
Terlihat kebahagiaan dimata mereka yang tengah terjalin asmara akibat keinginan konyol dari Bul². Yang lihat pasti baper tingkat provinsi ya kan, kecamatan dan kabutapen mah lewaaaaaattttttt.
Perasaan hangat tiba tiba menyelimuti hati Rima, sungguh kata-kata romantis dari Zafran membuatnya lupa saking nyamannya. Ia lupa jikalau Zafran adalah musuh bebuyutannya saat bertemu.
' Kalian sangat bahagia, sedangkan aku.....
aku hanya menjadi saksi pendengar kebahagiaan kalian. Jujur saja, aku iri melihatnya, aku pernah merasakan mengagumi untuk pertama kalinya pada seorang rejal. Namun lagi-lagi, aku harus menguburnya dalam-dalam demi sahabatku. Bolehkan aku iri pada kalian ?
Ya Allah...apakah sungguh aku ini tak berhak bahagia seperti mereka ? ' Gumam Safa seraya menatap ketiga orang yang tengah cengengesan itu.
" Saf kok ngelamun...." Kejut Bul². Seketika Zafran dan Rima melirik kearah Safa.
" Eh..enggak kok, bahagia aja lihat kalian akur kayak gini...." Jawabnya dengan senyum yang terpaksa.
Jujur, dalam hatinya entah apa yang kini tengah Safa rasakan. Ia hanya bisa melihat iri dengan bahagianya mereka. Gus Farhan, adalah orang yang Safa kagumi untuk pertama kali dalam diamnya. Saat itu, Rima pun dengan terang terangan telah menyukai Farhan lebih dulu, hal itu membuat Safa untuk mencintainya hanya dalam diam dan memperhatikannya dari kejauhan. Namun keduanya tidak ada yang tau, jikalau Farhan telah berta'aruf dengan Bul² yang tak lain sahabat mereka juga. Sempet kecewa memang, tapi dipikir pikir mencintai dengan tulus adalah melihat mereka yang di cintai tersenyum bahagia meskipun bahagianya bukan dengan kita. Berkorban sedikit gak papalah ya....he he he.
" Mereka cocok ya Saf..." Ucap Bul² berbicara pada Safa.
" Eh iya, cocok...." Jawabnya.
" Tuhkan cocok kata Safa juga, Adek tinggal kasih tau Ayah Bunda terus beres..."
" Ma-maksudnya apa Bul ?" Sahut Rima gugup.
" Nikahlah....." Jawabnya singkat.
Mata Rima seketika tebelalak, ia tak percaya mengikuti keinginan konyol Bul² akan membawanya pada ikatan yang lebih sakral dan suci. Apa apaan si Bul², emangnya aku mau nikah sama ketek kingkong ini. Ck sungguh mimpi buruk beneran, pikirnya.
Sementara Zafran tengah menahan tawanya melihat raut wajah Rima yang menurutnya sangat lucu dan menggemaskan, terlebih lagi pipinya yang terlihat cubby membuatnya ingin mencubit gemasss kedua pipinya.
" Adek benerkan bang ?" Bul² mencoba bertanya pada Zafran.
" Abang nurut aja dek .." Ucapnya seraya tersenyum.
' Dih nurut aja katanya, emang dia mau banget nikah ma aku. Astagfirullah ya Allah, apa jadinya aku kalau nikah sama ketek kingkong ini. Bukan bahagia yang ada malah ruwettttt' Gerutunya.
Lagi-lagi Safa merasa terabaikan dengan rencana bahagia mereka. Apalah aku ini hanya hanya rumput yang bergoyang diantara bunga yang bemekaran.
Karna merasa tak diperdulikan, Safa memilih pergi begitu saja dari sana.
Ia menjauh dari sahabat sahabatnya yang tengah membicarakan pernikahan dan bahagia lainnya.
__ADS_1
' Ini semua karna kamu Bul, keinginanku untuk memiliki Gus Farhan telah sirna karna kehadiranmu. Kalian sekarang hanya bisa tertawa haha hihi tanpa melihat sahabat kalian yang satu lagi, aku tidak bahagia seperti yang kalian bilang, aku iri melihat semua yang kuinginkan malah tak berpihak padaku. Haruskah aku ikut bahagia sementara hatiku ini merasa pilu ? aku rasa tidak perlu lagi aku mencampuri urusan kalian....ini saatnya aku untuk mengejar apa yang kuinginkan tanpa harus mengalah seperti dulu, ya itu harussss' Gumam Safa penuh tekad.
" Bul, kamu perhatiin Safa gak sih. Aku rasa dia ada masalah deh, kenapa maen pergi gitu aja ." Ucap Rima.
" Aku rasa juga gitu Rim, samperin yuk !" Ajaknya. Dan Rima pun mengangguk.
" Bang, Adek cari Safa dulu ya. Mending Abang balik kerumah Umi deh !"
