
Tiba tiba saja ponsel Bul² berdering, namun ia tidak mengenali siapa yang menelfon. Bul² pun mengabaikannya telfon itu dan merijeknya. Namun no itu kembali lagi menelfon hingga berulang kali, ditelfonnya yang ke 5 Bul² pun menyerah. Akhirnya ia jawab telfon dari no tidak dikenal itu.
" Hallo Asalam mualiakum....."
" ...(....)..."
" Benar, saya sendiri. Siapa ya ?" Tanya Bul².
" (......).."
Pranggg.....
Ponsel itu seketika terlepas dari genggaman Bul². Kemudian Bul² pun jatuh pingsan, setelah menerima telfon itu.
" Astagfirullah...Abi......" Teriak Umi memanggil suaminya. Abah yang tengah mengambil air minum pun lari tergopoh gopoh menghampiri istrinya.
" Astagfirullah....." Ucap Abah terkejut mendapati menantunya yang tengah pingsan. Segera ia membopong tubuh Bul² menuju sofa dan membaringkannya disana. Umi Imah pun berlari kekamar mencari minyak kayu putih untuk membantu menyadarkan menantunya itu. Ia pun sedikit mengoleskan minyak pada penciuman Bul², tak lama kemudian Bul² pun tersadar seraya terisak.
" Hiks hiks...Umi....A' Farhan Umi hiks hiks." Tangis Bul² memeluk ibu mertuanya.
" Farhan kenapa neng, Farhan kenapa ?" Tanya Umi ikut panik.
" Hiks hiks....A' Farhan kecelakaan Umi Abi hiks hiks...."
" Astagfirullahaladzhim......" Ucapnya kompak. Umi dan Abah Zaki begitu syok mendengar kabar kecelakaan anaknya itu. Umi pun ikut menangis dan memintak Abah untuk mereka segera menyusul Farhan kerumah sakit dikota K.
Dengan ditemani mang Darno sebagai supir, kini mereka bertiga menuju kerumah sakit dikota K, dimana tempat Farhan dirawat. Tak lupa Bul² pun memberitahukan kabar ini pada keluarga yang ada dijakarta.
Kedua orangtua Bul² serta Zafran pun segera menuju kekota K setelah mendapat kabar kecelakaan Farhan.
Selama perjalanan, Bul² sesekali menitikan air matanya. Ia takut jika harus kehilangan orang yang ia cintai itu. Bahkan ia memikirkan bagaimana nasibnya beserta sang anak jika Farhan benar benar meninggalkannya.
" Neng, istigfar....doakan Farhan semoga baik baik saja. Jangan terus berlarut Neng, kasihan bayi yang ada dikandungan harus Neng jaga juga. Farhan juga pasti sangat gak setuju kalau melihat istri yang dicintainya begini !" Cecar Umi menenangkan menantunya.
" Hiks hiks....Bul² takut Umi😭" Umi Imah pun memeluk Bul² seraya menitikan air matanya.
" Berdoa Neng, memohon pertolongan pada yang maha kuasa untuk kesembuhan Farhan !" Umi pun melepaskan pelukannya mengusap air mata menantu kesayangannya itu.
Bul² mulai sedikit tenang, namun pikirannya terus saja tertuju pada suaminya. Inilah hal yang paling ia takutkan saat berjauhan dari suaminya. Jika masalah pelakor ia masih sanggup menghadapi, namun saat musibah menimpa orang yang kita cintai, apalah daya untuk melawan takdir. Bahkan hanya sekedar bernegosiasi saja pun ia tak mampu.
__ADS_1
Beberapa jam kemudian sampailah mereka dirumah sakit Mekar Jaya yang ada dikota K. Bul² dan kedua mertuanya segera turun dari mobil dan sedikit berlari untuk masuk mencari ruang rawat Farhan.
Bul² mendekati suster bagian admin.
" Maaf sus, ruang rawat saudara Farhan Adzriel Maulana dimana ya ?" Tanya Bul².
" Sebentar ya Buk saya cek !" Bul² pun mengangguk.
" Bapak Farhan dirawat dikamar no 12 Buk !" Ucapnya setelah mengecek.
" Terima kasih Sus..." Bul² sedikit berlari menuju kamar 12 tempat suaminya dirawat.
Sesampainya disana, Bul² langsung membuka pintu dan segera masuk kedalam kamar itu. Ia tidak perduli ada dokter dan suster yang tengah memeriksa keadaan suaminya.
" Maaf Ibu, bisa tunggu diluar sebentar ? pasien sedang diperiksa dokter !" Titah suster menghampiri Bul².
