Bidadari Sang Gus

Bidadari Sang Gus
Season 3


__ADS_3

"Abi, kak Rasya ini min...." kalimatnya terhenti setelah melihat dua orang yang sangat ia kenal."Kia, Aisya...."


Deg....


"Zahra," ucap Kia dan Aisya dengan lirih.


Ya Allah, apakah Zahra orangnya ?


"Hei kalian apa kabar ?" Tanya Zahra mengulurkan tangannya pada Aisya lebih dulu.


"Alhamdulilah aku baik," jawab Aisya menerima uluran tangan Zahra.


"Alhamdulilah, baik juga," sambung Kia.


"Kamu mengenal mereka Za ?" Tanya ustadz Imam.


"Na'am bi, mereka temen sekelas Zahra," jawabnya seraya tersenyum.


Zahra beralih melirik Rasya dan memberikan salah satu minuman di tangannya,"Buat kakak !"


Tiba-tiba saja dada Aisya merasakan sesak bagai ditumpuk batu kerikil.


Di depan matanya ada wanita yang secara terang-terangan memberikan perhatian pada suaminya, walau itu terlihat hal sepele tapi tetap saja Aisya merasakan kalau Zahra menyimpan perasaan untuk suaminya, Rasya.


"Maaf, tapi saya tidak haus Za. Atau dari pada mubazir berikan saja untuk mereka ! Sepertinya mereka haus," jawab Rasya seraya melirik Aisya yang sudah memandangnya begitu kecut.


"Kalian haus emang ?" Tanya Zahra pada Kia dan Aisya.


Aisya menggeleng, namun tidak dengan Kia. Walaupun merasa tidak haus, tapi Kia sangat paham dengan lirikan kakaknya yang tiba-tiba saja berubah ingin memangsa buruannya.


"Aku yang haus Za, kalau bang Rasya gak mau mending buat aku aja !" Pinta Kia kemudian mengedipkan sebelah matanya pada Rasya.


Rasya menghela nafasnya dengan lega, akhirnya Zahra memberikan minuman itu pada Kia. Rasya tau Istrinya sudah pasti akan marah jika sampai ia menerima pemberian orang lain apa lagi seseorang itu adalah wanita. Maka sebisa mungkin Rasya berusaha menghargai dan menjaga perasaan Aisya yang berstatus sebagai istrinya itu.


"Ya sudah kami duluan ya, kak Rasya...emmm tunggu Zahra ya ?! Asalammualaikum," ucapnya kemudian beralih menatap ayahnya."Ayo bi !"


Ustadz Imam mengangguk dan meminta anaknya berjalan lebih dulu, ada sesuatu hal yang ingin ia katakan pada Rasya juga istrinya.


"Saya mohon nak Rasya, mbak Aisya juga Azkya, tolong jangan berbicara apapun mengenai kalian yang sudah menikah pada Zahra. Saya sendiri yang akan mengatakan padanya secara perlahan !" Ucap ustadz Imam seraya memohon.


"Selagi itu masih hal yang wajar, saya tidak masalah ustadz. Tapi jika Zahra berbuat nekat dan menghalalkan segara cara untuk mendekati suami saya, mohon maaf, saya sangat tidak mentoleransi wanita yang berusaha merebut suami wanita lainnya !" Jawab Aisya dengan nada sedikit mengancam.


Jika Aisya yang dulu meluruskan


masalah dengan cara yang kasar, tapi tidak kali ini, terdengar lembut namun begitu tegas bahkan ia tidak akan main-main dengan ucapannya itu. Siapapun orang yang berani mengusik ketenangan hidupnya, maka adrenalin Aisya yang dulu akan muncul ketika satu kali peringatannya tidak membuatnya jera.


"Saya akan pastikan kalau Zahra tidak akan berbuat nekat mbak. Saya hanya minta waktu untuk bicara yang sejujurnya dengan Zahra. Karna beliau itu sangat antusias dan bahagia sekali setelah saya membicarakan masalah perjodohan yang dulu saya dan ustadz Aqil rencanakan. Dan tolong jangan katakan yang sebenarnya pada Zahra, biar saya sendiri yang akan menjelaskannya nanti !"


"Na'am, kami mengerti ustadz," jawab Rasya dan terlihat ustadz Imam menganggukinya.


"Kalau gitu saya duluan, asalammualaikum.."

__ADS_1


"Waalaikumsalam wr wb."


Rasya mendekati Istrinya yang terlihat sangat kesal itu.


"Sayang.."


"Gak usah sayang-sayang, pergi sana !"


"Kamu lucu juga ya Is kalau lagi marah hi hi hi," ledek Kia seraya terkekeh.


"Dahlah, kalian sama aja," gerutunya seraya cemberut.


"Ikut mas yuk !" Rasya menarik lembut tangan Aisya menuju tempat yang sepi untuk lebih leluasa mengobrol.


"Mau kemana sih mas, lepasin nanti ada yang lihat !"


Ucapan Aisya tidak didengar sama sekali, Rasya terus menarik tangan istrinya itu untuk mengikuti kemana langkahnya.


"Dengerin mas sayang !"


"Apa ? Mas mau bilang kalau aku salah paham gitu maksud mas ?"