" Kenapa emang ?" Tanya Zafran.
" Bisa bisa kursi kantin Bik Lili bolong karna kelamaan Abang dudukin ha ha ha ." Bul² tertawa lebar dan Rima pun hanya menahan tawanya.
Mungkin kalau hanya mereka berdua, Rima sudah melepas tawanya. Jangankan untuk tertawa lebar, menatap lama Zafran saja ia harus mengumpulkan keberaniannya hingga berjam-jam.
" Gak lucuuuu....Assalam mualaikum.." Zafran pergi lebih dulu meninggalkan kantin.
Selepas perginya Zafran, Bul² dan Rima tertawa lepas. Kemudian ia pergi dari kantin untuk mencari Safa yang tiba tiba pergi tanpa mengatakan apapun.
" Dia kemana sih Bul....?" Tanya Rima yang tidak menemukan Safa.
" Entahlah Rim....mungkin ditaman ." Tebaknya.
Mereka berjalan kearah taman, dan benar saja dilihatnya seseorang Ukhty tengah duduk dibangku taman sendirian.
Buru-buru Safa mengusap air matanya yang sedari tadi menetes.
" Kenapa ?"
" Kamu kenapa sih pergi gitu aja, ada masalah ?" Tanya Bul² seraya mendudukan diri disamping Safa.
" Cerita dong Saf, kita sahabat....susah senang selalu bersama." Sambung Rima.
" Benarkah, tapi aku rasa hanya rasa senang yang kalian pamerkan padaku." Ketusnya.
" Maksudnya ?" Ucap keduanya bingung.
" Ya kalian pikir aja sendiri, selama ini aku hanya diem kan melihat kalian bahagia. Pernah mikir gak sih, kalau aku pun pengen banget kayak kalian !"
" Maksud kamu gimana sih Saf, aku beneran gak ngerti ?"
" Kamu iri dengan kami Saf ?" Sambung Rima.
__ADS_1
" Ya aku iri dengan kalian, aku pernah mencintai seseorang dalam diamku. Namun lagi lagi semua ini karna kamu Bul...." Teriaknya.
" Aku, kenapa aku Saf. Apa salahku ?" Tanya Bul².
" Aku mencintai Gus Farhan, dan aku harus merelakan hanya karna buat kamu. Setelah kalian bahagia, kalian hanya bisa tertawa lepas sedangkan aku, aku hanya menjadi saksi dan pendengar setia kalian. Sekarang tidak lagi...,aku tidak akan mengalah untuk siapapun, karna siapapun, sebelum keinginanku tercapai." Teriaknya lagi.
Deg.......
" K-kau mencintai suami ku Saf..." Tanya Bul² dengan suara yang gemetar.
" Sadar Safa, istigfar. Gus Farhan sudah menikah, apa kamu tega mau jadi pelakor rumahtangga mereka...hah." Bentak Rima tak habis pikir.
" Apa peduliku...saat kalian bahagia, kalian gak pernah tuh mikirin perasaanku kayak gimana. Lalu sekarang untuk apa aku memikirkan perasaan kalian...."
" Astagfirullahaladzim....istigfar Safa. Jangan sampe iri dan dengki menguasai dirimu. Mana Safa yang aku kenal, yang pendiem lemah lembut dan selalu menghargai perasaan orang lain." Tutur Rima.
Sedangkan Bul² hanya terdiam, ia masih tak percaya jika ada lagi yang mencintai suaminya. Bahkan kali ini adalah sahabatnya sendiri. Masalah Naya selesai, akankah Safa menjadi masalah baru untuk rumahtanggaku ? pikirnya.
" Karna kebodohan aku itulah, aku tidak mendapatkan kebahagiaanku. Kata orang cinta itu perlu sedikit diperjuangkan, bukan begitu Bul² ?" Ucapnya tersenyum licik.
' Aku terlanjur sakit hati dan iri dengan kalian....Jujur saja hati kecilku tidak tega, tapi mau bagaimana lagi, aku akan sedikit mencoba memperjuangkan cintaku...
Aku juga ingin bahagia seperti yang kalian rasakan, bukan hanya suporter yang selalu menjadi saksi dan pengawal setia setiap kegiatan yang kalian lakukan, setiap bahagia yang kalian rasakan. Aku pun ingin merasakan seperti apa dicintai, seperti apa memiliki sesuatu hal yang kita suka. Dan semua itu pasti akan kulakukan' Gumam Safa dalam hati.
***Wahhhh sahabat gak ada akhlak nih....
Kita hadirkan 1 rejal lagi gimana setuju gak ?
💞💞💞💞* Alhamdulilah
Balik Up lagi nih
Tinggalkan
Vote
Like
Komen kalian ya !!!
Happy Reading guys**...
__ADS_1
Bersambung💞💞💞💞