Bidadari Sang Gus

Bidadari Sang Gus
Season 3


__ADS_3

Azkya yang ternyata tau kalau Abangnya tengah curi pandang pada seorang gadis, yang ia sendiri sangat terkejut melihat perubahannya. Tapi cukup merasa bahagia, karna Rasya terlihat jelas tengah memperjuangkan wanita yang ia kagumi untuk tetap beristiqomah.


Sementara Zahra seseorang yang Rasya kagumi sejak awal, apa kabar dia ? Dia sendiri ternyata menyimpan hal yang sama pada Rasya, itulah yang selalu ia curhatkan pada Kia yang sudah jadi sahabatnya itu.


"Bang......"Panggil Kia dan sontak membuat Rasya terkejut, hal itu bisa dilihat jelas Rasya mengucapkan istigfar seraya mengelus dadanya.


"Maaf Kia ngagetin Abang ya ?" Ucapnya merasa bersalah.


"Gak papa Dek, ada apa ?" Rasya kini berbalik menatap adiknya yang terlihat serius itu.


"Abang mulai suka kan sama Aisya ?"


Rasya hanya menjawabnya dengan senyuman, entah ia sendiri belum memastikan dengan benar bagaimana perasaannya pada Aisya.


"Em, Abang dilema ya ....?" Ledek Kia yang sontak membuat Rasya mendelik.


"Lalu bagaimana dengan Zahra Bang ? Dia...em....."


"Zahra kenapa ?" Tanya Rasya memangkas kalimat Kia, yang ternyata ikut penasaran.


"Zahra, ternyata dia juga menyukai Abang..."


Deg.....


Rasya mengusap wajahnya dengan perlahan seraya mengucapkan kata istigfar berulang kali. Kalau sudah begini lalu bagaimana ? Rasya sendiri tidak ingin menyakiti hati wanita mana pun, namun untuk memastikan perasaannya ia harus bisa melihat bagaimana hatinya saat melihat Aisya dan juga Zahra.


Azkya memahami bagaimana dilemanya sang kakak, sudah sangat hafal dengan sikap Rasya yang tidak ingin menyakiti hati siapapun.


Lagi pula, Rasya juga belum mengungkapkan kekagumannya pada Zahra. Bahkan Kia sendiri pun tidak menceritakan bagaimana perasaan kakaknya itu.


Biarlah Rasya yang akan menentukannya sendiri, itu lebih baik, menurut Kia.


"Abang lebih baik beristiqarah, Bang. Meminta petunjuk maha kuasa untuk menentukan hati Abang yang gelisah ini !"Ucap Kia menasehati sang kakak.


"Apa Kia menceritakan bagaimana Abang pernah mengagumi Zahra ?" Pertanyaan Rasya langsung mendapat gelengan dari Kia. Ada kelegaan dalam hati Rasya saat ini, biarlah hatinya yang akan memilih setelah benar-benar memastikan perasaannya akan berlabuh pada siapa.


Kia ingin menceritakan sesuatu sama Abang, tapi Kia takut Abang akan sedih lagi....


Kia sendiri merasa mengagumi seseorang yang dekat sama Abang, tapi orang itu..........


***


Sore itu, Rasya hanya bisa menikmati waktunya melihat bagaimana senja akan muncul. Bagaimana ia setia menunggu matahari untuk kembali keperaduannya.


Selain sudah kodratnya hukum alam, ia tidak pernah merasa bosan dalam hal menunggu.


Suara deringan ponsel, membuyarkan lamunannya.


Ternyata sang Ibulah yang menelfonnya itu.


📞


"Asalammualaikum Mi....."


"Waalaikumsalam wr wb, Sya...ada yang mau Umi bicarakan ."

__ADS_1


"Na'am Umi, silahkan !"


"Sya, pesantren sangat butuh pengajar nak, beberapa asatidz minggu lalu pindah keluar kota. Jadi bisakah untuk sementara waktu Rasya pulang ?"


"Akan Rasya pikirkan Umi, Rasya harus bicarakan ini dulu dengan Dekan kampus, supaya kuliah Rasya bisa lewat online," Jelas Rasya.


"Na'am, jagalah diri baik-baik. Dan ya...jaga juga sepupu perempuan itu !"


"Na'am Umi..."


"Umi tutup dulu ya, pesantren masih banyak kegiatan. Asalammualaikum..."


"Waalaikumsalam wr wb...."


Setelah panggilan telfon berakhir, sungguh pikirannya tiba-tiba teringat pada gadis yang baru saja mengusik hatinya.