"Sayang, seriusan deh mas baru tau kalau perempuan yang dulu mau dijodohkan sama mas itu Zahra. Tapi meskipun begitu mas tidak akan berpaling dari kamu sayang," ucap Rasya terus berusaha meyakinkan istrinya.


"Apa mas gak pernah ada rasa sama Zahra ?"


Deg....


Rasya terdiam sejenak entah bagaimana ia mengatakan kalau memang dulu ia pernah mengagumi sosok Zahra walau rasa itu hanya hadir sekejap dalam hatinya.


Namun hal itu ada, jauh sebelum ia mengenal sosok wanita yang kini menjadi istrinya.


Belum mengenal sosok Aisya yang begitu tanpa malunya mengejar cinta lawan jenis secara terang-terangan bahkan di depan umum sekalipun.


Namun ternyata, sosok Aisya lah yang mampu membuat hatinya bertahan. Yang mampu membuat ia merasakan rindu, mampu merasakan bagaimana ketidaksukaannya ketika lelaki begitu lekat menatap Aisya ditambah lagi dengan pakaian Aisya yang mempelihatkan dengan jelas lekuk tubuhnya yang cukup membuat pria merasa tergoda melihatnya.


"Diammu aku anggap sebagai iya mas, ternyata kau juga pernah mencintai Zahra. Ck, kenapa tidak mas nikahi saja Zahra ?" Aisya berdecak kesal melihat suaminya yang terdiam tanpa jawaban.


"Sayang, mas bisa jelasin semuanya. Lagi pula itu hanya masa lalu sebelum mas mengenal kamu dek. Tapi setelah mas kenal seorang Aisya putri, hati mas berpaling begitu saja dari sosok Zahra. Percayalah sayang, saat ini bahkan selamanya di hati mas cuma ada kamu seorang," ucap Rasya seraya memeluk tubuh istrinya.


Cup...


Mereka terbawa suasana hingga tanpa sadar ada seseorang yang memperhatikan keduanya dengan tatapan tidak suka.


Tangannya mengepal seketika dengan rahang yang mulai mengeras. Matanya terus menatap benci kearah mereka terutama pada Aisya.


"Lo lihat aja Aisya, udah beraninya lo rebut cowok incaran gue. Maka ini saatnya gue bakal buat lo malu atau bila perlu lo dikeluarin dari kampus ini," gumamnya seraya tersenyum menyeringai dengan rencana liciknya.


"Oke, permainan kita mulai !" Tambahnya lagi.


***

__ADS_1


"Mas ih, nanti ada yang lihat," ucap Aisya berusaha melepaskan diri dari dekapan suaminya.


"Biarin aja, kita udah halal sayang."


"Ya tapi kan banyak yang gak tau kalau kita sudah menikah mas, kalau sampe ada yang lihat terus kita difitnah bagaimana ?"


"Kalau itu terjadi, maka saat itu juga mas umumin pernikahan kita ini," jawab Rasya dengan santai.


"Mas jangan macem-macem deh, Aisya gak mau ya dikeroyok sama fans berat mas itu."


"Mas gak punya fans sayang."


"Iya gak punya fans, tapi yang nempel banyak," gerutu Aisya kesal membuat Rasya gemas dengan tingkah istrinya.


Cup...


Lagu dan lagi Rasya tidak bisa mengendalikan diri untuk bisa menyentuh bibir yang tengah manyun itu.


"Enak."


"Mas ih, nanti ada yang lihat mas. Mesum banget sih ?"


"Mas gak tahan kalau lihat itu yang manyun sayang he he he..."


"Mesum."


"Sama istri sendiri, halal."


"Tau ah, Ais kesel sama mas. Mas itu selalu, hmpppppppp....."


He he he, mereka ngapain tuh di tempat sepi, Rasya gak inget tempat nih.


Tenang aja Sya, Author tepain janji nanti malam, buat kalian 8 ronde deh😄😄😂


Cinta bisa tumbuh kapan saja dan kepada siapa saja. Setiap insan manusia berhak jatuh cinta. Kata cinta tak bisa dilepaskan dari segi agama. Karena perasaan cinta tumbuh pada hati pemberian Yang Maha Esa.


Islam mengajarkan cinta dan kasih sayang kepada semua umat manusia yang lain. Ada juga cinta yang ditujukan pada lawan jenis, karena setiap insan pasti memiliki pasangan dan jodohnya masing-masing.


Surah Ar Rum ayat 21


"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir."


Berbicara mengenai cinta, menjalin hubungan cinta yang baik itu tidaklah mudah. Pasti akan ada begitu banyak rintangan yang datang.


Terlebih bagi mereka pasangan yang sudah menikah, pasti banyaknya bumbu-bumbu yang akan dirasakan setiap harinya sepanjang waktu. Seperti saat ini yang akan aku rasakan dengan mas Rasya, mungkin dengan adanya Zahra, bisa menjadikan hubungan kami memiliki pondasi yang kokoh, hingga siapa saya yang berusaha menghancurkannya tidaklah semudah yang mereka bayangkan.


Like


Komen


Vote sebanyak-banyakanya

__ADS_1


Happy Reading guys


Bersambung


__ADS_2