Bidadari Sang Gus

Bidadari Sang Gus
Pov Bul²


__ADS_3

Entah harus dimulai dari mana kisahku ini. Tapi yang pasti aku akan menceritakan perjalananku dari awal hingga sampai saat ini.


Pertama tama, Aku sangat dikejutan oleh perkataan Ayah dan Bunda kalau aku akan dikirimkan kepesantren milik sahabatnya dikota B. Aku pikir, mereka mengirimku kepenjara suci karna sifatku yang sangat manja dan juga bar bar hingga mereka pusing dengan sikapku dan memenjarakan aku kepesantren.


Tapi nyatanya aku salah, bukan tanpa alasan mereka mengirimku untuk menuntut ilmu agama diponpes. Hal yang paling mengejutkan pun kian kudengar, kakekku Lutfi ingin aku sebagai cucu perempuannya menjadi hafidzoh. Karna itulah orangtuaku mengirimku kesana.


Awal yang sangat terpaksa aku menuruti kemauan orangtuaku, aku pikir hidupku bakal omg banget saat dipesantren. Secarakan kan kamar sempit, ranjangnya apa lagi.


Tapi setelah dijalani dari hari kehari, masya Allah banget hidupku banyak teman, yaaaa walaupun kadang bar bar ku suka kumat he he.


Hingga suatu hari, tanpa sengaja aku mendengar seseorang tengah bershalawat, suaranya itu masya Allah merdu sekali...bagaikan minum teh pemanis madu' gula ' dan susu hi hi hi biar kata orang diabetes. Aku gak tau suara siapa yang merdu itu. Dan beberapa hari berikutnya, aku jatuh kaki ku kesandung batu. Ck dipesantren krikilan bertebaran dimana mana, gerutuku saat itu.


Tiba tiba saja, seorang lelaki datang menghampiriku dengan gaya coolnya. Hidung mancung kulit putih...Aaaaaa rasanya aku pengen menjeritttt melihat ketampanannya.


Dia bertanya aku kenapa, malu malu meong aku menjawab gak papa. Padahal mah suakiteee warbiasaaaahhhhh....tapi karna gengsi ya udah pura pura bae ya kan...he he he.


Aku sangat mengagumi sosok yang pernah ku temui saat itu. Pangeran bersarung, seperti itulah aku menjulukinya. Hingga aku pun tau namanya Adalah Adam.


Baru seminggu mondok, bayangkan yang kirim surat udah ngantriii aja hi hi hi.


Hingga surat yang berinisial MA yang selalu membuat ku klepek klepek bagai ayam baru dipotong gitu....karna kata katanya.


Aku terus mencari saking penasarannya, nanya si Disna tapi tu bocah gak ada gunanya, memang dasaran pelupa ya susah. Padahal juru kunci satu satunya yang tau siapa inisial MA itu ya, tukang pos. Tapi karna otaknya baru jadi seperempat, itulah julukan yang Rima kasih buat si Disna. Dia pelupanya war biasaah banget, baru 5 menit yang lalu...eh dia udah lupa aja. Katanya sih ciri cirinya pake sarung coklat gak jadi, ha ha ha ha.....warna nya gimana tuh coklat gak jadi.


Dan Yesssssss akhirnya aku tau siapa orang itu, yang tak lain adalah Adam, Muhamad Adam orang yang memang aku kagumi dari awal.


Singkat cerita, ia mengajakku bertaaruf. Bingung sih mau jawab apa, mau nolak tapi aku menyukainya. Akhirnya aku meminta waktu dalam seminggu untuk menjawab ta'arufnya itu.


Istiqaroh nih ceritanya selama seminggu itu, tapi anehnya aku gak dapet petunjuk apa apa. Dimalam terakhir aku beristiqaroh mimpi dateng deh tu.


" Ana Uhibbuka Fillah Zaujati.." Dia mencium kening ku.


Wahhhh kagettt kan tentunya, lukisan kaligrafi, kamar bernuansa biru langit dan kata kata itu terus saja melintas diingatan ku.


Tapi....ada tapinya nih, orang itu bukan Adam. Samar sama gak jelas deh pokoknya mukanya gimana, tapi yang pasti sosok dalam mimpi itu bukan seseorang yang tengah aku kagumi.


Seminggu sudah aku memberanikan untuk menjawab ta'aruf Adam, sudah aku pikirkan untuk aku menerimanya. Ta'arufan deh tu aku sama Adam bukan pacaran loh ya.


Dari sinilah kisah cinta kami dimulai....

__ADS_1


buahahhahaha kok dari tadi cerita, ternyata pokoknya belum ya hi hi hi...maafkanlah Bul² cerewettt tau.