"Jodoh tidak akan kemana, meskipun aku jauh darimu...insyaallah aku bisa menikungnya di sepertiga malam."


***


Keesokan harinya, Rasya betul-betul sudah memutuskan setelah semalaman ia berfikir panjang.


Pagi sekali ia berangkat kekampus untuk mengurus semuanya, termasuk juga menemui Dekan.


Ada hal lain yang ingin ia lakukan sebelum menghilang untuk beberapa waktu. Tapi mungkinkah ? Rasya tidak seberani itu untuk bisa melakukannya.


Tepat di jam 9 pagi, suara riuh dari arah lapangan serasa menggelegar di penjuru kampus Nusa Bangsa.


Banyak para mahasiwi yang menyaksikan pertunjukan itu, pertunjukan dimana seseorang akan menyatakan perasaanya pada orang yang di cintai.


"Terima...."


"Terima....."


Begitulah suara terikan para mahawiswi yang ikut menyaksikan pertunjukan itu.


Karna penasaran, Azkya mendekat kearah sana untuk bisa melihat siapa orang yang berani melakukan hal seperti ini di depan umum.


Deg.......


Jantungnya seraya mau berhenti, setelah mendapati seseorang lelaki juga perempuan di lingkaran yang penuh kerumuman manusia itu.


Wanita dan lelaki yang ia kenal, bahkan ia sendiri mengagumi lelaki yang tengah berjongkok seraya mengulurkan tangannya yang memegang bunga untuk di berikan pada wanita yang berdiri tepat di depannya.


Matanya berkaca-kaca, baru pertama kalinya ia merasakan bagaimana menyukai lawan jenis. Namun di waktu yang bersamaan, ia harus menerima bagaimana rasanya patah hati dan cinta yang bertepuk sebelah tangan itu.


Duk......


Kia menabrak seseorang saat ingin berbalik berniat pergi dari sana.


"A-abang......" Gumam Kia dengan lirih.


"Abang gak papa ?" Tanya Kia mastikan bagaimana kakaknya itu.


"Abang baik, emangnya kenapa ?"

__ADS_1


"Di sini kan bang yang sakit ?" Tanya Kia seraya menunjuk dada Rasya.


Sebelum Kia menghampirinya, Rasya sudah lebih dulu melihat pertunjukan itu.


Bagaimana perasaannya saat ini ? Melihat seseorang yang berhasil membuat ia senyum sendiri dalam dunianya, tiba-tiba saja seseorang yang ia kenal pula menyatakan perasaannya di depan umum.


Apa kah cinta sesakit ini ?


Sungguh, semua yang sudah Rasya rencanakan dari semalam, ia mengurungkan niatnya setelah melihat kejadian itu.


"Abang gak papa Kia, ayo kita pergi ! Ada hal yang harus Abang bicarakan sama kamu," Ajak Rasya pada adiknya itu.


"Ada apa bang....?" Tanya Kia setelah mereka berhasil pergi dari sana.


"Abang akan pulang kepesantren."


"Abang kayak anak kecil deh, kalau cinta ya perjuangin Bang. Jangan nyerah dan malah tiba-tiba pulang," Ucap Kia sedikit kesal pada Abangnya yang selalu mudah mengalah.


"Bukan karna itu Kia......" Rasya menceritakan semuanya pada Kia apa yang Uminya itu katakan kemarin.


Sejujurnya Kia sedih, karna mulai saat ini Ia hanya sendiri di jakarta.


"Abang minta, jagalah diri baik-baik selama Abang gak ada. Dan ya....tolong jangan beritahu pada siapapun, siapapun itu !"


"Kenapa ?"


"Abang tidak bisa menceritakan kenapanya, tapi Abang hanya minta tolong untuk tidak kasih tau siapapun kalau Abang pergi....!"


"Baiklah, Abang harus sering-sering hubungin Kia !"


"Iya Dek, Ayo...temenin Abang keruang Dekan !" Kia pun mengangguk.


*Ternyata banyak orang yang ingin memilikimu...


Katakan padaku, aku harus bagaimana setelah ini ?


Hufff, semoga setelah ini....kau tetap beristiqomah dengan pakaianmu Aisya...


Maafkan aku yang harus pergi.....


Jikalau kau menerimanya, aku hanya bisa mendo'akan semoga kau bahagia dengan pilihanmu.....


Dalam hatiku, hanya bisa berkata 'Anna Antazrik ya ukhty*'


Huaaaaaaaaaa, Babang Rasya...Author sedih deh..


❣️Tinggalkan


Vote


Like


Komen


Kalian yak...

__ADS_1


Happy Reading guys...


Bersambung❣️


__ADS_2