" Tapi sus, saya ini istrinya. Saya mau melihat keadaan suami saya " Teriak Bul² membantah seraya menangis.
" Maaf Ibu, tapi ini prosedur rumah sakit yang tidak bisa dilanggar. Silahkan Ibu tunggu diluar sebentar !" Titahnya lagi.
Bul² pun mengalah, ia keluar dengan langkah gontai. Mertuanya yang melihat itu langsung menghampiri menantunya menanyakan bagaimana keadaan Farhan sekarang.
" Sabar ya Neng, doakan suamimu supaya cepet sembuh."
Saat sedang menangis dan berpelukan, tiba tiba ada seorang lelaki yang menghampirinya.
" Maaf permisi, apa ibu dan bapak keluarga pak Farhan ?" Tanya lelaki itu.
" Iya betul, saya istrinya dan ini orangtua suami saya. Bapak siapa ya ?" Tanya Bul² mengusap airmatanya.
" Saya yang tadi menelfon Ibu...." Jawabnya.
" Terima kasih banyak pak, sudah menolong suami saya." Ucap Bul².
" Sama sama Buk, semoga pak Farhan lekas sembuh. Kalau begitu saya permisi, Asalam mualaikum..."
" Waalaikumsalam...." Jawab mereka lirih.
Setelah kepergian seseorang yang telah menolong dan membawa Farhan kerumah sakit, datanglah kedua orangtua Bul² juga Farhan serta Rima, sahabat Bul² yang kini sudah menjadi istri sah Zafran.
__ADS_1
" Adek......" Panggil Bunda Wati melihat Bul² yang tengah terisak dipelukan ibu mertuanya.
" Bunda..Ayah...hiks hiks...A' Farhan Bun. Kenapa ini harus terjadi Bun 😭 Bul² gak mau kehilangan suami Bul²." Ucap Bul² beralih memeluk sang Bunda.
" Sttttt sayang tenang ya, Farhan pasti baik baik saja, dia pasti akan sembuh. Jangan berfikir macem macem ya Dek, inget Adek lagi hamil gak baik kalau Adek banyak pikiran gini. Farhan kalau tau pun dia pasti ikut sedih !" Ucap Bunda Wati yang ikut menenangkan anak perempuannya itu.
Semua orang yang menyaksikan kesedihan Bul² ikut menitikan air matanya. Apa lagi Umi Imah, ia sangat terpukul melihat menantunya sedih seperti itu, ia paling tau bagaimana anak dan menantunya itu menjalani rumah tangga selama setahun ini. Dimulai dari datangnya masa lalu Farhan, serta sahabat Bul², ditambah lagi dengan adanya Rafi yang ternyata juga bagian masa lalu menantunya. Begitu banyak ujian yang harus keduanya hadapi selama satu tahun ini untuk mempertahankan rumahtangganya. Kini harus kembali diuji dengan musibah kecelakaan yang dialami Farhan, lalu bagaimana setelah ini Bul² menjalani kehidupannya disela sela musibah yang menimpa suaminya ?.
' Bi...Adek mohon berjuanglah untuk sembuh dan berkumpul lagi dengan keluarga kecil kita. Adek rindu Bi, hiks hiks. Adek takut kehilanganmu....berjuanglah sembuh demi istrimu dan buah cinta kita, kami semua sangat menyayangimu ' Gumam Bul² dalam hati.
Tak beberapa lama kemudian, suara seseorang membuka pintu pun mulai terdengar. Keluarlah dokter yang memeriksa keadaan Farhan, disusul dengan suster dibelakangnya.
Bul² pun beranjak dari duduknya menghampiri dokter itu.
" Dok bagaimana keadaan suami saya ?" Tanya Bul² penuh harap. Dan semua orang terlihat mengelilingi dokter menunggu jawaban.
Dokter yang bernama Irwan itu terlihat diam dengan wajah apa adanya. Sedikit melihat Bul² dengan kecemasan yang ia bawa.
" Begini, saya akan jelaskan. Mari ikut keruangan saya !" Titahnya.
Bul² serta kedua mertua dan orangtuanya mengikuti langkah dokter Irwan menuju ruangannya.
" Bagaimana dokter, suami saya baik baik saja kan ?" Tanya Bul² sangat penasaran dengan harapannya.
" Kondisi pasien sangat kritis, benturan di- kepalanya cukup berat hingga membuatnya____
💞💞💞**Lanjut Next episode ya....
hehehe
Author mau bikin deg deg kan dulu menuju part ending...hi hi hi...
Happy Reading Guys....
Tinggalkan Vote
Like
Komen kalian ya** !!!
__ADS_1
Bersambung💞💞💞