?" Cecar nya.
" Belum masuk kok Ning, sebentar lagi. Lagian yang ngajar juga kan suami saya ." Ucap nya.
" Oh suami nya. Apa Ukhty tau, suami Ukhty cinta pertama saya loh ? Dan saya juga cinta pertama beliau ." Ucap nya mengompori Bul².
' Cih....kamu kira aku gak tau, kita lihat saja.' Gumam Bul² tersenyum menyeringai.
" Oh ya, benarkah ?..." Bul² pura pura terkejut.
" Iya Ukhty. Apa Ukhty juga tau, kalau cinta pertama itu sulit dilupakan. Sekali pun sudah berumah tangga..." Ucap nya seraya tersenyum mengejek.
" Iya Ning saya tau itu bahkan sangat tau. Tapi apa Ning lupa siapa saya ? Saya adalah istri sah dari cinta pertama mu Ning, orang yang sudah dihalalkan oleh cinta pertamamu, bahkan tubuh ku ini...dijamak setiap malam oleh cinta pertamamu juga. Sedangkan kamu siapa Ning ?" Bul² menjeda sebentar kalimat nya kemudian melanjutkan kembali. " Cuma Mantan...., Asalamualaikum." Bul² tersenyum penuh kemenangan kemudian pergi meninggalkan Naya.
Sungguh ia kalah telak dengan Bul². Awal ia berniat mengompori nya, namun justru ia yang meledak terlebih dulu.
" Awas kau....ini baru permulaan, jangan senang dulu dengan status mu sekarang Ukhty." Gumam nya dengan tatapan yang penuh dendam.
' Jangan panggil aku Bulan Audya, jika kalah menghadapi pelakor. Aku memang tengah kecewa pada suami ku, tapi bukan berarti aku akan menyerah kan milik ku untuk orang lain. Ku tunggu apa yang akan kau mainkan lagi Ustadzah Gadungan' Gumam Bul² dalam hati sambil terus berjalan menuju kamar asrama nya.
💞💞💞💞***Sesuai permintaan kalian ya...
Author buat sifat bul² tegas dalam menghadapi pelakor..........Marah, kecewa dengan suami bukan berarti akan menyerahkan suami untuk wanita lain. Pertikaian dalam berumahtangga itu hal yang wajar. Tinggal bagaimana cara kita menyikapi nya.
Disini yang akan membantu Bul² membasmi pelakor, Umi ya....setujuuu gak.....?
Untuk sementara, Author mau buat Farhan
Egois dulu sebelum akhir nya akan menyesal.
Siapa yang setuju .....orang yang pernah menganggumi Bul² hadir***...?
**Tinggalkan
Komen
Vote
Like kalian oke...!!!
__ADS_1
Happy Reading guys**...
Bersambung💞💞💞💞