Adam bilang, kalau ingin mengatakan ini pada Abah untuk membicarakan bab selanjutnya.


Namun nyatanya sebelum itu terjadi, ternyata Abah sudah ada niat menjodohkan Adam dengan anak sahabatnya juga, gelarnya Ning guys....


Saat aku tau Adam akan dijodohkan, kalian tentu tau bukan, kami saling mencintai. Saat itu perasaanku hancur berkeping keping, sakit hati, sedih dan entah kata kata apa lagi yang patut aku apresiasikan untuk diriku saat itu.


Aku menunggu hingga berhari hari untuk Adam membicarakan ta'aruf kami pada Abah sebagai walinya.


Namun aku harus patah hati sebelum dimulai...


Aku menyalahkan Adam, karna beraninya dia sudah mengajak ku berta'aruf tapi perjodohan itu pun ia terima juga.


Bayangkan, dua insan yang saling mencintai terpaksa mengubur dalam dalam perasaannya karna tak bisa melawan takdir. Huaaaaa😭😭😭😭 takdir tega ya mempermaikan perasaanku.


Adam pun menyerah, ia memilih melepaskan ku dan menuruti kemauan Abah karna ia fikir cara inilah yang paling tepat membalas budi padanya yang sudah selama 4 tahun menjaga dan merawatnya.


Kami saling berjanji saat itu, Adam tidak akan menikah sebelum ada seseorang yang lebih tulus darinya meminangku.


Dan aku pun meminta Adam untuk berjanji, jika hal itu telah tiba... aku akan memintanya langsung padamu, jika jawaban Adam iya maka aku akan menikah dengan lelaki itu, namun jika jawaban Adam tidak, maka Adam sendiri yang harus menikahiku saat itu juga.


Seseorang misterius datang kepesantren guys.


Badan tinggi, tegap, kulit langsat hidung mancung dan bibirnya tipis.


Tapi sayangnya hatiku sudah terpaut dengan Adam.


Ya dialah Gus pesantren, lulusan terbaik universitas Al- Azhar kairo. Telah mendarat cantik ditanah air dengan selamat.


Farhan Adzriel Maulana, itulah nama dari seseorang misterius itu.


Aku tau dia sering kali melirikku saat itu, tapi ya...opo tak pikirrrr, hanya itulah yang mampu aku tunjukan.


Singkat ceritanya, dia mengajukan ta'aruf.


Lebih parahnya lagi, dua sahabat ku itu ternyata juga mengagumi Gus pesantren yang telah memintaku berta'aruf.


Tentu aku bingung, Abah Zaki sudah menjelaskan alasan kenapa aku tidak diizinkan untuk menikah dengan Adam dan malah ia mendukung 100 persen anaknya untuk meminangku.

__ADS_1


Sesuai janjiku pada Adam, aku pun memintanya langsung padanya apakah Gus Farhan adalah orang yang tepat untukku ?


Jawaban yang membuatku syok berat hampir aja strukkkk he he he. Adam malah tetap pada pilihannya melepasku demi kakaknya itu, katanya.....


" Aku percayakan kebahagiaanmu bersama kak Farhan Ukhty...."


Tapi kalau aku tidak mencintainya, apa mau tetep dipaksa juga ?


Aku gak habis pikir dengan semua orang saat itu.


Terpaksa deh aku menerima Gus Farhan, dari proses ta'aruf khitbah hingga sah...aku tetep tidak perduli.


Namun setelah menikah, aku sedikit iba padanya. Apa tidak sakit jika aku masih mencintai orang lain dari pada suamiku?


Namun tetep saja, Gus Farhan tidak pernah memaksa ku untuk mencintainya, jalani saja, seperti itulah katanya.


Hingga perlahan aku pun mulai luluh dengan sikap kasih dan sayang, perhatian yang selalu ia berikan padaku.


Perasaan cinta itu mulai tumbuh dengan sendirinya.


Tak mampu lagi kata kata yang harus aku ucapkan lebih banyak. Selain bersyukur telah memiliki suami seperti Gus Farhan.


Aku tidak menyesal harus melepaskan cinta pertamaku, Adam. Kalau gantinya akan seperti Farhan Adzriel Maulana ini.


Hingga Aku hamil, dan harus dihadapkan dengan cobaan pelakor dan suamiku koma selama 3 bulan. Sampai sulit rasanya untuk bernafas, sangat sesak aku menerima cobaan yang bertubi tubi ini.


Dan pada hari ini, Alhamdulilah semua deritaku, air mata ku dan sedihku telah terbayar tunai dengan berkah kebahagian dititik paling sempurna menurutku.


💕💕💕**Tinggalkan


Vote


Like


Komen kalian ya !!!


Happy Reading guys**...


Bersambung💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2