Bidadari Sang Gus

Bidadari Sang Gus
Ungkapan hati Zafran


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu, sesuai keinginan yang Zafran Ucapkan bahwa dalam waktu 1 pekan ia harus bisa menghalalkan mbak anehnya. Kebetulan ia pun sudah berunding dengan kedua orangtuanya juga sang adik, dan mereka pun setuju.


Hari ini ia berniat pergi kepesantren pagi sekali, karna kerjaan yang memang lagi padat


membuat Zafran pun harus bisa membagi waktunya.


Seperti biasa, tiga jam perjalanan menuju pesantren membuatnya sedikit kelelahan. Apa lagi kali ini menyetir seorang diri, hanya ada musik yang menemaninya selama perjalanan dan sungguh itu sangat membosankan.


Tiga jam pun berlalu, kini Zafran telah sampai didepan gerbang besar pesantren Nurul Huda. Dengan segera ia melajukan mobilnya itu dan memarkirkannya tepat didepan rumah Abah Zaki.


Tok...tok...tok...


" Asalammualaikum...." Salamnya seraya mengetok pintu.


Ceklek......


" Waalaikumsalam wr wb....eh nak Zafran. Mari masuk...!" Titah Umi. Dan Zafran pun mengangguk seraya tersenyum.


" Abah ada Umi ?" Tanya Zafran.


" Ada nak, sebentar ya Umi panggilkan. Atau kita ngobrol diruang keluarga saja biar nyaman !" Jawab Umi dan Zafran pun langsung mengangguk.


Zafran mengikuti Umi berjalan dibelakangnya, sementara Umi memanggil Abah didalam kamar mereka.


Tak lama kemudian, Abah Zaki menghampiri Zafran yang sudah menunggu.


" Abah....." Zafran langsung beranjak dan menyalami Abah Zaki.


" Sehat nak ?"


" Alhamdulilah sehat Abah....ada yang mau Zafran bicarakan sama Abah dan Umi !"


" Na'am nak, kami sudah tau. Adikmu sudah menceritakan semuanya, jadi mau bagaimana kelanjutannya ?" Tanya Abah Zaki serius.


" Zafran ingin segera meminang Ukhty S


Rima Abah, apa beliau masih ada orangtua ?" Tanya Zafran.


" Neng Rima yatim piatu nak. Tapi beliau masih memiliki seorang paman !"


" Baik Abah. Bisa tolong panggilkan Ukhty Rima, ada hal yang harus Zafran bicarakan !"


" Na'am nak, biar Umi yang panggilkan." Jawab Umi.


Umi Imah pun pergi menuju asrama puteri untuk memanggil Rima dan Bul².


Tak berapa lama kemudian, bertemulah mereka dan segera mengikuti langkah Umi menuju rumah ndalem.


" Asalam mualaikum...."


" Waalaikumsalam...." Jawab Zafran dan Abah bersamaan.


Deg......


Rima terkejut dengan adanya musuh bebuyutan yang tak lain adalah ketek kingkong. Tatapan mereka sempet bertemu, namun Rima buru-buru menundukkan pandangannya. Sementara Zafran hanya mengulas senyum yang melihat Rima malu malu meong.

__ADS_1


" Ehemmmm....." Bul² yang menyadari tatapan mereka berusaha membuyarkan pandangan satu sama lain.


" Sabar bang.....!" Goda Bul² terkekeh.


" Gajeeeeee ......" Celetuk Zafran.


" Hah.......?" Semua orang ternganga mendengar bahasa Zafran yang tidak ia mengerti terkecuali Bul².


" Namanya juga ketek kingkong, bahasanya juga pasti gak jelas ..." Gumam Rima lirih namun masih terdengar ditelinga Zafran.


" Ya itu Ukhty, artinya gaje itu gak jelas ...." Jawab Zafran tiba-tiba membuat Rima mengelus dadanya.


" Eh..maaf, terkejut ya ?" Rima mengangguk.


" Udahlah dramanya. Sekarang apa yang mau Abang bicarakan ?" Tanya Bul² pura pura tidak tau.


Umi dan Abah pun mengerti, mungkin Zafran malu mengatakannya karna ada mereka. Dengan kode mata yang Umi berikan pada suaminya, Abah Zaki pura pura ingin makan dan meminta Umi menyiapkannya.


Selepas perginya Umi dan Abah, Zafran terlihat menghela nafasnya berulang kali.


" Emmmm Ukhty, sebelumnya saya mau tanya. Apa Ukhty Rima masih sendiri, maksudnya apa tidak sedang berta'aruf dengan rejal manapun ?" Tanya Zafran mencoba menghilangkan kegugupannya.


' Kenapa tiba-tiba ketek kingkong nanyain itu ? Anehhhhh.......' Gumam Rima dalam hati.


" Tidak sama sekali ...." Jawab Rima.


" Alhamdulilah......jadi begini, masih ingkatkan dengan kata kata saya seminggu yang lalu saat dikantin ?"


Deg.....


"I-iya....." Jawab Rima gugup.


" Saya ingin katakan, kalau apa yang diucapkan saat itu adalah benar adanya. Mau kah Ukhty menjadi pendamping hidup saya ?" Zafran mengucapkan niatnya dengan dada yang berdebar-debar.


Rima terdiam, entah ia harus menjawab apa. Sejujurnya ia sempet tertarik dengan sisi Lain Zafran. Namun saat sifat menyebalkannya datang, bagaikan musuh bebuyutan gak pernah ada akurnya saat bertemu.


Dag dig dug der....detak jantung Rima, ia hanya bisa menunduk bingung mau menjawab apa.


" Ukhty......" Panggil Zafran lagi.


" Ahhh ya, bismilah. Saya menerima menjadi pendamping hidupmu...."


" Alhamdulilah...." Jawab mereka kompak.


" Baiklah, besok adalah hari akadnya. Jadi bersiaplah....." Ucap Zafran seraya mengedipkan sebelah matanya.


" Apa........kenapa secepat itu ?" Tanya Rima terkejut.


" Abang ku udah gak tahan kali Rim.....hi hi hi " Ledek Bul² dengan kekehan.


" Ya tapikan....gak harus secepat itu ." Gerutu Rima kesal karna Zafran mengambil keputusan seenak jidatnya sendiri.


" Lebih cepat lebih baik kan....." Goda Zafran lagi.


" Issss....dasar ketek kingkong..."

__ADS_1


" Yang sopan dong kalau ngomong sama calon suami....!"


Seketika Rima menatap tajam kearah Zafran dengan mata yang membulat sempurna.


Kenapa Zafran malah semenyebalkan ini, suka menggoda para wanita, pikir Rima.


Sementara Zafran dan Bul² pun hanya cekikikan melihat raut wajah Rima yang sudah melipat beberapa kali.


Mana mungkin menikah dengan hanya ucapan cinta dalam 1 hari. Aaahhh bagi Rima itu tidak cukup, jika diberikan pilihan ia lebih memilih untuk berta'aruf lebih dulu. Saling mengenal satu sama lain segala sesuatunya.


" Issss...nyebelin banget sih..."


" Gini juga calon suamimu. Sekali kali dipanggil sayang dong !"


" Dih...ngarep banget. Aku malah gak ngilerrr tuh....." Jawab Rima memalingkan wajahnya.


"Tapi nerima kan......aaaa Ukhty malu malu meong. Pake bilang gak ngiler segala."


" Ihhhh apaan sih, terus gimana.....?"


" Gimana apanya ?" Tanya Zafran menggoda.


" Ya itu, maksudnya persiapannya gimana ?"


" Tuh kan...akhirnya ngaku juga. Udah gak sabar dihalalin ya....besok udah halal kok cantik."


Blussss...


Aaaa wajah ku panas mak, merah kek tomat ha ha ha. Malu banget dah muka bersemu merah didepan ketek kingkong.


Rima menundukan wajahnya seraya tersenyum malu.


" Ukhty tenang saja, kami yang akan mengurus. Tugasmu hanya memberitau paman untuk menjadi wali pernikahan kita." Lagi lagi kedipan sebelah mata yang Zafran berikan pada wanitanya itu, yang tentunya membuat Rima semakin salah tingkah.


" Tapi kan____


" Gak ada penolakan. Besok dirimu adalah milikku, kamu adalah istriku. Dan kita akan menjadi pasangan suami istri yang....ter..uwu uwu bangettt besok he he he ." Ucap Zafran disela candaannya.


Sementara Bul² sudah mengeryitkan dahinya melihat tingkah sang Abang bagaikan anak ABG yang nemu duit 1 gepok dijalan. Aaaa jangan kan AbG, orokkk juga kalau ada segepok duit jatuh dijalan udah kecium duluan baunya. Ha ha ha Authorrr gajeeeeeeeee.


***Hari ini double up nanti malam ya selama


3 hari kedepan. Maafkan jika Author up telat, karna sibung rewang/bebantu ditetangga yang punya hajat/acara.


Tetep tungguin Up nya ya***....


**💞💞💞💞Tinggalkan


Vote


Like


Komen kalian oke !!!


Happy Reading guys**..

__ADS_1


Bersambung💞💞💞


__ADS_2